Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS

Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS
Bab 40 Mimpi


__ADS_3

Andi menyerahkan sebuah handuk dan sikat gigi yang masih baru kepada Rosalinda. Untung saja di sini masih ada beberapa baju milik ibunya yang belum ia bawa pulang, jadi Rosalinda bisa memakai baju ibunya untuk saat ini.


“Ini handuk bersihnya dan sikat giginya. Tenang sikatnya masih baru. Kalau Mbak butuh baju ganti, Mbak ambil aja yang ada di almari kamar itu.” Ucap Andi sembari menunjuk ke arah salah satu kamar yang ada di sana. “Baju yang Mbak Ros pakai sekarang bisa Mbak Ros cuci biar bisa dipakai besok. Tenang aja di sini ada pengeringnya kok, sudah pasti besok bajunya kering.”


“Terimakasih. Nggak perlu di cuci nggak papa. Besok pagi-pagi aku akan langsung balik ke kosan. Jadi aku bisa ganti baju di kosan nantinya. Tapi kayaknya aku bakal pijam baju buat tidur malam ini. Nggak bakal nyaman kalau aku tidur pake baju ini.”


Andi memandangi pakaian yang kini dikenakan oleh Rosalinda. Perempuan itu memakai celana jeans dengan sebuah blouse berwarna biru. Memang pakaian seperti itu akan sangat kurang nyaman untuk dipakai tidur.


Sebagian orang mungkin saja tidak mempermasalahkan pakaian tersebut digunakan untuk tidur. Namun, jika mereka sudah terbiasa tidur dengan pakaian nyaman, pakaian seperti itu tidak akan bisa membuat mereka tidur nyenyak.


“Baiklah.”


Sementara Rosalinda membersihkan diri, Andi memilih membuat sebuah mie instan. Setelah aktifitas panjang yang di jalaninya malam ini, membuat pemuda itu merasa lapar. Ia memilih membuat makanan penyelamat umat, mie instan.


Untung saja ketika dirinya berbelanja dengan Rosalinda sore tadi, Andi juga membeli beberapa stok makanan yang awet untuk di simpan. Seperti beberap box sereal, susu kotak, dan makanan instan. Dengan begini, jika dirinya berkunjung ke apartemen ini, akan ada beberapa stok makanan yang bisa ia nikmati.


Ketika Andi tengah asik menikmati mie instan buatannya, pintu kamar mandi yang ada di dekat dapur terbuka. Rosalinda memilih membersihkan diri di kamar mandi luar dari pada kamar mandi yang ada di kamar utama. Andi kini bisa melihat Rosalinda yang memakai sebuah kaos dan celana selutut.


Dari semua pakaian yang perempuan itu pilih, kenapa dia memilh kaos dan celana pendek miliknya. Meskipun Andi belum pernah memakai pakaian itu, tetapi tetap saja itu pakaian yang Andi beli untuk dirinya sendiri. Di sana masih ada pakaian ibunya, atau bahkan pakaian adiknya. Tetapi kenapa perempuan itu memilih pakaiannya?


Melihat Rosalinda terbalut dengan pakaian miliknya menghadirkan rasa yang cukup aneh dalam diri Andi. Ia tidak pernah merasakan perasaan ini dari perempuan manapun. Bahkan dengan Dinda sekali pun Andi tidak pernah merasakan hal ini. Pemuda itu sulit menggambarkan perasaan yang dialaminya.


Rosalinda sedikit canggung ketika keluar dari kamar mandi di sambut dengan Andi yang memandangnya seperti itu. Sebelah tangan pemuda itu tengah mengantung di udara dengan ujung garpunya berisi mie instan. Mulut pemuda itu terbuka lebar, tidak hanya mulutnya saja tetapi, mata dari pemuda itu juga terlihat melebar. Rosalinda yakin dirinya bisa melihat air liur menetes di sudut bibir Andi.

__ADS_1


Perempuan itu kemudian memperhatikan kembali pakaian yang ia kenakan. Ia memakai pakaian lengkap. Kaos longgar yang tidak menampakkan bentuk tubuhnya, celana selutut yang tidak menunjukkan paha mulusnya. Apakah ada yang salah dengan pakaian yang ia pilih?


Pakaian yang Rosalinda pakai adalah pakaian yang paling nyaman dan tidak terbuka yang bisa ia temukan di apartemen Andi, untuk ia gunakan untuk tidur. Jika pakaiannya bukan merupakan pakaian yang “mengundang”, kenapa Andi memandangnya dengan tatapan seperti itu.


“Ehm…. Tidak bisakah kamu berhenti menatapku seperti itu? Kamu menakutiku dengan pandangamu yangs seperti itu.” Pinta Rosalinda pada akhirnya setelah tidak tahan dengan tatapan yang diberikan oleh Andi padanya.


Sependek dirinya mengenal Andi, perempuan itu tahu bahwa Andi adalah pemuda yang sopan yang menghargai perempuan. Tetapi, Rosalinda tidak menyangka Andi akan menatapnya dengan tatapan seperti itu sekarang.


