
Setelah doa bersama malam itu, Andi bersama dengan para sepupunya berkumpul di halaman belakang rumah Kakek Buyutnya. Sekarang ini, seluruh sepupunya sudah ada di sini. Tidak seperti kemarin di mana hanya ada beberapa sepupunya saja yang sudah ada di sini.
Andi tahu apa yang akan mereka bicarakan sekarang. Kemungkinan besar, mereka sudah mendengar cerita mengenai apa yang Andi ucapkan kemarin. Kemungkinan besar, mereka ingin meminta modal kepada Andi untuk memulai bisnis mereka.
Andi yakin, sebagian besar orang ingin sekali membuka bisnis mereka sendiri. Kendala utama mereka adalah modal. Setelah modal, adalah kemampuan mereka berbisnis.
Jadi, ketika Andi mengatakan bahwa dia akan memberikan modal bagi mereka yang memiliki niatan berbisnis dan Andi tidak mempermasalahkan mereka gagal atau tidak, sudah jelas banyak yang ingin mencoba membuat bisnis baru.
Meski bisnis mereka gagal nantinya, mereka tidak akan menanggung kerugian itu. Jadi, tentu saja banyak yang mau mencobanya. Selagi ada kesempatan bagus seperti ini, kenapa tidak?
Andi yakin sebenarnya beberapa Paman dan Bibinya juga berniat meminta modal padanya. Tetapi, kemungkinan besar mereka cukup sungkan meminta. Jadi, mereka mengirim anak-anak mereka untuk melakukan hal itu.
“Panel status.”
[Ding]
[Modul Menjadi Kaya]
[Level 13 (598.796.135.200/1.400.000.000.000)]
[Saldo Host : Rp Rp 240.663.233.158,-]
[Tingkat Konversi : 1 kali nafas \= 34 USD (1 USD \= Rp 14.000,-)]
[Misi : - Buatlah sebuah game. Hitung mundur 68 hari 18 jam
Miliki 5 perushaan baru (4/5). Hitung mundur 14 hari 16 jam]
[Misi Harian : - Habiskan uang Rp 10.000.000,-.
Hadiah : 2 pecahan tiket lucky draw
Hukuman : Pengurangan saldo Rp 100.000.000,-]
[Target Mingguan : - Capai pengeluaran Rp 250.000.000,-
Hadiah : 15 pecahan tiket lucky draw
Hukuman : Pengurangan saldo Rp 2.500.000.000,-]
__ADS_1
[Target Bulanan : - Capai pengeluaran Rp 1.000.000.000.000,- (644.080.000.000/1.000.000.000.000)
Hadiah : 1 tiket lucky draw
Hukuman : Host tidak akan mendapatkan pemasukan dari bernafas selama 2 tahun]
[Tiket Lucy Draw : 0 Tiket 81 Pecahan]
[Penyimpanan : - ]
[Selamat berjuang menghabiskan uang Host]
Sisa saldo miliknya saat ini adalah dua ratus empat puluh milyar lebih. Andi berencana menyisihkan tujuh puluh milyar untuk modalnya membeli saham di pasar efek luar negeri. Jadi, Andi memiliki lebih dari seratus lima puluh milyar untuk diinvestasikan kepada bisnis para sepupunya itu.
Untung saja Andi sebelumnya sudah mentransfer uang dalam jumlah besar ke rekening perusahaannya. Dengan begini, Andi tidak akan kebingungan dalam membagi uang yang ada dalam rekeningnya.
Jika Andi hitung, ada tiga belas sepupunya yang sudah berusia di atas delapan belas tahun. Tiga sepupunya yang lain, masihlah di bawah umur. Ini berarti, hanya ada tiga belas orang di keluarganya yang kemungkinan besar meminta modal kepada Andi.
Jika Andi memberikan modal yang sama rata kepada sepupunya, berarti setiap orangnya maksimal bisa Andi beri modal tiga belas milyar rupiah. Menurut Andi modal sebanyak itu sudah sangat cukup untuk membuka bisnis baru. Dulu perusahaan pertamanya saja memakai modal kurang dari dua milyar rupiah.
Jika nanti para sepupunya masih kekurangan modal, Andi bisa memberikan mereka tambahan modal lagi. Tetapi, dia tidak bisa memberikan modal itu dalam waktu dekat ini. Ia perlu mengumpulkan uangnya terlebih dahulu.
