Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS

Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS
Bab 151 Mencari Rosalinda


__ADS_3

Sekarang ini Andi duduk di kursi belakang mobil miliknya. Mobil tersebut terparkir di depan gedung Fakultas Hukum. Sesekali Andi menatap ke luar mobil ke arah mahasiswa yang lalu lalang di depan gedung tersebut.


Saat ini Andi bersiaga untuk mencari keberadaan Rosalinda. Mungkin saja ia bisa menemukan perempuan itu di sini. Andi tidak sendirian. Dirinya dibantu oleh empat pengawalnya untuk membantunya mengawasi.


Mereka duduk di mobil yang berbeda yang terparkir berjauhan satu sama lainnya. Dengan begini, akan mudah baginya mencari keberadaan Rosalinda. Andi sudah membagikan foto Rosalinda kepada para pengawalnya. Dengan begitu, mereka bisa dengan mudah mengenali perempuan itu.


Andi tidak hanya menghabiskan waktunya mengawasi mahasiswa yang lewat. Di pangkuannya kini sudah ada laptop miliknya. Saat ini dirinya tengah berselancar di bursa. Andi berencana membeli sebuah perusahaan baru untuk segera menyelesaikan misinya.


Jadi, Andi tidak hanya menghabiskan waktunya untuk Rosalinda. Sambil menyelam minum air. Sambil mencari perempuan itu, Andi mengerjakan pekerjaannya.


Saat ini, ada satu perusahaan yang sedang Andi incar. Itu adalah sebuah perusahaan baru. Perusahaan tersebut menyewakan sepeda di beberapa kota besar. Ketika di Madrid, Andi melihat bisnis yang sama dengan perusahaan ini.


Seseorang bisa menyewa sepeda tersebut dengan masuk ke dalam sebuah aplikasi. Lalu, mereka akan menentukan tujuan terdekat dari penampungan sepeda yang ada. Dari jarak tersebut, akan ditentukan harga sewanya.


Namun di Indonesia, bisnis tersebut tidak berjalan dengan baik. Mereka mulai mengalami kebangkrutan karena kurangnya minat dari masyarakat. Kebanyakan dari mereka lebih memilih menaiki kendaraan umum yang disediakan oleh pemerintah.


Adanya ojek online juga menjadi alasan bisnis ini kurang diminati. Apalagi, Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki suhu yang cukup tinggi pada siang hari. Hal itu membuat masyarakat malas untuk bersepeda.


Meski begitu, Andi tetap berniat membeli perusahaan ini. Dari pengamatannya, perusahaan itu gagal karena modal mereka yang tidak cukup banyak. Tempat penampungan yang mereka sediakan belum terlalu banyak sehingga tidak mencakup banyak tempat.


Jika Andi mengambil alih perusahaan ini, maka dirinya akan memperbanyak tempat penampungan sepeda. Andi akan meletakkannya dekat fasilitas umum seperti pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, tempat ibadah, stasiun kereta dan juga halte bus.


Dengan begini, para penumpang kendaraan umum itu bisa menyewa sepeda untuk menuju ke pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, dan tempat ibadah yang biasanya tidak terlalu jauh dari stasiun kereta dan juga halte bus.


Andi yakin dengan cara ini sepeda-sepeda itu akan ada yang menyewa. Daripada berjalan di bawah terik mentari, lebih baik mereka bersepeda. Itu jauh lebih cepat untuk mencapai tempat tujuan mereka. Meski itu terlihat menjanjikan, Andi tahu rencana itu tidak akan sepenuhnya berhasil.


Tetapi, Andi berani mencobanya. Segala sesuatu yang kita lakukan memiliki resiko tersendiri. Apalagi dalam berbisnis. Jika Andi takut dalam mengambil resiko, maka dirinya tidak akan pernah maju dan hanya diam ditempat.


Langsung saja Andi mengirim email kepada Purnomo dan memberikan beberapa instruksi. Mungkin Purnomo bisa langsung mengakuisisi perusahaan tersebut. Dengan begitu, Andi tidak perlu lagi mencicil membeli sedikit demi sedikit saham perusahaan tersebut di bursa.

