
Esok harinya, Andi bangun pagi-pagi sekali. Setelah membersihkan diri, Andi merias wajahnya agar wajahnya berubah dan sulit dikenali. Hari ini perusahaannya akan membuat konferensi pers untuk mengumumkan peresmian Naranga Group dan Naranga Internasional.
Pendaftaran dan segala persiapannya sudah matang. Jadi, menurut Andi, ini adalah saat yang pas untuk melakukan peresmian itu.
Andi sebagai pemilik tentu saja harus hadir di sana. Tetapi, Andi tidak bisa datang dengan wajah aslinya sekarang. Hal itu karena ia tidak ingin megalihkan perhatian musuh yang sebelumnya berada di Burhan kepadanya.
Dengan Andi meresmikan Naranga Group dan Naranga Internasional sekarang, itu akan memberikan gambaran seolah-olah Burhan mengundurkan diri dari Gang Macan Putih miliknya karena laki-laki itu memilih fokus untuk mengurusi bisnis barunya.
Andi sudah mengatakan ini kepada keluarganya, dan mereka menyetujui usulan pemuda itu. Keluarga Prayudi yakin apa yang mereka lakukan ini akan membuat musuh semakin aktif bergerak dan membuat keluarga Prayudi bisa mengetahui keberadaan mereka.
Kemarin, Andi memang sudah mengirimkan beberapa anak buahnya ke gedung apartemen yang dikatakan Burhan. Tetapi anak buah Andi belum juga memberi laporan mengenai datangnya kelima orang yang merupakan anak buah musuh.
Andi harap, setelah dirinya mengumumkan peresmian Naranga Group dan Naranga Internasional, orang-orang itu akan melakukan pertemuan.
Kali ini Andi merias dirinya hingga ia terlihat seperti orang yang berumur tiga puluh tahunan. Ia memakai sebuah jaket yang ukurannya cukup besar bagi tubuhnya. Tidak hanya itu, Andi juga memakai spons di perutnya agar dirinya terlihat buncit.
Untuk ukuran sepatu, Andi memakai sepatu yang satu ukuran lebih besar dari ukuran normalnya. Sepatu ini juga memiliki hak setinggi lima centimeter. Dengan begini, tinggi tubuhnya pun berubah.
Setelah itu, Andi memutar tubuhnya beberapa kali di depan cermin untuk melihat bagaimana penampilannya kali ini. Andi cukup puas dengan hasil kerjanya ini.
Andi pun keluar dari hotel tempatnya menginap dan pergi ke aula hotel di mana konferensi pers diadakan. Ya Andi sengaja menginap di sini semalam untuk konferensi pers ini.
Di pintu aula, Andi menyerahkan undangan miliknya kepada salah satu pekerjanya yang ada di sana. Sekarang peran Andi di sini hanyalah sebagai tamu undangan saja.
Ketika Andi masuk tidak ada satu pun yang mendekatinya untuk menyambutnya. Ini berarti penyamarannya cukup berhasil.
__ADS_1
Beberapa kursi di aula tersebut terlihat sudah terisi. Andi melihat ayah dan beberapa pamannya duduk bersama dengan Purnomo. Mereka yang akan berperan sebagai pemilik dari Naranga Group dan Naranga Internasional.
Tidak hanya itu saja, beberapa perusahaan milik Pamannya juga akan bergabung dalam Naranga Group. Jadi, tidak salah jika mereka mengaku sebagai pemilik Naranga Group.
Andi memilih tempat duduk paling belakang yang ada di Aula tersebut. Dari posisi yang ia ambil ini, Andi bisa memantau pergerakan orang yang keluar masuk aula tersebut. Andi ingin tahu apakah pihak musuh akan mengirimkan orang untuk mengikuti jalannya konferensi pers ini.
Semakin lama ruang aula itu semakin terisi. Kebanyakan mereka yang datang adalah pihak wartawan yang diundang untuk membantu publisitas Naranga Group dan Naranga Internasional.
Tebakan Andi ternyata benar, salah satu dari kelima orang anak buah musuh muncul di sana. Orang itu terlihat sangat percaya diri datang ke aula tersebut tanpa melakukan penyamaran sedikit pun. Mungkin dia pikir pihak keluarga Prayudi tidak ada yang mengenalinya.
Tetapi itu salah. Fotonya dari segala sisi sudah dilihat oleh anggota keluarga Prayudi. Jadi, cukup mudah bagi mereka untuk mengenalinya.
Andi mengecek sebuah pesan masuk dari ponselnya. Itu adalah pesan dari Bagas, pamannya itu meminta semuanya untuk bersikap biasa saja meski mereka sudah tahu bahwa di sekitar mereka sudah ada musuh. Hal ini agar musuh tidak sadar bahwa keberadaannya sudah diketahui.
Sepuluh menit setelah masuknya anak buah musuh itu, konferensi pers itu di mulai. Purnomo sudah naik ke atas podium untuk memberikan beberapa sambutan kepada tamu undangan.
“Kami tahu bahwa umur dari beberapa perusahaan kami ini masih sangat muda. Meski begitu, kami memiliki ambisi besar.”
