
Jangan lupa vote, like, komen dan tambahkan favorit
terima kasih selamat membaca
---
Setelah sarapan Andi melajukan mobil sport miliknya menuju ke Surabaya. Kedua adiknya ikut dalam perjalanan ini. Andi berencana mengajak kedua adiknya jalan-jalan di Kebun Binatang Surabaya. Namun, Andi hanya memiliki waktu satu jam menemani adik-adiknya.
Andi masih memiliki pertemuan dengan arsitek yang akan merenovasi kantor barunya. Jadi, Andi tidak bisa berlama-lama menemani kedua adiknya. Karena saat ini adalah pertemuan mengenai bisnisnya, Andi tidak mau melibatkan adiknya dalam hal ini.
Andi tidak mau membuat adiknya menunggu dengan bosan seperti halnya yang terjadi di rumah Putra. Oleh karena itu, Andi meninggalkan kedua adiknya di Kebun Binatang Surabaya. Tentunya ia memberi uang saku lebih dari cukup untuk kedua adiknya itu.
Andi mengatakan pada adik-adiknya, setelah pertemuannya nanti, ia akan menjemput mereka. Jika nanti hari belum terlalu sore, Andi akan kembali menemani adiknya kembali berjalan-jalan di Kebun Binatang Surabaya.
Langsung saja Andi melajukan mobil sport miliknya menuju kantor yang akan ia pakai sebagai kantor perusahaan game miliknya. Meski sekarang ini hari Sabtu, gedung perkantoran tersebut masih buka. Beberapa perusahaan tidak meliburkan karyawan mereka di hari Sabtu. Beberapa juga perlu melakukan lembur di hari Sabtu.
Jadi, meskipun ini adalah hari Sabtu, gedung perkantoran itu masih ramai oleh para pekerja. Di loby gedung, sudah ada Sinta yang menunggu kedatangan Andi. Memang Andi meminta asistennya itu datang hari ini. Andi ingin kedepannya urusan renovasi ini akan dihandel oleh Sinta.
Sementara Andi, dirinya akan memfokuskan pekerjaannya pada hal yang lainnya. Dalam waktu dekat ini, ia perlu menentukan lima perusahaan yang akan ia beli sahamnya. Dana miliknya tidak begitu banyak, sehingga dirinya harus membagi semuanya dengan baik.
“Selamat siang Mr. Andi.” Sapa Sinta.
“Pagi. Sudah lama nunggunya?” Tanya Andi.
Sinta menggelengkan kepalanya pelan. “Saya belum lama menunggu kok Mr. Andi.”
“Kalau begitu, langsung saja kita ke atas, kita lihat ruangan kantor tersebut.” Ajak Andi.
Kantor baru tersebut hanyalah berupa ruangan kosong tanpa sekat. Letaknya pun berada di paling pojok. Hal ini berarti, ruangan kantornya ini memiliki jendela kaca di dua sisi. Dengan begini, cahaya yang masuk pada ruangan kantor ini cukup banyak.
Andi merasa puas dengan kantor barunya ini. Tidak lama setelah Andi melihat-lihat kantor itu, orang yang ditunggunya datang. Terdapat empat orang yang kini datang ke ruangan kosong yang sudah Andi sewa itu. Mereka adalah tim arsitek yang akan Andi pakai jasanya.
Dari keempat orang tersebut, tiga di antaranya sudah pernah Andi temui, hanya satu yang belum pernah Andi temui.
“Selamat siang, Tuan.” Sapa Dani.
__ADS_1
“Selamat siang, Pak Dani.”
Setelah menyapa Andi, Dani terlihat mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut ruangan. Sepertinya ia tengah memikirkan desain apa yang akan ia pakai pada ruangan ini.
“Jadi, ini adalah ruangan yang ingin direnovasi?” tanya Dani tanpa basa basi.
“Ya ruangan ini. Aku akan menjadikan ruangan ini sebagai ruangan kantor.” Jawab Andi.
“Lalu, apakah Anda bisa memberitahu kami berapa ruangan yang Anda butuhkan? Juga mengenai jumlah meja kerja yang akan ditaruh di sini. Itu untuk mempermudah kami membuat desain interiornya dan juga perkiraan harga.”
Dani sudah mengeluarkan buku kecil miliknya. Sepertinya dia bersiap untuk mencatat apa saja yang Andi inginkan mengenai ruangan yang akan direnovasi ini.
“Saat ini, aku butuh dua ruang rapat. Satunya tidak terlalu luas, hanya untuk pertemuan lima sampai sepuluh orang. Lalu satunya untuk dua puluh orang. Lalu, aku membutuhkan dua ruangan kerja yang tersendiri di sini. Tidak perlu terlalu luas juga untuk ruangan kerja ini.”
Salah satu ruang kerja yang terpisah itu nantinya akan Andi jadikan ruangan kerjanya. Meskipun nantinya Andi tidak akan sering berada di sini, tetapi ia membutuhkan ruangan tersebut. Lalu, ruangan satunya akan dipakai oleh penanggung jawab dari perusahaan gamenya ini.
“Selain itu, aku juga membutuhkan satu ruangan santai di sini. Aku ingin karyawan di sini memiliki area santai untuk mereka beristirahat. Di sana nantinya akan ada banyak makanan ringan yang tersedia. Di sana juga akan tersedia berbagai minuman.” Jelas Andi.
