
Kemarin, setelah kejadian tidak mengenakkan di toko ponsel, Andi membawa Amira kembali ke apartemen. Keduanya tidak memiliki keinginan untuk kembali berjalan-jalan. Suasana hati mereka sudah memburuk karena hal itu.
Pada akhirny mereka menghabiskan waktu dengan menonton film di apartemen. Film horor mengenai hantu kentang itu ruapanya bisa membuat keduanya melupakan kejadian buruk yang terjadi sore harinya. Tidak hanya satu film, kedua kakak beradik itu berakhir dengan menonton maratorn tiga film horor sekaligus.
Untung saja Amira bukanlah penakut. Adik perempuan Andi itu berani tidur sendirian setelah menonton tiga film horor sekaligus. Pagi ini Andi bisa melihat wajah segar adiknya. Ternyata gadis itu bisa tidur dengan tenang.
“Pagi Kak.” Sapa Amira.
“Pagi. Kita sarapan toast dan scramble egg ya? Atau kamu maunya rotinya dengan selai?” Tawar Andi.
“Toast dan scramble egg nggak masalah buatku. Hari ini Kakak mau ke mana?” Tanya Amira melihat kakaknya yang kini sudah berpakaian rapi. Sudah jelas kakaknya itu akan keluar.
“Hari ini, Kakak sudah ada janji dengan seseorang. Apakah kamu mau ikut Kakak atau di sini saja?” tanya Andi kepada Amira.
Hari ini ia ingin menemui Ghani. Laki-laki itu bilang semunya perijinan dan pendaftaran perusahaannya sudah selesai. Yang perlu Andi lakukan hanyalah menandatangani beberapa berkas dan menyetorkan modal awal perusahaannya. Setelah itu perusahaannya bisa beroprasi. Tentu saja Andi masih perlu merekrut karyawannya.
“Ah tidak perlu. Aku akan berdiam di sini saja. Aku ingin menonton beberapa film yang belum pernah aku tonton.” Ucap Amira sembari menunjuk ke arah televisi yang ada di ruang tamu. Memang di apartemen ini Andi perlu membayar beberapa biaya oprasional. Selain biaya listrik dan air, Andi perlu juga membayar internet dan TV berlangganan. Dan sekarang ini Amira ingin memanfaatkan siaran TV berlangganan yang ada di sini. Sudah jelas adiknya itu akan menonton drama Korea kesukaannya.
“Baiklah jika kamu ingin di sini saja. Kartu akses kamu sudah kakak taruh di laci di bawah televisi. Kakak memang sudah menambahkan sidik jari kamu untuk akses masuk ke apartemen. Tetapi, kamu masih perlu kartu akses itu untuk naik ke lantai ini.”
“Di sana Kakak juga sudah menyediakan uang tunai, jadi kalo nanti kamu ingin pergi jalan-jalan, kamu jangan lupa bawa semua itu. Tapi hubungi Kakak dulu kamu mau kemana. Oh ya, jam sepuluh nanti akan ada ibu-ibu datang kemari. Dia mau ngebersihin apartemen ini. Nanti kamu beri dia satu kartu akses yang ada di sana.”
Andi ingat meminta Sekar untuk datang untuk membersihkan apartemennya. Tetapi, ia lupa memberikan kartu akses kepada perempuan itu. Karena sekarang ada Amira di sini, Andi bisa mempercayakan hal itu kepada adiknya.
“Siap bos.” Ucap Amira memberikan dengan hormat kepada kakaknya.
“Kamu pulangnya nanti kakak antar ya. Kakak juga pengen lihat ibu.”
Setelah membuatkan sarapan untuk adiknya, Andi bergegas membereskan barang bawaannya untuk bertemu dengan Ghani. Mereka sudah janjian jam delapan pagi di firma hukum tempat Ghani bekerja. Sebenarnya ini masih terlalu pagi dari waktu mereka janjian untuk bertemu. Namun, Andi perlu datang ke kantor yang disewanya. Ia ingin meminta pengelola gedung untuk mengirimkan cleaning service untuk membersihkan kantor barunya itu.
*****
“Coba cek lagi semua berkas-berkasnya.” Ucap Ghani setelah menyerahkan berkas-berkas perusahaan baru milik Andi.
Dengan penuh ketelitian, Andi membaca satu persatu berkas tersebut. Setelah memastikan baik nama, alamat, modal awal, dan pemilik perusahaan benar adanya, Andi menutup kembali berkas tersebut. “Semua benar. Tidak ada kesalahan apapun.”
