
Jangan lupa Vote, Like, Komen dan tambahkan favorit
[00:08:25]
Delapan menit lagi bahaya itu menimpa orang terdekat Andi. Hal ini membuat dirinya semakin cemas. Tiba-tiba saja panggilan yang Andi lakukan terhubung. Saat ini Amira lah yang mengangkat panggilan darinya.
“Amira kamu sekarang ada di mana?”
“Hallo Kak. Aku sekarang sedang ada di rumah baru yang dibeli Ayah. Kenapa Kakak menelfon malam-malam begini?” Tanya Amira dengan suara sedikit parau. Sepertinya Amira baru bangun dari tidurnya sebelum mengangkat panggilan dari Andi.
“Sekarang nggak ada banyak waktu. Sekarang, kamu bangunin Arfan. Lalu, kalian berdua pergi ke kamar Ayah dan Ibu. Kalian harus tetap berada di sana sampai pagi nanti.” Ucap Andi cukup cepat.
“Memangnya kenapa?” Amira cukup heran dengan permintaan kakaknya ini. Tiba-tiba menelfon malam-malam begini lalu membuat sebuah permintaan aneh.
“Sudah turuti saja permintaan Kakak.”
Andi kemudian memperhatikan dengan sekasama hitung mundur yang dilakukan oleh sistem. Sebelum sistem mengatakan misinya berhasil, Andi tidak akan bisa tenang.
[00:00:01]
[Ding]
[Misi selamatkan orang terdekat telah selesai]
[Host gagal dalam menjalankan misi]
[Host berusahalah sebaik mungkin untuk selesaikan misi-misi yang diberikan oleh sistem]
“Apa gagal?” Teriak Andi.
Brian yang mendengar teriakan Andi itu mendekat ke arah temannya. Ia ingin mengetahui apa yang sedang terjadi. “Apanya yang gagal Bro?”
Andi tidak menjawab pertanyaan dari Brian. Ia kembali menghubungi Amira. Andi ingin mengecek keadaan keluarganya sekarang. Misinya meyelamatkan orang terdekatnya sudah gagal. Jadi Andi masih khawatir dengan kejadian ini.
“Hallo Kak ada apa lagi.”
“Apa kalian baik-baik saja? Maksudku Kamu, Arfan, Ayah dan Ibu. Apa kalian semua baik-baik saja?” Tanya Andi memastikan.
“Kamu kenapa menelfon kami berkali-kali?”
Kini bukan suara Amira yang Andi dengar. Tetapi suara Aripto. Sepertinya Ayahnya itu mengambil ponsel milik Amira untuk bisa berbicara dengan Andi.
__ADS_1
“Aku tadi mendapatkan firasat buruk Ayah. Firasatku mengatakan bahwa orang terdekatku akan mengalami bahaya. Jadi aku menelfon kalian ingin mengecek keadaan kalian.” Jelas Andi.
“Kami semua baik-baik saja di sini. Kamu tenang saja.”
Andi bernafas lega setelah mendengar bahwa keluarganya baik-baik saja sekarang. Jika mereka baik-baik saja, lalu siapa orang terdekatnya yang sedang dalam bahaya?
*****
Tiga jam sebelumnya di Surabaya.
Dengan menaiki taksi, Rosalinda berangkat menuju ke sebuah kafe. Saat ini dirinya akan bertemu dengan Mentari. Mereka janjian untuk nongkronng bareng sekarang. Temannya itu, berniat menghiburnya setelah seminggu lebih uring-uringan karena masalah Karina.
Memang setelah mendapatkan peringatan dari Andi, Rosalinda langsung saja melabrak Karina dan menanyakan apakah temannya itu memiliki hubungan dengan Hermawan. Tidak disangka, Karina mengakui bahwa dia memiliki hubungan dengan Hermawan.
