
“Aku akui Kau memang jago dalam bertarung. Jika bertarung lagi denganmu, jelas aku akan kalah telak. Tetapi ini sangat berbeda dari bela diri. Jadi, jangan terlalu percaya diri Kau bisa kembali mengalahkanku.”
“Kalau begitu, mari kita tulis sebuah perjanjian. Aku takut Kau mengingkari ucapanmu jika Kau kalah nanti.”
“Itu tidak akan adil untukku. Hanya aku yang harus melakukan sesuatu jika kalah. Sedangkan Kau tidak melakukan apapun. Kalah menang sama saja untukmu.”
“Oh jadi Kau memintaku untuk melakukan taruhan?” Tanya Andi.
“Tentu saja harus begitu. Jika tidak, itu tidak akan adil namanya.”
“Baiklah. Aku akan memberimu lima juta dollar jika aku kalah darimu.”
Meskipun Andi sangat tidak menyukai taruhan, hal ini cukup berbeda dari taruhan pada umumnya. Andi tahu bahwa setelah menang pun ia tidak akan mendapatkan uang dari Andres. Uang miliknya pun juga tidak akan masuk ke kantong Andres. Jadi, ia bisa mengecualikan hal ini.
“Lima juta dollar? Apa Kau yakin akan bertaruh dengan uang sebanyak itu?” Tanya Andres memastikan.
Meski kekayaan keluarganya lebih dari itu, tetapi menurut Andres cukup berlebihan jika Andi bertaruh dengan uang sebanyak itu hanya untuk bisa menghubungi Ayahnya. Apa yang ia keluarkan dengan apa yang ia terima sangat tidak sebanding.
Andres memang pernah bertaruh sebanyak itu dengan yang lain. Tetapi, nilai taruhan dari yang lain juga sama dengan taruhan miliknya. Jadi taruhan itu cukup adil dan tidak ada yang di rugikan. Apakah Andi sekaya itu dan mau menghambur-hamburkan uangnya seperti sekarang?
“Aku yakin. Jadi, ayo cepat tulis perjanjiannya. Kita masih perlu melakukan balapan seelah ini. Ngomong-ngomong, kita akan melakukan balapan di arena balap bukan? Jika tidak, aku tidak mau mengikuti tantangamu ini.”
Bagaimanapun juga, Andi masih sayang nyawanya. Kecelakaan yang menimpa Satrio waktu itu memberinya pelajaran berharga. Jadi, Andi tidak mau melakukan balapan liar seperti yang dilakukan Satrio.
Jika memang dirinya harus melakukan balapan, itu harus dilakukan di arena balap. Setidaknya arena balap biasanya memiliki tim medis yang siap sedia membantu menolong. Tidak hanya itu, keamanan di arena balap lebih bagus daripada balapan liar.
“Tenang saja. Kita akan melakukannya di arena balap. Biaya sewa tempatnya adalah sepuluh ribu dolar untuk satu setengah jam. Kita akan patungan untuk membayar arena balapnya.”
“Tidak masalah untukku. Apakah Kau bisa meminjamkan mobil untukku? Aku tidak punya mobil yang bisa aku pakai untuk balapan.”
“Aku akan menyiapkannya.”
Setelah itu, keduanya lalu menulis di atas kertas mengenai apa yang menjadi bahan taruhan mereka. Setelah masing-masing memegang salinan, Andres mengajak Andi menuju ke arena balap.
__ADS_1
Andi mengikuti mobil yang kendarai Andes menuju ke arena balap. Saat ini ia langsung menaiki mobil yang akan ia gunakan nantinya. Dari mansion keluarga Andres menuju ke arena balap, mereka membutuhkan waktu satu jam.
Suasana arena balap itu cukup ramai ketika mereka sampai. Andi langsung menghampiri Andres setelah turun dari mobil.
“Apakah Kau yakin ini adalah arena balap? Ini lebih mirip taman bermain menurutku. Apakah Kau tidak melihat banyaknya anak kecil yang berada di sini. Jika kita balapan di sini dan tiba-tiba ada anak kecil lewat, sudah pasti itu akan sangat berbahaya.”
“Aku masih sayang nyawaku Andres. Jadi, jika tempatnya seperti ini, aku tidak akan ikut balapan. Tidak masalah bagiku kehilangan lima juta dollar, asalkan nyawaku bisa selamat.” Jelas Andi.
“Siapa bilang ini tempatnya? Ini hanyalah tempat parkir dari arena balap yang akan kita kunjungi. Tempat balap ada di balik pagar tembok itu.”
Andi bernafas lega setelah mendengar penjelasan Andres. “Aku kira itu di sini.”
“Sekarang ikut aku. Kita perlu mendaftarkan diri dulu. Di hari Minggu seperti ini, arena balap ini banyak yang memakai. Jadi, kita harus mendaftar untuk mengetahui antrian ke berapa balapan kita akan dilaksanakan.” Jelas Andres.
Setelah melakukan pendaftaran dan membayar uang sewa, mereka baru bisa tahu bahwa balapan mereka akan dilakukan satu jam lagi. Ini berarti masih ada dua balapan lagi sebelum balapan mereka di mulai.
Sementara menunggu giliran mereka, Andi mengamati jalannya balapan yang sekarang tengah berlangsung. Itu akan sedikit banyak membantuya dalam menghafal belokan-belokan yang ada.
Di arena balap ini, juga ada sebuah layar besar yang menampilkan mobil para pembalap. Beberapa kamera sudah dipasang di beberapa sudut arena balap. Jadi, para penonton masih bisa menikmati jalannya balapan.
