Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS

Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS
Bab 48 Kunjungan Mr. S


__ADS_3

“Hah. Sudah aku duga. Jika ada orang lain yang tahu, sudah pasti sistem akan hilang dariku. Jika begini, apa yang harus aku lakukan?”


[Ding]


[Sistem mendeteksi permasalahan yang dihadapi host]


[Ding]


[Sistem memberikan pilihan kepada Host untuk mengatasi permasalahan ini]


[1. Berikan sebuah obat hinotis kepada teman Host dengan harga Rp 100.000.000,-]


[2. Sistem akan mengirimkan seseorang yang akan menjelaskan sumber uang yang dimiliki Host kepada teman Host dengan harga Rp 150.000.000,-]


[Host buatlah pilihan yang bijak dari semua pilihan yang ada]


“Hah.” Andi menarik nafas panjang. “Akhirnya sistem mau membantuku dengan semua permasalahan ini. Tapi apa itu, kenapa harganya mahal sekali? Seratus juta, seratus lima puluh juta? Mahal sekali.”


Andi tidak menyangka dia harus berkorban sebesar itu untuk mengatasi masalah ini. Sebelumnya dirinya sudah membagi kegunaan uangnya. Tetapi sekarang dengan hal ini uangnya akan semakin berkurang. Belum lagi target dari sistem yang mengharuskannya memiliki saldo sebesar satu milyar dalam bulan ini.


Jika Andi perlu mengeluarkan uang sebanyak itu, sudah pasti ia akan sulit mencapai target yang diberikan oleh sistem.


“Ini akan sangat sulit. Tetapi, jika aku tidak melakukan ini, sudah pasti aku akan kehilangan sistem untuk selamanya.” Andi kembali menarik nafas panjang. “Baiklah mari kita lakukan ini. Lebih baik tidak bisa menggunakan sistem selama enam bulan daripada aku harus kehilangan sistem untuk selamanya.”


[Ding]


[Pembelian sudah berhasil]


[Ding]


[Sistem telah mengirim seseorang untuk menjelaskan sumber uang yang miliki Host keapda teman Host dalam hitungan 60 detik]


[60]


[59]


Andi menghiraukan hitung mundur yang diberikan oleh sistem. Sekarang ia perlu mengecek uang yang dimilikinya saat ini.


“Panel status.”


[Ding]


[Modul Menjadi Kaya]


[Level 6 (399555200/500000000)]


[Saldo Host : Rp 193.482.300,-]


[Tingkat Konversi : 1 kali nafas \= 16 rupiah]


[Misi : - Selesaikan pendaftaran perusahaan milik host ]

__ADS_1


[Target Bulanan : Capai saldo Rp 1.000.000.000,- (193482300/1000000000)]


[Penyimpanan : - Kekuatan +5, Stamina +5]


[Kemampuan : - Lidah Manis : Selamanya


- Pengalaman Pembalap : Tingkat 1


- Pengalaman Juru Masak : Tingkat 1


- Pengalaman Direktur Utama : Tingkat 1


- Pengalaman Pialang Saham : Tingkat 1]


[Selamat berjuang menghabiskan uang Host]


“Uangku semakin menipis saja. Yang tersisa hanyalah seratus sembilan puluh tiga juta lebih. Itu saja juga temasuk uang yang akan menjadi modal perusahaanku. Jadi sudah jelas uang yang bisa aku pergunakan untuk berinvestasi di pasar modal akan semakin menipis.”


Andi mengelah nafas pasrah. Apapun yang akan terjadi di akhir bulan nanti, yang jelas Andi hanya perlu berusaha yang semaksimal mungkin. Entah dia bisa mencapai target atau pun tidak, Andi tidak akan berputus asa.


“Sekarang lebih baik aku keluar dari sini dulu. Sebentar lagi orang kiriman dari sistem akan segera datang kemari.”


Andi kemudian keluar dari kamar mandi. Ia kemudian mencari Brian yang tadi sudah ia tinggalkan di ruang tamu apartemennya. Andi melihat pemuda itu kini tengah duduk di salah satu kursi yang ada di meja makan. Di depannya ada segelas susu yang rupanya baru saja pemuda itu tuangkan.


