Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS

Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS
Bab 176 Pasar Efek Luar Negeri


__ADS_3

Dengan kemampuan analisis yang ia miliki, setelah menerima pengalaman seorang pialang saham tingkat lima, Andi mulai menganalisis perusahaan yang menjual saham di pasar efek. Sebagai awalan, Andi akan melihat saham yang dijual di Jepang dan China. Lalu agak sore nanti dia akan pindah ke pasar efek beberapa negara eropa.


Dari pasar efek dua negara tersebut, Andi sudah menargetkan beberapa saham. Ia prediksi hari ini harga perusahaan itu akan mengalami kenaikan besar. Langsung saja Andi membagi uangnya untuk membeli beberapa saham di kedua negara tersebut.


Setelah mengamati, ternyata proses jual beli saham di kedua negara tersebut tidak terlalu jauh berbeda dengan yang ada di Indonesia. Jadi, Andi tidak terlalu kesulitan dalam membeli saham. Apalagi pemuda itu sudah memahami bahasa dari kedua negara tersebut.


Sembari menunggu saham yang baru saja ia beli mengalami kenaikan, Andi tidak tinggal diam, ia melakukan analisis pada saham lainya. Dengan begini, setelah Andi menjual sahamnya yang tadi sudah beli, ia langsung bisa membeli saham yang lainnya lakukan analisis lagi.


Tiga puluh menit kemudian, Andi menjual semua sahamnya. Dari penjualan itu, Andi mendapatkan keuntungan empat koma enam delapan milyar rupiah dengan modal delapan puluh enam milyar. Itu angka yang cukup besar.


Andi ingat dulu ketika dirinya melakukan hal seperti sekarang, modal yang ia pakai hanya puluhan juta rupiah saja. Sekarang, modal yang ia pakai berubah menjadi puluhan milyar rupiah. Sudah pasti, keuntungan yang Andi dapatkan lebih banyak daripada dulu.


Setelah menjual sahamnya, Andi memakai uang itu untuk membeli saham dari perusahaan yang sudah ia analisis sebelumnya. Pemuda itu kembali memakai cara sebelumnya, memakai waktu jeda untuk menunggu naiknya harga saham dengan melakukan analisis lagi.


Andi melakukan hal ini berulang-ulang. Ketika pasar efek China dan Jepang sudah tutup, Andi memindahkan fokusnya ke pasar efek Inggris dan Prancis. Dari negara di Benua Eropa, menurut Andi saham di kedua negara itu yang baik. Selain itu, Andi memahami bahasa mereka.


Sebenarnya Andi ingin memilih Jerman dari pada Prancis, sayangnya ia tidak memahami bahasa Jerman. Jadi, pilihan Andi jatuh pada Prancis. Mungkin di lain waktu ia akan mencoba melihat pasar efek dari negara Spanyol.


Dari pembelian saham di pasar efek China dan Jepang selama empat jam, Andi memperoleh keuntungan dua puluh dua milyar delapan ratus dua puluh satu juta lebih. Sebenarnya Andi bisa mendapatkan lebih banyak dari itu.


Sayangnya Andi memulai membeli saham di pasar efek terlalu siang. Alhasil, ia tidak memiliki waktu banyak untuk membeli saham-saham lainnya. Mungkin di lain hari, Andi bisa lebih awal membeli saham di pasar efek China dan Jepang.


Dari pembelian saham di pasar efek China dan Jepang, Andi telah mencapai target bulanannya. Meski begitu, pemuda itu tidak langsung membuka panel status miliknya. Ia masih fokus membeli saham di pasar efek Inggris dan Prancis. Lebih baik ia menghitung semua keuntungannya di akhir.


Andi kembali memakai cara yang sama yang dilakukannya di pasar efek China dan Jepang. Membeli dulu beberapa saham dan sembari menunggu ia melakukan analisis. Dengan Andi melakukan hal ini, efektifitas pekerjaannya semakin tinggi. Semakin lama analisisnya juga semakin cepat. Mungkin karena sekarang Andi sudah mulai terbiasa dengan kemampuan barunya.


Tepat pada pukul tujuh malam waktu Indonesia barat, Andi menghentikan semua pekerjaannya. Meskipun pasar efek Inggris dan German masih buka, tetapi Andi memilih berhenti. Ia perlu beristirahat sekarang.


Andi sangat paham, untuk kebaikan dirinya dalam jangka panjang, ia harus menyeimbangkan antara bekerja dan beristirahat. Memang dirinya masih kuat bekerja lebih lama lagi. Tetapi, jika ia membiasakan seperti ini, kedepannya kesehatannya yang akan menjadi taruhan.


Andi tidak mau itu terjadi. Ia masih ingin menikmati hari tuanya dengan tenang. Pemuda itu tidak mau, di masa tuanya, ia disibukkan memikirkan penyakit yang menyerangnya karena di masa mudanya, ia tidak menjaga tubuhnya dengan benar.


Andi kemudian mengecek pendapatannya hari ini. Ia yakin setidaknya ia sudah menghasilkan keuntungan puluhan milyar dari jual beli saham ini.


“Panel status.”


