Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS

Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS
Bab 219 Rapat Yang Disadap


__ADS_3

Ketika Dinda datang ke aula The Heaven, kelima orang yang sudah ada di sana, buru-buru berdiri dan membungkuk ke arah Dinda. Tidak lupa mereka memberikan sapaan khas yang biasa mereka lakukan jika melakukan pertemuan formal seperti ini.


“Selamat datang Sang Penerus.” Sapa mereka secara bersamaan.


“Kalian semua sudah datang rupanya.” Sapa Dinda ketika memulai pertemuan mereka di The Heaven.


“Sekarang mulai saja pertemuan kita ini.” Ucap Dinda.


“Baiklah Sang Penerus.” Ucap keenam anak buah Dinda secara bersamaan.


Kali ini Nomor Dua yang akan memberikan laporannya terlebih dahulu. Ketika yang lain duduk setelah memberikan sapaan mereka.


“Sang Penerus, Burhan sekarang kembali muncul dan bergerak aktif. Dia sekarang sudah meminta kami menyiapkan sebuah pesta perpisahan untuknya. Burhan bilang ia akan pensiun dari dunia hitam dan akan memilih mengurusi dunia putih.” Ucap Nomor Dua membuka laporannya.


“Pesta itu akan dilakukan di salah satu rumah milik Burhan pada tanggal delapan bulan depan. Aku rasa itu adalah hal yang bagus jika kita ingin menghabisi Burhan, Sang Penerus. Kita masih memiliki waktu seminggu lebih untuk mempersiapkan semua ini.”


Nomor Dua memandang Dinda dengan penuh kehati-hatian. Pasalnya Dinda tidak terlalu suka ada orang lain yang memberinya saran. Jika suasana hati Dinda sedang bagus, maka saran terburuk pun akan dipujinya. Tetapi, jika suasana hati Dinda buruk, pemberi saran akan menerima hukuman berat.


Beruntung suasana hati Dinda kali ini tidak terlalu buruk. Mendengar saran dari Nomor Dua, Dinda malah memberikan sebuah senyuman. Hal ini membuat lega Nomor Dua. Ini berarti dirinya tidak akan mendapatkan hukuman karena sudah memberikan saran kepada Dinda.


Tentu saja Dinda senang. Kesempatan yang ia tunggu-tunggu sudah tiba. Ia bisa segera menghabisi Burhan, setelah itu giliran keluarga Prayudi yang lainnya. Dengan begini, impiannya untuk segera bisa hidup bersama hanya dengan Andi bisa segera tercapai. Jika seperti itu, bagaimana Dinda tidak senang.


“Kalau begitu, persiapkan semua anak buahmu. Aku yakin Burhan belum mengetahui bahwa Kamu adalah mata-mata bukan?” Tanya Dinda kepada Nomor Dua.


“Tentu saja tidak Sang Penerus. Dia masih bersikap biasa saja. Jika dia memang sudah tahu bahwa aku adalah mata-mata, maka aku tidak akan berdiri di sini. Dia pasti sudah menghabisiku.”


“Dari yang aku dengar, Burhan ingin pensiun dari dunia hitam karena dia ingin memulai keluarga baru. Dia bilang ingin memutuskan untuk menikah. Jadi, ia tidak mau lagi terlibat dengan dunia hitam. Tampuk kepemimpinan Gang Macan Putih akan segera berubah.” Jelas Nomor Dua.


Itu adalah kabar yang diberikan oleh Burhan. Burhan juga mengatakan bahwa selama ia menghilang ini, ia tengah mengejar wanita yang disukainya.


Nomor Dua tentu percaya dengan ucapan Burhan setelah laki-laki itu memperlihatkan foto seorang perempuan kepadanya. Perempuan itu cukup cantik. Ia lebih muda beberapa tahun dari Burhan.


Pensiun dari dunia hitam karena ingin memulai kehidupan baru dengan keluarganya merupakan hals lumrah di kalangan mereka. Jadi, Nomor Dua merasa alasan Burhan itu cukup bisa diterima.