“Aku mengambil sendiri minumanku. Kamu tidak masalah bukan?” Tanya Brian ketika merasakan kedatangan Andi.


“Tentu saja aku tidak keberatan. Bukankah jika aku di rumahmu kamu membolehkanku mengambil makanan sendiri di dpaur. Jadi, aku tidak berhak melarangmu mengambil makanan di rumahku. Makanan dan minuman itu dibeli untuk dinikmati. Jadi kamu bisa mengambil apa pun makanan yang kamu sukai.” Jawab Andi.


Di layar Andi bisa melihat seorang pria berpakaian serba hitam berdiri di sana. Hitung mundur yang dilakukan oleh sistem telah selesai, jadi sudah jelas ini adalah orang yang dikirimkan oleh sistem untuk membantunya menyelesaikan permasalahan ini. Langsung saja Andi memberikan akses masuk ke lantainya kepada orang tersebut.


“Kamu punya tamu? Siapa dia?” Tanya Brian setelah Andi beranjak dari intercom.


“Ya, dia adalah seseorang yang akan membantuku menjelaskan tentang semua ini. Jadi, kita tunggu hingga orang itu datang sebelum aku menjelaskan semuanya padamu.” Jelas Andi.


“Tidak masalah untukku.”


Lima menit kemudian, bel apartemen Andi kembali berbunyi. Kini orang tersebut sudah berada tepat di depan pintu apartemen Andi. Andi langsung saja membukakan pintu dan mempersilahkan orang itu untuk masuk.


Brian mengernyitkan dahinya melihat kedatangan orang yang menurutnya sangat aneh itu. Dia berpakaian serba hitam. Tidak hanya itu, orang itu juga memakai masker berwarna hitam juga kacamata hitam. Rambutnya ditutupi dengan topi bulat besar berwarna hitam pula. Sangat aneh bukan seseorang bertamu dengan pakaian seperti itu. Tanpa dipersilahkan oleh Andi, orang tersebut duduk di depan Brian. Ia memandang lekat ke arah mata mata Brian.


Diperhatikan seperti itu oleh laki-laki di depannya malah membuat Brian takut. Pemuda itu bahkan sempat membayangkan bahwa di balik kacamata itu tidak ada bola mata yang memandangnya melainkan hanya mata kosong tanpa bola mata. Brian bergidik ngeri membayangkan hal itu.


“Tuan Brian Emanuel Smith.” Sapa laki-laki tersebut dengan suara yang tidak kalah anehnya.


Menurut Brian, suara itu terdengar seperti percampuran antara suara seorang laki-laki dan perempuan. Jika saja orang di depannya tidak memiliki postur tubuh laki-laki, maka sulit bagi Brian untuk menentukan jenis kelamin orang di depannya.


“Ya, Anda siapa ya?” Tanya Brian sembari memicingkan matanya. Ia heran orang di depannya ini mengetahui nama lengkapnya, mungkin ketika di kamar mandi tadi Andi memanggil orang ini untuk datang dan memberitahu nama lengkapnya kepada orang di depannya ini.


“Panggil saja aku Mr. S. Aku adalah orang yang memberikan Andi semua ini. Semua uangnya dan apartemennya ini. Aku lah sumber dari semua itu.” Jawab Mr. S santai.


“Mr. S? Aku tidak pernah mendengar Andi menceritakan mengenal orang dengan nama itu. Lalu, kenapa Anda memberikan semua ini kepada temanku? Aku yakin semua ini tidaklah gratis. Sudah pasti Anda memiliki rencana terselubung dengan memberikan semua ini kepada Andi bukan?”

__ADS_1


Brian melihat sedikit pergerakan terjadi wajah laki-laki di depannya. Ia tahu bahwa laki-laki itu kini tengah tersenyum kepadanya.