Mantan temannya itu juga mengatakan bahwa dirinya dan Hermawan sudah menjalin hubungan di belakang Rosalinda sudah cukup lama. Lebih dari enam bulan. Mereka sudah berhubungan selama itu tanpa Rosalinda ketahui?
Ketika Rosalinda menanyakan kenapa Karina tetap mau berhubungan dengan Hermawan, padahal dia tahu bahwa Rosalinda tidak menyukai laki-laki itu, jawaban Karina membuat Rosalinda kecewa dan marah.
Karina mengatakan bahwa Hermawan adalah orang yang royal. Dia akan memberikan hadiah barang-barang mahal kepada pasangannya. Jadi Karina mau bersama dengan Hermawan. Tidak hanya itu, Karina juga menyarankan agar Rosalinda mau menerima Hermawan sebagai kekasihnya.
Menurut Karina, menjadi kekasih Hermawan tidak banyak ruginya. Malahan lebih banyak keuntungan yang bisa mereka dapatkan. Karina beberapa kali menekankan hal itu dan meminta Rosalinda bergabung dengannya menjadi pacar Hermawan.
Sejak saat itu, Rosalinda memutuskan untuk tidak lagi berteman dengan Karina. Sekarang saja Karina sudah menghianatinya seperti ini. Jika nanti Rosalinda tetap dekat dengannya, bisa-bisa ia akan masuk dalam jebakan Karina dan Hermawan.
Sayangnya, Mentari memaksanya untuk datang hari ini. Mentari bilang setidaknya Rosalinda butuh udara segar dan tidak mengurung diri di kamar. Mentari juga mengatakan bahwa Rosalinda membutuhkan sedikit refreshing untuk menenangkan diri.
Apa boleh buat Rosalinda memaksakan dirinya untuk datang. Perkataan Mentari ada benarnya. Ia butuh refreshing sekarang. Seminggu ini selain ke kampus, dirinya hanya mengurung diri di kamar kosnya. Rosalinda tidak mau berpapasan dengan Karina di kampus.
Melihat wajah Karina saja membuat emosi Rosalinda naik. Oleh karena itu, sebelum emosi membakarnya dan membuat Rosalinda melakukan sesuatu kepada Karina, ia memilih menghindar.
“Kita sudah sampai Mbak.”
Suara sopir taksi online menyadarkan Rosalinda dari lamunannya. “Terima kasih, Pak.”
Ia pun segera turun dari mobilnya dan memasuki kafe tersebut. Kafe tersebut terlihat sedikit sepi. Mungkin karena sekarang bukan akhir pekan dan sekarang sudah jam setengah sembilan. Cukup wajar menurut Rosalinda jika kafe ini cukup sepi sekarang.
“Maaf Kak, kafe kami sudah penuh. Semua meja di lantai satu sudah ada yang memesannya untuk hari ini.” Seorang pelayan kafe mendatangi Rosalinda dan memberitahukannya mengenai hal ini.
“Eh sudah ada yang pesen? Tapi temen aku bilang dia sudah pesen tempat di sini. Kalo nggak salah dia sudah pesen tempat di sini. Di ruang VIP.”
Mentari bilang ia sudah memesan sebuah ruang VIP di lantai dua kafe ini. Jadi, Rosalinda bisa langsung menuju ke sana jika dirinya sudah datang.
__ADS_1
“Kalau boleh tahu pesannya atas nama siapa ya Kak?”
“Mentari.”
pelayan tersebut mengecek buku kecil di depannya, setelah mendengar perkataan Rosalinda. “Atas nama Mentari di ruang VIP nomer satu Kakak. Mari saya antar.” Ucap pelayan tersebut.
“Nggak perlu Mbak. Aku akan ke atas sendiri. Makasih ya.”
Langsung saja Rosalinda menuju ke lantai dua. Ia melangkahkan kakinya menuju ke ruang VIP nomer satu. Setelah pengetuk pintu ruangan tersebut, Rosalinda tidak mendengar jawaban apapun.
