Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS

Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS
Bab 113


__ADS_3

Jangan lupa vote, like, komen, dan masukkan favorit


terimakasih selamat membaca


 ---


Setelah pemberitahuan terakhir dari sistem tersebut, panel status transparan yang biasanya bisa Andi lihat, lenyap begitu saja. Ia tidak bisa lagi mengakses panel tersebut. Ini juga berarti Andi tidak bisa mengetahui rahasia dibalik sistem. Mungkin dirinya baru bisa mencari tahu setelah pembaharuan selesai dilakukan.


Seperti dugaannya, ia tidak akan bisa menikmati keuntungan memiliki sistem selama pembaharuan berlangsung. Jadi, Andi akan tetap pada keputusan sebelumnya. Untuk saat ini dirinya perlu sedikit berhemat dan tidak mengeluarkan uang dalam jumlah besar.


Lalu, Andi melihat ke arah layar laptopnya. Ia tidak bisa lagi meneruskan membeli saham untuk saat ini. Andi tidak tahu perubahan apa yang akan terjadi pada sistem. Yang jelas, ia ingin menyimpan dulu uangnya untuk berjaga-jaga jika sistem memberikan misi yang mengharuskannya mengeluarkan uang dalam jumlah besar.


Untung saja pembaruan sistem hanya berlangsung selama satu hari. Jadi, itu tidak akan memberikan dampak besar bagi Andi dan semua rencanya yang sudah ia susun. Untuk sekarang, ia hanya bisa menunggu.


Dering ponselnya membuat fokus Andi yang sebelumnya ada pada Sistem . Ia melihat di layar ponselnya siapa yang sekarang menghubunginya. Ternyata itu adalah Widya. Lalu Andi mengecek waktu pada layar laptopnya, masih jam setengah sebelas.


“Ya hallo Wid.” Sapa Andi.


“Andi kayaknya nanti siang kita batal ke kedai es krim yang waktu itu deh. Aku lihat dari sosial media mereka, kedai itu sedang tutup karena renovasi. Jadi, kamu mau kita bertemu di mana?” tanya Widya.


Andi kira Widya akan memajukan jadwal pertemuan mereka. Ternyata gadis itu hanya memberinya kabar jika mereka tidak bisa melakukan pertemuan di kedai es krim.


“Ah bagaimana kalau kita bertemu di sebuah restoran saja? Kita bisa sekalian makan siang bersama. Aku harap kamu belum makan untuk saat ini.” Ucap Andi memberi saran.


“Tentu saja aku belum makan siang. Ini masih jam setengah sebelas, tentu saja aku belum makan.”


“Ya mungkin saja kamu belum sarapan dan sekalian makan siang di jam segini.” Terkadang memang Andi melakukan hal itu. Sarapan sekaligus makan siang di jam sepuluh atau jam sebelas.


“Aku sudah sarapan tadi. Jadi, kita akan makan siang di mana? Apakah kamu ada ide?”


“Aku tidak bisa memberikan saran. Bisa dibilang, aku cukup baru di kota ini. Jadi, aku mengikutimu saja.” Ucap Andi.

__ADS_1


“Bagaimana jika kita ke resto Jepang yang waktu itu? Siang ini aku berniat mampir ke tempat Mbak Gayatri. Jadi, kita makan siang di sana saja.”


“Baiklah. Kamu perlu di jemput atau kita langsung bertemu di sana?”


“Lebih baik kita bertemu di sana saja. Bagimana dengan bertemu di depan resto jepang itu pada jam dua belas nanti?” Tanya Widya.


“Baiklah. Sampai bertemu nanti.”


Andi berniat berangkat ke sana saat ini juga. Meski waktu pertemuannya masih satu setengah jam lagi, Andi ingin berngkat lebih awal. Lagi pula, ia tidak memiliki kesibukan lainnya. Jadi, berangkat lebih cepat tidak masalah untuknya. Ia berniat jalan-jalan di dalam mall. Andi ingin sedikit bersantai.


Seperti kata Sistem, ia perlu memanfaatkan masa pembaharuan sistem ini dengan beristirahat. Jika melihat ke belakang, Andi memang sama sekali tidak beristirahat setelah mendapatkan sistem. Setiap harinya, Andi akan disibukkan dengan langkah apa yang perlu ia ambil ke depannya.


Sekarang, dirinya tidak perlu memikirkan itu lagi. Sudah sewajarnya dia beristirahat sekarang.


*****


Ketika berjalan-jalan di mall, Andi tertarik pada sebuah toko jam tangan yang ada di sana. Andi ingat bahwa dirinya belum memiliki jam tangan saat ini. Selama ini ketika ingin mengetahui jam, Andi selalu melihatnya melalui ponselnya. Itu akan sedikit merepotkan.


Andi pernah melihat dari sebuah video di Ourtube, jam yang harganya ratusan juta pun tidak kalah kerennya dari jam yang harganya milyaran. Terkadang yang membuat jam mewah menjadi mahal adala bahan yang digunakan sebagai penghias jam.


