Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS

Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS
Bab 44 Bulan Baru


__ADS_3

Andi terbangun dalam keadaan masih bingung. Dirinya sekarang berada di apartemennya. Ia mengingat kembali apa yang di alaminya kemarin. Ayahnya mengusirnya dari rumah. Setelah diusir dari rumah, Andi ingat bahwa dirinya berjalan kaki ke rumah Brian, setelah itu Pak Min mengantarnya ke satasiun.


Entah bagaimana dengan keadaannya yang seperti kemarin, Andi bisa kembali ke apartemen miliknya. Beruntung dirinya masih memiliki tempat ini, jika tidak, ia tidak mengetahui harus ke mana. Sekarang Andi jauh lebih tenang dari kemarin. Ia mulai berpikir jernih mengenai pengusirannya.


Kemungkinan besar ini semua adalah kesalah pahaman Aripto terhadap Andi. Ayahnya bersikeras mengatakan bahwa Andi memiliki kedekatan dengan Burhan, sepupu yang sangat tidak Aripto sukai. Semua fakta-fakta mulai dari pemukulan Jony dan Rendi, anak buah Burhan yang meminta pendapat Aripto, serta kedatangannya ke Surabaya membuat ayahnya itu menarik kesimpulan bahwa Andi sudah berhubungan dengan Burhan.


Alasan Andi berjudi togel hanyalah alasan lain yangs membuat Aripto naik pitam dan mengusirnya dari rumah. Jika Aripto marah karena Andi judi togel, laki-laki itu pasti hanya akan memberikannya beberapa pukulan dan juga akan membakar barang-barang yang Andi beli dari uang judi. Aripto tidak mungkin akan mengusirnya seperti ini.


“Jadi apa alasan ayah benci banget sama Om Burhan?”


Ini adalah pertanyaan besar yang ada di dalam pikiran Andi. Sering kali ketika Andi atau adik-adiknya menanyakan tentang Burhan, Aripto akan marah dan menyuruh mereka untuk tidak menyebut nama itu. Dari hal itu saja sudah terlihat jelas bahwa Aripto menaruh kebencian yang amat besar pada sepupunya.


Andi cukup menuruti perkataan ibunya kemarin. Bahwa dirinya hanya perlu menunggu amarah ayahnya padam, setlah itu ayahnya pasti akan datang mencarinya untuk memintanya pulang. Bicara soal ibunya, Andi ingat bahwa kemarin dirinya mengatakan sesuatu yang membuat ibunya sedih.


Meski tidak langsung, kemarin perkataan yang Andi utarakan seperti menyatakan bahwa dirinya tidak akan kembali ke rumah. Hal itu pasti membuat ibunya sedih. Andi buru-buru mencari ponselnya. Ia ingin mengatakan pada ibunya bahwa dirinya baik-baik saja dan wanita itu tidak perlu mengkhawatirkan keadaannya.


Andi menemukan ponselnya tergeletak di latai di dekat dapur. Sepertinya dirinya kemarin menjatuhkan benda itu, untung saja itu masih di dalam apartemennya, jika ini jatuh di luar, sudah pasti Andi akan kebingungan karena tidak bisa menghubungi ibunya.


“Rupanya baterainya habis.” Ucap Andi ketika melihat ponsel miliknya tidak menyala. Selagi menungu daya ponselnya terisi, Andi juga ingin mengisi perutnya. Perutnya yang belum terisi apapun sejak kemarin siang sekarang ini sudah berteriak-teriak meminta untuk diisi.


Andi cukup puas dengan sarapan hanya dengan semangkuk sereal. Setelah ini dirinya masih harus menghubungi ibunya, jadi Andi tidak ingin membuang waktu terlalu banyak untuk memasak. Ketika sarapannya habis, Andi bergegas mengecek ponsel miliknya. Benar saja banyak panggilan tidak terjawab dan puluhan pesan masuk di ponselnya.


Kebanyakan panggilan dan pesan yang masuk berasal dari Anisa dan Brian. Andi juga menerima beberapa pesan dari Amira. Semua pesan yang masuk memiliki isi yang hampir sama yaitu, menanyakan keberadaannya dan keadaannya saat ini.


Andi pun memutuskan untuk menghubungi ibunya agar wanita itu tidak khawatir lagi. Pada deringan kedua panggilan dari Andi langsung terhubung kepada ibunya. Andi bisa mendengar suara ibunya yang bergetar ketika dirinya menerima telfonnya.


“Hallo, Nak. Sekarang kamu gimana?”


“Hallo ibu, aku baik-baik aja kok bu.”


“Kamu sekarang tinggal di mana, Nak? Brian kemarin ibu telfon katanya kamu nggak di rumahnya.”


“Aku di Surabaya Bu, Brian keluar kota dan belum pulang. Jadi aku tidak menginap di rumahnya.”

