
Kini Andi sedang berada di kereta untuk menuju ke kota Surabaya. Ia sendirian kali ini. Adik-adiknya tidak ada yang bisa menemaninya. Jadi Andi pergi sendirian ke Surabaya. Hari ini Andi berencana untuk berbelanja baju untuk dirinya dan adik-adiknya. Sudah saatnya ia membeli baju baru untuk mereka. Ia juga perlu membelikan beberapa barang untuk kedua orangtuanya.
Selama dua hari ini, pesanan dessert box cukup banyak. Untung Andi sudah merekrut seseorang yang biasa membantu ibunya untuk menjadi pegawainya. Ia sudah melatihnya untuk membuat dessert box sesuai dengan standar yang ia tetapkan. Ketika dessert box buatan pegawai barunya sudah sesuai standar Andi bisa bernafas lega.
Sekarang dirinya sudah lebih bisa bersantai. Semuanya sudah ada yang mengurus. Andi sekarang memang belum seratus persen melepas bisnisnya begitu saja. Ia masih mengawasinya. Namun dengan adanya pegawai, ia bisa menyempatkan waktu untuk dirinya sendiri.
Seperti sekarang ini. Jika Andi masih mengurusi semuanya sendirian, maka hari ini Andi tidak akan bisa pergi ke Surabaya untuk membeli keperluannya. Hari ini saja ada pesanan lima puluh porsi dessert box. Jadi jika Andi tidak memiliki pegawai, sudah pasti dirinya akan sibuk di dapur menyiapkan semuanya. Ia tidak akan bisa duduk santai di kursi kereta seperti sekarang ini.
Perjalanan dari kota Andi ke Surabaya hanya memerlukan waktu sekitar satu jam menaiki kereta. Kini kereta yang ia tumpangi sudah sampai di stasiun tujuannya. Setelah turun dari kereta, Andi langsung memesan ojek online. Ia tidak paham betul rute-rute angkutan kota yang ada di sini. Jadi lebih baik ia memesan ojek online yang bisa membawanya langsung ke mall tujuannya.
Ojek online yang dipesannya tidak bisa langsung menjemputnya di area stasiun. Jadi Andi masih perlu berjalan beberapa puluh meter dari area stasiun, menuju area penjemputan ojek online. Lima menit kemudian ojek online pesanannya tiba. Langsung saja ojek tersebut membawa Andi ke mall tujuannya.
Sebelum berangkat, Andi sudah membuat beberapa rencana. Ia ingin membeli barang dengan jumlah besar di satu toko. Ia ingin menggunakan voucer cashback dari sistem. Satu-satunya cara untuk memanfaatkan casback itu dengan baik adalah dengan membeli barang di satu toko.
Untung saja di sini Andi bisa berbelanja baju di satu tempat. Ya meskipun baju-baju tersebut bukan berasal dari brand ternama, tetapi Andi bisa memborong bayak baju di sana. Baju untuknya, untuk adik-adiknya dan untuk kedua orangtuanya.
Ketika sampai di mall, Andi langsung melangkahkan kakinya menuju Matahari, sebuah toko yang memberikan banyak pilihan pakaian sehari-hari yang sesuai dengan keinginan Andi. Setidaknya di sana Andi bisa menemukan pakaian untuk semua anggota keluarganya.
Setelah memasuki Matahari, Andi langsung mencari pakaian untuk kedua orangtuanya. Ia mencarikan Aripto beberapa potong kemeja, kaos dan celana. Ia juga tidak lupa membelikan sebuah jaket dan sepatu untuk ayahnya.
Untuk Anisa, Andi juga membelikan berapa potong blouse, rok dan celana. Ia juga mmebelikan sepatu, sandal dan tas jinjing untuk ibunya. Setidaknya sehari-hari ibunya akan memiliki baju yang lebih baik dari biasanya. Pakaian yang dipilihkan Andi untuk Anisa kebanyakan adalah pakaian semi formal, dengan begitu wanita itu bisa memakai pakaian ini untuk bekerja nantinya.
Untuk kedua adiknya Andi sudah menanyakan pakaian jenis apa yang mereka inginkan. Kebanyakan pakaian yang diinginkan oleh Arfan adalah kaos dan jaket. Jadi Andi membelikan beberapa potong jaket satu lusin kaos dengan berbagai gambar, beberapa potong celana dan juga beberapa pasang sepatu yang sesuai dengan keinginan Arfan.
Untuk Amira, gadis itu mengirimkan beberapa gambar kepada Andi sebagai preferensi gaya berpakaian yang ingin gadis itu coba. Kebanyakan adalah blazer, blouse, celana dan rok. Pada akhirnya Andi mebelikan semua yang diinginkan adik tersayangnya itu. Jumlah pakaian yang ia belikan untuk Amira jauh lebih banyak daripada apa yang ia belikan untuk Arfan. Pasti adik bungsunya itu akan protes jika tahu semua ini.
__ADS_1
Tetapi itu tidak masalah. Andi sudah menyiapkan alasan untuk hal itu. Sepatu-sepatu yang ia belikan untuk Amira bisa Andi katakan bahwa itu adalah milik ibu mereka. Ukuran kaki keduanya membuat Andi bisa mengatakan hal ini.
Dan untuk dirinya sendiri, Andi memilih beberapa potong celana, ia juga membeli dua lusin kaos dengan berbagai warna dan gambar. Andi tidak lupa membeli beberapa pakaian semi formal untuk dirinya. Kedepannya ia membutuhkan pakaian yang seperti itu.
