Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS

Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS
Bab 188 Kerjasama Andi dan Dua Keluarga


__ADS_3

Makan siang bersama dengan keluarga Wijoyokusumos dan keluarga Jayantaka dilakukan di sebuah restoran dari Hotel bintang lima. Kedua keluarga itu sudah menyewa sebuah ruangan VIP untuk acara kali ini.


Tanpa memberitahu alasan dari makan siang ini pun, Andi sudah tahu kenapa mereka melakukannya. Kemungkinan besar ini adalah cara mereka berterima kasih kepada Andi setelah ia memperingatkan bahaya yang mengancam anggota keluarga mereka.


Ketika di lobby hotel, Andi sudah berpapasan dengan tiga bersaudara Jayantaka.


“Hey Andi.” Sapa Widya.


“Kita ke atas bersama ya.” Ajak Gayatri.


“Tentu.”


“Jadi bagaimana Wid, proposalnya sudah kamu kirim?” Tanya Andi kepada Widya.


Widya memerlukan waktu singkat dalam mendirikan perusahaannya. Mungkin itu karena Widya menggunakan koneksi yang dimiliki oleh keluarga Jayantaka. Jadi tidak perlu waktu lama untuk perusahaan itu berdiri.


Dua hari yang lalu Andi sudah mendapatkan laporan dari Purnomo mengenai proposal yang masuk dari perusahaan kosmetik milik Widya. Andi meminta Purnomo untuk mengirimkan dana paling cepat akhir minggu besok, dan paling lambat pertengahan bulan depan.


Itu karena dana yang akan disuntikkan cukup besar. Lebih dari dua ratus milyar. Tentu saja itu tidak bisa begitu saja disetujui dalam waktu cepat bukan?


“Aku sudah mengirimkannya. Kemarin aku sudah melakukan presentasi. Tetapi, mereka meminta aku mendaftarkan surat ijin dari BPOM untuk produkku. Setelah itu baru mereka bisa memutuskan apakah akan berinvestasi atau tidak.”


“Mereka bilang, jika bos mereka memberi lampu hijau, setidaknya dana yang akan mereka berikan melebihi seratus milyar. Aku yakin segitu akan cukup untuk memulai produksi. Terima kasih Andi sudah mengenalkanku kepada perusahaan investasi itu.”


“Jangan berterima kasih dulu. Dana dari mereka belum cair. Jika sudah cair, barulah kamu bisa berterima kasih padaku.” Jawab Andi.


“Andi apakah benar perusahaan investasi itu mau mendanai bisnis apa saja?” Tanya Satrio yang sedari tadi mendengarkan.


Widya pernah menceritakan padanya mengenai hal ini. Jika memang perusahaan itu mau memberikan modal untuk bisnis apapun, maka Satrio juga ingin mencoba memulai bisnis miliknya sendiri.


“Tentu, saja. Asalkan itu bukan bisnis obat-obatan terlarang dan minuman keras, pasti mereka akan memberimu modal. Besarnya dana tergantung seberapa besar keuntungan yang Kamu berikan untuk mereka.”

__ADS_1


“Jika memang Kamu pengen nyoba, kirim aja entar aku bilang sama orang dalam biar proposalmu cepet diporsesnya. Mbak Gayatri juga boleh ngajuin proposal ke sana.” Jelas Andi.


Mendengar ucapan Andi, Gayatri memandang pemuda itu dengan tatapan penuh arti. “Perusahaan keluargaku sedang membangun mall baru. Apakah mereka perusahaan itu mau memberikan dana untuk membantu pembangunan itu?” Tanya Gayatri.


Serangan yang dilakukan oleh keluarga Sasongko dan keluarga Sanjoyo sedikit banyak membuat keuangan perusahaan mereka terganggu. Hal itu membuat beberapa projek keluarga mereka harus ditunda karena dananya dipergunakan untuk yang lainnya.


Memang keluarga Jayantaka kaya, tetapi uang pribadi perlu dibedakan dengan uang perusahaan. Jika nanti sangat terpaksa, barulah keluarga Jayantaka memakai uang pribadi mereka. Untuk sekarang, melakukan kerja sama seperti ini lebih baik.


“Tentu saja bisa. Tetapi aku tidak tahu berapa nominal yang bisa mereka berikan. Mbak Gayatri langsung saja menghubungi mereka.”


Keempat orang tersebut menghentikan percakapan mereka ketika lift yang mereka naiki sampai di lantai tujuan mereka. Di dalam ruangan VIP tersebut sudah ada Rama, Arya dan seorangs laki-laki tua yang Andi tidak tahu siapa dia. Mungkin itu adalah tetua dia keluarga Arya, melihat bahwa laki-laki tua itu duduk bersebelahan dengan Arya.


“Kalian sudah datang duduklah.” Ucap Rama.


“Andi kenalkan ini Kakekku, Kakek Dirga. Kakek ini Andi, temanku.” Ucap Arya.


“Andi sebenarnya kami mengundangmu kemari karena kami ingin mengucapkan terima kasih padamu. Berkat Kamu kedua cucuku bisa selamat dari maut. Sebelum ini kami masih berhutang budi padamu setelah kamu menyelamatkan Satrio. Sekarang keluargaku kembali berhutang budi padamu.” Ucap Rama.


“Eh memangnya Andi menolong apa lagi Kakek?” Tanya Widya yang merasa heran dengan ucapan Kakeknya. Andi sudah menolongnya dari bahaya? Tetapi bahaya apa? Widya sama sekali tidak merasa Andi sudah menolongnya.


“Mobil yang kalian pakai Sabtu lalu sudah di rusak remnya oleh seseorang. Jika Andi tidak melarang kalian memakai mobil tersebut, sudah pasti kalian akan mengalami kecelakaan. Dia juga sudah memperingatkan kalian untuk tidak menaiki mobil tersebut bukan?” Jelas Rama.


