Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS

Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS
Bab 145 Selamatkan Orang Terdekat (1)


__ADS_3

Jangan lupa Vote, Like, Komen dan tambahkan favorit


Andi kemudian mengambil ponselnya ia berniat mentrasfer uang ke rekening badan amal yang sebelumnya menjadi tempatnya berdonasi. Tetapi, Andi mengurungkan hal tersebut. Donasinya yang cukup besar beberapa waktu lalu rupanya menjadi buah bibir beberapa orang.


Banyak yang memusatkan perhatiannya pada beberapa badan amal yang menjadi tempat Andi berdonasi. Beberapa artikel berita meliput kejadian ini. Mereka mencoba mencari tahu siapa yang sudah berbaik hati mendonasikan uang sebanyak itu di beberapa badan amal.


“Sepertinya aku tidak bisa lagi memilih berdonasi di badan amal sebelumnya. Aku perlu pindah ke badan amal lain jika ingin berdonasi. Tetapi, di Indonesia hanya sepuluh badan amal itu yang cukup terpercaya. Jadi, sekarang aku harus bagaimana?”


Meskipun identitas Andi tidak disebutkan, tetapi Andi tidak mau mengambil resiko. Jika dirinya kembali mendonasikan uang dalam jumlah yang besar pada kesepuluh badan amal tersebut, maka aka nada yang akan menyelidiki hal ini.


Rasa penasaran terkadang membuat orang mau melakukan segalanya agar bisa menemukan kejelasan dari sesuatu yang membuatnya penasaran.


“Lalu sekarang aku harus berdonasi ke mana? Badan amal yang akan dikelola keluargaku belum keluar ijinnya. Apakah aku perlu melakukan donasi di luar negeri?”


Tetapi Andi belum mau melakukan hal itu. Ia ingin membantu mereka yang berkebangsaan yang sama dengannya terlebih dahulu. Di Indonesia, masih banyak orang yang kekurangan dan kesusahan. Jadi, Andi ingin membantu mereka terlebih dahulu sebelum ganti membantu mereka yang berasal dari negara lain.


“Sistem, bisakah Kamu membuatkanku sebuah rekening bank asing sekarang? Aku ingin memakai rekening bank asing untuk melakukan donasi. Atau kalau bisa, buatkan aku sebuah rekening yang tidak bisa dilacak asal usulnya.”


Andi mencoba peruntungannya dengan menanyakan hal ini kepada sistem. Siapa tahu sistem dapat membantunya membuatkan rekening bank asing. Rekening yang tidak bisa dilacak lebih bagus lagi. Kedepannya, jika dirinya mentransfer uang dalam jumlah besar dan tidak ingin ada yang mengetahui, maka Andi bisa memakai bank tersebut untuk mentrasfer uang.


[Tentu Host. Sistem bisa membantu Host membuat rekening baru dengan kriteria tersebut. Tetapi, Host perlu membayar sepuluh juta rupiah sebagai biaya pembuatan rekening tersebut.]


[Apakah Host bersedia membayar sepuluh juta rupiah?]


“Tentu. Kurangi langsung dari saldo milikku.”


[Ding]


[Rekening Bank Swiss atas nama Host sudah dibuat]


[Sekarang Host bisa menikmati kenyamanan transaksi yang rahasia setelah menjadi nasabah dari Bank Swiss]


“Baiklah. Dengan begini aku akan memulai melakukan donasi besar-besaran.”


*****


[Ding]


[Selamat Host telah membuka kotak misteri tingkat mystic]


[Ding]


[Selamat Host telah mendapatkan uang tunai sebesar empat ratus tujuh puluh delapan milyar sembilan ratus tujuh puluh lima juta rupiah]


[Host kumpulkan semua kotak misteri dan ungkap misteri dibaliknya]


“Empat ratus milyar lebih? Ini hampir lima ratus juta.”


Setelah saldonya kembali terisi dengan nominal ratusan juta rupiah, Andi membeli semua pengalaman dari toko sistem.


“Panel status.”

