
Dibantu dengan mensin pencari pada ponselnya, Andi mencari informasi mengenai perkantoran yang disewakan. Kebanyakan dari gedung perkantoran tersebut menyewakan ruangan mereka dengan pembayaran sewa satu tahun penuh. Dan Andi tidak mampu membayarnya.
Andi bisa saja membayar sewa satu tahun penuh dengan uang yang dimilikinya. Namun, setelahnya Andi tidak akan bisa menjalankan bisnisnya. Setidaknya maksimal uang yang Andi bisa keluarkan untuk menyewa kantor untuk saat ini adalah sepertiga dari uang yang ia miliki saat ini. Itu berarti kurang dari tujuh puluh juta.
Memang Andi bisa menemukan gedung perkantoran yang menyewakan tempatnya dengan harga segitu. Tetapi, ruangan yang Andi dapat dengan biaya sewa sebesar itu hanyalah seluas tiga puluh meter persegi. Itu sangat sempit menurut Andi.
Maka dari itu Andi mencoba mengirim pesan kepada layanan pelanggan dari pihak gedung perkantoran apakah dia bisa membayar hanya tiga bulan dan seterusnya akan membayar sewa secara bulanan. Bagi Andi jika melakukan hal tersebut bisnisnya masih bisa berjalan dengan lancar.
Andi harap dalam tiga bulan bisnisnya akan mulai medapatkan keuntungan. Jadi Andi akan memakai keuntungan tersebut untuk biaya oprasional perusahaannya. Untuk saat ini yang bisa pemuda itu lakukan adalah mengeluarkan uang dari rekening pribadinya.
Ketika Andi tengah mencari informasi lainnya sembari menunggu balasan pesan yang ia kirim sebelumnya, sebuah pesan masuk ke ponsel Andi. Rupanya dari sekian banyak nomor layanan pelanggan yang ia mintai informasi terkait bisa tidaknya ia menyewa bulanan, salah satu dari mereka membalas pesan Andi.
Ternyata pengelola gedung Menara Pekawan mau memberikan keringanan sewa kepada Andi. Mereka meminta Andi untuk datang ke kantor pemasaran untuk membicarakan hal ini lebih lanjut. Dalam pertemuan ini juga mereka akan menunjukkan ruangan perkantoran yang mereka sewakan.
Andi kemudian mengecek jam di layar ponselnya. Ia masih memiliki waktu jika ingin mengunjungi gedung Menara Pekawan. Tanpa pikir panjang, Andi segera membereskan barang miliknya, memesan sebuah taksi online, dan membayar tagihan minumannya. Memang sejak tadi Andi belum beranjak dari tempat duduknya di kafe tempatnya bertemu dengan Ghani.
Untung saja Menara Pekawan tidak jauh dari tempatnya berada. Itu hanya membutuhkan waktu sepuluh menit dengan menggunakan taksi. Setelah sampai di Menara Pekawan, Andi menanyakan satpam di mana lokasi dari kantor pemasaran Menara Pekawan.
Tanpa menunggu lama, Andi langsung menuju ke arah kantor pemasaran Menara Pekawan. Di sana pemuda itu mengatakan maksud dan tujuannya datang kemari kepada seorang resepsionis. Tidak lama setelahnya Andi ditemui oleh seseorang.
“Hallo, selamat siang Pak, saya Sony yang akan membantu Bapak. Kalo boleh tahu dengan Bapak siapa ya?” tanya Sony.
“Andi, panggil aja Andi nggak pake Pak. Saya belum setua itu.”
“Baiklah, Saudara Andi, apa ada yang bisa saya bantu?”
“Jadi begini….”
Andi kemudian menjelaskan maksud dan tujuannya datang kemari. Tentang dirinya ingin menyewa kantor di Menara Pekawan ini. Tentang perusahaannya yang baru akan didirikan yang membuatnya belum memiliki dana yang cukup besar dan meminta keringanan sewa.
“Lalu, berapa banyak karyawan yang Saudara Andi butuhkan? Maksud saya, biar saya bisa mencarikan kantor yang cocok dengan kebutuhan Anda.”
Andi juga belum yakin dengan hal ini. Ia pikir dirinya akan memiliki kurang dari tiga puluh karyawan. Tetapi sepertinya untuk awal karyawannya akan kurang dari itu. Mungkin saat ini dirinya bisa menyewa ruangan untuk tiga puluh karyawan.