Dengan banyaknya barang yang ia beli membuat Andi beberapa kali berjalan membawa beberapa potong pakaian untuk ia titipkan ke kasir sebelum dirinya kembali mencari pakaian lainnya. Sampai pada akhirnya dua pelayan toko mengikuti Andi untuk membantu pemuda itu membawakan belanjaannya ke kasir.
Ketika mengambil barang, Andi sama sekali tidak melihat harga yang tertera di setiap pakaian. Asalakan pakaian itu memiliki bahan yang bagus, ukurannya pas dan modelnya sesuai selera, Andi akan langsung mengambilnya.
Pada akhirnya Andi yang awalnya mengalokasikan uang dua puluh lima juta untuk berbelanja di Matahari, berbelanja melebihi apa rencanakan. Tetapi setelah semua dipotong dengan diskon dan potongan-potongan lainnya, Andi hanya perlu membayar dua puluh empat juta sembilan ratus lima puluh ribu rupiah dari yang awalnya dua puluh tujuh juta sembilan ratus ribu.
Langsung saja Andi membayar semua itu dan memakai casback dari hadiah misi. Dengan begini, kekayaannya bukannya berkurang malah bertambah banyak. Andi langsung mengecek saldo miliknya setelah membayar belanjaannya.
[Ding]
[Modul Menjadi Kaya]
[Saldo Host : Rp 50.056.840,-]
[Tingkat Konversi : 1 kali nafas \= 11 rupiah]
[Misi : --- ]
[Penyimpanan : - Voucer Cashback 200% (2/3)]
[Kemampuan : - Lidah Manis : Selamanya]
__ADS_1
[Selamat berjuang menghabiskan uang Host]
‘Wow cepat sekali uangku bertambah. Sekarang apa yang harus aku beli supaya bisa menghabiskan uang limapuluh juta ini? Sudah jelas aku tidak bisa memakai voucer untuk barangs yang dijual di toko sistem. Jadi aku harus memikirkan barang apa yang aku beli setelah ini.’ gumam Andi dalam hati.
Tapi sebelum memikirkan hal itu, pandangan Andi tertuju pada pakaian-pakaian yang sudah ia beli ini. Tidak mungkin dirinya membawa tas belanjaan sebanyak itu. Sekarang Andi perlu memikirkan cara untuk mengamankan semua barang belanjaanya ini.
“Mbak, boleh nggak titip belanjaanku di sini dulu? Aku mau belanja ke tempat lain dulu. Jadi aku nggak bisa bawa semua barang ini denganku. Boleh nggak Mbak?” tanya Andi kepada kasir di depannya.
“Oh tentu saja bisa Mas. Kami akan simpankan barang-barang yang sudah Mas beli terlebih dahulu. Atau Masnya maus kamis bantu bawa ini ke mobil Mas?”
Andi menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. “Aku ke sini naik ojek online Mbak. Jadi nggak bawa kendaraan ke sini.”
“Oh jadi begitu. Baiklah Mas, kami akan simpankan barang-barang Mas.”
“Makasih ya Mbak.”
Andi keluar dari Matahari dengan nafas lega. Ia tidak bisa mmebayangkan membawa barang sebanyak itu ketika berbelanja. Untungnya pihak toko bersedia menyimpankan barang belanjaannya. Dengan begini Andi bisa lanjut untuk membeli barang yang nilainya bisa mencapai lima puluh juta rupiah.
Andi duduk di sebuah kursi yang ada di mall. Ia kini tengah menikmati segelas minuman dingin sembari memikirkan barang selanjutnya yang perlu ia beli. Pemuda itu menyapukan panjangannya ke sekitar area food court. Barang kali dengan hal itu ia bisa menemukan inspirasi tentang barang yang akan ia beli selanjutnya.
Pandangan Andi terjatuh pada beberapa orang mahasiswi yang terlihat sibuk mengobrol. Hal itu tiba-tiba menginspirasi Andi. Sebentar lagi dirinya akan berkuliah. Jadi ia membutuhkan laptop baru, mungkin juga ponsel baru. Andi memutuskan tujuannya selanjutnya adalah toko elektronik.
Ketika Andi memandang ke arah mahasiswi-mahasiswi itu, seseorang menangkap basah Andi tengah mencuri lihat kepada mereka. Ia kemudian membisikkan sesuatu kepada teman-temannya dan menujuk-nujuk ke arah Andi.
Dua orang mahasiswi yang duduk membelakanginya menolehkan kepalanya ke arah Andi. Sepertinya Andi pernah melihat mahasiswi berkemeja merah yang baru saja menoleh ke arahnya. Ia tidak ingat pernah bertemu dimana, tetapi sepertinya ia pernah bertemu dengan perempuan itu.
__ADS_1
Para mahasiswi itu terlihat mengobrol sebentar sebelum perempuan berbaju merah itu berdiri dan terlihat akan menghampiri Andi. Tunggu dulu, Andi tidak melakukan kesalahan bukan? Dirinya hanya melihat ke arah mereka tanpa melakukan apapun. Tetapi sekarang dirinya di datangi oleh salah satu dari mereka.
Dan itu adalah perempuan yang ia rasa pernah ia temui. Tunggu, apakah mereka benar-benar pernah bertemu sebelum ini?