
Setelah Andi menjauh dari Rosalinda dan Karina, ia meraih ponsel di sakunya. Ia perlu menghubungi Brian mengenai masalah yang mungkin saja akan menimpa bisnis mereka bersama. Andi tidak ingin masalah yang sebenarnya ditargetkan kepadanya, juga ikut menyasar Brian yang tidak tahu apa-apa.
“Hallo Andi, ada apa menelfoku?” Tanya Brian.
“Hallo Brian. Apakah kamu sedang sibuk sekarang?” Tanya Andi.
Andi ingat bahwa temannya ini mengatakan bahwa akhir-akhir ini dia sibuk belajar mengelola perusahaan dari ayahnya. Jadi, Andi takut telfonnya kali ini mengganggu pekerjaan Brian. Sudah pasti Brian memiliki banyak hal yang perlu dipelajari saat ini.
“Tidak. Aku tidak sibuk. Itu hanyalah beberapa laporan yang tidak membutuhkan perhatianku untuk saat ini. Aku bisa bisa membacanya lagi nanti. Jadi, aku punya waktu buat ngobrol denganmu. Memangnya ada apa menelfonku?”
Brian tahu pasti ini adalah hal yang cukup penting sehingga Andi menelfonnya pada jam kerja seperti sekarang ini. Andi sendiri sudah tahu bahwa dirinya akhir-akhir ini cukup sibuk. Jadi, temannya itu tidak akan menelfonnya jika bukan mengenai hal yang penting.
Jika ada sesuatu hal dan itu tidak terlalu penting, pasti Andi hanya akan mengiriminya pesan lalu memintanya menelfonnya ketika sudah senggang. Apakah Andi dirundung masalah saat ini dan membutuhkan bantuannya?
“Aku rasa sebentar lagi bisnis kafe kita akan mengalami masalah yang cukup serius.”
“Mengalami masalah? Kenapa bisa begitu? Bukannya semuanya baik-baik saja? Dari laporan yang ibumu kirimkan kepadaku, omset kafe kita yang baru dibuka itu cukup bagus. Kenapa kamu bilang kafe kita sekarang akan menghadapi sebuah masalah?”
Brian merasa semuanya baik-baik saja. Tidak akan ada kendala bagi kafe mereka. Lalu kenapa kenapa Andi mengatakan bahwa bisnis mereka akan mengalami masalah? Tunggu, apakah tadi Andi bilang ‘merasa’? Jika demikian, ia lebih dari lima puluh persen yakin bahwa mereka akan menghadapi masalah. Memangnya apa itu?
“Aku sudah menyinggung orang yang katamu lebih baik kita jauhi agar tidak menyinggungnya.” Jelas Andi.
“Maksudmu bagaimana? Aku tidak mengerti.”
“Hah.” Andi menghembuskan nafas panjang. “Aku sepertinya sudah menyinggung dua orang tuan muda dari empat keluarga besar. Dan aku yakin, mereka berdua akan memberikan masalah untuk bisnis kafe kita ini.”
“Apa kamu bilang? Kamu menyinggung dua dari empat tuan muda dari empat keluarga besar? Bagaimana kamu bisa melakukan hal itu? Wah ini gawat sekali Andi. Aku mendengar dari sepupuku, siapa pun yang membuat masalah dengan para tuan muda itu akan berakhir dengan nasib tragis.”
“Tidak hanya mereka, bahkan keluarga mereka yang membuat masalah pun ikut terkena imbas dari kemarahan para tuan muda itu. Apalagi jika kamu membuat masalah dengan Marcel atau Hermawan. Mereka berdua terkenal cukup kejam dalam membalaskan kekesalan mereka.”
“Jadi, sebenarnya apa yang kamu lakukan sehingga menyinggung mereka? Dan siapa itu yang kamu singgung. Jika itu Arya atau Satrio, itu masih bisa dicarikan jalan keluar. Mereka berdua tidak seburuk yang lainnya. Jadi siapa itu Andi?” Tanya Brian.
Mendengar semua penjelasan Brian, Andi tertawa pelan dalam hati. Ia menertawakan nasibnya sekarang. Dari penjelasan Brian tadi, Andi tahu bahwa dirinya benar-benar dalam masalah yang sangat serius.