‘Mungkin Mentari belum datang.’ Pikir Rosalinda.
Perempuan itu langsung saja memasuki ruangan tersebut. Di dalam sana memang tidak ada orang sama sekali. Di sana hanya ada sebuah tas yang Rosalinda kenali sebagai tas milik Mentari, juga dua minuman di meja.
Salah satu minuman tersebut adalah minuman di dekat tas Mentari. Sudah pasti itu milik Mentari. Sedangkan minuman lainnya adalah minuman kesukaan Rosalinda. Milk shake strawberry.
“Mungkin Mentari lagi ke kamar mandi.”
Rosalinda sama sekali tidak menaruh kecurigaan dengan hal ini. Dengan santainya, ia duduk di salah satu kursi yang ada di sana. Perempuan itu lalu mengaduk-aduk minuman di depannya. Kebetulan ia haus jadi, ia meminum setengah dari isi gelas tersebut sekaligus.
“Rasanya sedikit beda dari biasanya. Mungkin karena kebanyakan es dan kurang manis aja.”
Ketika meminum milk shake tersebut, memang Rosalinda sedikit merasakan perbedaan rasa pada minumannya. Tetapi, ia menyalahkan perbedaan rasa itu pada kurangnya manisnya rasa dari milk shake yang ia minum. Sebagai penyuka manis, ia sangat sensitif dengan rasa manis dari sebuah minuman.
Sembari menunggu Mentari kembali, Rosalinda memainkan ponselnya. Ia berniat membaca beberapa komentar dari pengikutnya di Ourtube. Biasanya mereka akan memberikannya beberapa saran mengenai makanan apa yang seharusnya ia jadikan konten mukbang.
Beberapa saat setelah memegang ponselnya, Rosalinda merasakan matanya memberat. Cukup sulit baginya mempertahankan kelopak matanya untuk tetap terbuka.
“Kenapa aku jadi ngantuk gini ya? Padahal masih jam segini. Biasanya kan aku tidur jam dua belas malam. Kenapa sekarang ngantuk banget gini?”
Semakin lama, Rosalinda semakin berat untuk mempertahankan kelopak matanya terbuka. Lalu, tiba-tiba saja pandangan Rosalinda tertuju pada gelas milk shake yang baru saja ia minum. Ia teringat bahwa rasa dari milk shake ini berbeda ketika ia minum.
“Sial, minumanku sudah dikasih obat tidur.”
Pemikiran itu langsung saja terlintas di pikiran Rosalinda. Sebelumnya ia tidak mengantuk. Tetapi tidak lama setelah ia meminum milk shake tersebut, dirinya merasa sangat mengantuk. Jika tidak ada obat tidur di dalam minumannya, lalu kenapa dirinya jadi mengantuk seperti sekarang ini?
“Ini adalah sebuah jebakan. Sialan kamu Mentari. Aku kira kamu itu temanku. Tetapi kamu juga sama aja. Serigala berbulu domba.”
Sebelum kesadarannya benar-benar hilang, Rosalinda berniat pergi dari sini. Bisa jadi sekarang Mentari sudah bekerja sama dengan Karina untuk menjebaknya. Dalam pikiran Rosalinda orang yang ingin menjebaknya seperti ini hanyalah Karina.
Rosalinda yakin jika ia kehilangan kesadarannya, maka Karina akan membawanya dan meyodorkan dirinya kepada Hermawan. Rosalinda tidak sudi tubuhnya disentuh oleh laki-laki macam Hermawan yang suka gonta ganti pasangan.
__ADS_1
“Aku harus segera pergi dari sini.”
Rosalinda mengambil tas dan ponselnya. Ketika berdiri, kepalanya sedikit pusing dan terasa berputar-putar. Namun, ia menguatkan dirinya agar bisa pergi dari lubang buaya ini. Ketika Rosalinda baru saja melangkah, pintu ruangan tempatnya berada terbuka.