
“Panel status.”
[Ding]
[Modul Menjadi Kaya]
[Level 19 (7.600.325.988.860/1.400.000.000.000.000)]
[Saldo Host : Rp 34.335.978.673.971,-]
[Tingkat Konversi : 1 kali nafas \= 127 USD (1 USD \= Rp 14.000,-)]
[Misi : - Miliki lima perusahaan yang berbasis di luar negeri. Hitung mundur 20 hari 20 jam (2/5)]
[Misi Harian : - ]
[Target Mingguan : - ]
[Target Bulanan : - Capai saldo Rp 50.000.000.000.000,- (34.335.978.673.971/50.000.000.000.000)
Hadiah : 1 tiket lucky draw
Hukuman : Tidak mendapatkan konversi nafas selama 5 tahun]
[Tiket Lucy Draw : 0 Tiket 122 Pecahan]
[Penyimpanan : - Kartu kemampuan Karyawan (34)
Coding game moba (1)]
[Selamat berjuang menghabiskan uang Host]
“Sekarang ini saldoku sudah naik lagi ke tiga puluh triliyun rupiah. Aku sekarang bisa melakukan akuisisi perusahaan baru lagi.” Gumam Andi setelah melihat jumlah uangnya.
Selama seminggu ini menunggu akuisisinya yang dibantu oleh Tengda selesai, Andi mendapatkan uang sebanyak itu. Tidak hanya itu saja, level sistemnya juga naik level sembilan belas. Misi pembuatan game miliknya juga selesai kemarin.
Perusahaan gamenya sudah melakukan peluncuran game kartu tersebut. Sekarang mereka tengah melakukan promosi besar-besaran. Meski sudah ada coding untuk membuat game multiplayer online battle arena, tetapi Andi tidak akan langsung menyerahkannya kepada karyawannya.
__ADS_1
Andi akan mengistirahatkan mereka selama dua minggu ini sebelum nantinya akan membuat game yang lebih berat lagi. Meski coding sudah ada, tidak semudah itu membuat game MOBA. Apalagi saat ini ada game sejenis yang memiliki banyak peminat.
Jika gamenya tidak memiliki kekhasan khusus yang membedakan dengan game lainnya, maka game MOBA milik perusahaan Andi akan tenggelam dan sulit terkenal.
Maka dari itu Andi meminta Dimas melakukan riset karakter yang sesuai. Jika kurang, mereka bisa membeli hak cipta dari beberapa karater besar untuk dijadikan karakter game mereka.
Sekarang ini proses akuisisi dua perusahaan di China sudah selesai. Besok Andi akan melakukan penerbangan ke Eropa untuk melakukan akuisisi beberapa perusahaan. Tidak hanya itu, ia juga ingin mengecek progress dari perusahaan perhiasan milik Mia.
Semenjak menginvestasikan uangnya pada perusahaan milik Mia, Andi memang belum mengecek bagaimana perkembangan perusahaan itu. Andi juga berencana untuk mengambil beberapa pengawal baru di Spayol.
Itu akan ia gunakan untuk menjadi pengawal dari keluarga Prayudi yang lain. Tidak semua anggota keluarga Prayudi memiliki kemampuan bela diri yang tinggi. Jadi mereka memerlukan pengawal.
Rencanya Andi mengambil seratus pengawal dari Roy. Semoga saja paman dari Brian itu memiliki anak buah sebanyak itu. Jika tidak ada, maka Andi akan memesan seratus orang pengawal yang memiliki kemampuan setara dengan tim alpa kepada Roy.
*****
Ketika sampai di Paris, Andi langsung menuju ke hotel yang ia pesan. Sebelumnya ia sudah menghubungi Mia Stone. Rekan bisnis Andi itu membuka toko perhiasannya di Paris. Jadi Paris ada tujuan pertama Andi di Eropa.
Malam ini Andi akan makan bersama dengan Mia di hotel tempatnya menginap. Keduanya akan membicarakan rencana ke depannya mengenai kerja sama bisnis mereka. Andi juga ingin bertanya kepada perempuan itu mengenai perusahaan bagus yang bisa ia akuisisi.
“Hai Mia, bagaimana kabarmu?” Sapa Andi kepada Mia ketika mereka bertemu.
“Hariku luar biasa. Bisnisku sudah berjalan lancar sekarang. Aku mendapatkan beberapa pesanan dari kalangan elit yang datang ke tokoku.”
Keduanya kemudian membicarakan rencana bisnis mereka. Di tengah-tengah pembicaraan tersebut, seorang pemuda mendatangi meja mereka. Andi cukup kaget mengetahui keberadaan pemuda itu di sini. Ia tidak menyangka dia juga sedang ada di Paris.
“Miiiiaaaa. Kenapa kamu tidak menjawab telfon dariku.” Ucap orang itu setengah merajuk kepada Mia.
“Hai Brian.” Sapa Andi.
Pemuda tersebut ternyata adalah Brian. Sedari tadi pandangannya tertuju kepada Mia. Jadi, ia tidak sadar bahwa yang sedang bersama dengan Mia adalah Andi.
“Eh rupanya ada Kamu di sini Andi. Kenapa tidak bilang padaku jika Kamu kemari? Jika aku tahu, maka aku akan menjemputmu di bandara.”
“Memangnya sejak kapan Kamu di Paris?” Tanya Andi.
Andi tidak ingat kapan terakhir kali dirinya mengobrol dengan Brian. Itu mungkin lebih dari dua minggu. Jadi, ia tidak tahu bahwa sekarang ini Brian ada di Paris.
