Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS

Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS
Bab 223 Penemuan Dinda


__ADS_3

Saat ini Andi memasak makan malam untuk dirinya dan Dinda. Sementara ia memasak, Andi meminta Dinda untuk mandi di kamar utama yang ada di apartemennya.


Menu yang Andi pilih untuk mekan malam mereka adalah sebuah steak. Tidak cukup merepotkan menurut Andi. Yang perlu Andi perhatikan hanyalah mengenai suhu dalam memasak stek tersebut.


Setelah membersihkan diri, Dinda melihat-lihat kamar Andi yang ada di apartemen ini. Pemuda itu belum memanggilnya untuk makan malam. Jadi Dinda tidak masalah baginya untuk berlama-lama di kamar Andi.


Lagipula, Andi tadi bilang bahwa dia ingin memasak makan malam mereka sendirian karena dia ingin menjadikan ini permintaan maaf karena tadi pagi sudah melupakan janji mereka.


Tidak banyak yang bisa Dinda lihat di kamar Andi. Itu karena Andi tidak setiap hari tinggal di sini. Terkadang ia tinggal di sini, terkadang di rumahnya yang lain, bahkan di rumah orang tuanya. Jadi barang-barang pribadi Andi yang ada di sini tidak terlalu banyak.


Dinda lalu melihat koleksi jam milik Andi. Ada beberapa jam bermerek yang Andi simpan di apartemen ini. Hal itu membuat Dinda berpikir membelikan beberapa jam untuk Andi. Mungkin Dinda juga bisa membeli jam pasangan untuk mereka berdua.


Uangnya cukup banyak sekarang. Semenjak keluarganya memberinya tujuh orang anak buah dan memintanya berperan sebagai Sang Penerus, Dinda memegang kendali tujuh puluh lima persen keuangan keluarga mereka. Jadi, Dinda bisa membelikan apa pun untuk Andi dengan uang tersebut.


Ketika melihat-lihat jam tersebut, tiba-tiba saja perhatian Dinda tertuju kepada sebuah kotak berhiasan yang ada di sana. Kotak tersebut biasa dipakai untuk menyimpan perhiasan wanita.


“Untuk apa Andi menyimpan perhiasan wanita di sini? Tidak mungkin ini milik Ibunya atau milik adik perempuannya. Mungkinkah ini adalah perhiasan yang akan Andi berikan kepada perempuan lain?” Gumam Dinda.


Pemikiran seperti itu tidak bisa lepas dari benak Dinda. Meski ia menjadi pacar Andi, ia belum sepenuhnya memiliki Andi. Jadi, masih ada rasa tidak aman di benak Dinda sekarang.


Karena penasaran dengan isi dari kotak perhiasan itu, Dinda lalu mengambilnya. Dinda cukup kaget melihat isinya. Hampir saja perempuan itu menjatuhkan kotak perhiasan itu.


Dengan tangan yang sedikit bergetar, Dinda mengambil sebuah kalung yang ada di dalam kotak perhiasan tersebut. Kalung tersebut memiliki liontin berwarna emas. Simbol elang terbang memakai mahkota terlihat pada liontin kalung tersebut.


Dinda buru-buru memastikan keaslian kalung tersebut. Ia berharap ini bukan seperti yang ditakutkannya.


Tetapi setelah beberapa kali mengecek dan memastikan, kalung tersebut adalah kalung asli, bukan kalung buatan seperti miliknya. Semua tanda khusus yang terukir di sana pun terlihat bukan seperti buatan manusia.


“Ini tidak mungkin.” Ucap Dinda sembari menggelengkan kepalanya.


“Tidak mungkin Andi adalah Sang Penerus. Itu tidak mungin, sangat tidak mungkin.”


Berkali-kali Dinda mengucapkan hal yang sama. Perempuan itu tidak akan pernah bisa mempercayai bahwa Andi adalah Sang Penerus yang asli. Sulit baginya menerima kabar itu.

__ADS_1


Misi utamanya setelah dilatih oleh keluarganya adalah untuk menghancurkan Sang Penerus dari keluarga Prayudi. Jika Andi adalah Sang Penerus, itu berarti yang perlu Dinda habisi untuk menyelesaikan misi terbesarnya adalah Andi? Andinya? Itu sangat mustahil.


“Tidak ini pasti tidak seperti itu. Pasti ini adalah milik Burhan yang disimpan oleh Andi. Ya pasti begitu.” Ucap Dinda mencoba meyakinkan dirinya sendiri mengenai hal itu.


Tetapi, seberapa kerasnya ia menyangkal, Dinda tidak bisa memutus kemungkinan Andi adalah Sang Penerus dari keluarga Prayudi. Beberapa bukti lain selama ini semakin mendukung bahwa Andi memanglah Sang Penerus dari keluarga Prayudi.


Andi terbilang menjadi kaya dalam waktu yang cepat. Meski ada Brian yang sepertinya membantu Andi dalam mencapai kekayaannya sekarang, tetapi itu hanya bisa menjadi alasan di awal saja. Semakin ke sini, semakin terlihat bahwa keluarga Prayudi terkhusus keluarga Andi menjadi kaya cukup cepat.


Jika ini bukan karena Andi sebagai Sang Penerus, lalu apalagi?


Seingat Dinda, ada informasi yang mengatakan kekayaan Burhan yang sebelumnya naik pesat, tiba-tiba saja menurun, sebelum kemudian kembali lagi mudah dalam mendapatkan kekayaan.


Hal itu tiba-tiba membuat Dinda berpikir bahwa dalam masa itu, status Burhan sebagai Sang Penerus dicopot dan digantikan oleh Andi. Tetapi itu adalah delapan belas tahun yang lalu. Saat itu Andi pasti masih baru lahir.