“Nah sekarang kamu tinggal membawa berkas itu ke bank dan membuka rekening baru atas nama perusahaanmu. Setelah kamu mentrasfer modal awal ke dalam sana, kamu tinggal mengirimkan salinan bukti setornya kepadaku.” Jelas Ghani.
“Hanya itu?” Meski proses pendaftaran perusahaannya sudah selesai, Andi juga belum mendengar pemberitahuan dari sistem bahwa dirinya telah menyelesaikan misi pendaftaran perusahaan. Hal ini berarti, ia masih perlu menyelesaikan penyetoran modal awal baru dikatakan perusahaannya sudah ada.
“Ya. Apakah kamu sudah memiliki karyawan?” tanya Ghani.
“Belum. Tapi setelah ini aku akan menghubungi perusahaan penyalur pekerja untuk mencarikan karyawan sesuai dengan keinginanku. Setelahnya aku baru akan mewawancarai mereka.” Jelas Andi.
__ADS_1
“Perusahaan mana yang akan kamu pakai?” Andi kemudian menyebutkan nama perusahaan penyalur pekerja yang ia dapatkan dari Brian.
“Ah perusahaan itu. Mereka memang bisa memberikan calon karyawan dengan pengalaman banyak dan kualitas tinggi. Tentu saja ada kelemahannya. Gaji yang diminta pasti akan tinggi. Jika kamu belum bisa memberikan gaji besar, kamu perlu mempertimbangkan perusahaan lain untuk mencarikanmu pekerja.” Jelas Ghani.
Perkataan Ghani ada benarnya. Karyawan dengan pengalaman banyak dan kualitas tinggi tentu akan meminta gaji yang cukup besar pula. Untuk perusahaan Andi, yang modal awalnya hanya seratus juta lebih, tentu akan berat baginya jika perlu menggaji karyawan dengan gaji puluhan juta perbulannya.
Mungkin ini alasan sistem memberikannya hadiah kartu kemampuan karyawan. Dengan begini, meski karyawannya tidak memiliki banyak pengalaman dan kemampuannya rendah, itu bisa diatasi dengan kartu kemampuan karyawan. Keuntungan lainnya adalah, Andi tidak perlu memberikan gaji tinggi untuk karyawannya itu.
“Apakah Mas Ghani memiliki saran perusahaan penyalur pekerja lainnya? Jika itu memang berat dalam segi gaji, aku bisa mencari dari perusahaan lainnya. Untuk awalan aku tidak terlalu mebutuhkan karyawan dengan pengalaman banyak. Mungkin hanya akan ada satu dua pekerja saja yang menurutku memerlukan pengalaman tinggi. Sisanya, tidak sepenting itu. Bahkan orang yang baru lulus kuliah saja tidak masalah untukku.” Jelas Andi.
“Kalau begitu, kamu bisa mencoba perusahaan ini.” Ucap Ghani sembari menyodorkan sebuah kartu nama kepada Andi.
“Kamu bisa menghubungi mereka dan meminta mereka mengirimkan beberapa calon pekerja yang sesuai dengan kriteriamu. Setelah kamu selesai melakukan wawancara dan tanda tangan kontrak kerja dengan pekerjamu, kamu hanya perlu membayar fee 10% dari gaji pekerjamu.”
“Baiklah terimakasih Mas Ghani. Aku akan mempertimbangankan hal ini. Oh ya, draft kontrak yang aku minta apakah juga sudah selesai?” tanya Andi kepada Ghani.
“Aku sudah mengirim draft itu ke emailmu. Kamu tinggal mengganti bidang pekerjaan, nilai gaji danlamanya kontrak dari pekerjamu. Itu tidak akan sulit.”
“Terimakasih Mas Ghani sudah memantuku.”
Ghani mengibaskan sebelah tangannya. “Tidak masalah untukku. Itu sudah menjadi pekerjaanku. Lagi pula kamu kan sudah membayarku untuk melakukan semua ini.”
“Sekali terimakasih Mas Ghani. Kalau begitu aku undur diri dulu. Masih ada hal lain yang perlu aku urus. Kapan-kapan aku akan mentraktir Mas Ghani untuk ngopi.”
“Tentu, aku akan menunggu undanganmu itu.”
*****
[Ding]
[Hadiah telah disimpan di penyimpanan sistem]
[Host hanya perlu menginformasikan sistem ketika sudah siap untuk menerima hadiah]
“Akhirnya misinya berakhir.” Gumam Andi dalam hati. Andi baru saja menyelesaikan pembuatan rekening perusahaannya. Dia juga sudah mentransfer uang sebesar seratus lima puluh juta ke rekening tersebut sebagai modal awal perusahaannya.