“Andy ayo bersiap. Sebentar lagi giliran kita.” Ucap Andres.
Andi melihat jam yang ada di tangnnya. Sepuluh menit lagi sudah giliran mereka. “Apakah kita langsung balapan atau boleh melakukan pemanasan dulu? Aku ingin menghafal belokan yang ada di sini. Tidak masalah bukan untukmu?” Tanya Andi.
“Aku tidak keberatan. Sebelumnya kita belum menentukan jumlah putaran dari balapan kita bukan? Sekarang saatnya kita menentukan jumlah putaran kita.”
“Memangnya biasanya berapa putaran yang dilakukan dalam balapan?”
“Untuk setengah jam yang diberikan oleh pengelola arena, biasanya balapan dilakukan sebanyak sebelas putaran. Siapa yang paling cepat sampai ia menjadi pemenangnya. Tetapi, karena Kau belum pernah mengikuti balapan, maka kita lakukan lima putaran saja.”
“Tidak masalah untukku. Aku akan melakukan satu kali putaran untuk menghafal belokan. Setelah itu kita mulai balapannya.”
“Itu lebih baik.”
__ADS_1
Ketika melakukan putaran percobaan, Andi hanya memacu mobil yang ia kendarai pada kecepatan seratus kilometer per jam. Itu belum terlalu cepat untuk kelas mobil sport. Andres yang melihat hal itu hanya bisa mendecakkan lidahnya.
“Ck. Ternyata anak itu benar-benar tidak pernah ikut balapan. Aku tebak itu adalah kecepatan tercepat yang berani ia tempuh. Jika begini, sudah pasti aku yang akan menang.”
“Untung saja Andy hanya meminta sekali putaran percobaan. Dengan kecepatannya yang seperti siput itu, jika dia meminta lebih, maka setengah jam waktu kita hanya ia habiskan dengan melakukan putaran percobaaan.” Gumam Andres.
“Apakah Kau sudah siap melakukan balapan sekarang?” Tanya Andres ketika Andi sudah selesai melakukan satu putaran percobaan.
“Tentu. Kita langsung saja melaksanakan hal itu.”
Sedikit banyak Andi sudah paham belokan yang ada di sini. Ia juga memperhitungan kecepatan yang perlu ia pakai untuk melewati setiap belokannya. Nantinya, Andi berencana untuk mengungguli Andres di setiap belokan.
Andi tahu bahwa mobil yang ia pakai memiliki kekuatan lebih rendah daripada mobil yang dipakai Andres. Pada jalur lurus, ia tidak akan bisa mengungguli Andres. Maka dari itu Andi akan memanfaatkan belokan yang ada.
Keduanya pun bersiap di mobil masing-masing. Ketika lampu sudah berubah menjadi hijau, Andres melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Benar seperti tebakan Andi, mobil Andres jauh di depannya.
Tetapi Andi tidak cemas melihat hal itu. Ini masih awal. Unggul di awal belum tentu akan keluar menjadi pemenang. Sekarang, dengan kemampuan pembalap level lima yangia miliki, Andi melajukan mobilnya mengejar mobil Andres.
Ketika melewati belokan, Andres sedikit mengurangi kecepatannya. Tetapi tidak dengan Andi. pemuda itu masih melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sama. Beberapa orang yang menonton balapan cemas ketika melihat Andi melakukan hal itu.
Mereka pikir mobil yang Andi naiki tidak terkendali. Sudah pasti akan terjadi kecelakaan setelah ini. Namun, apa yang mereka cemaskan tidak terjadi. Andi sama sekali tidak mengalami kecelakaan. Pemuda itu masih bisa mengendalikan laju mobilnya.
Sekarang ini, Andi melakukan drift di setiap belokannya. Jadi Andi tidak perlu mengurangi laju mobilnya terlalu banyak. Manufer yang dilakukan oleh Andi ini menarik perhatian banyak penonton. Mereka bersorak sorai ketika Andi berhasil melewati Andres.
Bayaknya belokan di arena balap ini memberikan keuntungan tersendiri bagi Andi. Dalam waktu singkat, jarak antara Andi dan Andres terpaut jauh. Andi sudah melakukan satu putaran sementara Andres baru sampai di tiga per empat putaran.
Jarak mereka pun semakin lama semakin jauh. Hingga pada akhirnya, Andi menyelesaikan lima putaran, sementara Andres baru menyelesaikan putaran keempatnya.
Langsung saja Andres menepikan mobilnya. Tidak ada gunanya baginya menyelesaikan putaran kelima. Sudah jelas yang menang adalah Andi. Ia tidak menyangka selain kemampuan bela diri yang tinggi, Andi memiliki kemampuan balap yang tidak kalah tingginya.
“Brian sialan. Kau sudah menipuku. Itu yang Kau katakan baru bisa menyetir? Lihat saja, jika nanti kita bertemu, aku akan menghajarmu sampai babak belur.” Gumam Andres dalam hati.
Andres menyalahkan semua itu kepada Brian. Ia mengangap Brian sudah membohonginya. Jika Andi yang memiliki kemampuan menyetir seperti itu dianggap sebagai pemula, maka Andres akan dianggap sebagai orang yang baru belajar menyetir.
__ADS_1
Kemampuan milik Andi itu sudah berada di tingkat pembalap profesional. Brian sudah benar-benar membohonginya dalam hal ini. Jika ia tahu Andi memiliki kemampuan menyetir seperti itu, maka ia tidak akan menantangnya balapan. Itu saja saja bunuh diri.