“Sejak dua minggu yang lalu. Aku akan memutuskan untuk kuliah di sini.”
“Bukannya kamu sudah di terima di salah satu universitas di Jakarta? Kenapa berubah di sini?” Tanya Andi heran.
__ADS_1
“Bukankah aku sudah mengatakannya padamu? Eh apa belum ya? Pokoknya aku berubah pikiran dan akan kuliah di sini. Nanti akan aku ceritakan lebih detail kepadamu. Sekarang, katakan padaku ada perlu apa kamu ke Paris?” Tanya Brian.
“Aku ingin mengakuisisi beberapa perusahaan.” Andi lalu mengarahkan pandangannya kepada Mia. “Mia, apakah kamu memiliki informasi mengenai perusahaan yang bisa diakuisisi di sini?”
“Perusahaan apa yang Kamu inginkan. Aku mendengar beberapa perusahaan bagus untuk diakuisisi dari pembicaraan Ayah dan Kakakku. Tetapi aku tidak tahu, apakah uangmu cukup untuk membeli perusahaan itu.” Jelas Mia.
“Perusahaan apapun itu tidak masalah bagiku. Untuk saat ini, dana yang bisa aku pakai untuk melakukan akuisisi adalah dua milyar dollar. Jadi, asalkan nilainya lebih rendah dari itu, Aku akan mengambilnya.” Jawab Andi.
“Dua milyar dollar? Aku tidak menyangka Kamu sekarang sudah memiliki uang sebanyak itu Andi.”
Brian melihat sendiri bagaimana perkembangan Andi dari yang tidak memiliki apa-apa hingga bisa menjadi orang kaya seperti sekarang. Ia hanya tidak menyangka Andi yang dulu masih meminjam uang kepadanya, kini memiliki kekayaan sebesar itu.
“Jika dua milyar dolar adalah uang yang Kamu punya, itu akan memberimu banyak pilihan. Aku memiliki sebuah saran untukmu. Ada sebuah perusahaan parfum yang cukup ternama. Tetapi perusahaan itu terancam bangkrut sekarang.”
“Perusahaan itu memiliki nilai jual sembilan ratus juta dollar, itu masih jauh di bawah uangmu. Jika Kamu mau membelinya dan menyuplai dana untuk operasional perusahaan itu, aku yakin perusahaan parfum itu akan memberimu keuntungan besar.”
“Kamu tidak perlu lagi memikirkan tentang iklan besar-besaran. Itu karena nama dari merek parfum itu sudah dikenal selama puluhan tahun. Dulu perusahaan itu hanya mengambil pesanan dari kaum bangsawan.”
“Tetapi Kamu tahu sendiri bukan bahwa sekarang ini tidak banyak bangsawan di Eropa. Itu lah yang membuat perusahaan itu mengalami kebangkrutan. Pendapatan mereka tidak sesuai dengan pengeluaran.” Jelas Mia.
Sedikit banyak Andi paham apa yang dimaksud oleh Mia. Jika Andi membeli perusahaan tersebut, maka ia perlu mengganti target pasarnya agar produknya laku. Dengan begitu, parfumnya akan terjual laris di pasaran.
“Kalau begitu, apakah Kamu bisa membantuku mengakuisisinya? Aku akan mengambil perusahaan itu.”
“Tentu tidak masalah untukku.”
“Lalu, bagaimana dengan perusahaan yang lainnya?”
“Itu tadi aku sudah memberi tahumu mengenai perusahaan parfum bukan?”
“Bukan begitu Mia. Aku ingin mengakuisisi beberapa perusahaan Kamu ingat? Jadi perusahaan parfum itu akan masuk ke dalam daftar milikku. Aku masih memiliki satu koma satu milyar dollar. Jika bisa, aku ingin menghabiskan uang itu untuk mengakuisisi sebanyak mungkin perusahaan.”
“Jadi seperti itu. Aku kira Kamu tidak puas dengan perusahaan parfum itu. Berapa banyak lagi perusahaan yang ingin Kamu akuisisi dengan uang itu?” Tanya Mia.
Perempuan itu ingin mengetahui secara detail mengenai banyaknya perusahaan yang Andi inginkan. Dengan begitu, Mia bisa langsung memberikan banyak rekomendasi untuk Andi pilih agar bisa mencapai targetnya.
“Sebanyak mungkin jika bisa. Tetapi aku harus mengakuisisi tiga perusahaan dalam minggu depan. Jika memang banyak dari rekomendasimu yang bagus, maka tidak aku juga akan mengambilnya. Tetapi, jika uangku yang sekarang kurang, aku baru bisa melakukan akuisisi pada akhir bulan ini.” Jelas Andi.
Andi masih harus mengumpulkan saldo untuk mencapai target bulanan. Jika target bulanan itu tercapai, maka Andi bisa memakai uang tersebut untuk mengakuisisi beberapa perusahaan. Besar atau kecil tidak akan menjadi masalah untuk Andi.
Nantinya jika perusahaannya cukup banyak, Andi akan menyatukan semuanya menjadi satu perusahaan induk. Dengan begitu, maka dia akan siap melangkah bersaing dengan kerarjaan bisnis yang ada di bumi.
__ADS_1
“Jika seperti itu, aku akan menghubungi kakakku. Aku yakin dia bisa membantumu dalam hal ini.”
“Aku akan mengucapkan terima kasih lebih awal padamu. Tenang saja, aku akan memeberikan bayaran yang pantas ketika semua akuisisi itu selesai.”