Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS

Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS
Bab 157 Pembicaraan Andi dan Rosalinda (1)


__ADS_3

Jangan lupa Vote, Like, Komen dan tambahkan favorit


Selamat membaca


Saat ini Andi berada di apartemen miliknya. Sekarang, tempat ini akan ia jadikan tempat kerjanya selama dirinya ada di Surabaya. Bukannya Andi tidak memiliki ruangan di kantor perusahaannya, tetapi, Andi ingin memiliki tempat sendiri untuknya.


Kedepannya, jika dirinya sudah memiliki gedung perkantoran sendiri, maka ia akan menyiapkan kantor tersendiri untuk dirinya. Untuk sekarang, apartemenya ini cukup. Lagi pula tempat ini jarang Andi gunakan untuk bermalam.


Jadi, daripada tempat ini tidak digunakan, lebih baik Andi memakainya.


“Bos, semua tugas yang Anda berikan sudah kami laksanakan. Baik salinan digital maupun salinan fisik dari foto dan video tersebut sudah kami hapuskan.” Lapor Kim kepada Andi.


Andi cukup puas mendengar laporan dari salah satu pengawalnya ini. Kualitas mereka sesuai dengan bayaran yang mereka terima. Tidak sia-sia dirinya menyewa mereka. Ternyata beberapa pengawalnya memiliki talenta masing-masing.


Jika begini, Andi tinggal mengasah kemampuan mereka agar lebih bagus lagi. Sekarang dirinya mulai memiliki anak buah yang kompeten. Kedepanya Andi pasti membutuhkan kemampuan mereka untuk membantunya menyelesaikan masalah yang menimpanya.


“Bagus. Lalu bagaimana dengan tugas lainnya yang aku berikan? Apakah kalian sudah menyelesaikannya?” Tanya Andi.


“Chayan sudah menjemputnya Bos. Dia bilang tiga puluh menit lagi dia akan sampai di sini.” Jelas Kim.


Andi menugaskan anak buahnya untuk membawa Rosalinda ke tempatnya setelah semua foto dan video mengenai perempuan itu berhasil dimusnakan. Sekarang Andi ingin berbicara dengan perempuan itu mengenai rencana Rosalinda ke depannya.


“Baiklah. Aku akan menunggunya di sini.”


Sembari menunggu, Andi membuka laporan perusahaannya yang diberikan oleh Purnomo. Ini adalah laporan perusahaan-perusahaan yang miliki sekarang. Termasuk juga di dalamnya, perusahaan yang ia berikan suntikan dana.


Kemarin, Seno sudah menyelesaikan pendaftaran perusahaan baru miliknya yang bergerak dalam perakitan komputer juga impor perangkat komputer dari luar negeri.


Dalam minggu depan, perusahaannya akan bertambah lagi. Purnomo masih dalam proses berunding untuk melakukan akuisisi perusahaan penyedia jasa persewaan sepeda. Jika itu berhasil, dalam minggu depan misi kepemilikan lima perusahaan baru bisa selesai.


Andi dengan teliti membaca laporan-laporan tersebut. Perusahaan miliknya sekarang sudah mulai mengalami keuntungan. Meski belum begitu besar, tetapi tetap saja itu mulai untung. Masih lama bagi perusahaan Andi mengembalikan modal yang mereka pakai.


“Dari semua perusahaan milikku, aku sudah mulai mendapatkan keuntungan dua ratus dua puluh lima juta di bulan kemarin. Tidak masalah meski hanya segini. Kedepannya pasti akan banyak lagi keuntungan yang aku dapatkan. Seperti kata pepatah, sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit.”


Bagi Andi keuntungan itu memang tidak seberapa jika dibandingkan dengan pendapatannya dari bernafas. Tetapi, itu adalah pendapatan pertama yang dihaslikan oleh perusahaannya. Jika dihitung, Andi baru mendirikan perusahaannya awal bulan lalu.


