
Saat ini Andi bersama dengan beberapa sepupunya dan teman-temannya tengah makan bersama. Mereka tengah makan di salah satu cabang kafe Lidah Manis. Alasannya adalah traktiran Andi kepada mereka karena dia sudah berpacaran dengan Dinda.
Tentu saja Dinda berada bersama dengannya sekarang. Jika dia tidak diajak, sudah jelas perempuan itu akan marah kepada Andi. Dia adalah tipe pencemburu, dan dalam pesta kecil ini ada perempuan lain yang hadir. Jelas perempuan itu akan marah jika mengetahui hal itu dan dia tidak diajak di sini.
Nampaknya, pertemuannya pertemuannya dengan Dinda tempo hari membuat Widya sekarang menjaga jaraknya dengan Andi. Selain menyapa Andi ketika pertama kali datang, Widya sama sekali tidak nampak mengajak Andi berbicara. Apa yang dilakukan oleh Widya itu membuat Dinda cukup senang.
"Ayo kita bersulang demi mendoakan kelanggengan hubungan Andi dan pacar barunya.” Ucap Arya yang sekarang tengah mengangkat gelas minumannya.
Tentu saja itu bukan minuman beralkohol. Ini masih terlalu sore untuk meminum alkohol. Lagi pula, kafe Lidah Manis tidak menjual minuman beralkohol. Yang dipakai Arya untuk bersulang hanyalah minuman bersoda berwarna merah.
Yang lain pun mengikuti gerakan Arya mengangkat gelas mereka tinggi-tinggi. Mereka lalu saling membenturkan pelan gelas yang mereka pegang dengan gelas orang terdekat mereka.
“Bersulang, demi langgengnya hubungan Andi.” Ucap mereka bersamaan.
“Terima kasih atas doa kalian. Sekarang makanlah sepuas kalian. Jika perlu, kalian juga bisa meminta pelayan untuk membungkuskan beberapa makanan untuk kalian bawa pulang.” Jelas Andi.
Tentu saja mentraktir mereka makan seperti ini tidak akan menguras kantong Andi. Kafe ini saja milik Andi jadi meskipun nanti ia membayar semua tagihan ini, pada akhirnya uang tersebut akan kembali ke kantongnya sendiri.
“Baiklah aku tidak akan merasa sungkan kalau begitu. Aku akan meminta pelayan membungkuskanku beberapa dessert yang tersedia di sini. Ibuku sangat menyukai dessert dari kafemu ini. Dia pasti akan senang jika aku membawa pulang dessert kesukaannya.” Jawab Arya.
“Tentu-tentu silahkan.” Jawab Andi.
Setelah mereka puas makan-makan di kafe Andi, bahkan beberapa sampai ada yang membungkus beberapa menu yang ada di sana, rombongan kecil itu tidak langsung pulang. Andi mengajak mereka untuk karaoke bersama.
Kebetulan di dekat kafenya ini ada tempat karaoke. Jadi sekalian saja mereka mampir ke sana. Andi juga ingin memberi sedikit hiburan kepada sepupunya sebelum mereka menghadapi pertempuran besar.
Ketika akan memasuki ruangan karaoke yang sudah ia pesan, Ganang tiba-tiba menghentikan langkah Andi. Ia kemudian mengajak Andi menuju ke tempat yang sedikit lebih sepi yang ada di tempat karaoke tersebut.
“Ada apa Mas Ganang mengajakku kemari?” Tanya Andi penasaran dengan maksud sepupunya melakukan hal ini.
“Aku hanya ingin memperingatkanmu saja. Jangan sampai karena Kamu mempunyai pacar, Kamu lantas kehilangan fokus dan lupa akan rencana yang sudah dibuat oleh keluarga kita.” Jawab Ganang.
Andi tahu kenapa sepupunya mengatakan hal ini kepadanya. Peranan Andi dalam misi mereka cukup penting. Jadi, ia perlu fokus dalam menyiapkan rencana mereka. Ganang hanya tidak ingin hubungannya ini merusak rencana mereka.
__ADS_1
“Mas Ganang tenang saja. Aku tahu apa yang Mas Ganang takutkan. Meski aku sudah punya pacar, aku tidak akan melupakan tugasku. Aku tahu mana yang perlu aku perioritaskan dan mana yang bisa ditunda.”
Mendengar perkataan Andi, Ganang menganggukkan kepalanya. “Baguslah jika Kamu tahu. Sekarang kita kembali ke yang lainnya. Kita tidak bisa terlalu lama di sini. Jika seperti itu, yang lain akan bertanya-tanya kenapa kita tiba-tiba menghilang.” Jelas Ganang.
Ketika keduanya kembali ke ruang karaoke yang sudah disewa Andi, terdengar suara serak Arya yang sekarang mencoba menyanyikan lagu Young milik The Chainsmokers.
“Don’t worry my love, we learning to love, but it’s hard when you’re young.” Itu adalah bait lagu yang Arya nyanyikan.
Andi kemudian mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Dinda di antara yang lainnya. Ia melihat Dinda tengah berbincang dengan Dimas di salah satu kursi yang ada di sana. Andi langsung melangkah menuju ke arah Dinda dan duduk di samping pacarnya itu.
“Dari mana Kamu tadi?” Tanya Dinda ketika Andi duduk di sampingnya.