Ia kira para tuan muda itu tidak akan memberikannya masalah yang besar. Tetapi, dari penjelasan Brian itu tidak mungkin terjadi. Marcel atau Hermawan cukup kejam dalam mebalaskan kekesalan mereka. Bagaimana jika itu adalah Marcel dan Hermawan? Sudah jelas itu berkali-kali lipat lebih kejam.
“Bisa dibilang ceritanya cukup panjang. Aku tidak bisa mengatakannya di telfon. Lain kali aku akan menceritakan semuanya kepadamu. Yang jelas, ketika bisnis kafe kita dalam masalah, jangan ikut berusaha menyelesaikan semua permasalahannya. Biarkan aku saja yang menyelesaikannya.”
“Aku tidak ingin kamu dan keluargamu ikut dilibatkan dalam masalah ini. Ini adalah masalahku. Aku tidak mau orang lain terkena imbasnya. Yang mereka tahu bisnis kafe ini adalah milikku. Jika kamu tidak ikut campur, maka mereka tidak akan melibatkanmu.”
“Jadi, aku minta kamu diam saja dan jangan ikut campur dalam masalah ini.” Pinta Andi.
Ini adalah alasan Andi menelfon Brian. Ia tidak mau orang lain yang tidak tahu apa-apa terkena imbas dari permasalahnnya dengan para tuan muda itu. Andi yakin dirinya masih bisa mengatasi semua ini sendirian.
Jika nanti ia terdesak, mungkin ia akan meminta bantuan keluarga Jayantaka. Mungkin saja mereka mau membantunya berdasarkan pada fakta bahwa Andi pernah menyelamatkan nyawa Satrio. Tetapi itu akan Andi lakukan jika dirinya tidak bisa lagi mengatasi semua ini.
“Hey, bagaimana bisa kamu memintaku membiarkanmu mengatasi semuanya sendirian? Aku tidak bisa melakukan hal itu. Bagaimana pun juga, kamu ini temanku. Lagi pula, aku juga memiliki saham di bisnis ini. Jadi, bagaimana bisa kamu tidak melibatkanku dalam hal ini.”
“Tidak bisa. Aku tidak akan tinggal diam jika masalah itu benar-benar terjadi pada bisnis kita.” Ucap Brian dengan cukup berapi-api.
“Hah.” Andi menghembuskan nafas panjang mendengar Brian kekeuh ingin terlibat. Ia tidak kaget mendengarnya. Dengan sifat Brian selama ini, sudah jelas pemuda itu akan mengatakan hal seperti ini. Sepertinya Andi perlu membuka salah satu kartu as-nya agar Brian mau memenuhi permintaannya ini.
__ADS_1
“Aku mengenal Arya dan Satrio. Meski kami tidak sedekat itu, tetapi aku mengenal kedua Tuan Muda itu. Jadi kamu tidak perlu khawatir. Aku akan meminta bantuan mereka mengenai masalah ini.” Bohong Andi.
“Apa? Kamu mengenal Arya dan Satrio juga? Jadi sebenarnya apa yang terjadi? Cerita apa yang sudah aku lewatkan. Bagaimana bisa kamu berhubungan dengan keempat Tuan Muda dari empat keluarga besar itu.”
“Nanti aku akan menceritakan semuanya.” Setelah berucap demikian, Andi menutup sambungan telfonnya bersama Brian.
Sepertinya Andi harus membeli saham yang dimiliki Brian di bisnis mereka ini. Tidak hanya itu, Andi juga akan membeli bangunan kafe yang ada di kota mereka. Andi juga perlumengganti semua biaya yang Brian keluarkan untuk membeli semua peralatan kafe.
Dengan melakukan hal ini, Andi benar-benar tidak melibatkan Brian dalam masalah ini. Jika suatu hari nanti para tuan muda itu menyelidiki sampai tuntas bisnis kafenya, maka mereka tidak akan menemukan keterlibatan Brian dalam hal ini. Hal ini akan melindungi Brian dan keluarganya dari para Tuan Muda itu.
Andi tahu ia membutuhkan uang yang cukup besar untuk melakukan hal itu. Bangunan yang digunakan untuk kafenya saja bernilai delapan milyar. Itu belum termasuk isi dan biaya renovasi. Setidaknya ia membutuhkan uang sekitar dua belas hingga lima belas milyar untuk mengganti semua uang Brian yang ada di bisnis mereka.