“Tentu saja tidak akan ada yang gratis. Semua yang ada di dunia ini ada sebab ada akibat. Katakan lah leluhur Andi sudah melakukan sesuatu yang sangat berjasa bagi negeri ini. Maka dari itu, organisasiku mengirimkanku sebagai perantara, untuk memberikan semua ini kepada Andi sebagai rasa terimakasih atas apa yang leluhurnya sudah lakukan.”


Dari sudut matanya, Brian bisa melihat bahwa saat ini Andi mengerutkan dahinya ketika mendengar ucapan orang di depannya ini. Sepertinya temannya itu juga baru mengetahui hal ini. Tetapi, itu tidak mungkin bukan? Maksud Brian, Andi sudah menerima semua ini, jadi akan sangat mustahil Andi menerima semua ini tanpa mengetahui alasan dibalik pemberian tersebut bukan?


Andi sangat sulit menerima pemberian orang lain tanpa mendengar alasan jelas di balik pemeberian tersebut. Jadi akan sangat aneh jika Andi tidak mengetahuinya. Brian tiba-tiba saja menjadi ragu untuk memprcayai perkataan orang di depannya ini.


“Meski begitu, aku tidak akan memberikan semua ini secara cuma-cuma. Andi masih perlu memperjuangkan semua ini sendirian. Organisasiku masih akan memberikan beberapa hal untuk Andi kerjakan. Jika kinerjanya bagus, tentu saja dia akan mendapat imbalan. Tetapi, jika kinerjanya buruk sudah pasti hukuman akan menantinya.” Imbuh laki-laki itu.


“Jika Tuan Brian Emanuel Smith tidak mempercayainya, Anda bisa menanyakan hal ini kepada saudara Andi. Tanyakan saja apakah selama ini kami memberikan semua itu secara cuma-cuma atau tidak?”


Andi yang sedari tadi diam kini mendapatkan pandangan intens dari dua orang lainnya. Mau tidak mau ia perlu membuka mulutnya kali ini. “Ya. Apa yang dikatakan Mr. S adalah benar. Sebagian yang aku dapat memang adalah pemberian secara cuma-cuma tetapi, sebagian besar pemberian aku dapatkan setelah menjalankan beberapa tugas dari mereka.” Jelas Andi.


Memang seperti itu bukan. Sebagian memang ia dapatkan secara percuma, seperti uang yang ia dapatkan dari bernafas, tetapi sebagian besar ia dapatkan dari menjalankan misi pemberian sistem. Tetapi baru kali ini Andi mengetahui bahwa semua yang ia dapatkan ini berhubungan dengan leluhurnya. Ada hubungan apa antara sistem miliknya ini dengan leluhurnya?


“Aku masih sulit mempercayai semua itu. Meskipun Anda atau siapapun organisasi di balik Anda, ingin membalaskan budi atas jasa leluhur Andi, kenapa harus diam-diam seperti ini. Atau jangan-jangan ini semua hanya rekaan belaka. Maksudku Anda yang mengatakan adanya organisasi itu.”


“Anda bukan orang suruhan dari sepupu ayah Andi bukan?” Tanya Brian penuh dengan kecurigaan. Jika orang ini ada hubungannya dengan Burhan, maka sudah pasti hubungan Andi dengan Aripto akan semakin memburuk. Bukankah itu malah akan memperjelas kedekatan Andi dengan Burhan.


“Maksudmu Burhan Adityo Prayudi? Ini tidak ada hubungannya dengan dia. Memang sebenarnya jika melihat dari garis silsilah keluarga, Burhan atau anak laki-laki pertamanya lah yang lebih berhak menerima semua pemberian ini. Namun laki-laki itu tidak lolos seleksi kami. Jadi, kami memilih Andi sebagai penggantinya.”


“Apa maksudnya?” Kini giliran Andi yang bertanya.


“Untuk saat ini, kamu belum pantas mengetahui semua itu anak muda. Capailah tingkat ke sepuluh jika kamu ingin mengetahui rahasia kecil di balik semua ini.” ucap laki-laki itu cukup misterus.


Laki-laki tersebut kemudian menolehkan pandangannya ke arah Brian. “Tuan Brian Emmanuel Smith, aku minta Anda merahasiakan asal usul semua uang Andi ini. Kedepannya, jika Andi memiliki beberapa properti baru, katakan saja semua itu adalah milikmu dan kamu hanya meminjamkannya kepada Andi.”


