Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS

Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS
Bab 122 Orborlan dengan Kakek Buyut Adipramana (2)


__ADS_3

Kakek Buyut Adipramana cukup lega mendengar bahwa Andi sudah melakukan kontak dengan makluk tersebut. Apalagi setelah mendengar jenis kerajaan baru yang ingin Andi bangun. Semua kekhawatirannya selama belasan tahun ini sudah sirna.


Dengan begini, Kakek Buyut Adipramana bisa pergi dengan tenang dan tidak lagi memikirkan masa depan keluarganya. Sebenarnya, ada satu hal yang belum Kakek Buyut Adipramana katakan pada Andi. Memang Andi adalah pemilik dari kalung emas yang merupakan tanda sebagai seorang penerus.


Tetapi, Andi bukan satu-satunya orang yang memiliki kalung tersebut. Sebelum Andi, ada seseorang yang kalung miliknya berubah berwarna emas. Tetapi jenis kerajaan yang ingin dia bangun sangat jauh berbeda dengan apa yang diimpikan oleh leluhur mereka.


Kakek Buyut Adipramana sangat khawatir jika dia benar-benar menjadi sang penerus. Dengan dipimpin dia, sudah jelas keluarga mereka akan hancur. Oleh karena itu, ia cukup lega ketika mengetahui ada kalung lain milik keturunannya yang berubah dari silver ke emas.


Itu berarti, dia tidak layak menjadi sang penerus, dan sang penerus sesungguhnya sudah muncul. Kakek Buyut Adipramana menaruh banyak harapan kepada sang penerus yang kini berada di sampingnya ini. Ia berharap, Andi tetap memiliki hati yang murni dan tidak terbakar oleh keserakahan dalam mencapai tujuannya.


“Ah Kakek Buyut, aku ingin menanyakan sesuatu. Aku pernah melihat sebuah simbol Surya Naranga pada gerbang rumah seseorang. Apakah mereka memiliki hubungan dengan keluarga kita? Maksudku, apakah mereka juga memiliki leluhur yang sama dengan kita?” Tanya Andi penasaran.


Jika keluarganya merupakan keturunan Raja dari Kerajaan Narangakarta, itu berarti Surya Naranga pernah menjadi simbol keluarga mereka. Lalu, bagaimana dengan keluarga Jayantaka? Apakah mereka juga merupakan keturunan Raja dari Kerajaan Narangakarta?


Kakek Buyut Adipramana menggelengkan kepalanya pelan. “Mereka bukan anggota keluarga kita. Raja terakhir Kerajaan Narangakarta mengubah seluruh nama belakang kita menjadi Prayudi. Jika dia tidak memiliki nama Prayudi sebagai nama keluarga mereka, itu berarti mereka bukanlah keturunan dari leluhur kita.”


“Tetapi, itu bukan berarti bahwa mereka tidak memiliki hubungan apapun dengan kita. Kemungkinan besar mereka itu adalah keluarga yang menjadi kaki tangan dari salah satu sang penerus. Aku dengar dari Kakakku, biasanya bawahan yang sangat mereka percayai, akan memakai simbol Surya Naranga di samping simbol keluarga mereka.”


“Jadi, jika kamu bertemu dengan salah satu keluarga yang memiliki simbol Surya Naranga di samping simbol keluarga mereka, itu berarti mereka adalah bawahan keluarga kita. Kamu bisa meminta bantuan mereka untuk mencapai tujuanmu.”


“Tetapi, jangan semudah itu mengungkap fakta bahwa kamu adalah sang penerus. Kakakku bilang, beberapa keluarga yang menjadi bawahan keluarga kita banyak juga yang tidak mau mengakui dia sebagai sang penerus.”


“Mereka bahkan beberapa kali mencoba menghabisi kakakku untuk mengungkap misteri di balik sang penerus. Jadi, lebih baik kamu simpan saja kalungmu itu. Jangan memakainya sebelum kamu bisa melindungi dirimu sendiri.”

__ADS_1


Kakek Buyut Adipramana mengingat betul bagaimana kehidupan kakaknya, Arganta, sebagai sang penerus. Dia mengetahui bahwa di luar sana ada beberapa keluarga yang merupakan bawahan yang dikumpulkan oleh sang penerus sebelumnya.


Pada saat itu, Arganta mencari para keluarga itu dengan niatan untuk membantunya mencapai tujuannya. Namun, bukan bantuan yang Arganta dapatkan. Tetapi sebuah ancaman kematian. Arganta sering kali menjadi korban penculika, dipukuli, diancam. Itu semua dilakukan supaya Arganta mau mengungkapkan rahasia di balik sang penerus.


Mungkin para keluarga itu merasa lelah di bawah pimpinan sang penerus. Mereka berniat memiliki rahasia penerus itu untuk lebih mensejahterakan keluarga mereka. Oleh karena itu, mereka melakukan semua itu.


Untung saja waktu itu masih ada keluarga lain yang setia dengan sang penerus. Jika tidak ada, sudah jelas Arganta akan mati di tangan penghianat itu. Sejak saat itu Arganta tidak lagi menampakkan batang hidungnya di muka publik. Ia hanya menjalankan semuanya di balik layar.


Tidak hanya kehidupan Arganta yang berubah. Tetapi kehidupan anggota keluarga Prayudi yang lainnya pun ikut terpengaruh. Banyak dari anggota keluarga Prayudi yang menjadi korban penculikan. Beberapa bahkan tidak bisa terselamatkan.


