
Sementara Andi tengah bersiap membeli saham perusahaan Jony, di sisi lain Kota Surabaya, sepasang muda mudi terlihat baru saja bangun dari tidur mereka. Meski sekarang sudah mendekati pukul sembilan siang, tetapi mereka berdua tidak memiliki niatan untuk segera bangun dari tempat tidur mereka.
Sekarang ini, hanya sebuah selimut yang menutupi tubuh mereka. Di balik selimut itu adalah tubuh mereka tanpa sehelai pakaian. Mereka baru saja menyelesaikan sebuah penyatuan dua insane manusia. Meski semalam mereka sudah melakukan hal yang sama, tetapi pagi ini mereka kembali melakukannya.
“Jadi, apa berita baru yang akan kamu bicarakan Karina?”
“Tuan Muda Hermawans, apakah kamu ingat pemuda yang waktu itu di area balap? Yang dekat dengan Linda? Apa kamu ingat?”
Ternyata kedua muda mudi tersebut adalah Karina dan Hermawan. Ini adalah satu dari sekian banyak pertemuan yang keduanya lakukan. Biasanya, Hermawan akan memanggil Karina jika ia butuh seseorang untuk menghabiskan malam bersama. Tetapi kali ini Karina yang mengundangnya.
Jika seperti ini, pasti Karina memiliki sebuah kabar baru untuk Hermawan. Biasanya itu adalah kabar yang ada kaitannya dengan Rosalinda.
“Oh cecunguk itu?”
Hermawan sedikit mengerutkan keningnya mengingat hal itu. Jika saja ia berhasil mengajak cecunguk itu balapan di waktu itu, pasti yang kecelakaan bukanlah Satrio, tetapi cecunguk itu. Bukankah akan bagus jika cecunguk itu binasa dalam kecelakaan tersebut. Itu akan menghilangkan seorang pengganggunya.
Tetapi, harus Hermawan akui bahwa cecunguk itu memiliki kekuatan yang cukup besar. Ia melihat video cecunguk itu menyelamatkan Satrio. Beberapa orang berhasil merekam aksi heroic dari cecunguk itu. Dengan tangan kosong, dia berhasil membuka pintu mobil Satrio dan menyelamatkannya.
Hermawan awalnya akan mengirimkan beberapa preman untuk memberi pelajaran kepada cecunguk itu. Kekuatannya saja sebesar itu, dan Hermawan tidak memiliki informasi apakah dia bisa bertarung apa tidak. Jika dirinya bisa bertarung dan memiliki kekuatan sebesar itu, pasti cecunguk itu bisa mengatasi para preman yang Hermawan kirim.
Hermawan perlu mempelajari musuhnya dengan baik. Ia perlu mengambil langkah yang tepat. Jika salah melangkah, ia akan kalah. Hermawan bukanlah tipe orang yang suka meremehkan musuhnya begitu saja.
Meski cecunguk itu kelihatannya bukan dari keluarga kaya, tetapi dirinya perlu mempelajari latar belakangnya dengan pasti sebelum menentukan langkah untuk menghabisinya. Hermawan lebih menyukai menghabisi musuhnya dalam sekali percobaan.
Hermawan tidak mau memikirkan banyak cara untuk menghabisi seseorang. Jika sekali gagal, pasti untuk selanjutnya akan sulit untuk berhasil. Jadi, Hermawan hanya akan melangkah jika dirinya benar-benar yakin akan keluar sebagai pemenang.
Belum lagi cecunguk itu sudah menyelamatkan Satrio. Dengan gaya keluarga Jayantaka yang mengagung-agungkan penolong mereka, pasti akan sulit bagi Satrio untuk memberi pelajaran kepada cecunguk itu.
“Jadi, kamu memiliki berita apa tentang dia?” Tanya Hermawan.
__ADS_1
“Aku dengar dari Linda bahwa dia memiliki bisnis di kota ini. Sebuah kafe dan dessert shop. Katanya salah satunya akan dibuka di dekat kampus kita. Aku sendiri tidak tahu apa nama kafenya.”
“Sebuah kafe ya?”
“Tidak hanya itu saja Tuan Muda.”
“Masih ada lagi? Cepat katakan semuanya. Jangan memotong-motong ceritanya.” Ucap Hermawan tidak suka.
“Ah baiklah Tuan Muda. Sepertinya Linda menyukai anak itu. Dia bilang padaku bahwa dia mulai menyukai anak itu dan berharap akan menjadi pacarnya. Dari apa yang Linda ceritakan padaku juga, dia juga pernah menginap di apartemen anak itu.”
“Dia pernah menginap di tempat anak itu?”
“Ya, Linda sendiri pernah mengatakan padaku bahwa dia pernah menginap di sana. Pasti Linda sudah berhubungan badan dengan anak itu. Lagaknya saja tetap sok suci dan tidak pernah melakukan hal seperti itu. Nyatanya, dia sendiri melakukannya. Dia memang cewek munafik.”
Hermawan setuju dengan ucapan Karina yang satu ini. Pasti Rosalinda sudah tidak p*r*wan lagi. Dia semudah itu menginap di rumah cecunguk itu. Apalagi kata Karina, Rosalinda mulai menyukai cecunguk itu. Itu sudah jelas bahwa mereka sudah melakukannya.
Seharusnya Rosalinda memilih dirinya. Jika menjadi wanitanya, sudah jelas Rosalinda akan ia perlakukan dengan baik. Membelikannya baju, tas mewah, semua bisa ia penuhi. Dirinya adalah Tuan Muda dari keluarga Sasongko. Sudah jelas bersamanya akan lebih terjamin. Dia malah memilih dengan cecunguk itu?