__ADS_1


“Jika seperti itu, ini memang waktu yang tepat untuk bertindak. Apa kalian memiliki informasi yang ingin ditambahkan?” Tanya Dinda kepada yang lainnya.


Mendengar ha itu, Nomor Lima pun berdiri dari tempat duduknya. Ia merasa pa yang akan ia laporkan ini cukup memiliki hubungan dengan laporan yang diberikan oleh Nomor Dua barusan.


“Aku juga ingin menambahkan sesuatu pada laporan Nomor Dua Sang Penerus.” Ucap Nomor Dua.


“Silahkan.” Ucap Dinda.


“Kemarin malam ada undangan peresmian perusahaan dengan nama Naranga Group. Itu sudah terlalu larut sehingga aku tidak melaporkan hal ini kepadamu Sang Penerus. Lalu, pagi ini aku datang ke konferensi pers yang mereka lakukan.”


“Pada konferensi pers itu, aku melihat banyak anggota keluarga Prayudi yang hadir dalam peresmian itu. Naranga Group adalah gabungan semua perusahaan yang dimiliki oleh keluarga Prayudi. Aku pikir munculnya Naranga Group ada hubungannya dengan Burhan, Sang Penerus.”


“Ketika Burhan menghilang, para keponakannya tiba-tiba memiliki bisnis mereka sendiri. Lalu sekarang tiba-tiba saja dia ingin mengundurkan diri dari dunia hitam.”


“Aku rasa alasan Burhan yang sebenarnya bukanlah karena dia ingin menikah. Tetapi Burhan ingin mengembangkan bisnis yang dimiliki oleh keluarga Prayudi. Ia ingin memperkuat keluarga Prayudi untuk menjadi penguasa dunia bisnis sekarang ini.” Jelas Nomor Lima.


“Bukankah hubungan antara Burhan dan keluarga Prayudi tidak begitu baik?” Tanya Nomor Empat.


Bagi mereka, sudah bukan rahasia lagi jika hubungan Burhan dan keluarga Prayudi tidak baik. Selama ini dia selalu menentang perkataan keluarganya. Jadi, cukup aneh sekarang karena Burhan tiba-tiba ingin membantu keluarganya itu.


Mendengar ucapan Nomor Dua, yang lainnya mengangguk-angguk menyetujui. Mereka pikir ucapan Nomor Dua ada benarnya. Kemungkinan Burhan sudah menyesaldaningin berubah sekarang. Jadi, laki-laki itu menebusnya kesalahannya dengan membawa keluarga Prayudi membuat sebuah kerajaan bisnis.


“Alasan itu tidak terlalu penting untuk dibicarakan.” Ucap Dinda memotong pembicaraan mereka yang ada di aula.


“Kita hanya tinggal menghabisi Burhan di pesta perpisahannya itu. Setelah itu anggota keluarga Prayudi lainnya. Jika memang hubungan Burhan dengan keluarga Prayudi sudah membaik, bukankah lebih bagus lagi?” Tanya Dinda sembari mengedarkan pandangannya ke arah bawahannya.


“Dengan begitu, akan ada keluarga Prayudi yang menghadiri pesta itu. Jika mereka datang, kita bisa menghabisi mereka dalam satu waktu. Ini akan membuat kita tidak membuang-buang waktu untuk mendatangi satu persatu anggota keluarga Prayudi.” Imbuh Dinda.


“Ah Anda benar sekali Sang Penerus. Satu dayung dua tiga pulau terlampaui.” Ucap Nomor Tiga.


Lalu, Dinda pun memberi instruksi secara rinci mengenai rencana mereka. Mereka harus membuat rencana ini sesempurna mungkin, karena ini adalah pertempuran terakhir mereka dengan keluarga Prayudi.


Yang tidak ketujuh orang itu ketahui, apa yang tengah mereka bicarakan ini tidak hanya di dengar oleh mereka yang ada di ruangan ini. Pada sebuah apartemen yang terletak di lantai lima di gedung yang sama, terdapat beberapa orang yang mendengar percakapan mereka.

