
“Ya kita memang hutang budi kepada dia. Apakah kamu bisa mengatur jadwal dengan dia untuk makan malam bersama? Aku ingin berterima kasih secara langsung kepada penyelamat cucuku.” Jelas Dirga.
“Tentu saja. Aku akan melakukan hal itu. Aku akan meminta Widya mengundang dia. Kita mau makan malam di mana? Di tempatku, di tempatmu, atau di luar?” Tanya Rama.
“Kita makan di luar saja. Kamu atur semuanya. Sekarang, kita perlu mencari tahu siapa dalang perusakan mobil cucu kita.” Dirga mengarahkan Rama kembali ke pokok permasalahan dari pertemuan kali ini.
“Apakah kamu sudah memiliki orang-orang yang kamu curigai?” Tanya Rama.
Dirga terdiam sejenak. Ia kemudian mengetuk ketukkan telunjuknya di meja kerja milik Rama. Selain itu, pandangannya menerawang, ia terlihat memikirkan sesuatu.
“Keluarga Sansongko dan keluarga Sanjoyo. Selain mereka, aku tidak menemukan orang lain yang patut aku curigai.” Ucap Dirga setelah diam beberapa saat.
Rama mengerutkan keningnya mendenger ucapan Dirga barusan. “Kenapa kamu menuduh mereka? Apa yang menjadi alasanmu mengatakan hal itu?” Tanya Rama.
“Itu karena mereka sekarang mulai aktif menyerang bisnis keluargaku sekarang. Sebelum ini, mereka terlihat diam. Meskipun bersaing, keempat keluarga masih melakukan persaingan sehat. Tetapi sekarang tidak.”
“Mereka sudah mulai berani memakai cara kotor sekarang. Apakah Kamu tidak tahu beberapa karyawan di perusahaanku dihadang oleh orang-orang mereka ketika akan menemui klien. Mereka melakukan segala cara untuk menahan karyawanku sehingga mereka telat dalam rapat dengan klien.”
“Hal itu membuat kita kehilangan beberapa klien. Sebagian memang mau menjadwal ulang pertemuan dengan perusahaanku. Tetapi, tidak sedikit pula yang membatalkan kerja sama. Itu membuat perusahaanku merugi.”
“Memang kerugian itu tidak langsung membuat perusahaan keluargaku bangkrut. Tetapi, jika itu terus terjadi, maka perusahaanku bisa bangkrut. Dari semua itu, aku menyimpulkan bahwa dalang dibalik kejadian ini adalah kedu keluarga itu.”
“Sepertinya mereka ingin menyingkirkan kita dari posisi empat keluarga besar.”
Mendengar penjelasan panjang dari Dirga, Rama tiba-tiba juga mencurigai keluarga Sasongko dan keluarga Sasongko. Pasalnya, perusahaan keluarganya juga mengalami hal yang sama seperti yang perusahan keluarga Dirga alami.
“Lalu apa yang kita lakukan sekarang? Meski kita mencurigai mereka, kita belum memiliki bukti kuat mengenai hal itu. Jelas kita tidak bisa membiarkan mereka terus menerus melakukan hal ini bukan?” Tanya Rama.
“Tentu kita tidak bisa tinggal diam. Tetapi, sebelum kita membalas mereka, aku rasa kita perlu membersihkan perusahaan kita dulu. Aku yakin ada mata-mata di perusahaanku. Entah bagaimana beberapa pertemuan yang cukup rahasia masih saja bocor kepada kedua keluarga itu.”
“Jadi, sebelum membalas perbuatan kedua keluarga itu, kita perlu melakukan pembersihan. Kamu sendiri tidak mau bukan ketika menghadapi mereka, tiba-tiba ada yang menyerang dari dalam?” Tanya Dirga.
“Kamu benar mengenai hal itu Dirga. Ada atau tidaknya mata-mata di perusahaan kita, kita tetap harus melakukan pembersihan menyeluruh.”
Rama ingat bahwa perusahaannya belum melakukan pembersihan lagi. Tidak hanya mata-mata saja yang perlu mereka bersihkan, tetapi juga mereka yang menyeleweng dan menggunakan jabatannya dengan semena-mena.
Dulu Rama menemukan orang-orang yang seperti itu di perusahaannya. Sekarang, sudah saatnya orang-orang seperti itu angkat kaki dari perusahaan keluarganya.
*****
“Panel status.”
[Ding]
[Modul Menjadi Kaya]
[Level 14 (6.422.151.526.292/7.000.000.000.000)]
__ADS_1
[Saldo Host : Rp 913.860.921.915,-]
[Tingkat Konversi : 1 kali nafas \= 47 USD (1 USD \= Rp 14.000,-)]
[Misi : - Buatlah sebuah game. Hitung mundur 53 hari 18 jam]
[Misi Harian : - Habiskan uang Rp 10.000.000,-.
Hadiah : 2 pecahan tiket lucky draw
Hukuman : Pengurangan saldo Rp 100.000.000,-]
[Target Mingguan : - Capai pengeluaran Rp 250.000.000,-
Hadiah : 15 pecahan tiket lucky draw
Hukuman : Pengurangan saldo Rp 2.500.000.000,-]
[Target Bulanan : - ]
[Tiket Lucy Draw : 0 Tiket 39 Pecahan]
[Penyimpanan : - Kartu kemampuan Karyawan (34)]
[Selamat berjuang menghabiskan uang Host]
“Sekarang modalku untuk membeli saham cukup besar sekarang. Sebentar lagi aku juga mencapai satu triliyun pada saldo. Biasanya aku akan mendapatkan hadiah pencapaian dari sistem. Kalau begitu, lebih baik aku kumpulkan satu triliyun terlebih dahulu sebelum mengirim beberapa ke rekening perusahaan investasiku.”