[Ding]


[Modul Menjadi Kaya]


[Level 13 (1.334.512.383.276/1.400.000.000.000)]

__ADS_1


[Saldo Host : Rp 143.857.352.985,-]


[Tingkat Konversi : 1 kali nafas \= 34 USD (1 USD \= Rp 14.000,-)]


[Misi : - Buatlah sebuah game. Hitung mundur 59 hari 6 jam]


[Misi Harian : - ]


[Target Mingguan : - ]


[Target Bulanan : - ]


[Tiket Lucy Draw : 1 Tiket 29 Pecahan]


[Penyimpanan : - Kartu kemampuan Karyawan (34)]


[Selamat berjuang menghabiskan uang Host]


“Huh.” Andi bernafas lega ketika target bulannanya benar-benar selesai.


Hukuman tidak bisa mendapatkan konversi nafas selama dua tahun itu sangat berat bagi Andi. Sekarang, karena target itu sudah telampaui, Andi tidak merasa takut tidak mencapai target dalam bulan ini. Meski begitu, Andi tidak sesantai itu.


“Hem…. Jika setiap harinya aku bisa mendapatkan keuntungan lebih dari lima puluh milyar seperti hari ini, maka di akhir bulan aku bisa mendapatkan lima ratus hingga delapan ratus milyar rupiah. Aku tidak tahu berapa jumlah target saldoku di bulan depan, yang jelas aku harus mempersiapkan lebih dari dua milyar.”


Andi bertekad untuk mengumpulkan banyak uang. Ia tidak hanya mengumpulkan uang untuk mempersiapkan target bulan depan, tetapi, ia juga perlu memikirkan perkembangan bisnis miliknya.


Pada bulan depan, Andi berencana membuka bisnis di luar negeri. Tidak hanya memiliki saham perusahaan luar negeri, tetapi mendirikan perusahaan baru di sana. Maka dari itu dana yang besar perlu ia persiapkan dengan baik.


“Sekarang, mari kita lihat properti apa yang akan aku dapatkan dari tiket lucky draw kali ini.”


“Sistem, buka tiket lucky draw milikku.”


[Ding]


[Satu tiket lucky draw telah digunakan]


Di depan Andi terdapat sebuah panel yang menampilkan kembilan kotak hadiah berwarna emas. Kotak-kotak hadiah yang ada berada di panel tersebut menyala secara acak. Tidak lama kemudian hanya tinggal kotak yang berada paling atas sebelah kanan menyala. Setelahnya Andi dapat mendengar pemberitahuan dari sistem.


[Ding]


[Selamat Host mendapatkan satu unit rumah fully furnished di Kota Tokyo dengan nilai sebesar Rp 5.585.750.000.000,-]

__ADS_1


“Eh lagi-lagi aku mendapatkan properti di luar negeri? Sebelumnya Amerika sekarang di Jepang. Sepertinya, jalanku untuk memulai bisnis di luar negeri memang sudah didukung oleh sistem. Jika tidak, maka aku tidak akan mendapatkan properti di luar negeri.”


….


Selama dua hari penuh Andi tidak keluar dari rumah mewahnya yang ada di Surabaya. Ia fokus membeli saham dari pasar efek luar negeri. Hari-hari Andi banyak ia habiskan dengan mengurung diri di ruang kerjanya. Ia hanya keluar dari sana hanya untuk ke kamar mandi, makan dan tidur.


Dari pagi hingga sore hari, Andi berfokus pada pasar efek China dan Jepang, pada sore hari ia pindah ke pasar efek Inggris dan Prancis, terkadang juga ia mampir ke pasar efek Spanyol. Keuntungan yang Andi dapat semakin lama bertambah.


Apalagi Andi sama sekali tidak mengeluarkan uang dalam jumlah besar. Otomatis modal membeli sahamnya lebih besar lagi.


“Panel status.”


[Ding]


[Modul Menjadi Kaya]


[Level 14 (6.422.121.526.292/7.000.000.000.000)]


[Saldo Host : Rp 860.829.801.915,-]


[Tingkat Konversi : 1 kali nafas \= 47 USD (1 USD \= Rp 14.000,-)]


[Misi : - Buatlah sebuah game. Hitung mundur 57 hari 6 jam]


[Misi Harian : - ]


[Target Mingguan : - ]


[Target Bulanan : - ]


[Tiket Lucy Draw : 0 Tiket 33 Pecahan]


[Penyimpanan : - Kartu kemampuan Karyawan (34)]


[Selamat berjuang menghabiskan uang Host]


Dari transaksi pembelian saham yang Andi lakukan dua hari ini, berhasil menaikkan level modul sistem miliknya. Bahkan sedikit lagi Andi bisa menaikkan kembali levelnya. Dua hari ini Andi mendapatkan keuntungan enam ratus delapan puluh delapan milyar lebih.


Setelah Andi cek, uang yang dulu ia kirimkan ke rekening perusahaannya masih ada. Jadi, Andi tidak perlu mengirimkan uang ke perusahaannya dalam waktu dekat. Besok, Andi akan melakukan daftar ulang di kampus yang ia pilih.


Minggu depan barulah Andi akan kembali melanjutkan mengumpulkan uang untuk modalnya di bulan depan.

__ADS_1


__ADS_2