
Autor note : Kalimat bergaris miring adalah kalimat yg diucapkan dalam bahasa asing, karena tidak semua pembaca bisa berbahasa inggris maka aku buat tetap pake bahasa indo dg garis miring
selamat membaca
“Wow, apa yang kamu lakukan tadi cukup keren Andi.” Puji Brian kepada Andi. “Aku kira kamu hanya bisa bela diri. Tetapi, kemampuan berlarimu juga cukup bagus.”
Saat ini Andi dan Brian kembali berjalan menuju restoran untuk makan malam. Setelah mengembalikan tas tersebut kepada pemiliknya, polisi datang dan membawa pergi pencuri tersebut. Andi hanya ditanyai beberapa hal oleh polisi.
Beruntung Andi bersama dengan Brian. Temannya itu bisa membantu Andi menjawab pertanyaan polisi-polisi tersebut. Meski Andi bisa berbahasa Inggris, tetapi itu hanya Bahasa Inggris dasar. Untuk melakukan percakapan panjang, Andi belum bisa melakukannya.
“Itu karena berlari adalah salah satu latihan fisik yang perlu aku jalani selama berlatih bela diri. Jadi, berlari seperti tadi tidak banyak menguras tenagaku.” Jelas Andi.
Andi cukup senang dengan misi yang baru saja ia selesaikan. Misi tersebut memberinya kekuatan baru. Jangan remehkan penambahan lima poin pada kekuatannya. Itu merupakan penambahan yang cukup besar.
Sebelumnya sekuat apapun Andi memberikan pukulan ke sebuah pohon, maka tidak akan ada perubahan sedikitpun pada pohon tersebut. Yang ada malah tangannya yang sakit. Tetapi penambahan lima poin pada kekuatannya, membuat Andi berkali-kali lipat lebih kuat.
Sekarang ini, tidak hanya penambahan lima poin kekuatan yang Andi dapatkan, tetapi juga lima poin di kecepatan. Dengan begini, serangan-serangan yang Andi buat akan lebih cepat dari biasanya. Dengan kekuatan, stamina dan kecepatannya yang bertambah, maka Andi jauh lebih kuat dari pada sebelumnya.
Tidak hanya kekuatannya yang besar, tetapi dia juga bisa bertarung jauh lebih lama dari sebelumnya. Dengan begini, garis batas kekuatan untuk menentukan pengawal untuk keluarganya akan jauh lebih tinggi.
Bukankah dengan begitu para pengawal keluarganya akan jauh lebih kuat? Andi yang akan mengetesnya saja jauh lebih kuat dari mereka.
“Tapi sayang kenapa kamu menolak ajakan cewek tadi buat makan malam bareng. Dia cukup cantik loh. Lumayan kan baru ke luar negeri kamu bisa dapet kenalan baru.” Ucap Brian.
“Aku sama sekali nggak tertarik. Bilang aja kamu belum pernah nyoba dengan cewek bule, selama ini lokalan semua. Jadi, kamu pengen makan malam sama dia biar bisa pedekate.” Goda Andi.
“Hehehe.” Brian tertawa pelan mendengar ucapan Andi. “Tahu aja kamu. Selama ini aku maennya sama yang lokalan. Belom pernah ketemu bule yang bisa diajak maen bareng.”
Andi menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Brian. Ia tidak menyangka temannya ini setelah lulus SMA berubah derastis seperti sekarang. Setelah merasakan surga dunia, Brian malah ingin menenggelamkan dirinya pada kenikmatan duniawi itu.
Melihat Andi yang seperti itu, Brian langsung protes. “Jangan bersikap kayak gitu. Kamu belum pernah ngerasain aja surga dunia itu kayak apa. Aku jamin jika kamu udah ngerasain surga dunia, maka kamu akan ketagihan kayak aku.” Protes Brian.
__ADS_1
“Ya, ya, ya. Aku tahu. Yang berpengalaman pasti akan menggurui yang polos kayak aku ini. Udah sekarang kita makan. Lalu kita tidur. Besok pagi kita masih perlu pergi ke tempat pamanmu.”
*****
Setelah sarapan di hotel, Andi dan Brian menunggu kedatangan anak buah dari Roy di lobby hotel. Tadi pagi, akhirnya panggilan yang Brian lakukan bisa tersambung kepada pamannya. Roy meminta maaf kepada Brian karena kemarin anak buahnya tidak menjemput mereka di bandara.
Ternyata, anak buah Roy menjemput di jam yang salah. Ia menjemput Andi dan Brian pada pukul sembilan malam. Pada saat itu, Andi dan Brian sudah terlelap dalam tidur mereka. Jadi, ketika anak buah Roy menghubungi mereka, panggilan itu tidak tersambung.
Seorang laki-laki dengan menggunakan jas hitam berjalan mendekat ke arah Andi dan Brian. Setelah cukup dekat dengan tempat mereka berada, laki-laki tersebut menanyakan identitas Brian.
“Are you Mr. Smith?” Tanya laki-laki tersebut bertanya.
“Yes, I am. Apakah Kau adalah orang suruhan Uncle Roy?”
“Ya, saya Lucas, orang suruhan dari Mr. Roy. Maaf untuk kesalahan yang saya lakukan kemarin.”
Brian mengibaskan sebelah tangannya. “Sudahlah tidak masalah untukku. Aku dan temanku sudah memaafkanmu mengenai kejadian kemarin.”
“Tentu.”
Perjalanan dari hotel menuju ke rumah Roy memakan waktu lima belas menit. Rumah milik Roy berada di pinggiran Kota Sevilla. Bisa dibilang, rumah milik Roy merupakan sebuah mansion dengan halaman yang cukup luas.