“Naranga adalah nama yang kami ambil sama seperti nama sebuah kerajaan masyur yang pernah berdiri di negeri ini. Seperti halnya kerajaan Narangakarta yang ingin menyatukan nusantara, perusahaan kami juga memiliki ambisi yang tidak terlalu berbeda.”
“Kami ingin Naranga Group bisa menjadi perusahaan terbesar di negeri ini, menjadi pemimpin dari perusahaan-perusahaan lainnya. Tidak hanya itu saja, melalui Naranga Internasional, kami akan memulai melebarkan sayap kami di luar negeri.”
“Mungkin bagi sebagian orang ambisi kami ini terlalu tinggi, sangat tidak mungkin di capai. Tetapi kami tidak akan berkecil hati. Kami yakin, kami bisa mencapai tujuan kami itu.” Jelas Purnomo.
Purnomo masih melanjutkan pidatonya mengenai visi dan misi dari perusahaan. Setelah itu, Purnomo bersama beberapa Paman Andi memotong sebuah pita sebagai simbolis peresmian perusahaan mereka.
__ADS_1
Ketika acara potong pita selesai, para wartawan langsung saja menajukan berbagai pertanyaan kepada Purnomo serta beberapa Paman Andi. Hal ini karena sebelum ini pun beberapa Paman Andi sudah memiliki perusahaan yang cukup besar.
Sekarang, mereka yang berasal di dunia bisnis cukup terkejut setelah mendengar beberapa Paman Andi menggabungkan bisnis mereka dalam naungan Naranga Group. Hal ini membuat antusias wartawan untuk menanyakan hal itu cukup tinggi.
Sementara itu, selama konferensi pers belangsung, fokus Andi berada pada anak buah musuh yang ada di aula tersebut. Memang pandangan Andi masih lurus ke depan. Tetapi, ia masih bisa mengamati laki-laki itu dari sudut matanya.
Setelah konferensi pers itu selesai, para tamu undangan dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang sudah mereka persiapkan di restaurant hotel ini. Andi tidak buru-buru mengikuti yang lain ke sana. Ia memilih mengkah lebih lambat dari yang lain agar bisa mengawasi mata-mata tersebut.
Andi yakin laki-laki itu tidak akan ikut menikmati hidangan. Pasti dia akan pergi setelah ini dan melapor kepada bosnya. Benar saja. Ketika yang lainnya berjalan menuju restaurant yang berada di lantai yang sama, laki-laki itu malah berbelok menuju lift.
Melihat hal itu, Andi bergegas menuju tangga darurat yang tidak jauh dari lift tersebut. Tujuan laki-laki tadi adalah basement tempat memarkir mobil. Andi ingin mengejar laki-laki itu melalui tangga.
Dengan kemampuannya, Andi berlari menuruni tangga. Ia tidak turun melalui anak tangga, tetapi dia lompat turun dari satu lantai ke lantai lain. Untung saja tangga di sini cukup rapat. Jadi, Andi bisa dengan cepat turun ke bawah.
Ketika sampai di basement, Andi melihat laki-laki itu sudah menaiki mobilnya dan pergi dari sana. Melihat hal itu, langsung saja Andi memberi tahu jenis dan nomor polisi dari mobil yang dinaiki oleh laki-laki itu kepada anak buahnya. Ia ingin anak buahnya mengikuti ke mana perginya laki-laki itu.
Lalu, Andi nantinya akan menyusul mereka. Andi sadar bahwa dirinya tidak akan bisa mengejar laki-laki itu meski sekarang dia berlari mengejarnya sekali pun. Untuk ia sudah mempersiapkan anak buahnya di luar.
Andi lalu mengejar dengan santai mobil yang dinaiki oleh mata-mata tadi. Setiap dua menit anak buahnya akan membagikan lokasi mereka kepada Andi. Jadi, Andi bisa memperkirakan tempat yang dituju oleh mata-mata tadi.
“Sepertinya, mata-mata itu akan melaporkan tentang hal ini kepada bosnya.” Gumam Andi.
Dari arah yang dituju oleh laki-laki itu, Andi tahu bahwa tempat yang dituju adalah gedung apartemen yang sama dengan yang Burhan beritahu kepada mereka. Jika begini, Andi langsung meminta anak buahnya yang sudah berjaga di gedung apartemen itu untuk bersiap.
Meskipun mereka tidak akan menangkap mata-mata itu sekarang, tetapi mereka bisa memasukkan alat penyadap kepada mata-mata itu. Jika mereka berhasil, mereka bisa mendengarkan diskusi yang dilakukan oleh musuh.
__ADS_1
Selain itu, alat penyadap itu juga dilengkapi dengan pelacak. Jadi, mereka nanti bisa tahu kemana tujuan dari mata-mata itu.
“Memang kami kalah jumlah dari kalian. Tetapi, kami akan maju beberapa langkah dari kalian setelah kami mengetahui apa rencana kalian. Aku yakin dengan begini kami bisa mengalahkan kalian dengan mudah.” Ucap Andi setelah ia memberikan istruksi kepada anak buahnya.