Jatah kotak misteri yang memberikannya hadiah milyaran rupiah sudah habis. Andi hanya bisa mendapatkan uang ratusan milyar rupiah di awal bulan depan.
“Andi aku dengar kamu ingin memberikan kami modal jika kami ingin membuat sebuah bisnis baru. Apakah itu benar?” Tanya Putra, anak laki-laki dari Dayu.
“Lalu, modal yang bisa aku berikan untuk kalian bertiga belas hanya tiga belas milyar rupiah untuk setiap orangnya. Apakah itu kurang untuk kalian?”
Mungkin ada yang menganggap modal sebanyak itu terlalu banyak. Ada juga yang menganggap modal sebanyak itu sangatlah kurang. Itu semua tergantung dengan bisnis apa yang ingin dibuat oleh para sepupunya.
Jika mereka membuat bisnis skala besar, uang sebanyak itu kurang. Jika mereka membuat bisnis skala kecil, uang sebanyak itu malah akan membuat mereka bingung untuk menghabiskannya. Andi sudah pernah mengalaminya, jadi ia tahu mengenai hal ini.
“Tiga belas milyar Kamu sebut hanya? Jangan bercanda Andi. Itu jumlah yang cukup besar. Bagaimana mungkin kamu menyebut uang sebanyak itu dengan kata hanya.” Ucap Mira, sepupu tertua Andi.
Jika Mira benar-benar ingin membuka bisnis, sepupunya ini termasuk dalam katagori orang yang membuat bisnis skala kecil. Lihat saja dia terlihat tidak menyangka bahwa Andi memberikan modal sebanyak itu tanpa merasa keberatan.
“Tetapi, Andi apakah tidak masalah bagimu memberikan kami modal sebanyak itu?” Tanya Ganang tanpa mempedulikan ucapan Mira barusan.
“Tidak terlalu masalah untukku Mas. Aku bisa memberikan lebih, tetapi tidak sekarang. Aku perlu mengumpulkan uangku dulu sebelum memberikan modal itu ke kalian. Lalu, aku ingin menjelaskan sesuatu dulu kepada kalian. Modal yang akan aku berikan itu tidaklah cuma-cuma.”
“Jadi maksdumu kami perlu mengembalikan modal itu?” Tanya Putra.
Jika seperti itu, menurut Putra lebih baik dirinya mundur. Dua belas milyar bukanlah uang yang kecil. Dengan uang sebanyak itu, ia bisa membuka bisnis besar. Tetapi, jika dia perlu mengembalikan uang tersebut, jelas Putra tidak mau melakukannya.
__ADS_1
Apa yang saat ini dipikirkan oleh Putra, juga dipikirkan oleh sepupunya yang lain. Mereka kira modal yang Andi berikan adalah cuma-cuma. Tetapi tenyata sepupunya ini berniat meminta mereka mengembalikan uang itu nantinya.
“Jangan salah paham dulu.” Ucap Andi sembari menyapukan pandangannya kepada para sepupunya.
“Aku tidak meminta kalian mengembalikan modal itu. Tetapi, aku meminta kalian memberiku saham dari bisnis yang kalian kelola. Paling banyak aku meminta lima puluh satu persen, paling sedikit tiga puluh lima persen.” Imbuh Andi.
Andi bisa mendengar beberapa sepupunya menghembuskan nafas lega setelah mendengar ucapan Andi. Pemuda itu yakin bahwa yang melakukan hal itu adalah sepupunya yang benar-benar berniat meminta modal kepada Andi.
“Meski saham paling rendah yang aku minta hanyalah tiga puluh lima persen, tetapi aku harus menjadi pemegang saham tertinggi di perusahaan yang akan kalian buat. Aku tidak mau menjadi pemegang saham kedua di perusahaan kalian. Apa kalian tidak masalah dengan hal itu?” Tanya Andi.
“Jika memang seperti itu, tidak masalah untukku. Aku juga ingin memulai sebuah bisnis. Sebelumnya aku memiliki ide untuk membuat bisnis ini. Tetapi, aku kekurangan modal. Bisnis yang akan buat ini cukup baru di negeri kita. Jadi aku tidak berani meminjam modal kepada yang lainnya.”
“Jika Kamu tidak masalah dengan resiko bisnis ini, dan tidak meminta ganti rugi kepadaku jika aku gagal, maka aku akan memintamu memodaliku.” Jelas Putra.