Meski mungkin nanti ada kubikel yang kosong itu tidak akan menjadi masalah. Yang terpenting adalah Andi menyiapkan tempat untuk karyawan-karyawannya nanti.
“Mungkin sekitar tiga puluh karyawan.”
“Baiklah.” Sony kemudian menunjukkan floor plan dari beberapa ruangan yang mereka sewakan. Andi juga bertanya-tanya mengenai harga sewa dari ruangan-ruangan tersebut. Pada akhirnya pilihan Andi jatuh pada ruangan dengan luas 150 meter persegi.
Harga sewa dari kantor tersebut adalah dua puluh tujuh juta per bulan. Untung saja Andi bisa menawar kepada Sony agar membolehkannya membayar sewa tiap bulannya. Jadi uang sewa kantor tidak memberatkan Andi yang memiliki modal minim itu.
Andi merasa cocok dengan kantor yang ia pilih tersebut. Kantor yang Andi tersebut sudah dilengkapi dengan perabot. Hal itu membuat Andi lega. Uangnya tidak terlalu banyak, jika dirinya menyewa ruangan kosong sudah pasti uangnya akan habis untuk membeli perabot.
Sony kemudian membawa Andi mengecek kondisi kantor yang ia sewa. Setelahnya ia menandatangani kontrak sewa dengan pihak Menara Pekawan. Andi membaca beberapa kali isi kontrak tersebut. Mencoba mencari kalusul yang mungkin saja adalah klausul jebakan. Setelah memastikan semuanya benar, Andi langsung membayar sewa untuk tiga bulan kedepan saat itu juga.
Setelah semuanya beres, Andi mengirimkan alamat kantor barunya itu kepada Ghani dengan begitu laki-laki itu bisa lebih cepat menyelesaikan proses pendaftaran perusahaannya. Sekarang Andi hanya perlu membeli perangkat komputer untuk kantor barunya itu.
Setidaknya spesifikasi dari perangkat komputer yang diperlukan di kantornya ini tidak terlalu tinggi. Jadi, itu juga akan meringankan dirinya. Mungkin nanti jika ia memiliki uang lebih ia akan meningkatkan spesifikasi dari perangkat komputer.
Andi kembali mengecek jam melalui ponselnya. Ia masih bisa membeli beberapa perangkat komputer untuk kantornya. Andi memilih membeli perangkat komputer di toko di mana dirinya membeli laptop hari Minggu lalu. Setidaknya dengan begitu Andi bisa sekalian makan malam di salah satu resto yang ada di mall.
__ADS_1
“Selamat datang.” Sapa pelayan toko elektronik tempat Andi membeli laptop.
“Mbak di sini bisa pesen PC nggak? Spesifikasi dari PC-nya nggak terlalu tinggi tapi nggak rendah juga.”
“Oh Mas mau pesen PC ya. Baiklah, mari kemari Mas.” Pelayan toko tersebut membawa Andi duduk di sebuah kursi yang terbuat dari plastik yang ada di toko itu. Tidak lama kemudian, pelayan toko tersebut pergi dan kembali dengan membawa selembar kertas yang lalu di sodorkan kepada Andi.
“Ini spesifikasi dari PC yang kami punya Mas. Mas bisa pilih dari situ. Kalo Mas mau custom, juga bisa. Mas tinggal bilang entar saya catat mau minta spesifikasi yang seperti apa.” Jelas pelayan toko tersebut.
Andi membaca dengan cermat brosur tersebut. Beberapa hari terakhir ini ia memang sudah mencari tahu mengenai perangkat komputer. Hal itu sangat disyukuri Andi. Setidaknya sekarang ini Andi bisa lebih memahami mengenai perangkat komputer.
Pilihan Andi jatuh pada perangkat komputer dengan harga tujuh juta satu setnya. Itu sudah termasuk monitor, keyboard, PC, dan perangkat penunjang lainnya. Dari spesifikasi yang tertulis di sana, Andi dapat mengetahui bahwa ini adalah perangkat komputer yang cocok untuk kantor barunya. Tidak telalu tinggi juga tidak terlalu rendah.
Pada akhirnya Andi hanya perlu membayar sebesar enam puluh juta delapan ratus ribu rupiah untuk sepuluh set perangkat komputer yang ia beli. Untuk saat ini Andi hanya membutuhkan sepuluh set perangkat komputer. Kedepannya jika ia merekrut karyawan baru, barulah Andi akan membeli perangkat komputer lagi. Andi perlu menggunakan uangnya sebaik mungkin agar perusahaannya bisa beroprasi.