Langsung saja Andi membuka pasar efek di negara Jepang dan China. Di jam segini, Bursa Efek Indonesia belum buka. Jadi Andi akan pergi ke sana untuk kembali bertransaksi saham.
Andi membeli beberapa saham yang bisa memberikannya keuntungan antara tiga hingga lima persen dalam setengah jam. Jika ada yang lebih, itu bagus. Tetapi, tidak setiap waktu Andi menemukan saham yang memberikannya keuntungan besar dalam waktu cepat.
Satu jam kemudian, Andi sudah dua kali menjual saham yang sebelumnya ia beli. Bertepatan dengan itu, saldo miliknya sudah melebihi satu milyar rupiah. Tidak hanya itu, sekarang ini level dari sistem miliknya sudah mengalami kenaikan.
[Ding]
[Sistem telah mendeteksi bahwa ini adalah pertama kalinya host memiliki saldo mencapai Rp 1.000.000.000.000,-]
[Hadiah pencapaian telah sistem kirim ke kotak penyimpanan]
[Host berjuanglah menumpuk kekayaan dan kumpulkan semua hadiah pencapaian]
“Sistem, putar lucky draw yang aku dapatkan.” Ucap Andi
[Ding]
[Selamat Host mendapatkan satu unit apartermen fully furnished di Kota Beijing dengan nilai sebesar Rp 1.200.000.000.000,-]
__ADS_1
“Lagi-lagi properti di luar negeri? Sepertinya aku juga perlu mematangkan rencanaku untuk memulai bisnis di luar negeri. Aku juga bisa memanfaatkan satu bulan setengah sebelum perkuliahan dimulai untuk mendirikan bisnisku di luar negeri.”
“Dengan begitu, aku tidak akan mengganggu jadwal perkuliahanku ketika memulai bisnis di luar nanti.” Gumam Andi dalam hati.
“Panel status.”
[Ding]
[Modul Menjadi Kaya]
[Level 15 (1.264.901.526.292/14.000.000.000.000)]
[Saldo Host : Rp 1.007.052.771.915,-]
[Tingkat Konversi : 1 kali nafas \= 61 USD (1 USD \= Rp 14.000,-)]
[Misi : - Buatlah sebuah game. Hitung mundur 53 hari 18 jam]
[Misi Harian : - ]
[Target Mingguan : - ]
[Target Bulanan : - ]
[Tiket Lucy Draw : 0 Tiket 56 Pecahan]
[Penyimpanan : - Kartu kemampuan Karyawan (34)]
[Selamat berjuang menghabiskan uang Host]
“Sekarang aku akan mendapatkan delapan ratus juta lebih dalam satu jam. Ini berarti dalam sehari aku mendapatkan sembilan belas koma enam milyar dalam satu hari. Tentunya dengan aku yang terus menerus membeli saham, level sistem milikku akan semakin cepat mengalami kenaikan.”
Dari riset yang Andi lakukan, enam dari sepuluh perusahaan terbesar di dunia memiliki nilai lebih dari satu triliyun dolar. Jika dirupiahkan itu sekitar empat belas ribu triliyun rupiah dengan asumsi satu dolar empat belas ribu. Nilai keseluruhan dari perusahaan yang Andi miliki masih jauh dari itu.
Jadi, Andi perlu mempertinggi level dari sistem miliknya. Mungkin saja Andi mendapatkan kejutan jika sistem miliknya mencapai level tertentu. Andi tidak akan berhenti menaikkan level sistemmnya.
Melakukan jual beli saham adalah cara tercepat bagi Andi mengalami kenaikan level. Sekarang saja level modul sistem miliknya sudah naik ke level tujuh belas. Dalam semingggu, Andi sudah beberapa kali mengalami kenaikan level karena membeli dan menjual kembali saham.
Selain kenaikan level, keuntungan dari kegiatan itu cukup besar. Jadi, selama seminggu ke depan hingga awal bulan, Andi berencana fokus melakukan jual beli saham.
Tidak semua uangnya ia jadikan modal. Beberapa ia kirimkan ke rekening perusahannya. Dengan begitu, bulan depan Andi tidak perlu menyiapkan modal pengembangan untuk perusahaan miliknya. Uang miliknya akan ia pergunakan untuk memulai bisnis ke luar negeri.
Tanpa modal besar, Andi tentunya akan sulit bertahan membuat bisnis di negara orang. Sekarang Andi masih dalam proses pengumpulan modal. Selama seminggu ini, modalnya sudah bertambah banyak. Keuntungan hariannya dari membeli saham sudah mencapai triliyunan rupiah.
Pada hari Senin, Andi memiliki saldo dengan nominal sembilan ratus milyar, sekarang di hari jumat, saldonya sudah berubah menjadi enam triliyun lebih. Itu pun setelah dirinya mengirimkan uang lebih dari satu setengah milyar rupiah. Secara kasar, Andi menghitung dalam lima hari ini keuntungannya mencapai enam setengah milyar lebih.
“Sekarang saatnya aku rehat. Besok aku perlu makan siang bersama dengan keluarga Wijoyokusumo dan keluarga Jayantaka. Lalu aku akan pulang ke rumah orang tuaku.” Gumam Andi dalam hati.
__ADS_1
Sebenarnya Andi mendapatkan undangan makan malam dari kedua keluarga itu. Sayangnya Andi ingin lebih banyak menghabiskan waktu dengan keluarganya di akhir pekan. Intensitas mereka bertemu semakin berkurang semenjak Andi mulai fokus pada bisnisnya.
Jika dirinya makan malam bersama dengan kedua keluarga tersebut, maka ia akan pulang ke rumah orang tuanya pada Sabtu malam, atau bahkan Minggu pagi.