
“Senjata apa yang akan Kamu pilih?” Tanya Burhan kepada Andi.
Saat ini Andi tengah berada di rumah Burhan, lebih tepatnya di ruang bawah tanah yang ada di rumah Burhan. Ruangan ini Burhan khususkan untuk menyimpan koleksi senjata api yang ia miliki. Berbagai senjata sekarang terpajang di sebuah lemari khsusus yang ada di sana.
Andi mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan tersebut menyoba mencari senjata yang cocok untuk ia pakai sebagai bahan percobaan. Kemampuan desainer senjata yang ia miliki, barulah berada di level satu. Jadi, Andi tidak bisa melakukan modifikasi terlalu berat terhadap senjata yang sudah ada.
Tiba-tiba pandangan Andi terfokuskan pada deretan pistol koleksi Burhan. Ketika melihat deretan pistol itu, di pikiran Andi langsung terpampang informasi mengenai berat, kekuatan tembak, serta kecepatan yang dimiliki oleh setiap pistol.
Lalu, Andi mencoba memperhitungakan modifikasi apa yang bisa ia lakukan dengan senjata-senjata itu. Pada akhirnya, Andi memilih Desert Eagle dan Glock Meyer 22. Ia akan meningkatkan daya ledak dari dua senjata itu.
Andi pun mengambil dua senjata itu. Ia lalu mengambilnya dan membawanya menuju salah satu meja yang ada di sana. Dengan gerakan yang cukup cepat, Andi berhasil memisahkan semua komponen senjata api di depannya dan kemudian merakitnya kembali.
“Aku tidak menyangka tanganmu cukup lihai dalam memainkan senjata api.” Ucap Burhan tiba-tiba setelah melihat apa yang Andi lakukan.
“Apakah Om Burhan percaya bahwa ini adalah kali pertama aku memegang senjata api?” Tanya Andi sembari menatap lekat ke arah Burhan yang sekarang tengah melihat ke arah pistol yang baru saja Andi rakit ulang.
“Tentu saja aku percaya. Aku yakin sistem telah memberikanmu kemampuan itu bukan?”
“Ya. Aku mendapatkan ini dari sistem.” Jawab Andi santai.
Di sini hanya mereka berdua tidak ada siapa pun lagi. Jadi, keduanya bisa bebas membicarakan sistem. Yang satu pemilik sistem saat ini, dan satunya pernah memiliki sistem tersebut.
“Om Burhan, apakah aku boleh memakai ruangan bawah tanah milikmu ini? Aku ingin menggunakannnya untuk melakukan beberapa percobaan.” Pinta Andi kepada Burhan.
Memiliki ruang bawah tanah seperti ini sangat menguntungkan ternyata. Hal itu membuat Andi tiba-tiba berpikir untuk membangun kediaman yang memiliki ruang bawah tanah seperti ini. Dengan begitu Andi bisa menyimpan banyak hal di sini.
Andi juga bisa memanfaatkan ruang bawah tanah itu untuk bekerja tanpa mendapatkan ganguan apapun. Berada di ruang bawah tanah memberikan keheningan yang membantu Andi lebih fokus lagi.
“Tidak masalah untukku. Kamu bisa memakainya sesukamu. Ada beberapa ruangan kerja kosong di ruang bawah tanah ini yang bisa kamu pakai.” Jawab Burhan.
Ruang bawah tanah Burhan ini memiliki dua lantai ke bawah. Jadi, jumlah ruangan yang ada di sini cukup banyak. Andi bebas memilih ruangan mana pun yang belum terpakai.
__ADS_1
“Baiklah Om aku akan memilihnya.”
Setelah memilih ruangannya, Andi kemudian mengambil beberapa perangkat miliknya yang akan membantunya dalam mendesain senjata.
Selama dua hari penuh Andi mengurung diri di sini. Ia tidak keluar dari ruangan ini. Di depannya sudah ada lima buah Desert Eagle dan lima buah Glock Meyer 22 yang sudah Andi modifikasi. Ia juga sudah meminta Burhan melakukan uji tembak kepada kesepuluh senjata itu. Hasilnya cukup memuaskan.
“Aku tidak menyangka Sistem memberikanmu kemampuan seperti ini. Ini cukup luar biasa menurutku. Setelah semua ini selesai, Kamu bisa berpikir untuk membuat perusahaan senjata api. Meski sekarang dunia terlihat aman-aman saja, tetapi kenyataannya masih banyak perperangan di luar sana.”
“Jika Kamu memiliki senjata yang cukup ampuh, jelas akan banyak yang ingin memesan senjata darimu. Apalagi jika Kamu membuat senjata tersebut dalam jumlah sedikit. Kelangkaannya akan membuat harganya naik derastis.” Jelas Burhan.
Andi menganggukkan kepalanya setelah mendengar penjelasan Burhan. Ucapan Burhan ada benarnya. Ia bisa memanfaatkan kemampuannya ini untuk mendirikan perusahaan senjaat api memang.
Harga satuan dari senjata api cukup mahal. Jadi itu adalah bisnis yang cukup menguntungkan menurut Andi. Sebagai pebisnis yang baik, tentu saja Andi tidak akan melewatkan hal tersebut. Ia akan memanfaatkan hal ini untuk mencari lebih banyak keuntungan.