Seakan tersadar bahwa apa yang ia lakukan telah mengganggu Rosalinda, Andi segera menundukkan pandangannya. Ia tidak berani kembali memandang ke arah Rosalinda. Ia takut mendatangkan pemikiran yang sering muncul di otak para laki-laki.


“Ah, maaf Mbak. Aku nggak seharusnya mandang Mbak kayak gitu. Mbak kalau mau tidur duluan silahkan. Mbak bisa pilih salah satu kamar kosong di sini.”


Melihat Andi yang meminta maaf seperti itu ada sedikit rasa bersalah muncul dalam diri Rosalinda. Perempuan itu lebih memilih pergi dari sana agar tidak menambah rasa canggung diantara mereka. Rosalinda memilih salah satu kamar yang ada di sana. Ia kemudian mengunci pintu kamar itu dari dalam.


Mereka adalah seorang perempuan dan laki-laki yang bermalam dalam satu atap. Meski ada dinding yang memisahkan mereka, Rosalinda ingin tetap mengambil langkah aman. Tidak ada salahnya dirinya mengunci pintu kamarnya.


Melihat Rosalinda mengunci kamarnya dari dalam, Andi merasa sangat bersalah kepada perempuan itu. Pemuda itu kemudian bergegas menghabiskan mie instannya yang tinggal beberapa suap. Setelah membersihkan piring bekas makannya, pemuda itu berganti membersihkan tubuhnya.


*****


Andi tengah tertidur cukup pulas ketika pemuda itu mendengar pintu kamarnya dibuka. Pemuda itu menerjab-nerjabkan matanya, mencoba membiasakan penglihatannya dengan cahaya temaram yang ada di kamarnya. Ia mengarahkan padangannya ke arah pintu kamarnya, di sana ia bisa melihat siluet seseorang yang kini berjalan masuk ke kamarnya.


Setelah cukup dekat, Andi baru sadar siapa yang datang itu. “Mbak Ros. Ada apa kok kemari?” tanya Andi bingung.

__ADS_1


Andi bisa melihat bahwa Rosalinda masih mengenakan pakaian yang sama, sebuah kaos dan celana pendek miliknya. Perempuan itu terlihat mendekati ranjang tempat Andi tidur. Melihat hal itu Andi lagsung terbangun dan duduk di kasurnya.


“Ada apa Mbak?” tanya Andi sekali lagi.


Rosalinda tetap diam tidak bersuara. Ia menatap ke arah Andi. Kini wajah perempuan itu berada tepat di depan wajah Andi. Mata mereka saling mengunci satu sama lainnya. Entah siapa yang memulai, tetapi kini bibir dua insan manusia itu berpagutan. Mereka saling bertukar saliva.


Malam yang semakin dingin membuat keduanya menciptakan suasa panas mereka sendiri. Pada akhirnya, satu persatu pakaian mereka berceceran di lantai. Andi memimpin pergulatan antara dua manusia dengan perbedaan kelamin tersebut.


Tidak lama kemudian, suara ******* dan erangan menjadi suara latar kegiatan dari mereka berdua. Sampai pada akhirnya, erangan panjang keluar dari mulut Andi. Sepertinya pemuda itu telah mencapai sebuah kenikmatan baru yang belum pernah ia capai bersama dengan seorang perempuan.


*****


Andi terbangun dari tidrunya. Tubuhnya basah oleh keringat. Ada rasa tidak percaya terpancar dari mata pemuda itu. Ia melihat sekeliling kamarnya, masih gelap. Ia lalu melirik jam digital yang ada di nakas yang ada di sebelah ranjangnya. 04:30. Sudah subuh.


Andi lalu melihat ke arah sebelah tempat tidurnya. Sisi ranjang di sebelah sana terlihat masih rapi. Tidak ada tanda-tanda bahwa seseorang telah tidur di sana. Andi kemudian membuka selimut yang menutupi tubuhnya. Dengan samar, Andi bisa melihat bahwa bagian depan celana pendeknya basah.


“Rupanya semua itu hanya mimpi.”


Andi mengusap kasar wajahnya. Hanya karena melihat Rosalinda memakai pakaiannya, Andi sampai memimpikan melakukan hal itu bersama dengan perempuan itu. Bukannya Andi tidak pernah mimpi seperti itu bersama dengan perempuan lain tentu saja pernah. Andi adalah pemuda yang normal, sudah jelas ia pernah memiliki mimpi-mimpi lainnya.


Yang mengherankan bagi Andi adalah, ia baru kenal dengan Rosalinda. Bisa dibilang mereka baru mulai akrab sejak hari ini. Selama ini perempuan yang hadir dalam mimpi-mimpi Andi adalah perempuan yang disukainya atau setidaknya perempuan yang dikenalnya.


Rosalinda bukan termasuk dalam katagori itu. Apa ini semua hanya karena Andi memandang beda Rosalinda ketika perempuan itu terbalut dalam pakaiannya? Hanya karena alasan itu?

__ADS_1


Andi kembali mengusap kasar wajahnya. Lebih baik dirinya sekarang mandi dan membersihkan bukti dari mimpinya semalam. Setidaknya dengan begitu ia akan berhenti memikirkan mimpi yang masih teringat jelas di ingatannya.


__ADS_2