Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS

Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS
Bab 127 Enam Ratus Milyar, Villa di Bali


__ADS_3

Jangan lupa vote, like, komen dan tambahkan favorit


Selamat membaca


 


“Baiklah. Sekarang saatnya membuka semuanya. Sistem, buka semua kotak misteri yang aku punya.”


[Ding]


[Selamat Host telah membuka kotak misteri tingkat permata (x4)


Selamat Host telah membuka kotak misteri tingkat epic (x3)


Selamat Host telah membuka kotak misteri tingkat legend (2)


Selamat Host telah membuka kotak misteri tingkat mystic]


[Ding]


[Selamat Host telah mendapatkan uang tunai sebesar lima milyar empat ratus tujuh puluh lima juta rupiah]


[Selamat Host telah mendapatkan uang tunai sebesar tujuh milyar lima ratus juta rupiah]




[Selamat Host telah mendapatkan uang tunai sebesar empat puluh lima milyar delapan ratus tujuh puluh lima juta rupiah]




[Selamat Host telah mendapatkan uang tunai sebesar sembilan puluh tiga milyar tujuh ratus lima puluh juta rupiah]



[Selamat Host telah mendapatkan uang tunai sebesar dua ratus tujuh puluh lima milyar seratus lima puluh juta rupiah]


[Host kumpulkan semua kotak misteri dan ungkap misteri dibaliknya]


Andi cukup kaget dengan nominal uang dalam kotak misteri tersebut. Kotak misteri tingakt epic dan legend memberikannya uang tunai puluhan milyar. Dan kotak misteri tingkat mystic memberikannya uang tunai ratusan milyar.


Itu semua adalah angka yang fantastis. Pantas saja sistem memberinya batasan. Jika tidak ada batasan, maka Andi akan mengumpulkan uang dari kotak misteri tanpa melakukan apapun. Bukankah demi menghancurkan Jony ia juga memakai cara ini?


“Untung saja pendapatan dari bernafasku tidak diberi batasan. Pada level dua belas ini, pendapatanku dari bernafas adalah tujuh milyar lebih dalam sehari. Dan sebulannya, aku mendapatkan dua ratus dua belas milyar lebih.”


“Jika itu juga dibatasi, maka akan sulit bagiku untuk mendapatkan modal untuk mendirikan kerajaan bisnisku.”


Jika mengingat pendapatan dari bernafasnya, Andi merasa lega. Ia tidak menyangka sekarang dirinya bisa mendapatkan ratusan milyar dalam sebulan hanya dengan bernafas saja.


“Sistem, berapa keseluruhan yang aku dapatkan dari donasi kali ini.”


Andi cukup malas menjumlah uang yang ia dapatkan dari kesepuluh kotak misteri yang baru saja ia buka. Nominalnya cukup besar dibandingkan dengan kotak misteri yang sebelum-sebelumnya.


[Dari kesepuluh kotak misteri yang baru saja Host buka, Host mendapatkan uang tunai dengan total Rp 579.470.000.000,-]


“Wow, angka yang sangat besar. Aku yakin dengan uang sebanyak ini aku bisa memulai membangun kerajaan bisnisku. Setelah ini, para pekerjaku yang sebelumnya aku beri kartu kemampuan karyawan, akan aku tarik dari perusahaan investasi milikku.”

__ADS_1


“Aku akan membuat sebuah perusahan induk dengan mereka sebagai pegawai intinya. Lalu, aku akan merekrut pegawai baru untuk mengurus perusahaan investasi milikku. Sekarang, aku sudah memiliki dana yang cukup banyak daripada dulu ketika aku mendirikan perushaanku itu.”


“Jadi, aku sudah sanggup menggaji direktur dengan gaji puluhan juta.”


Dulu ketika memilih karyawannya, Andi memang tidak mementingkan apakah mereka memiliki banyak pengalaman atau tidak. Itu semua karena modalnya tidak terlalu banyak waktu itu. Konversi nafasnya hanyalah beberapa rupiah saja. Dan lagi, adanya kartu kemampuan karyawan membuat Andi tidak mementingkan pengalaman.