__ADS_1


[Ding]


[Modul Menjadi Kaya]


[Level 12 (663.246.135.200/700.000.000.000)]


[Saldo Host : Rp 810.200.573.158,-]


[Tingkat Konversi : 1 kali nafas \= 22 USD (1 USD \= Rp 14.000,-)]


[Misi : - Buatlah sebuah game. Hitung mundur 74 hari 21 jam


- Miliki 5 perushaan baru (2/5). Hitung mundur 21 hari 2 jam]


[Misi Harian : - ]


[Target Mingguan : - ]


[Target Bulanan : - Capai pengeluaran Rp 1.000.000.000.000,- (58.510.000.000/1.000.000.000.000)


Hadiah : 1 tiket lucky draw


Hukuman : Host tidak akan mendapatkan pemasukan dari bernafas selama 2 tahun]


[Tiket Lucy Draw : 0 Tiket 69 Pecahan]


[Penyimpanan : - ]


“Dengan begini, aku bisa menyelesaikan misi prusahaan yang diberikan oleh sistem. Tadi pagi aku sudah mendapatkan kabar dari Mas Ghani bahwa perusahaan game milikku sudah resmi berdiri. Sekarang sisa tiga lagi.”


“Sepertinya sudah saatnya aku mengambil alih perusahaan keluarga Jony. Aku perlu mendepak mereka keluar dari perusahaan milik mereka sendiri.”


Segera saja Andi mengirim email kepada Purnomo. Ia meminta direktur perusahaan investasinya itu untuk menawarkan akuisisi perusahaan milik keluarga Jony. Andi juga berpesan kepada Purnomo untuk membeli perusahaan keluarga Jony tidak lebih dari seratus lima puluh milyar.


Saat ini Andi sudah menurunkan harga saham keluarga Jony pada angka dua ribu rupiah puluh perlembarnya. Andi tidak hanya menurunkannya, tetapi ia juga banyak membeli beberapa saham milik orang lain yang juga dijual murah.


Dirinya sekarang memiliki empat puluh persen saham dari perusahaan milik keluarga Jony. Sebenarnya, jika Andi menghentikan menjual saham milik keluarga Jony, maka sistem sudah mengangapnya memiliki sebuah perusahaan baru. Tetapi Andi tidak menginginkan hal itu.


Andi ingin mendepak keluarga Jony dari bisnis mereka sendiri. Oleh karena itu, Andi perlu mengakuisisi perusahaan milik Jony. Dengan begini, Andi bisa memberikan Jony pukulan yang cukup besar. Selain itu juga, Andi bisa membeli perusahaan keluarga Jony dengan harga yang cukup murah.


Sebelumnya, untuk mendapatkan dua puluh persen saham milik keluarga Jony, Andi perlu mengeluarkan uang seratus dua puluh enam milyar lebih. Sekarang, dengan enam puluh milyar kurang, Andi bisa membeli dua puluh persen saham.


Jika harga kembali dibuat normal seperti semula, bukankah dirinya sudah untung enam puluh milyar dari kejadian ini? Nanti keuntungannya semakin besar lagi jika dirinya bisa membeli semua saham yang dipegang oleh keluarga Jony.


Andi tidak sabar bertemu dengan Jony dan membalikkan kata-kata pemuda itu. Dulu Jony mengatakan bahwa Andi tidak akan bisa menghancurkan keluarganya. Tetapi kenyataannya sekarang keluarga Jony sudah diambang kehancuran.


Ketika Andi sibuk memikirkan hal itu, tiba-tiba saja sebuah pemberitahuan dari sistem ia dengar. Pemberitahuan tersebut membuat Andi khawatir dan tidak bisa berpikir jernih.


[Ding]


[Sistem mendeteksi bahwa salah satu orang yang Host kenal dalam bahaya]

__ADS_1


[Ding]


[Misi telah dibuat]


[Misi : - Selamatkan orang terdekat Host. Batas waktu 1 jam]


[Hadiah : - Kemampuan penyembuh ]


[Ding]


[Selesaikan misi dengan sepenuh hati Host. Kedepannya akan ada misi lainnya dengan hadiah yang sangat menarik]


“Siapa yang sekarang dalam bahaya?”


Andi bingung harus melakukan apa sekarang. Dirinya sedang tidak ada di Indonesia. Jadi, akan sulit baginya untuk menyelamatkan orang terdekatnya. Meskipun sekarang Andi mencari penerbangan tercepat yang bisa membawanya ke Indonesia, itu percuma.