Tidak hanya Widya saja yang merasa kaget dengan perkataan Rama. Satrio dan Arya juga mengalami hal yang sama. Seketika itu juga keringat dingin mengalir di punggung mereka. Jika mereka tidak menuruti perkataan Andi, yang mereka pikir cukup aneh, pada malam itu, sudah pasti mereka bertiga tidak ada di sini sekarang.


Paling ringan mereka terbaring di rumah sakit. Paling parah mereka pasti hanya meninggalkan nama saja. Membayangkannya saja cukup mengerikkan bagi mereka bertiga.


“Jadi Andi, apa yang kamu inginkan?” Tanya Dirga.


“Ehm sebenarnya aku ada satu permintaan kepada kalian. Masalah ini cukup menggangguku dan untukku cukup sulit melaksanakan hal ini. Tetapi, aku tidak tahu apakah kalian bisa membantuku dalam hal ini atau tidak.” Jawab Andi pada akhirnya.


Andi berencana meminta bantuan kedua keluarga ini untuk melaporkan Hermawan. Jelas jika dua keluarga ini bekerja sama, ada kemungkinan Hermawan akan masuk ke penjara. Tetapi Andi tidak sepenuhnya yakin kedua keluarga ini bisa membantunya.

__ADS_1


Jika mereka menyentuh Hermawan, sudah pasti keluarga Sanjoyo tidak akan tinggal diam. Mereka pasti akan membalaskan hal itu dengan menyerang keluarga Wijoyokusumo dan keluarga Jayantaka. Resikonya cukup tinggi untuk memenuhi permintaannya ini.


“Katakan saja apa yang kamu inginkan. Biarkan kami sendiri yang menilai apakah kami bisa atau tidak membantumu dalam masalah itu.” Jelas Rama.


“Ini menyangkut salah satu anggota keluarga Sanjoyo. Jika kalian membantuku dalam hal ini, sudah pasti hubungan kalian dengan keluarga Sanjoyo akan memburuk. Aku ingin menjebloskan salah satu anggota keluarga Sanjoyo.”


“Dia adalah Hermawan. Dia sudah memperkosa salah satu temanku. Aku memiliki beberapa bukti mengenai hal itu. Meski bukti-bukti yang aku punya tidak terlalu banyak, tetapi itu cukup kuat untuk membuat dia masuk ke penjara.”


“Karena aku takut dia bisa lolos begitu saja dari jeratan hukum, aku membutuhkan bantuan kalian untuk mengawal kasus ini agar keluarga Sanjoyo tidak ikut campur tangan dalam proses hukum yang Hermawan jalankan.”


“Apakah kalian mau membantuku dalam hal ini?” Jelas Andi.


Mendengar penjelasan Andi, Rama dan Dirga saling bertukar pandangan. Keduanya seolah tahu apa maksud dari masing-masing. Ini adalah salah satu cara yang bisa mereka pakai untuk melakukan pembalasan.


Selama seminggu ini mereka sudah melakukan banyak pembersihan di perusahaan mereka. Banyak mata-mata yang sudah mereka singkirkan. Sekarang mereka siap melakukan serangan balik. Menjebloskan Hermawan ke penjara adalah salah satu caranya.


Dengan Hermawan dilaporkan ke polisi, maka keluarga Sanjoyo akan sibuk membantu dia untuk bisa terbebas. Kesempatan itu bisa mereka pakai untuk menyerang keluarga Sanjoyo. Fokus yang terbagi sudah pasti akan membuat keluarga Sanjoyo kewalahan.


Itu akan mempermudah keluarga Wijoyokusumo dan keluarga Jayantaka menumbangkan keluarga Sanjoyo. Setelah keluarga itu tumbang, target mereka akan berganti ke keluarga Sasongko.


“Tentu saja kami akan membantumu. Kamu jangan mengkhawatirkan mengenai hubungan keluarga kami dengan keluarga Sanjoyo ke depannya. Hubungan kami tidak sebaik itu dengan mereka. Jadi tidak ada masalah bagi kami untuk membantumu.”


“Sebenarnya kami mencurigai keluarga Sasongko dan keluarga Sanjoyo yang menjadi dalang pengerusakan rem mobil milik Satrio dan Arya. Jadi, ini akan menjadi balas dendam kami juga.” Ucap Rama.


“Kamu tinggal memberikan salinan dari bukti-bukti yang Kamu punya. Untuk selanjutnya, biar kami sendiri yang mengurusnya. Kamu hanya tinggal menunggu hasil saja.” Jelas Dirga.


Mendengar hal itu Andi cukup senang. Ia kira akan butuh waktu lama untuk dirinya membereskan masalah Hermawan. Tetapi itu tidak membutuhkan waktu lama. Dengan begini, Andi akan segera bisa memenuhi janjinya kepada Rosalinda untuk membereskan masalah Hermawan dan Karina.


“Kalau begitu terima kasih sudah mau membantuku.” Ucap Andi.


“Tidak perlu berterima kasih seperti itu. Lagi pula kamu juga memanfaatkan masalah ini untuk melakukan serangan balasan kepada keluarga Sanjoyo. Jadi bantuan dari kami kali ini tidak terhitung balas budi kami atas pertolonganmu.” Jelas Dirga.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, Rama meminta pelayan untuk menyajikan makanan. Sepulang dari makan siang bersama itu, Andi langsung pulang ke rumah orang tuanya. Minggu depan Andi berencana akan pergi ke luar negeri untuk waktu lama. Jadi ia perlu menghabiskan waktu lebih banyak dengan keluarganya.


__ADS_2