Rumah sebesar itu cukup mahal menurut Andi. Ini berarti, paman dari Brian ini memiliki bisnis yang cukup besar hingga bisa memiliki rumah sebesar ini.
“Lucas, di mana Uncle Roy sekarang?” Tanya Brian setelah mereka turun dari mobil.
“Dia sudah menungu Anda di halaman belakang Mr. Smith.”
Mendengar perkataan Lucas, langsung saja Brian masuk ke dalam mansion tersebut untuk mencari keberadaan pamannya. Melihat hal itu, Andi hanya bisa mengikuti langkah Brian.
Ketika memaskui mansion tersebut, Andi bisa melihat bagaimana desain interior mansion tersebut. Bagian dalam rumah milik Roy hanya bisa digambarkan dengan satu kata, mewah. Banyak sekali pernak pernik dan hiasan yang menggambarkan kemewahan dari mansion ini.
__ADS_1
Tetapi, Andi tidak bisa melihat interior mansion itu terlalu lama. Saat ini Brian berjalan cukup cepat ke dalam rumah. Dalam perjalanan mereka masuk pun, Andi bisa melihat beberapa penjaga yang berjaga di beberapa sudut ruangan.
Tidak hanya di dalam mansion, di luar mansion tadi pun Andi juga melihat banyaknya penjaga yang bersiaga di luar. Sepertinya, paman dari Brian ini tidak hanya memiliki perusahaan keamanan sebagai bisnisnya. Penjagaan rumahnya saja bisa dibilang sangat ketat.
“Uncle Roy, keponakanmu yang tampan ini sudah datang.” Teriak Brian ketika mereka sudah dekat dengan halaman belakang.
Tidak lama kemudian, Andi bisa melihat seseorang anak laki-laki berlari dari halaman belakang. Jika Andi memperkirakan, anak laki-laki umurnya tidak jauh beda dengan adiknya, Arfan.
“Brian.” Teriaknya. Anak laki-laki tersebut berlari ke arah Brian sembari membuka lebar kedua tangannya. Ia lalu menghempaskan tubuhnya ke tubuh Brian.
“Andres, aku tidak menyangka Kau bertambah tinggi sekarang. Terakhir kita bertemu, Kau hanya setinggi ini.” Ucap Brian sembari meletakkan tangannya di pelipis sepupunya. “Sekarang tinggimu semakin bertambah.”
“Tentu saja aku bertambah tinggi. Daddy sering melatihku, jadi aku bertambah tinggi dan lebih kuat. Tidak seperti Kau yang lemah itu. Aku yakin jika sekarang kita bertarung, maka dirimu akan kalah dariku.” Ucap Andres cukup bangga dengan pencapaiannya.
“Ck.” Brian mendecakkan lidahnya mendengar ucapan sepupunya. “Jangan sombong dulu. Jika Kau bisa mengalahkan temanku ini, maka akan aku akui bahwa Kau adalah orang hebat.” Ucap Brian.
Sebuah seringai terlihat mengiasi bibir Brian. Ia akan mengerjai sepupunya yang satu ini. Selama ini Andres dibesarkan oleh Roy dengan banyak latihan fisik. Meski dia masih berusia empat belas tahun, dia bisa menglahkan dua orang anak buah pamannya.
Jangan remehkan Andres hanya karena dia mengalahkan dua orang saja. Kalian perlu terlebih dahulu mengetahui kekuatan dari dua orang yang Andres kalahkan. Meski mereka bukan orang terkuat di antara anak buah Roy, tetapi masing-masing dari mereka bisa dengan mudah mengalahkan lima orang dewasa.
Selama ini setiap kali bertemu dengan Andres, Brian sering babak belur karena harus bertarung dengan sepupunya itu. Jadi, Brian ingin membalaskan kekesalannya kepada sepupunya itu. Meski Brian tidak tahu bagaimana kekuatan sepupunya itu jika dibandingkan dengan Andi, tetapi mereka memiliki kemiripan.
Mereka berdua sama-sama tumbuh dengan didikan keras dari orang tua mereka untuk mempelajari bela diri. Jadi, Brian ingin mereka beradu tinju sekarang. Ia harap Andi lebih kuat dari pada Andres. Dengan begitu, kekesalannya selama ini karena dihajar Andres bisa terbalaskan.
Mendengar ucapan Brian, Andres menatap ke arah Andi. Ia terlalu senang dengan kedatangan sepupunya itu sampai lupa bahwa ada orang lain yang datang bersama dengan sepupunya. Andres lalu memandang Andi dari atas hingga ke bawah.
Jika dilihat dari postur tubuhnya, Andres bisa tahu bahwa teman sepupunya ini adalah orang yang memiliki kemampuan bela diri. Brian sudah jelas mengetahui kemampuannya. Jadi, jika sepupunya itu ingin dirinya bertarung dengan temannya, itu berarti temanny ini memiliki kemampuan dalam bela diri.
Andi yang sedari tadi hanya diam mendengarkan percakapan antar kedua sepupu itu. Dengan kemampuan berbahasanya Inggrisnya yang biasa saja, Andi kurang bisa menangkap apa yang sedang mereka bicarakan.
Jadi, Andi tidak tahu jika sekarang Brian berencana membuat dirinya bertanding tinju dengan Andres. Ketika melihat Andres memandangnya dengan penuh selidik, yang bisa Andi lakukan hanyalah menganguk pelan sembari menunjukkan senyum terbaiknya. Seperti halnya yang biasa dilakukan orang Indonesia di depan orang asing.
__ADS_1
Tetapi, apa yang dilakukan oleh Andi itu ditangkap berbeda oleh Andres. Ia mengira Andi tengah meremehkannya dengan memberikan senyum yang menurutnya sangat konyol itu.