Tidak hanya itu, beberapa penghianat itu malah menceritakan tentang legenda sang penerus kepada penjajah pada kala itu. Keluarga Prayudi yang kala itu beranggotakan lima puluhan orang, hanya menyisahkan Arganta dan Kakek Buyut Adipramana.


Hal itu jugalah yang membuat Arganta tidak memiliki keturunan. Ia tidak mau keturunannya menjadi korban.


‘Sistem, apakah itu semua benar-benar terjadi?’ Tanya Andi setelah mendengarkan semua narasi dari Kakek Buyut Adipramana. Ia tidak percaya ada kejadian seperti itu.


‘Lalu sistem, apakah kamu bisa dipindah tangankan ke orang lain? Maksudku jika orang lain selain yang memiliki darah seorang Prayudi, apakah mereka bisa memilikimu?’ Tanya Andi.


Ini sangat penting bagi Andi. Jika benar-benar bisa dilakukan, berarti hidupnya dalam bahaya. Tidak hanya dirinya, tetapi juga kehidupan keluarganya bisa dalam bahaya. Meski sekarang tidak semudah dulu dalam melakukan pembunuhan, tetapi itu masih bisa saja terjadi. Dan Andi tidak mau keluarganya menjadi korban.


[Jika ingin mengalihkan sistem kepada orang lain, Host hanya bisa melakukannya kepada orang yang masih memiliki hubungan darah dengan Host]


Mendengar pernyataan sistem, Andi sedikit bernafas lega. Tetapi semua bahaya tidak semudah itu terhindar begitu saja. Andi memang mengetahui bahwa sistem hanya bisa diturunkan kepada mereka yang masih memiliki hubungan darah.

__ADS_1


Tetapi, bagaimana dengan mereka? Orang-orang yang ingin mengungkap misteri dibalik kesuksesan sang penerus. Mereka pasti masih berpikir bahwa dengan mereka mengorek informasi mengenai sang penerus, mereka bisa merebut apa yang dimiliki sang penerus untuk mereka miliki sendiri.


“Lalu Kakek Buyut, bagaimana kelanjutan dari keluarga-keluarga penghianat itu?” Tanya Andi.


Andi ingin mengetahui apakah mereka masih ada ataus tidak. Setidaknya jika mereka memang masih ada, maka Andi perlu berhati-hati. Jika salah melangkah, bisa jadi tragedy Kakek Buyut Arganta akan terulang kembali.


Kakek Buyut Adipramana menggeleng pelan. “Mereka sudah binasa. Bahkan sampai yang bayi pun tidak ada yang tersisa. Kakakku yang menghabisi mereka. Meskipun Kakakku tidak melakukannya secara langsung, tetapi perencanaan dari kakakkulah yang mengancurkan mereka.”


“Meskipun mereka sudah tidak ada, kamu tidak bisa semudah itu lengah. Mungkin setelah kamu mengakui identitasmu sebagai sang penerus, di luar sana akan banyak orang yang berlomba untuk mencarimu dan mengambil sebanyak mungkin informasi darimu.”


“Jadi, jika bisa kamu jangan mengubungi para bawahan yang ditinggalkan oleh sang penerus sebelumnya. Lebih baik kamu buat sendiri bawahanmu. Pilihlah orang-orang yang kamu percayai. Dengan begitu, resiko kejadian seperti dulu tidak terulang kembali.”


“Jaga baik-baik kalungmu itu. Karena itu adalah salah satu penanda bahwa kamu ini adalah sang penerus.”


Diingat oleh Kakek Buyut Adipramana mengenai kalungnya, membuat Andi teringat bahwa kalungnya pernah hampir hilang. Dan yang menemukannya adalah anggota keluarga Jayantaka. Bukankah mereka adalah bawahan sang penerus yang ditinggalkan?


Mengetahui hal itu membuat Andi menjadi was-was. Andi takut kejadian yang menimpa Kakek Buyut Arganta terulang. Meski semua keluarga penghianat itu sudah binasa, tetapi tidak menutup kemungkinan munculnya penghianat baru bukan?


Memang benar yang Kakek Buyut Adipramana katakan. Dirinya hanya bisa mengekspose fakta bahwa dirinya merupakan sang penerus ketika dirinya sudah lebih kuat dan mampu melindungi keluarganya. Sekarang saja Andi merasa tidak berdaya mengetahui keluarga terkuat dari keempat keluarga besar di Surabaya bisa jadi adalah musuhnya.


Ini jauh berbeda dengan Andi yang kemungkinan menghadapi Marcel atau Hermawan. Jika dengan mereka, Andi yakin kemampuannya yang sekarang ia masih bisa menghadapi mereka. Namun itu berbeda dengan keluarga Jayantaka.


Yang adni hadapi kali ini bukan satu individu dari keluarga tertentu. Tetapi satu keluarga penuh. Apalagi ada Kakek dan ayah dari Widya. Pasti mereka lebih ahli dalam menghancurkan seorang Andi dengan pengalaman yang mereka punya.

__ADS_1


Jika diibaratkan, Andi ini hanyalah seekor serigala yang hidup sendiri. Seekor serigala muda yang masih belajar bagaimana cara berburu. Kemudian ia perlu berhadapan dengan keluarga Jayantaka yang merupakan kawanan serigala yang memiliki seekor Alfa yang sudah memiliki banyak pengalaman berburu. Sudah jelas Andi akan kalah dari mereka.


‘Aku berharap, hanya Widya yang mengetahui keberadaan kalung itu. Aku hanya bisa berharap, Widya tidak menunjukkan kalung tersebut kepada Kakek atau Ayahnya.’ Gumam Andi dalam hati.


__ADS_2