“Memangnya apa bisnis yang Mas Putra ingin buat?”
“Aku dan Putri kembaraku ingin membuat sebuah agensi artis di negeri ini. Meskipun di sini sudah banyak tim management, tetapi mereka tidak terstruktur selayaknya yang ada di negara lain. Aku dan Putri berniat membuat agensi yang tidak hanya tempat bernaung para artis, tetapi juga tempat mereka berlatih.” Jelas Putra.
Mendengar penjelasan Putra, Andi jadi teringat akan agensi artis yang ada di Korea Selatan. Di sana agensi tidak hanya membantu artis menyaluarkan kemampuan mereka kepada mereka yang membutuhkan. Tetapi mereka juga memberikan pelatihan bagi calon artis untuk mengasah bakat mereka.
“Meskipun kalian berdua menggabungkan modal yang aku berikan, aku rasa dua puluh milyar masih kurang untuk membuat perusahaan agensi artis bukan?”
“Tentu saja masih kurang. Tetapi, kami ingin memulainya pelan-pelan. Tidak langsung menjadi perusahaan besar. Jadi bagaimana? Apakah kamu keberatan dengan bisnis yang akan kami bangun?” Tanya Putra sembari memandang Andi penuh harap.
“Tentu saja aku tidak keberatan. Kalian kirim saja rekening kalian. Aku akan mengirimkan uangnya kepada kalian saat ini juga.” Ucap Andi.
Melihat Putra yang berhasil mendapat modal besar dari Andi, membuat sepupunya yang lain yang memiliki niatan membuka bisnis tidak mau kalah. Mereka terlihat berebut ingin mengungkapkan ide bisnis mereka kepada Andi.
Pada akhirnya Andi meminta para sepupunya itu untuk tenang dan bergantian dalam mengungkapkan apa yang ingin mereka lakukan. Andi cukup terkejut dengan setelah mendengar ide bisnis dari para sepupu.
Jika Andi sendiri yang disuruh memikirkan beberapa ide bisnis, maka dirinya tidak akan menemukan ide seunik ide mereka. Beberapa ide yang mereka pikirkan saling berhubungan satu sama lain. Hal itu membuat mereka memikirkan kerja sama padahal bisnis mereka belum terbentuk.
Sebut saja Dani, anak dari cucu dari Nenek Haryanti. Dia berusia setahun lebih tua dari Andi. Dari semua bisnis yang ada, Dani berpikir untuk membuat sebuah pertanian sayuran hidroponik yang cukup besar. Nantinya, target pasar dari bisnis milik Dani adalah swalayan-swalayan besar.
Lalu ada Indah, entah kebetulan atau apa, dia berpikir untuk membuka swalayan yang menjual makanan-makanan segar terutama sayuran dan buah-buahan. Setelah mendengar ide dari Dani, tiba-tiba saja Indah menawarkan kerja sama dan meminta Dani mensuplay supermarket milik Indah.
Ada juga Dimas, ternyata sepupunya itu berkeinginan mendirikan perusahaan game. Ia berencana membuat game yang bisa mendunia. Mendengar hal itu, langsung saja Andi menyerahkan perusahaan game miliknya kepada Dimas.
Andi akan memberikan Dimas beberapa saham dari perusahaan gamenya itu. Jadi, Dimas tetap bisa dikatakan memiliki peruhaan game tersebut. Setelah membagi modal kepada para sepupunya, Andi kemudian menghampiri ketiga sepupunya yang tidak mendapatkan modal sama sekali.
“Kalian jangan bersedih. Bukannya aku tidak mau memberi kalian modal, tetapi usia kalian yang belum delapan belas tahun membuat kalian tidak bisa mendirikan sebuah perusahaan. Meski begitu, aku tidak akan melupakan kalian.” Jelas Andi.
“Maksudmu apa?” Tanya Elsa.
__ADS_1
“Aku bisa memberikan modal satu milyar kepada kalian bertiga. Dengan uang itu, kalian bisa membuka sebuah bisnis kecil yang tidak mengharuskan kalian mendirikan perusahaan. Mungkin kalian bisa membuka warnet khusus untuk para gamer. Atau kalian juga bisa membuka bisnis jualan lainnya.”
“Nantinya jika kalian sudah bisa mendirikan perusahaan kalian sendiri, maka aku juga akan memberikan kalian modal yang tidak kalah dengan modal sepupu kalian yang lainnya.” Jelas Andi.