__ADS_1


Setelahnya, Andi menutup laptop miliknya. Pemuda itu kemudian keluar dari dalam mobil. Ia berniat berkeliling di sekitar gedung Fakultas Hukum. Barang kali Andi bisa menemukan teman Rosalinda dan menanyakan kabar perempuan itu kepada mereka.


Beberapa saat setelah Andi keluar dari mobilnya, sebuah mobil SUV memasuki area parkir Fakultas Hukum. Dari tempatnya berdiri, Andi bisa melihat siapa yang mengendarai mobil tersebut. Itu adalah Hermawan, salah satu dari Tuan Muda empat keluarga besar.


Hermawan memarkir mobil tersebut tidak jauh dari Andi berdiri. Dari mobil tersebut, keluar tiga orang di sana. Andi cukup kaget melihat siapa saja penumpang mobil tersebut.


Jika itu hanya Karina dan Hermawan, Andi tidak akan terlalu kaget. Sedikit banyak Andi sudah mengetahui bahwa kedua orang tersebut memiliki hubungan. Tetapi Andi cukup kaget ketika melihat siapa orang ketiga yang keluar dari dalam mobil tersebut.


Itu adalah Rosalinda. Orang yang Andi cari-cari. Kenapa perempuan itu bersama dengan Karina dan Hermawan? Apakah perempuan itu sudah menerima Hermawan sekarang, sehingga dia pergi bersama dengan pemuda itu?


Tetapi itu sangat sulit Andi terima. Jika Rosalinda memang sudah bersama dengan Hermawan, kenapa Karina juga bersama dengan mereka? Tunggu dulu, Andi bisa melihat mata Rosalinda yang sembab. Itu menandakan bahwa tidak lama ini perempuan itu selesai menangis.


Apa penyebabnya? Apakah ini ada hubungan dengan Hermawan dan Karina? Semua ini cukup mencurigakan bagi Andi. Ia mencium bau-bau masalah di sini. Mungkinkah kenalannya yang tertimpa masalah adalah Rosalinda? Dan itu ada hubungannya dengan Hermawan dan Karina?


Andi tidak bisa menemukan alasan lain selain hal itu. Pemuda itu tidak langsung menghampiri Rosalinda sekarang. Ia perlu menyelidiki hal ini dan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


Untung saja keberadaan Andi di sana tidak langsung diketahui oleh ketiga orang tersebut. Jadi dirinya bisa mengamati interaksi mereka bertiga.


Andi langsung menghubungi seluruh pengawalnya yang sekarang berada di parkiran Fakultas Hukum. Ia menyuruh mereka untuk mundur dulu sekarang. Meski begitu, Andi akan mengirim seseorang untuk mengikuti pergerakan Rosalinda.


Andi ingin mencari kesempatan untuk bisa berbicara langsung dengan Rosalinda, tanpa adanya orang lain. Karena Andi sendiri memiliki kesibukan yang lain, maka dari itu dirinya perlu mengirim seseorang mengikuti perempuan tersebut.


Beruntung di antara lima puluh pengawalnya, beberapa dari mereka berasal dari asia, terutama asia tenggara. Jadi, mereka tidak akan terlalu dicurigai dan bisa membaur dengan yang lain untuk bisa mengawasi Rosalinda.


*****


Saat ini Andi mengikuti wisuda sekoahnya. Ia datang bersama dengan kedua orang tuanya. Ketika Andi datang, dirinya membuat sedikit kehebohan. Pasalnya, mobil yang ditumpanginya merupakan mobil listrik yang tidak pernah terlihat di kota mereka.


Memang tidak banyak yang memiliki mobil ini di negara ini, apalagi di kota Andi tinggal. Jelas sedikit dan hampir tidak ada. Yang membuat heboh bukanlah mobil yang Andi naiki. Tetapi, iring-iringan mobil miliknya yang memiliki tipe yang sama. Hal itu membuat beberapa pasang mata melihat ke arah mereka.