Andi mengecek saldo miliknya. Hari di putaran pertama atau donasi pertama, para sepupunya melakukan donasi, ia mendapatkan kotak misteri tingkat perunggu. Hadiah tersebut, Andi menyisahkan lima puluh juta di saldonya. Sisanya ia kirim kembali kepada para sepupunya untuk dibuat donasi lagi.
Setelah itu, pada putaran kedua, Andi mendapatkan kotak misteri tingkat perak. Hadiahnya berkisar dari lima ratus juta hingga satu milyar. Dari hadiah itu, Andi lalu mengirimkan uang dua ratus lima puluh juta kepada para sepupunya. Lalu sisanya ia tinggal di rekeningnya.
Pada putaran ketiga, Andi mengirimkan tiga ratus lima puluh juta dari uang yang ia dapatkan melalui kotak misteri kepada sepupunya. Uang tersebut baru ia kirimkan tadi sebelum dirinya pergi berbelanja. Andi meminta sepupunya berhenti untuk hari ini. Ia rasa itu cukup untuk hari ini.
Andi belum mengecek berapa saldo yang ia miliki saat ini. Andi tahu bahwa saldo miliknya cukuplah besar. Dengan terus bertambahnya saldo miliknya dari kotak misteri hadiah berdonasi, Andi memutuskan untuk mengecek saldo yang ia miliki di sore hari saja. Ia tidak mau setiap saat terus menerus mengecek perubahan saldo miliknya.
“Panel status.”
[Ding]
[Modul Menjadi Kaya]
[Level 8 (4.266.105.200/5.000.000.000)]
[Saldo Host : Rp 3.751.121.958,-]
[Misi : - Buatlah sebuah game. Hitung mundur 88 hari 10 jam]
[Target Bulanan : -]
[Penyimpanan : - Kartu kemampuan karyawan (3/10)]
[Kemampuan : - Lidah Manis : Selamanya
Pengalaman Pembalap : Tingkat 1
Pengalaman Juru Masak : Tingkat 1
Pengalaman Direktur Utama : Tingkat 1
Pengalaman Pialang Saham : Tingkat 1
Pengalaman Desainer Game
__ADS_1
Pengalaman Programer]
[Selamat berjuang menghabiskan uang Host]
Andi cukup kaget dengan saldonya saat ini. Hampir empat milyar. Itu adalah capaian saldo tertinggi yang dimiliki Andi. Dengan uang ini, ia bisa mulai menjalankan rencananya lebih cepat. Tidak hanya itu, dengan pendapatan harian sebesar ini, Andi juga bisa lebih cepat mengambil alih saham yang dimiliki Brian. Dengan begitu, lebih cepat Brian tidak memiliki hubungan bisnis dengannya.
Andi kemudian mengirimkan satu milyar ke rekening perusahaannya. Dengan uang itu, ia yakin perusahannya bisa membiayai proposal yang sudah masuk ke perusahaan mereka. Tidak hanya itu, Andi yakin sisa uang tersebut dapat diinvestasikan ke dua sampai tiga bisnis lagi.
“Panel status.”
[Ding]
[Modul Menjadi Kaya]
[Level 9 (266.105.200/10.000.000.000)]
[Saldo Host : Rp 2.751.122.158,-]
[Tingkat Konversi : 1 kali nafas \= 37 rupiah]
[Misi : - Buatlah sebuah game. Hitung mundur 88 hari 10 jam]
[Target Bulanan : -]
[Penyimpanan : - Kartu kemampuan karyawan (3/10)]
[Kemampuan : - Lidah Manis : Selamanya
Pengalaman Pembalap : Tingkat 1
Pengalaman Juru Masak : Tingkat 1
Pengalaman Direktur Utama : Tingkat 1
Pengalaman Pialang Saham : Tingkat 1
Pengalaman Desainer Game
Pengalaman Programer]
__ADS_1
[Selamat berjuang menghabiskan uang Host]
Sekarang sistem miliknya sudah naik level. Ia hanya perlu menaikkan satu level lagi untuk mengetahui rahasia dari sistem. Ia perlu menghabiskan uang sepuluh milyar untuk naik level lagi. Dengan pendapatannya yang sekarang, sudah jelas dirinya bisa dengan mudah menaikkan level Modul Sistemnya ini.