__ADS_1


Tidak hanya itu saja, tetapi pembicaraan mereka juga tersimpan dalam bentuk rekaman, dan nantinya akan diperdengarkan kepada anggota keluarga Prayudi. Ketujuh orang tersebut pasti tidak pernah menyangka hal ini terjadi.


….


“Jadi seperti itu rencana mereka.” Ucap Harmuji setelah mendengar rencana yang disusun oleh musuh.


Sekarang ini anggota keluarga Prayudi kembali berkumpul bersama untuk memperdengarkan rekaman suara mengenai rapat yang dilakukan oleh musuh.


“Kerja bagus Andi. Tidak buruk juga mempekerjakan orang asing untuk hal ini. Teknologi mereka sudah lebih maju. Ini sangat membantu kita dalam melakukan pengintaian kepada musuh.” Puji Haryanto kepada cucunya.


“Ah itu tidak masalah Kakek. Aku hanya melakukan apa yang seharusnya aku lakukan.” Jelas Andi.


“Tetapi aku cukup heran, kenapa bos dari orang-orang itu memakai identitas sebagai Sang Penerus. Apakah Kakek mengetahui hal itu?” Tanya Andi.


Dalam rekaman tersebut, dengan jelas Andi mendengar yang lainnya memanggil seseorang yang merupakan Bos mereka dengan panggilan sebagai Sang Penerus. Ia tidak tahu kenapa mereka mengatakan seperti itu.


Bukankah Sang Penerus adalah istilah yang keluarganya pakai untuk mereka yang mendapatkan sistem warisan leluhur mereka? Apakah musuh itu adalah salah satu anggota keluarga Prayudi dan bukannya musuh? Andi bingung mengenai hal ini.


Lalu, dari suaranya, Andi sulit menebak jenis kelamin dari Sang Penerus. Suaranya seperti suara robot. Sepertinya ia memakai alat pengganti suara.


Sebelumnya Andi berpikir dirinya akan bisa mengenali bos mereka dari rekaman suara ini. Tetapi ternyata tidak. Ia tahu bahwa yang menjadi bos mereka ini adalah perempuan, tetapi siapa dia sebenarnya masih menjadi misteri untuk Andi.


“Ada kemungkinan mereka memakai identitas itu untuk menipu anak buah dari Sang Penerus sebelumnya. Dari penyelidikanku, mereka sudah memanfaatkan keluarga Sasongko dan keluarga Sanjoyo selama beberapa bulan ini.” Jelas Burhan.


Penjelasan Burhan tersebut langsung menghilangkan semua kecurigaan yang ada dalam pikran Andi. Jika begitu, ia hanyalah Sang Penerus palsu yang menggunakan identitas itu untuk menipu. Dia bukanlah seseorang yang di dalam dirinya mengalir darah seorang Prayudi.


“Sekarang, kita bisa melakukan persiapan untuk menghadapi mereka. Setelah kita tahu apa rencana mereka, kita bisa memikirkan cara agar bisa menangkal serangan yang sudah mereka rencanakan. Kita bahkan bisa menggunkan serangan balik menggunakan rencana yang mereka susun.” Ucap Bagas.


“Kalau begitu, aku akan memperkuat spekulasi yang mereka buat. Aku akan muncul beberapa kali di kantor Naranga Group. Lalu, beberapa di antara kalian haruslah hadir di pesta itu dengan identitas asli kalian. Bukan lagi menggunakan samara.” Jelas Burhan.


“Itu benar. Aripto, Bagas, Bagus dan Andi akan menggunakan identitas asli mereka. Di antara yang lainnya, kalian berempatlah yang memiliki kemampuan bertarung lebih tinggi. Dengan begitu, nantinya kalian bisa melindungi diri kalian jika ada serangan.” Usul Haryanto.


“Lalu yang lainnya akan menggunakan samara untuk memasuki pesta tersebut. Lalu, rencana kita yang lainnya akan menyesuaikan dengan rencana yang sudah musuh buat.” Imbuhnya.

__ADS_1


Tidak ada yang menolak usulan dari Haryanto itu. Mereka hanya tinggal menunggu pesta itu dilakukan.


__ADS_2