“Aku tadi mengobrol sebentar dengan sepupuku. Bagaimana, apakah Kamu menikmati nongkrong bersama dengan sepupu dan teman-temanku?”
Sedikit banyak itu penting menurut Andi. Kedepannya mungkin dia akan mengajak Dinda nongkrong bersama dengan sepupu dan dan teman-temannya. Jika sekarang saja Dinda tidak menikmatinya, kemungkinan kedepannya akan sulit bagi Andi mengajak pacarnya untuk melakukan hal yang sama.
“Tidak cukup buruk menurutku.” Jelas Dinda.
“Tenang aja Andi, Dinda cukup menikmati nongkrong bersama dengan kita. Iya nggak Din?” Timpal Dimas yang mendengar percakapan antara Andi dan Dinda.
“Baguslah kalau Kamu memang menikmatinya.”
Setelah itu, Andi mengobrol banyak dengan Dinda dan beberapa sepupunya yang lain. Andi melihat bagaimana sepupunya bergantian bernyanyi. Meski tidak semua dari mereka yang datang di sana memiliki suara indah, tetapi mereka sama sekali tidak memiliki rasa malu untuk menyanyikan lagu yang mereka sukai.
Esensi dari bernyanyi dikaraoke bukanlah untuk menentukan siapa yang memiliki suara terindah, tetapi untuk menghabiskan waktu bersama dengan para teman.
Ketika Andi tengah asik mengobrol, tiba-tiba sebuah microphone disodorkan di depan mulutnya. Andi mendongakkan kepalanya dan melihat siapa yang melakukan hal itu. Itu adalah Bima. Sepupunya itu menampakkan senyum lebarnya ketika melakukan hal itu.
“Sekarang gilaranmu nyanyi, Kamu belum menyumbang satu pun lagu.” Ucap Bima.
Mau tidak mau Andi menerima microphone tersebut. Ia lalu melihat daftar lagu yang ada di sana. Setelah cukup lama memilih, pada akhirnya Andi memutuskan menyanyikan lagu yang dibawakan oleh Andmesh Kamaleng, Cinta Luar Biasa.
Meski suaranya tidak merdu, Andi menyanyikan lagu itu dengan penuh penghayatan. Ketika menyanyi pun lagu memandang lekat ke arah Dinda. Lagu ini ia khususkan untuk Dinda memang. Ia tidak mempedulikan kebisingan lain yang ada di sana. Fokusnya hanya pada Dinda, dan Dinda seorang.
__ADS_1
“Lentik indah matamu, manis senyum bibirmu, hitam panjang panjang rambutmu anggun terikat.”
Lirik itu cukup menggambarkan bagaimana Dinda di mata Andi selama ini. Dinda yang selalu ia pandang punggungnya dari kejauhan. Dinda yang memiliki wajah cantik, senyum menawan. Rambut panjangnya sering ia ikat sehingga menampakkan lehernya yang indah.
“Rasa ini tak tertahan, hati ini selalu untukmu.”
Lewat lagu ini Andi ingin Dinda tidak lagi terlalu cemburuan jika dia terlihat dekat dengan perempuan lain. Andi seolah ingin mengatakan kepada Dinda bahwa saat ini dalam hatinya hanya ada Dinda dan tidak ada perempuan lain. Tentunya masih ada ibu dan adiknya.
Setelah selesai bernyanyi, Andi kembali duduk di samping Dinda. Di samping Andi, Dimas memukul pelan lengannya.
“Ck.” Dimas mendecakkan lidahnya. “Mentang-mentang udah punya pacar eh nyanyinya lagu-lagu romantis gitu. Mana nyanyinya pake mandang pacar kayak gitu pula.”
“Namanya juga anak muda. Dinikmatin aja masa pacarannya.” Jawab Andi santai.
Mereka menghabiskan dua jam melakukan karaoke bersama. Setelah itu, Andi mengantarkan Dinda pulang ke apartemennya.
“Kamu nggak mamapir dulu?” Tanya Dinda setelah mobil Andi berhenti di depan lobby apartemennya.
Andi menggelengkan kepalanya pelan. “Nggak. Tapi besok Kamu ada waktu nggak?” Tanya Andi.
“Memangnya kenapa?”
“Tentu saja mau ngajak Kamu ngedate. Sekalian ngabisin malam minggu pertama kita sebagai pacar. Aku berniat ngajak Kamu jalan seharian besok.”
“Tenang saja aku punya waktu luang. Jadi seharian besok kita bisa menghabiskan waktu bersama.” Jawab Dinda cukup cepat.
Meski besok dirinya ada jadwal pun, Dinda berencana menundanya. Andinya mengajak jalan tentu saja itu adalah hal yang perlu diperioritaskan, yang lainnya bisa ditunda.
“Baguslah. Besok akan aku jemput jam delapan pagi. Usahan sudah sarapan ya.” Pinta Andi.
Andi berencana menghabiskan waktunya besok seharian dengan Dinda. Ini ia lakukan sebagai permintaan maaf yang lebih awal dari Andi.
Pasalnya setelah ini Andi akan fokus mengurusi rencana keluarganya dan waktu yang bisa ia habiskan dengan Dinda jelas akan berkurang.
__ADS_1
"Kalau begitu, besok pakailah atasan berwarna putih dan celana hitam. Aku mau kita pake baju dengan warna senada besok." Pinta Dinda.
"Baiklah sampai bertemu besok pagi."