Dari misi yang diberikan sistem, Andi bisa mengetahui bahwa orang terdekatnya akan berada dalam bahaya satu jam lagi. Secepat apa pun pesawat yang akan Andi naiki, itu tidak akan bisa membawanya pergi ke Indonesia dalam waktu kurang dari satu jam.


“Apakah sekarang Jony sudah bertindak? Sial. Kenapa dia memilih waktu ketika aku sedang tidak ada di rumah? Jika begini, bagaimana aku bisa menyelamatkan keluargaku?”


Tidak banyak yang bisa Andi lakukan sekarang. Saat ini yang perlu ia lakukan adalah menelfon anggota keluarganya untuk memastikan mereka baik-baik saja. Ia juga akan meminta ayahnya untuk berjaga dan mempersiapkan diri jika terjadi sesuatu.


Beberapa kali Andi mencoba menghubungi nomor telpon dari keluarganya. Namun, tidak ada satupun dari panggilannya terhubung. Hal ini membuat Andi semakin was-was dan khawatir. Dikala Andi menunggu panggilannya terhubung, ia teringat akan segala ucapan Jony dulu.


Jony ingin kedua adiknya rusak. Menyiksa mereka, menjadikan mereka mainan pria hidung belang lalu membuang mereka begitu saja. Semua ucapan Jony tersebut terngiang-ngiang di kepala Andi pada saat ini.


“Awas saja Kamu Jony. Jika Kamu beneran nyentuh kedua adikku, maka akan aku buat hidupmu hancur. Tidak hanya perusahaan keluargamu yang hancur tetapi hidupmu juga.”


Ketika Andi kembali mencoba menghubungi keluarganya, pintu kamarnya diketuk. Tanpa melihat pun Andi tahu itu pasti Brian. Kebetulan sekali ada Brian. Sekarang Andi bisa meminta bantuan temannya itu untuk mengecek keadaan keluarganya.


Brian bisa saja meminta pekerja di rumahnya untuk datangke rumah Andi dan mengecek keadaan keluarganya. Sekarang ini waktu di Indonesia adalah pukul sebelas malam lebih. Jadi, ada kemungkinan keluarganya sudah tidur sekarang.


Meski begitu, Andi ingin mendapatkan sebuah konfirmasi bahwa mereka baik-baik saja. Jika tidak, Andi tidak akan bisa tenang.


Langsung saja Andi membuka pintu kamarnya dan mengatakan keinginannya kepada Brian. Andi hanya mengatakan bahwa perasaan tidak enak sekarang, dan ia ingin mengecek keadaan keluarganya sekarang.


Setelah mendengar permintaan Andi, langsung saja Brian menghubungi pegawai rumahnya. Untung saja panggilan tersebut terhubung. Setelah itu, Brian meminta salah satu satpam di rumahnya untuk mengecek keadaan keluarga Andi.


Sementara menunggu, Andi terus memperhatikan waktu yang ada di panel sistem. Semakin lama watktu yang ada di sana semakin sedikit.


[00:35:56]


Andi masih memiliki waktu tiga puluh lima menit lagi. Ketika waktu tinggal dua puluh lima menit, ponsel milik Brian berbunyi. Itu adalah salah satu satpam rumah Brian yang mengabarkan bahwa keluarga Andi tidak ada di rumah pemberiannya.


Andi hanya bisa menunggu kabar dari pegawai rumah Brian yang lain. Tadi Andi meminta mereka mengecek keluarganya di empat tempat. Kafe miliknya, rumah lama mereka, rumah pemberian Andi, dan rumah mewah yang baru mereka beli.


Meskipun Brian sudah mengirim sesorang untuk mengecek keluarganya, tetapi Andi tidak berhenti menghubungi keluarganya. Hasilnya tetap sama. Panggilannya sama sekali tidak terhubung.


Di sisi lain, Brian bisa melihat dengan jelas kecemasan di wajah Andi. Dirinya tidak pernah melihat Andi yang seperti ini. Selama ini Andi terlihat tenang dan penyabar. Ini adalah pertama kalinya Brian melihat sisi Andi yang seperti ini.


Brian tidak tahu firasat apa yang Andi alami sehingga membuatnya sangat cemas seperti ini. Apakah ini ada hubungannya dengan Andi yangingin memiliki pengawal?

__ADS_1


__ADS_2