__ADS_1


“Di Surabaya?”


“Ya, tenang aja Bu aku nggak tinggal di rumah sepupu ayah atau pun orang yang berhubungan dengannya.” Jawab Andi cepat-cepat untuk menghindari ibunya salah paham dan mengira dirinya mendatangi Burhan.


“Kamu ada uang?”


“Ada kok Bu, tenang aja. Jadi ibu nggak usah khawatir kayak gitu. Aku masih ada uang buat makan sebulan ke depan.”


“Beneran? Ibu kirimin kamu uang ya, uang keuntungan dari dessert box sudah lumayan banyak di rekening, ibu juga sudah minta ijin ke Brian untuk mengirim sebagian ke kamu dan dia mengijinkannya. Setelah ini akan ibu kirimi kamu uang.”


“Nggak perlu Bu, beneran aku masih punya uang. Dan yang ini bukan dari uang dari judi. Aku masih punya sedikit uang. Itu bisa aku pake buat modal jualan dessert box. Di sini juga ada car free day, jadi aku bisa cari uang dengan jualan dessert box. Jadi, ibu nggak perlu khawatir dengan aku. Aku masih bisa biayain hidupku sendiri.”


“Mendingan keuntungan itu dimasukkan semuanya untuk toko. Aku masih berutang banyak kepada Brian. Jadi aku nggak enak kalo make uangnya.”


Andi mendengar Anisa mengela nafas panjang. “Kamu tunggu aja ya, tunggu sampai kemarahan ayahmu turun. Nanti dia pasti minta kamu pulang. Ibu minta sama kamu, selama kamu di luar, jangan cari uang haram. Selagi kamu bisa cari uang halal, jangan sekali pun cari uang dengan cara haram, apalagi ikut judi togel lagi. Kamu dengar apa yang ibu dengar?”


“Iya bu, aku denger dengan jelas apa yang ibu katakan. Aku akan cari uang halal mulai sekarang. Dan menjauhi yang haram. Ibu tenang saja, aku tidak akan jatuh ke lubang yang sama.” Jelas Andi kepada ibunya.


Tidak lama setelah Anisa menutup telfonnya, Andi menerima sebuah pemberitahuan di ponselnya.


[Anda telah menerima dana sebesar Rp 1.500.000,- dari rekening xxxxxxxxx557]


Melihat nomor rekening yang sangat dikenalinya mengiriminya uang, Andi menarik nafas panjang. Itu adalah rekening ibunya. Meski Andi bersikeras bahwa dirinya tidak membutuhkan uang ini, tetapi ibunya tetap saja mengiriminya uang. Baiklah, Andi tidak akan mengirim balik uang ini. Andi akan menggunakan uang ini untuk “modal” usahanya di sini.


Dulu Andi berencana keluar dari rumah ketika berkuliah nanti namun takdir berkehendak lain. Ia harus keluar rumah labih awal dari rencana. Ada baiknya dia keluar dari rumah orang tuanya, dirinya tidak akan diawasi lagi.


Dengan tinggal sendiri, barang apa pun yang ia beli tidak akan ada menanyakan dari mana uang yang ia pakai. Tidak hanya itu, ia juga bisa bebas memperluas bisnisnya dengan tenang.


“Panel Status.”


[Ding]


[Modul Menjadi Kaya]

__ADS_1


[Level 6 (174555200/500000000)]


[Saldo Host : Rp 411.981.600,-]


[Tingkat Konversi : 1 kali nafas \= 16 rupiah]


[Misi : - Selesaikan pendaftaran perusahaan milik host ]


[Penyimpanan : - Kekuatan +5, Stamina +5]


[Kemampuan : - Lidah Manis : Selamanya


- Pengalaman seorang pembalap : Tingkat 1


- Pengalaman Juru Masak : Tingkat 1]


[Selamat berjuang menghabiskan uang Host]


“Dengan uang sebanyak itu, aku bisa dengan leluasa menjalankan bisnis. Aku yakin minggu depan Mas Ghani sudah menyelesaikan pendaftaran perusahaan. Mungkin sekarang aku bisa mulai mencari karyawan yang bukan karyawan inti untuk perusahaan, seperti resepsionis misalnya.”


Andi juga baru mengingat bahwa saat ini adalah awal bulan. Ini berarti toko sistem dan target pengeluaran telah di perbarui. Andi kemudian mengecek toko sistem terlebih dahulu. Siapa tahu ada pengalaman yang bisa ia manfaatkan untuk bisnis barunya.


“Toko Sistem.”


[Ding]


[Toko Sistem]


[Pengalaman seorang pialang saham tingkat 1: 35000000]


[Pengalaman seorang direktur utama tingkat 1 : 40000000]


[Host, manfaatkan toko sistem untuk memperkuat dirimu]

__ADS_1


__ADS_2