“Apakah area pantry?” Potong Romi, desainer interior di tim Dani.
Sebenarnya Andi ingin banyak sekali tempat bersantai di kantor miliknya. Tetapi, kantor barunya ini tidak begitu luas. Jika ia memiliki ruangan luas mungkin Andi akan memperbanyak ruang bersantai dan pantry di kantornya.
Andi pernah melihat sebuah Vlog seseorang di sebuah perusahaan internet. Di perusahaan tersebut, terdapat banyak sekali area bermain dan bersantai. Bisa dibilang, hampir disetiap lantai perusahaan mereka terdapat ruangan bersantai dan pantry yang dipenuhi dengan makanan ringan.
Mungkin jika Andi memiliki gedung perkantorannya sendiri, maka ia akan melakukan hal itu. Untuk sekarang, ia hanya perlu memberikan fasilitas penunjang sebanyak yang ia bisa untuk karyawannya ini.
“Lalu untuk meja kerja karyawan, aku ingin ada tiga puluh meja kerja saja. Mejanya, aku ingin kalian mengkustomnya. Lebarnya sekitar satu setengah meter. Aku juga ingin antar satu meja dengan meja lain tidak terlalu dekat. Harus ada jarak yang memisahkannya.”
Ada alasan Andi menginginkan hal ini. Dirinya ingin menempatkan dua layar monitor pada meja kerja karyawannya. Ini adalah perusahan game. Di sini para karyawannya nanti akan berususan dengan desain, membuat program dan lain sebagainya.
Jadi menurut Andi, dua layar monitor adalah sebuah kewajiban. Hal itu untuk lebih mudah karyawannya melakukan pekerjaan mereka.
Lalu mengenai jarak antar meja kerja, Andi rasa itu juga butuh. Andi tidak mau satu meja kerja, menempel dengan meja kerja yang lain. Menurutnya, hal seperti itu malah mengganggu konsentrasi para pekerjanya.
Mereka bisa saja terganggu dengan apa yang dilakukan oleh orang di meja sebelah mereka. Jadi, dengan adanya jarak tersebut, akan memperkecil kemungkinan mereka terganggu.
__ADS_1
“Lalu, apakah Anda ingin setiap meja kerja diberi dinding pemisah Tuan?” Tanya Romi sembari mencatat semua keinginan Andi.
“Tidak perlu. Aku ingin semuanya terbuka supaya kantorku ini tetap terlihat luas.”
“Baiklah. Kami sudah mencatat semua keinginan Tuan. Kami akan mengukur semuanya dan memulai membuat desain.” Jawab Doni.
“Berapa lama waktu yang kalian butuhkan untuk menyelesaikan renovasinya?” tanya Andi.
“Perkiraan kami untuk ruangan sebesar ini dan dengan permintaan Anda tadi, kemungkinan satu bulan kami baru menyelesaikannya.” Jelas Dani.
“Ehm,bisakah kalian mempercepat pekerjaan ini? Aku ingin segera menempati kantor ini. Menambah uang lebih banyak tidak masalah untukku.”
Andi sudah dikejar-kejar oleh batas waktu pemberian sistem terhadap misi-misi miliknya. Jadi, Andi ingin segera menempati ruangan kantor ini.
“Mungkin kami bisa sedikit mempercepatnya. Tetapi, kami tidak bisa memberikan kepastian waktu yang kami butuhkan. Kami perlu menyelesaikan desainnya terlebih dahulu. Jika desain sudah ada barulah kami bisa kembali menghitung waktu yang kami butuhkan untuk menyelesaikan proyek ini dengan waktu tercepat.” Jelas Dani.
“Kalau begitu, berapa lama yang kalian butuhkan untuk menyelesaikan desainnya?”
“Paling cepat tiga hari, paling lambat satu minggu.”
“Baiklah kalau begitu.”
Andi kembali melanjutkan mengobrol dengan Dani dan juga Romi. Mereka membicarakan beberapa hal yang dirasa kurang jelas. Sementara mereka berdiskusi, salah satu asisten Dani mulai mengukur luas ruangan kantor ini. Sementara yang lain, mencatatnya di sebuah kertas.
Diskusi mereka masihlah cukup panjang. Pada akhirnya Andi menawarkan melanjutkan diskusi mereka sembari makan siang di restoran dekat gedung perkantoran tempat mereka berada.
“Miss Sinta, nanti minta ke bagian keuangan untuk membayar uang lemburmu. Kegiatan kita hari ini sudah termasuk ke dalam lemburmu.” Ucap Andi setelah pertemuannya dengan Dani dan timnya selesai.
“Baiklah. Terima kasih Mr. Andi.”
“Ah ya, setelah aku menyetujui desain mereka, aku akan menugaskanmu mengawasi proyek ini. Aku yakin selama pembicaraan kita tadi, sedikit banyak kamu sudah tahu apa yang aku inginkan. Jadi, bantu aku memastikan semua sudah sesuai keinginanku.” Jelas Andi.
“Tentu Mr. Andi. Aku akan melaksanakan tugas ini dengan baik.”
Setelah beberapa diskusi singkat dengan Sinta, Andi berpisah dengan asistennya itu. Sekarang Andi perlu pergi ke Kebun Binatang Surabaya. Ia masih punya waktu untuk jalan-jalan bersama dengan adik-adiknya di sana.
__ADS_1