Jadi tidak mungkin bukan dalam satu bulan dia langsung mendapatkan keuntungan milyaran rupiah. Meski hanya sebanyak itu, tetapi ini adalah awalan yang bagus untuk Andi. Jika Andi mengembangkan bisnisnya, kedepannya pasti dirinya bisa mendapatkan keuntungan milyaran dari bisnis miliknya.


“Panel status.”

__ADS_1


[Ding]


[Modul Menjadi Kaya]


[Level 13 (573.796.135.200/1.400.000.000.000)]


[Saldo Host : Rp 249.212.673.158,-]


[Tingkat Konversi : 1 kali nafas \= 34 USD (1 USD \= Rp 14.000,-)]


[Misi : - Buatlah sebuah game. Hitung mundur 69 hari 18 jam



Miliki 5 perushaan baru (4/5). Hitung mundur 15 hari 16 jam]



[Misi Harian : - Habiskan uang Rp 10.000.000,-.


Hadiah : 2 pecahan tiket lucky draw


Hukuman : Pengurangan saldo Rp 100.000.000,-]


[Target Bulanan : - Capai pengeluaran Rp 1.000.000.000.000,- (619.080.000.000/1.000.000.000.000)


Hadiah : 1 tiket lucky draw


Hukuman : Host tidak akan mendapatkan pemasukan dari bernafas selama 2 tahun]


[Tiket Lucy Draw : 0 Tiket 77 Pecahan]


[Penyimpanan : - ]


[Selamat berjuang menghabiskan uang Host]


Sebelum ini, Andi mengirimkan dana enam ratus milyar rupiah ke rekening beberapa perusahaan miliknya. Hal itu membuat level sistemnya mengalami kenaikan. Sekarang ini dirinya bisa mendapatkan konversi tiga puluh empat USD dalam sekali nafas.


Jika dirupiahkan, dalam satu jam Andi bisa mendapatkan empat ratus lima puluh enam juta lebih. Itu berarti, sekarang ini dalam sehari Andi bisa mendapatkan sepuluh koma sembilan enam milyar lebih.

__ADS_1


Andi kemudian mencoba menghitung uang tersebut. Dengan uang yang ia dapatkan dari bernafas, juga uang yang ia miliki sekarang, pada akhir bulan nanti, Andi masih dapat menyelesaikan misi pengeluaran satu triliyun rupiah itu.


Jika begini, Andis bisa bernafas tenang. Ia tidak terlalu tergopoh-gopoh mencari uang dalam jumlah besar untuk memenuhi target bulanannya. Yang perlu Andi pikirkan hanyalah, apa yang akan ia beli dengan uang tersebut.


Sebelumnya, uang yangia kirimkan pada perusahaan miliknya itu, dipergunakan untuk pengembangan perusahaan yang ada di Indonesia. Kedepannya tiap bulan Andi berencana menyuntikkan dana sedikitnya dua ratus milyar pada perusahaan miliknya yang ada di Indonesia.


Sisa uang miliknya, Andi ingin menggunakan sebagai modalnya untuk memulai membuka bisnis di luar negeri. Mungkin ia bisa mengawalinya dengan membeli beberapa saham perusahaan luar negeri. Jika cukup bagus ia akan membuka bisnisnya di sana.


Sudah cukup lama Andi tidak membeli saham dan menjualnya kembali dalam waktu singkat. Sibuk melakukan bisnisnya mmebuat Andi tidak memiliki waktu untuk melakukannya. Mungkin sekarang dirinya bisa kembali memulai melakukan hal itu.


Jika dulu Andi melakukan hal itu di Bursa Efek Indonesia, sekarang saatnya dia pindah pasar saham luar negeri. Bukankah sekarang dirinya sudah memiliki konversi nafas dalam USD. Jadi, sudah saatnya pula Andi memanfaatkannya untuk bermain saham dengan mata uang dolar yang nominalnya lebih besar.


Langsung saja Andi membuka laman The New York Stock Exchange (NYSE). Meski sudah membuka laman dari NYSE, Andi tidak langsung membeli saham. Ia perlu mengamati keadaan pasar terlebih dahulu.