“Benar-benar kurang ajar perempuan itu. Dia sok jual mahal denganku. Aku sudah menawarinya uang seratus juta tetapi dia tidak mau menghabiskan malam denganku. Sekarang, dia dengan mudahnya menghabiskan malam dengan cecunguk itu.”
“Perempuan bi*nal itu benar-benar ingin memantik kemarahanku. Berani-beraninya dia menghinaku dengan cara yang seperti ini. Membandingkanku dengan orang rendahan seperti cecunguk itu? Benar-benar kurang ajar.”
Bukannya takut, Karina malah semakin senang mendengar kemarahan Hermawan. Kemarahan ini adalah kemarahan yang ditujukan kepada Rosalinda, jelas Karina tidak perlu merasa takut.
‘Lihat saja Linda, aku pastikan Hermawan memberimu pelajaran. Seenaknya saja kamu menyebarkan berita bahwa aku perempuan nggak bener di belakangku. Gara-gara dirimu, citraku sudah tercemar. Tetapi, nyatanya kamu sama saja. Kamu juga perempuan nggak bener. Kamu juga melakukan hal itu. Sok suci dan menggurui tapi kamu sendiri kotor.’ Gumam Karina dalam hati.
Karina sangat tidak menyukai Rosalinda. Dia sering mengatakan bahwa ia adalah perempuan tidak benar. Padahal, selama ini Karina hanya melakukan itu dengan pasangannya. Dia tidak pernah dengan cepat gonta ganti pasangan atau memanfaatkan tubuhnya untuk mencari pundi-pundi uang.
Jadi, kenapa Rosalinda menyebutnya perempuan tidak benar? Sekarang saja, Rosalinda melakukan hal yang sama bukan? Karina tidak percaya bahwa Rosalinda tidak melakukan apa pun dengan anak bernama Andi itu ketika mereka bermalam bersama. Bukankah jika perempuan dan laki-laki bermalam dalam satu atap, hal tersebut akan terjadi?
__ADS_1
Untuk membalaskan semua kekesalannya kepada Rosalinda, Karina diam-diam mendekati Hermawan di belakang teman-temannya. Ia juga menjadi mata-mata untuk Hermawan. Karina sering memberikan informasi kepada Hermawan mengenai keberadaan Rosalinda. Termasuk juga siapa saja laki-laki yang dekat dengan Rosalinda.
“Jadi, apakah Tuan Muda Hermawan akan melakukan tindakan?” tanya Karina.
“Aku tidak akan bertindak untuk saat ini. Aku belum mengetahui informasi mendalam mengenai cecunguk itu. Aku tidak mau gegabah dan mengambil langkah salah. Tetapi meski aku tidak langsung bertindak sekarang, masih ada Marcel yang akan melakukannya.”
“Daripada aku mencoba melakukan sesuatu tetapi gagal, lebih baik si bodoh Marcel yang melakukannya. Anggap saja dia tengah mengecek air untukku. Setelah aku mengetahui informasi lengkap mengenai cecunguk itu, aku akan mencari cara untuk menghabisinya.”
“Berani sekali dia mencicipi perempuan yang sudah Tuan Muda ini incar. Dan untuk Rosalinda, sudah jelas aku tidak akan memberi ampun kepadanya. Aku akan membuat sebuah rencana untuk menghancurkan perempuan itu.”
“Jika saja dia memilih Marcel, maka aku tidak akan terlalu mempedulikannya. Tetapi, dia menolak Tuan Muda ini hanya untuk bersama dengan cecunguk itu? Itu adalah hinaan yang sangat tidak bisa aku terima. Jadi, dia akan aku buat sengsara.” Jelas Hermawan.
Mendengar ucapan Hermawan, Karina semakin senang. Jika Hermawan sudah mengatakan seperti ini, maka itu berarti dia akan memberikan pelajaran menyakitkan bagi Rosalinda. Karina sudah tidak sabar menunggu waktu itu tiba.
Ketika Rosalinda hancur, Karina akan menjadi orang pertama yang akan menertawakan penderitaannya. Siapa suruh Rosalinda menyakiti hati seorang Karina. Ini adalah pembalasan darinya. Meski tidak bisa melakukannya langsung, tetapi Karina akan meminjam tangan orang lain untuk melakukan hal itu.
“Aku masih membutuhkan bantuanmu agar rencanaku ini bisa tercapai.”
“Tentu saja Tuan Muda, aku akan membantumu hingga semuanya usai. Tetapi Tuan Muda, sepertinya kita perlu mempercepat rencana menghancurkan Rosalinda.”
“Kenapa begitu?”
“Itu karena anak bernama Andi itu sudah mencurigaiku. Dia pernah melihat aku bersama denganmu Tuan Muda. Jadi, dia mmeperingatkan Rosalinda untuk berhati-hati kepadaku.” Jelas Karina.
Perempuan itu ingat betul bagaimana Andi mengingatkan Rosalinda ketika berada di supermarket. Meski tidak langsung menyebut siapa yang menjadi serigala berbulu domba, tetapi cepat atau lambat Andi akan memberitahu Rosalinda.
Jadi, menurut Karina lebih baik mereka segera melaksakan rencana penghancuran Rosalinda. Jika Andi mendahului mereka dengan mengatakan kedekatan antara dirinya dan Hermawan, maka Karina yakin akan sulit baginya membantu Hermawan melakukan aksinya.
“Kamu tenang saja. Aku punya rencana bagus untuk itu. Aku akan segera melakukannya. Aku sendiri sudah tidak sabar memberi pelajaran kepada perempuan itu.” Jelas Hermawan.
__ADS_1