Meski dia sudah cukup kaya sekarang, tetapi tidak ada salahnya bukan untuk lebih memperkaya diri lagi?
“Aku juga memiliki pemikiran seperti itu Om. Setelah semua ini berakhir, aku akan mendirikan sebuah perusahaan produsen senjata api.”
Setelah berucap demikian, wajah Burhan tiba-tiba saja berubah menjadi lebih serius. Andi sendiri merasakan bagaimana seriusnya Burhan sekarang.
“Aku sudah mengecek gedung apartemen yang Kamu beritahu kepadaku waktu itu.” Ucap Burhan tiba-tiba.
“Kamu tidak akan percaya dengan apa yang aku temukan di sana.” Imbuh Burhan.
“Memangnya apa yang Om Burhan temukan?” Tanya Andi penasaran.
“Itu memang tempat pertemuan mereka. Di sana aku menemukan banyak sekali topeng berwarna emas dan silver yang berukirkan simbol keluarga kita. Selain itu beberapa jubah juga aku temukan di sana.”
“Mereka seolah-olah ingin berperan sebagai Sang Penerus. Tetapi, apa yang mereka lakukan itu terlalu berlebihan menurutku. Mereka bahkan membuat sebuah ruang aula yang mirip seperti sebuah ruangan di istana tempat Raja menemui bawahannya. Bahkan ada singgahsana di ruangan tersebut.” Jelas Burhan.
“Sampai seperti itu?” Tanya Andi tidak percaya.
__ADS_1
Jika memang seperti itu, memang apa yang mereka lakukan sedikit berlebihan seperti yang dikatakan Burhan. Jika ingin mencuri identitas Sang Penerus, mereka tidak harus melakukan semua itu.
Bahkan dari catatan sejarah keluarga mereka, Sang Penerus generasi sebelumnya tidak ada yang bersikap seekstrim itu. Meski mereka ingin membangun kembali kerajaan bisnis keluarga mereka, mereka masih bersikap rasional. Mereka tidak perlu menyiapkan ruangan seperti itu karena ingin terlihat seperti anggota kerajaan.
“Lalu, apa ada hal lain yang Om temukan di sana?”
“Tidak ada. Aku tidak bisa terlalu lama di sana. Keamanan mereka cukup ketat, jadi aku hanya bisa mematikan sistem keamanan mereka selama sepuluh menit. Jika lebih dari itu, maka mereka akan curiga dengan apa yang aku lakukan.” Jelas Burhan.
“Bagaimana dengan kamera pengawas di sekitar sana Om? Apakah Om Burhan bisa mengaksesnya? Dari sana kita bisa tahu siapa yang sebelumnya berada di mobil itu bukan?” Tanya Andi.
“Di basement apartemen itu tidak ada kamera pengawasnya. Bahkan, ketika aku mengecek kamera pengawas milik dinas perhubungan, aku tidak menemukan keberadaan mobil itu. Kemungkinan besar mereka sudah menghapusnya.”
“Lalu, plat nomor mobil yang Kamu berikan padaku itu adalah plat nomor palsu. Tidak ada kendaraan tipe itu yang menggunakan plat nomor itu. Dari daftar yang ada di kepolisian, plat nomor itu dimiliki oleh mobil jenis MPV sedangkan mobil yang kamu lihat saat itu adalah mobil sedan.” Jelas Burhan.
Tanpa memberi penjelasan lebih banyak lagi pun Andi sudah paham apa maksud Burhan. Mereka sulit melacak siapa dalang di balik semua ini. Orang itu cukup berhati-hati dan menutupi semua jejak yang bisa saja mengarah kepadanya.
Kamera pengawas yang dirusak, basement tanpa kamera pengawas, hingga mobil dengan plat nomor palsu. Tindakan cukup cerdas menurut Andi.
“Lalu, Kamu bilang orang yang bersama dengan perempuan itu adalah orang yang berbeda dengan orang yang selama ini kita ketahui?” Tanya Burhan.
“Iya Om. Orang yang aku temui itu berbeda dengan lima orang lainnya. Ini berarti dia adalah orang keenam yang menjadi bawahan utama dari perempuan itu.”
“Sekarang Kamu persiapkan saja apa yang perlu dipersiapkan. Aku akan mencoba mencari tahu informasi baru lagi.” Jelas Burhan.
Setelah pembicaraannya dengan Burhan itu, Andi lalu menuju ke salah satu pandai besi yang akan ia minta mengerjakan senjata desainnya. Andi menghabiskan dua hari di sana untuk menyelesaikan desain tersebut.
Ia memperkerjakan dua puluh orang untuk membantunya melakukan hal ini. Jadi, itu mempercepat pekerjaannya dalam membuat senjata.
Dalam dua hari ini, Andi sudah menghasilkan tiga puluh senjata yang berbeda. Senjata itu cukup kecil dan mudah disembunyikan. Kebanyakan bentuknya kecil dan ringan, jadi ini sangat cocok untuk menjadi
senjata rahasia yang bisa disimpan oleh keluarganya di badan mereka.
__ADS_1
Dengan senjata ini, mereka akan lebih siap lagi menghadapi para musuh.