Meskipun dirinya memiliki kemampuan seorang pialang, tetapi itu hanya tingkat satu. Andi perlu memahami kembali pasar saham di Amerika Serikat itu. Jika melihat perkembangan Toko Sistem, Andi baru bisa membeli tingkatan selanjutnya dari kemampuan seorang pialang pada pertengahan bulan ini.


Oleh karena itu, sembari menunggu tingkatan selanjutnya dari kemampuan seorang pialang, dijual di toko sistem, Andi ingin mempelajari keadaan pasar. Jika ingin mencoba membeli saham pun, Andi akan mencari yang aman dengan membeli saham dari perusahaan-perusahaan besar.


Sayangnya, perbedaan waktu membuat Andi tidak bisa melakukan transaksi sekarang. Apalagi sekarang hari libur dari bursa. Jika Andi ingin melakukan transaksi di NYSE, maka dirinya perlu membuka laman NYSE pada pukul setengah delapan malam hingga pukul dua pagi waktu Indonesia.


“Sepertinya aku hanya bisa melakukan transaksi di NYSE hanya pada malam hari saja.” Gumam Andi dalam hati.


“Bos, mereka sudah datang. Mereka masih ada di bawah.” Suara Kim membuyarkan lamunan Andi.


“Oh, mereka sudah datang rupanya. Suruh mereka kemari langsung.”


Tidak lama kemudian, pintu apartemen Andi terbuka. Dari balik pintu itu, Andi bisa melihat Chayan yang datang bersama dengan Rosalinda. Perempuan itu terlihat sangat berbeda dari terakhir kali mereka bertemu.


Rosalinda sekarang terlihat sangat lelah. Mata perempuan itu juga terlihat sembab, mungkin dia selesai menangis belum lama ini. Tidak hanya itu, matanya juga tidak memancarkan aura kehidupan. Ia terlihat seperti lebih tua beberapa tahun. Perempuan itu tidak lagi seceria dulu.


Andi langsung mempersilahkan Rosalinda untuk duduk. Ia juga menyuguhkan minuman untuk perempuan itu. Setelahnya, mereka hening. Tidak ada yang membuka suara sekarang ini. Andi sendiri tidak tahu harus mengatakan apa sekarang.


“Aku minta maaf Mbak Ros, karena nggak bisa menyelamatkan Mbak.” Ucap Andi pada akhirnya.


Mendengar ucapan Andi, tangis Rosalinda pecah. Setelah menjalani lima hari kehidupan seperti di neraka, akhirnya Rosalinda bisa bebas. Lima hari seakan sangat lama bagi Rosalinda. Ia bahkan berniat mengkahiri hidupnya setelah mendengar Karina yang akan menjualnya kepada pria hidung belang.


Tetapi ketika dirinya akan melakukan itu, seorang laki-laki asing tiba-tiba mendatanginya. Ia tiba-tiba mengatakan bahwa foto dan video kejadian malam itu sudah dihapus. Sekarang baik Hermawan atau pun Karina tidak memiliki salinan foto dan video, baik digital maupun fisik.


Awalnya Rosalinda tidak mempercayai ucapan laki-laki tersebut. Apalagi laki-laki asing tersebut bukan orang lokal. Jadi Rosalinda sedikit curiga dengannya. Tetapi laki-laki itu mangatakan itu semua perintah bosnya.

__ADS_1


Rosalinda baru mempercayai ucapan laki-laki tersebut setelah mendengar siapa nama dari bosnya. Maka dari itu Rosalinda mau mengikuti laki-laki asing tersebut. Jadi, Rosalinda pasrah jika laki-laki tersebut membohonginya. Toh dirinya sudah tidak memilik tujuan hidup lagi.


Rosalinda cukup lega setelah melihat bahwa laki-laki tersebut membawanya ke apartemen Andi. Jadi saat itu Rosalinda tahu bahwa yang menolongnya adalah Andi.


__ADS_2