Tidak mungkin bukan seorang bayi diberikan tanggung jawab besar sebagai Sang Penerus? Jika memang Andi adalah Sang Penerus sebenarnya, lalu bagaimana dengan Burhan? Apakah dia hanya bayangan yang dipersiapakan keluarga Prayudi untuk mengelabuhi mereka? Tetapi itu sangat tidak mungkin juga.


Memang keluarga Dinda sudah mempersiapkan rencana balas dendam sejak puluhan tahun. Tetapi, mereka tidak melakukan apa pun selama ini yang bisa membuat keluarga Prayudi mewaspadai mereka dan memikirkan rencana itu.


“Jadi, sebenarnya siapa sebenarnya Sang Penerus dari keluarga Prayudi?” Gumam Dinda.


Dinda lalu berpura-pura memegang jam milik Andi. Ketika Andi melangkah semakin mendekat, barulah Dinda melangkah ke arah kotak perhiasan itu.


Apa yang Dinda lakukan ini membuat suara langkah kaki di belakangnya semakin dipercepat. Andi tiba-tiba saja sudah berada di samping Dinda dan mengambil kalung tersebut.


Melihat hal itu Dinda sedikit mengerutkan keningnya. Ia berpura-pura marah dengan apa yang barusan Andi lakukan itu.


“Kenapa Kamu tiba-tiba ngambil kotaknya seperti itu?” Ucap Dinda dengan sedikit meninggikan nada suaranya.


“Ini adalah hal yang sangat berharga untukku. Aku nggak bisa biarin orang lain membukanya.” Jawab Andi.


“Memang apa sih isinya? Atau jangan-jangan itu adalah perhiasan yang ingin Kamu berikan kepada perempuan lain. Jadi, itu alasanmu tidak mengijinkanku melihat apa isi dari kotak perhiasan itu.” Cerca Dinda.


Andi lalu memandang kotak perhiasan di tangannya. Ia mengelusnya pelan. Di dalam kotak ada kalung pemberian Kakek Buyut Adipramana. Setelah pembicaraan dengan Kakek Buyutnya waktu itu, Andi tidak lagi memakai kalung ini.

__ADS_1


Ia masih menyimpannya pada kotak perhiasan yang sama yang dipakai Widya untuk mengembalikan kalungnya. Jadi, sekilas orang akan mengira di dalam kotak ini berisikan perhiasan yang biasa dipakai oleh perempuan.


“Itu tidak seperti yang Kamu pikirkan Dinda. Ini adalah berisi barang pemberian Kakek Buyutku, sebagai hadiah aku mencapai kedewasaan. Ini sangat berharga untukku. Karena ini adalah peninggalan terakhir Kakek Buyutku sebelum Beliau meninggal.” Jawab Andi.


Meski Dinda adalah pacarnya, ia belum bisa mempercayainya dan menunjukkan kalung miliknya ini. Mungkin ia harus memindahkan tempat ia menyimpan kalung ini sekarang. Ia tidak mau ada orang lain selain keluarganya yang mengetahui Andi memiliki kalung berliontin emas ini.


Andi bisa menyimpan kalung ini pada save deposit box yang dimiliki oleh Bank nasional. Dengan begitu, hanya Andi dan ahli warisnya saja yang bisa mengaksesnya.


“Bahkan aku hanya melihat saja tidak Kamu perbolehkan?” Tanya Dinda.


“Maaf Din, tidak untuk yang satu ini.”


“Apa Kamu nggak percaya padaku?”


“Ini bukan masalah percaya nggak percaya. Tetapi, ini masalah aku yang menjaga amanah. Kakek Buyutku melarangku memperlihatkan barang ini kepada siapa pun yang bukan keluarga. Kita hanyalah sepasang pasangan kekasih, bukan suami istri.”


“Jadi maksudmu hanya istri dan keluargamu yang bisa melihatnya?” Tanya Dinda memastikan.


“Ya.”


Setelah berucap demikian, Andi membawa kotak tersebut menuju sebuah lagi yang ada di sana. Andi lalu menaruh kotak perhiasan itu di sana dan lalu menguncinya.


Untuk sementara ia akan menyimpannya di sini. Di apartemen ini Andi tidak memiliki brangkas yang bisa ia pakai menyimpan benda berharga ini.


“Sekarang ayo kita makan. Makanannya sudah siap. Kita perlu memakannya selagi masih hangat.” Ajak Andi.


“Baiklah.” Keduanya pun melangkah menuju ke ruang makan yang ada di apartemen Andi.


Meski Dinda terlihat menikmati makan malamnya bersama dengan Andi sekarang, tetapi di dalam hatinya ia tengah menjalani perdebatan panjang.


Percakapan yang sebelumnya ia lakukan sudah membuktikan bahwa Andinya adalah Sang Penerus dari keluarga Prayudi, targetnya, orang yang perlu ia habisi untuk mencapai misinya. Tetapi, itu sangat sulit Dinda lakukan.


Dirinya sangat menyukai Andi. Sangat-sangat menyukainya. Bahkan, ia sudah menyukai Andi sebelum keluarganya memberikan pelatihan seperti di neraka kepadanya. Jadi, sangat sulit Dinda memutuskan hal ini.

__ADS_1


Apakah ia menuruti hati kecilnya untuk menghabiskan hidup bersama dengan Andi? Atau dirinya tetap akan meneruskan misi yang diberikan oleh keluarganya? Keduanya adalah pilihan yang cukup sulit.


__ADS_2