Sekarang, konversi nafasnya sudah dalam dolar. Itu ribuan kali lebih banyak dari sebelumnya. Jadi, Andi sudah bisa memilih sepuasnya sekarang. Tetapi, tetap saja untuk perusahaan induk miliknya, Andi akan memakai karyawan yang mendapatkan kartu kemampuan karyawan darinya.


“Panel status.”


[Ding]


[Modul Menjadi Kaya]


[Level 11 (124.966.135.200/140.000.000.000)]


[Saldo Host : Rp 618.802.993.158,-]


[Tingkat Konversi : 1 kali nafas \= 11 USD (1 USD \= Rp 14.000,-)]


[Misi : - Buatlah sebuah game. Hitung mundur 84 hari 14 jam]


[Misi Harian : - ]


[Target Mingguan : - ]


[Target Bulanan : -]


[Tiket Lucy Draw : 0 Tiket 19 Pecahan]


[Penyimpanan : - Kartu kemampuan karyawan (3/10)


- Kotak misteri tingkat epic (1)


[Kemampuan : - Lidah Manis : Selamanya


- Pengalaman Pembalap : Tingkat 1


- Pengalaman Juru Masak : Tingkat 1


- Pengalaman Direktur Utama : Tingkat 1


- Pengalaman Pialang Saham : Tingkat 1


- Pengalaman Desainer Game : Tingkat 1


- Pengalaman Programer : Tingkat 1]


[Selamat berjuang menghabiskan uang Host]


“Enam ratus milyar. Tidak terasa sekarang aku jauh lebih kaya dari keluarga Jony. Dia yang dulu sangat jauh diatasku, sekarang dia akan tertinggal dan semakin tertinggal dariku.”


Jika Andi tidak salah ingat, nilai kekayaan keluarga Jony adalah tiga ratus milyar rupiah. Itu termasuk saham, kendaraan dan properti milik mereka. Namun Andi bisa dua kali lipat lebih unggul sekarang hanya dengan uang miliknya. Ini belum termasuk aset-asetnya yang lainnya.


“Roda memang terus berputar. Ini juga akan menjadi pengingat bagiku. Meski aku sekarang sudah kaya, aku tidak boleh menjadi sombong dan arogan. Itu malah akan membawa kehancuran bagiku.”


Andi menggelengkan kepalanya. Sebentar lagi keluarga Jony akan jatuh miskin, dan dirinya menjadi kaya. Andi tidak pernah membayangkan bahwa roda akan berputar seperti ini.


“Hah.” Andi menarik nafas panjang. “Kenapa pula aku memikirkan anak itu. Lebih baik aku menggunakan waktuku untuk memikirkan rencanaku kedepannya.”

__ADS_1


Sebelum Andi sempat memikirkan rencananya, pemberitahuan sistem terdengar di telinga Andi.


[Ding]


[Sistem telah mendeteksi bahwa ini adalah pertama kalinya host memiliki saldo lebih dari Rp 100.000.000.000,-]


[Hadiah pencapaian telah sistem kirim ke kotak penyimpanan]


[Host berjuanglah menumpuk kekayaan dan kumpulkan semua hadiah pencapaian]


“Eh, aku mendapatkan hadiah pencapaian. Wah, properti apa lagi yang akan aku dapatkan dari lucky draw ini. Sistem, buka tiket lucky draw milikku.”


[Ding]


[Selamat Host mendapatkan satu unit villa fully furnished dengan nilai sebesar Rp 174.550.000.000,-]


“Sebuah villa di Bali? Wah kebetulan sekali. Aku bisa mengajak adik-adikku liburan ke Bali. Mungkin aku juga akan mengajak para sepupuku. Dengan villa ini, aku bisa kapan saja liburan ke Bali tanpa takut kehabisan hotel.”