__ADS_1


Andi sengaja melakukan hal ini. Bukannya dia berniat pamer, tetapi ia ingin mendeklarasikan kemenangannya kepada Jony. Ia ingin pemuda itu tahu bahwa roda itu terus berputar. Andi yang dulu bukan apa-apa sekarang kemana-mana di kelilingi oleh pengawal dan iring-iringan mobil mewah.


Meski Jony dulunya adalah anak orang kaya, tetapi pemuda itu tidak pernah mendapatkan fasilitas seperti ini. Ini sudah menunjukkan jarak antara Jony dan Andi semakin tinggi.


“Wow, apa kamu lihat itu. Itu Tusla Model X. Mobil yang bukaan pintunya otomatis ke atas seperti sebuah sayap. Siapa itu yang membeli mobil listrik itu dan memakainya di acara wisuda ini?” Tanya siswa A.


“Itu tidak hanya satu Bro, tetapi ada tiga mobil di sana. Siapa mereka yang datang ke wisuda dengan iring-iringan seperti itu?” Tanya siswa B.


“Itu pasti rombongan beberapa anak orang kaya di sekolah kita. Pasti mereka meminjam mobil itu untuk dibawa ke sini. Mereka pasti berniat pamer di acara wisdua ini. Jika memakai beberapa mobil mewah, pasti efeknya tidak akan terlalu besar. Tetapi, jika memakai mobil yang belum umum, memiliki tipe sama, dan warna yang sama, itu pasti akan lebih menarik perhatian.” Jelas siswa C.


“Sial di acara terakhir seperti ini ada yang sangat niat dalam pamer. Mereka sampai meminjam mobil yang sama seperti ini.” Timpal Siswa A.


Siswa A setuju dengan ucapan Siswa C barusan. Bahwa romobongan siswa tersebut berhasil menarik perhatian banyak orang dengan membawa iring-iringan mobil seperti itu. Meski itu adalah mobil sewaan, tetapi itu memberikan efek yang mereka inginkan.


“Apakah kalian bisa menebak siapa saja yang ada di mobil itu?” Tanya Siswa B.


Ketiga siswa tersebut mulai menyebut satu persatu nama teman angkatan mereka yang kemungkinan berada di dalam iring-iringan mobil tersebut. Tetapi mereka cukup kaget setelah mobil itu berhenti dan melihat siapa yang keluar dari dalam sana.


Beberapa orang asing yang memakai jas hitam dan kaca mata hitam keluar dari mobil yang berada depan dan belakang. Lalu mereka bergegas menghampiri mobil yang ada di tengah. Mereka berdiri di sekeliling mobil tersebut seakan orang yang ada di dalam sana adalah orang penting.


“Sial. Rupanya itu bukan anak angkatan kita. Lihat para pengawal itu. di antara anak orang kaya di angkatan kita, aku tidak pernah mendengar ada yang memiliki pengawal seperti itu. Pasti ini seorang pejabat yang datang.” Ucap siswa C setenagh berteriak.


“Kamu salah. Lihat siapa itu yang keluar dari sana.” Potong siswa A ketika melihat Andi dan kedua orang tuanya keluar dari dalam mobil.


“Sial itu Andi bukan? Apakah mataku salah lihat?” Tanya Siswa C tidak percaya.


“Kamu tidak salah lihat. Itu memang Andi. Bukankah di dari keluarga biasa? Kenapa sekarang dia berubah seperti ini?” Tanya siswa B.


“Dia pasti berpura-pura menjadi orang tidak punya selama ini. Aku tidak menyangka ada sultan di antara angkatan kita.”

__ADS_1


Tidak hanya ketiga siswa tersebut, tetapi beberapa orang lainya juga membicarakan Andi sekarang. Banyak yang tidak menyangka Andi yang selama ini dikenal sebagai anak yang berasal dari keluarga menengah ternyata adalah anak sultan.


__ADS_2