Jika Andi hanya memfokuskan dananya pada satu hal sudah pasti perusahaan Andi tidak akan bisa beroprasi. Bisnis perusahaannya adalah melakukan investasi kepada usaha-usaha kecil. Jika tidak ada saldo, maka uang dari mana yang ia pakai untuk berinvestasi? Belum lagi gaji karyawan dan kebutuhan lainnya.
Jadi Andi harus pintar-pintar membagi uangnya. Sebelumnya Andi merasa dua ratus juta sangatlah banyak. Tetapi sekarang uang segitu terlihat sangat sedikit. Setengah hari ini saja ia sudah menghabisakan lebih dari sepertiga uangnya.
“Panel status.”
[Ding]
[Modul Menjadi Kaya]
[Level 6 (174155200/500000000)]
[Saldo Host : Rp 114.328.600,-]
[Tingkat Konversi : 1 kali nafas \= 16 rupiah]
[Misi : - Selesaikan pendaftaran perusahaan milik host ]
[Penyimpanan : - Kekuatan +5, Stamina +5]
Pengalaman seorang pembalap : Tingkat 1
Pengalaman Juru Masak : Tingkat 1]
[Selamat berjuang menghabiskan uang Host]
[Ding]
[Target pengeluaran bulanan terlah tercapai]
[Hadiah : Kotak Misteri]
[Host tunggu pergantian bulan untuk mendapatkan target baru]
__ADS_1
[Ding]
[Host selesaikan semua target yang diberikan agar tidak mendapatkan hukuman]
Andi menarik nafas lega. Dirinya sudah mencapai target pengeluaran bulanan dari sistem. Dengan begini, dirinya tidak lagi khawatir dengan hukuman dari sistem. Meskipun itu adalah tujuh hari tidak dapat menggunakan sistem, namun itu hukuman yang cukup berat di level Andi yang sekarang.
Dalam satu minggu tidak dapat menggunakan sistem berarti Andi akan kehilangan uang sebesar dua juta lima ratus. Itu adalah angka yang cukup besar. Semakin tinggi level dari modul sistem miliknya, semakin berat pula taraf hukumannya.
Besok sudah tanggal 30 berarti, lusa toko sistem berserta target baru pengeluaran bulanan akan diperbarui oleh sistem. Dengan demikian, Andi bisa membeli pengalaman baru. Andi harap dirinya bisa mencapai target bulan depan yang sudah jelas akan naik itu.
Sekarang saatnya Andi melihat kotak misteri yang ia dapatkan setelah memenuhi target pengeluaran dua ratus lima puluh juta. Andi membuka panel sistem dan kemudian memilih membuka kotak misteri itu.
Kotak itu berwarna perunggu dengan tanda tanya di sekeliling kotak. Ketika Andi membukanya, kotak tersebut berputar cepat. Tidak lama kemudian pemberitahuan dari sistem muncul.
[Ding]
[Selamat Host telah membuka kotak misteri tingkat perunggu]
[Ding]
[Selamat Host telah mendapatkan uang tunai sebesar tiga ratus juta rupiah]
[Host kumpulkan semua kotak misteri dan uangkap misteri dibaliknya]
Tiga ratus juta? Itu adalah angka yang cukup besar. Saldo terbesar di rekening Andi adalah dua ratus juta, dengan tambahan uang ini saldo rekeningnya mencapai rekor baru.
“Panel status”
[Ding]
[Modul Menjadi Kaya]
[Level 6 (174155200/500000000)]
[Saldo Host : Rp 414.328.640,-]
[Tingkat Konversi : 1 kali nafas \= 16 rupiah]
[Misi : - Selesaikan pendaftaran perusahaan milik host ]
[Penyimpanan : - Kekuatan +5, Stamina +5]
Pengalaman seorang pembalap : Tingkat 1
Pengalaman Juru Masak : Tingkat 1]
[Selamat berjuang menghabiskan uang Host]
__ADS_1
“Dengan uang sebanyak itu, aku tidak perlu khawatir mengenai modal perusahaanku. Dengan begini, aku tinggal menunggu pendaftaran perusahaanku selesai. Setelah itu aku baru bisa merekrut karyawan. Aku belum tahu berapa banyak kartu kemampuan karyawan yang aku punya. Setelah mengetahui jumlah kartu yang aku dapat, barulah aku bisa menentukan posisi apa yang pantas mendapatkan kartu kemampuan karyawan tersebut.”