“Hey, bagaimana bisa begitu.” Protes Brian.


Tetapi sebelum Brian melanjutkan protesnya, laki-laki itu menjentikkan jarinya, yang kemudian berakhir dengan posisi jarinya tangannya yang seolah menembak, ke arah Brian. Setelah laki-laki itu melakukan hal itu, Brian tiba-tiba saja jatuh pingsan.


Badan pemuda itu tersungkur ke depan ke arah meja makan. Untung saja ketika pemuda itu tersungkur, tubuhnya tidak mengenai gelas berisi susu yang ada di meja. Jika demikian, sudah jelas susu tersebut akan tumpah dan membasahi baju milik Brian.


Melihat hal itu, Andi cukup kaget. Ia bergerak maju mendekat ke arah temannya itu. Andi memastikan temannya itu baik-baik saja. Pemuda itu tidak ingin hanya karena dirinya ingin menjaga rahasia sistem, dirinya malah mencelakai teman baiknya itu. Jika sampai hal itu terjadi, Andi pasti akan menyalahkan dirinya.


“Apa yang kamu lakukan kepada Brian?”


“Kamu tenang saja dia hanya pingsan. Sepuluh menit lagi temanmu ini akan tersadarkan dari pingsannya. Setelah ini kamu tidak perlu khawatir lagi mengenai pertanyaan oran-orang di sekitarmu mengenai asal usul semua yang kamu dapatkan. Temanmu ini akan menutupi semua itu untukmu.”


“Kedepannya, kamu hanya tinggal menyelesaikan misi dan target yang sistem berikan kepadamu. Jadi kamu tidak perlu membuang tenaga dan pikiranmu untuk hal tidak berguna seperti itu.” Setelah berkata demikian, laki-laki itu beranjak pergi dari tempat duduknya. Ia membuka sendiri pintu apartemen Andi dan pergi dari sana.


“Tunggu, jelaskan padaku tentang semua ini. Kenapa aku bisa memiliki sistem ini? Kamu bilang ini ada hubungannya dengan leluhurku. Apakah apa yang kamu katakan itu benar?”


Orang itu tetap berdiri dengan punggungnya menghadap ke arah Andi. “Sudah aku bilang. Jika kamu ingin tahu rahasianya capai tingkat ke sepuluh terlebih dahulu. Sebelum itu, pecuma kamu menanyakan hal ini. Dan ingat, jangan pernah mengatakan keberadaan sistem pada siapapun. Jika tidak, kamu tidak hanya akan kehilangan sistem, tetapi semua yang kamu dapatkan dari sistem juga akan ditarik, hilang dari genggamanmu.”


Setelah berkata demikian, laki-laki yang mengenalkan diri sebagai Mr. S itu menutup pintu apartemen Andi. Melihat hal itu Andi kembali meminta orang itu untuk berhenti dan menjawab pertanyaan yang muncul di pikirannya. Namun laki-laki itu seolah tidak mendengar suara Andi.


Andi melihat bagaimana orang itu menghilang di balik pintu apartemennya. Pemuda itu kemudian berlari, berharap bisa menyusul laki-laki tadi. Namun, ketika Andi membuka pintu apartemennya, pemuda itu tidak menemukan keberadaan laki-laki misterius tadi. Bahkan ketika Andi melihat ke arah lift, pemuda itu tidak melihat tanda-tanda seseorang menggunakan benda itu. Orang itu seolah menghilang di telan bumi setelah melewati pintu apartemen Andi.


Melihat hal itu, Andi menghembuskan nafas panjang. Sepertinya ia tidak akan bisa mendapatkan jawaban atas pertanyaannya tadi. Yang bisa Andi lakukan hanyalah mengikuti saran Mr. S jika dirinya ingin mengetahui rahasia dibalik semua ini. Mencapai level sepuluh. Jalannya masih panjang untuk mengetahui rahasia dibalik semua ini.

__ADS_1


__ADS_2