Biasanya, jam dengan harga milyaran adalah jam yang terbuat dari emas dengan batu permata sebagai penghiasnya. Namun, Andi tidak berniat membeli jam dengan harga semahal itu. Ia ingin membeli jam bermerek.


Andi ingin memiliki jam yang tidak digerakkan dengan baterai, tetapi dengan memutar sebuah putaran kecil yang ada pada jam. Andi ingin sekali memiliki jam mekanik seperti itu. Keuntungan membeli jam mekanik adalah dia lebih awet daripada jam quartz. Jadi, jam mekanik ini bisa diwariskan hingga ke anak cucu.


Selain itu, jam mekanik yang bermerek dan yang memiliki nilai sejarah, bisa dijual kembali dengan harga yang lebih mahal atau mungkin harga sama dengan harga ketika membeli.


Jadi Andi berniat membeli jam mewah dan mengkoleksinya. Kelak ia bisa mewariskannya ke anak-anaknya atau mungkin dijual kembali. Cuma untuk sekarang, Andi tidak akan membeli jam dengan harga milyaran.


Andi langsung memasuki toko jam mewah itu. Dari segala jam yang terpajang di sana, pandangan Andi tertuju pada salah satu jam yang ada di sana. Jam tersebut memiliki strap dari kulit dan badan jam yang terbuat dari keramik. Andi langsung saja menanyakan harga dari jam tersebut.


“Berapa Mbak yang ini?” Tanya Andi.

__ADS_1


“Yang ini dua ratus lima puluh juta Mas.” Jawab pelayan toko tersebut.


Langsung Andi membeli jam tersebut. Ia menyukai jam tersebut dan tidak mempertimbangkan membeli jam yang lain. Mungkin lain kali dirinya akan membeli jam lagi di sini. Banyak jam bagus yang bisa jadi koleksi. Tetapi karena sedang berhemat, untuk sekarang cukup jam ini saja.


Setelah membeli jam tersebut, Andi langsung menyetel waktu dan tanggal dari jam miliknya. Setelah itu, Andi memakai jamnya tersebut. Dari jam di tangannya, Andi tahu dua puluh menit lagi adalah waktu pertemuannya dengan Widya.


Langsung saja Andi melangkahkan kakinya menuju ke lantai satu, tempat di mana lokasi pertemuan mereka berlangsung. Ketika Andi melewati toko ponsel milik Gayatri, Andi tanpa sengaja bertemu dengan Widya.


“Eh aku kira kamu belum ke sini ternyata sudah datang.” Ucap Widya.


“Ya aku sedang tidak ada kerjaan lainnya. Jadi, aku pergi ke sini lebih awal. Aku tidak menyangka kita akan bertemu di sini.”


“Ya aku juga datang lebih awal ke toko milik Mbak Gayatri. Bagaimana jika sekarang kita ke resto Jepang itu? Tidak ada salahnya bukan untuk kita datang ke sana lebih awal.”


“Baiklah tidak masalah untukku.”


Keduanya pun turun ke lantai satu. Ketika berada di lantai dua, Andi tidak menyangka dirinya kembali bertemu dengan Rosalinda. Jika sebelumnya Rosalinda bersama dengan Karina, kali ini perempuan itu sendirian. Andi akan menggunakan kesempatan ini untuk memberi tahu Rosalinda mengenai keburukan Karina.


“Wid, di sana ada kenalanku. Kita ke sana bentar ya. Aku ingin memberi tahu seseuatu kepadanya. Apakah itu tidak masalah untukmu?” Pinta Andi.


“Tidak masalah. Kita akan menemui temanmu itu.”


Andi memimpin langkah Widya untuk mendekat ke arah Rosalinda. Ketika sudah cukup dekat, Andi pun memanggil nama perempuan itu.


“Mbak Ros.”


Rosalinda yang mendengar suara seseorang memanggilnya itu, menghentikan langkahnya. Ia kemudian membalikkan badannya untuk mengetahui siapa itu sebenarnya yang menyapanya. Di sana ia melihat Andi bersama dengan seorang gadis yang terlihat seusia dengan Andi, datang mendekat ke arahnya.


‘Siapa gadis yang bersama Andi tersebut? Apakah dia adalah pacar Andi? Jika dia memang pacar Andi, berarti aku sudah tidak memiliki kesempatan lagi. Memangs benar, mana mungkin anak seperti Andi mau dengan orang yang lebih tua darinya.’


‘Tetapi aku tidak bisa begitu saja menyerah. Aku masih memiliki kesempatan. Sebelum janur kuning melengkung, aku akan masih memiliki kesempatan. Apa saja bisa dilakukan dalam cinta. Jadi, aku tidak boleh menyerah begitu saja.’ Gumam Rosalinda.

__ADS_1


__ADS_2