“Sekarang kembali lagi ke bisnisku. Sebelum perusahan induk milikku berdiri, aku akan manfaatkan uang ini untuk membeli saham beberapa perusahaan. Jika bisa, aku akan menjadi pemegang saham terbanyak di perusahaan itu. Dengan begitu, aku akan otomatis menjadi pemilik dari perusahaan tersebut.”


“Lalu, setelah perusahan induk milikku berdiri, aku bisa melakukan yang lain. Perusahaan induk milikku akan mencari informasi mengenai perusahaan yang cukup bagus namun diambang kebangkrutan. Aku akan mengakuisisi perusahaan tersebut.”


[Ding]


[Sistem mendeteksi keinginan Host untuk memiliki banyak perusahan]


[Ding]


[Misi telah dibuat]


[Misi : Miliki lima perusahaan baru]


[Jangka waktu : 30 hari]


[Hadiah : Kartu kemampuan karyawan]


[Hukuman : Pengurangan seperempat aset milik Host]


[Ding]


[Selesaikan misi dengan sepenuh hati Host. Kedepannya akan ada misi lainnya dengan hadiah yang sangat menarik]


“Eh misi lagi? Dan hadiahnya kartu kemampuan karyawan lagi? Mungkin itu karena aku akan memperbanyak perusahaan milikku jadi aku mendapatkan kartu kemampuan karyawan sebagai hadiah. Tetapi, kenapa hukumannya seberat itu? Seperempat dari aset? Itu cukup banyak.”


Jika dihitung dari uang tunai miliknya saja, seperempatnya mencapai seratus lima puluh milyar lebih. Itu belum asetnya yang lain. Sudah jelas hukuman ini cukup berat bagi Andi.


[Itu akan membantu memicu Host lebih giat lagi. Bukankah Host ingin membuat sebuah kerajaan bisnis? Jadi, Host harus bisa menyelesaikan misi ini dengan baik. Jika seperti ini saja tidak mampu, maka kedepannya Host tidak akan bisa mendirikan sebuah kerajaan bisnis.]


Mendengar hal itu Andi terdiam. Memang benar ucapan sistem. Jika tidak ada ketakutan kehilangan seperempat asetnya, maka Andi akan sedikit bersantai. Dengan ancaman dari sistem yang seperti ini, Andi akan lebih giat lagi dalam berusaha mencapai tujuannya.


“Sistem mengenai perusahaan baru ini, apakah kamu menganggap aku memiliki perusahaan tersebut dengan aku memiliki saham terbesar dari perusahan tersebut?” Tanya Andi.


[Sistem akan menganggap Host memiliki perusahaan tersebut jika Host menjadi pemegang saham tertinggi dan memiliki saham lebih dari tiga puluh persen]


“Eh, jadi hanya pemilik saham tertinggi saja tidak cukup?”


Jika begini, itu sedikit lebih berat lagi bagi Andi. Terkadang memiliki dua puluh persen saham, bisa menjadikan seseorang menjadi pemegang saham tertinggi. Awalnya Andi berpikir akan melakukan hal itu. Menjadi pemegang saham tertinggi dengan presentase saham yang tidak terlalu tinggi.


Tetapi sekarang, dirinya perlu membeli saham dengan jumlah yang cukup besar. Untuk membeli saham dua puluh persen saham di perusahaan milik keluarga Jony saja Andi mengeluarkan uang lebih dari seratus dua puluh lima milyar.

__ADS_1


Itu saja perusahaan yang dikatagorikan perusahaan menengah. Jadi, dengan uang Andi yang sekarang, ia hanya bisa memiliki saham dari perusahaan kelas menengah ke bawah. Ia belum sanggup membeli perusahaan menenngah ke atas.


“Ah sudahlah. Lebih baik aku tidur dulu sekarang. Itu akan aku pikirkan hari senin nanti ketika bursa buka. Sekarang aku perlu beristirahat. Besok aku perlu pergi ke Surabaya.”


__ADS_2