“Mari kita lihat berapa banyak kartu kemampuan karyawan yang aku dapatkan sebagai hadiah menyelesaikan misi.”
“Panel status.”
[Ding]
[Modul Menjadi Kaya]
__ADS_1
[Level 7 (274175200/1000000000)]
[Saldo Host : Rp 299.587.500,-]
[Tingkat Konversi : 1 kali nafas \= 22 rupiah]
[Misi : -]
[Target Bulanan : Capai saldo Rp 1.000.000.000,- (449517500/1000000000)]
[Penyimpanan : - Kekuatan +5, Stamina +5
- Kartu kemampuan karyawan (10/10)]
[Kemampuan : - Lidah Manis : Selamanya
- Pengalaman Pembalap : Tingkat 1
- Pengalaman Juru Masak : Tingkat 1
- Pengalaman Direktur Utama : Tingkat 1
- Pengalaman Pialang Saham : Tingkat 1]
[Selamat berjuang menghabiskan uang Host]
“Sepuluh? Itu tidak banyak dan juga tidak sedikit. Berarti, aku hanya bisa memberikan kartu kemampuan itu kepada karyawan inti saja. Hemm…. Siapa saja yang berhak mendapatkannya?”
Andi mulai memikirkan pembagian dari kartu tersebut. Tentu ia tidak bisa memakainya sembarangan. Ia harus bisa memanfaatkannya dengan baik. Direktur, sekertaris, manager keuangan, manager pemasaran, HRD, bagaian hukum dan bagian IT perusahaan. Setelah berpikir lama, Andi menentukan ketujuh karyawan itu lah yang akan mendapatkan kartu kemampuan karyawan.
Tiga sisanya, akan Andi simpan dan pakai di kemudian hari. Mungkin saja nantinya ia akan membuka perusahaan baru lagi dan membutuhkan ketiga kartu tersebut.
Ketujuh karyawan itu akan menjadi karyawan intinya dan nantinya akan menjadi pondasi perusahaannya. Jelas Andi tidak akan melepaskan ketujuh karyawan ini dari perusahaannya. Itu akan sangat merugikannya. Dirinya yang mengembangkan mereka, namun, pada akhirnya orang lainyang menikmati. Jelas Andi tidak ingin itu terjadi.
Andi sudah memikirkan cara agar ketujuh orang ini tetap bertahan di perusahaannya. Tetapi itu untuk nanti. Sekarang yang perlu Andi pikirkan terlebih dahulu adalah mencari karyawan itu sendiri. Andi memutuskan menggunakan perusahaan penyalur pekerja yang dikenalkan oleh Ghani.
Bukannya Andi tidak mempercayai perusahaan yang diberikan oleh Brian. Tetapi, perusahaan itu memberikan karyawan dengan gaji yang cukup tinggi. Perusahaannya belum mampu melakukan hal itu. Tanpa berpikir lama lagi, Andi mengemudikan mobilnya menuju perusahaan yang menyalurkan karyawan.
Sesampainya di sana, langsung saja Andi mengutarakan maksud dan tujuannya datang. Ia menjelaskan kepada pihak perusahaan penyalur itu untuk mencarikan dirinya beberapa karyawan untuk mengisi jabatan yang ia buat.
Setelah mendengarkan permintaan Andi, perusahaan tersebut berjanji akan segera membuat pemebritahuan. Andi juga memberitahukan bahwa besok dirinya akan mengadakan wawancara untuk calon karyawanya itu.
Sebenarnya waktu yang diberikan oleh Andi terlalu singkat. Tetapi perusahaan itu menyanggupi akan mencarikan orang yang memenuhi kriteria yang diberikan oleh Andi.
__ADS_1
Andi bernafas lega setelah semua ini selesai. Pemuda itu kemudian mengecek jam yang ada di layar ponselnya. 13:20. Dirinya masih memiliki cukup waktu untuk bermain-main di pasar modal. Sepertinya dia akan melakukan hal itu setelah makan siang.
Meski beberapa jam adalah waktu yang singkat, tetapi Andi yakin bisa menghasilkan beberapa juta dari transaksi hari ini. Saldo rekeningnya semakin tipis. Saldo yang tersisa di rekeningnya adalah sembilan puluh jutaan. Sisanya masih tertahan di akun pasar modalnya. Ia perlu menaikkan saldo rekeningnya untuk kebutuhan mendadak kedepannya.