
Pagi harinya Andi terbangun dengan perasaan sedikit tidak percaya. Dirinya sekarang sudah resmi berpacaran dengan Dinda. Dulu dirinya hanya bisa mengagumi Dinda dari jauh, membayangkan mereka bedua tidak akan pernah bersatu.
Tetapi sekarang, mereka sudah resmi berpacaran. Bahkan yang mengajak pacaran adalah Dinda. Itu berarti rasa sukanya kepada Dinda tidak bertepuk sebelah tangan. Mereka memang saling suka.
Kemarin saja mereka juga sudah berciuman, ya walau pun itu hanya sentuhan bibir tidak lebih dari empat detik, tetapi itu sudah membuat pikiran Andi kalang kabut. Untung kemarin dirinya pulang disopiri Chayan.
Jika Andi menyetir sendiri, pasti dia akan mengalami kecelakaan karena tidak fokus dalam menyetir.
Ketika Andi sedang memikirkan pacar barunya itu, ponselnya berdering memutar nada dering yang khusus ia pasang untuk Dinda.
“Baru juga dipikirin, eh sekarang udah telfon aja.”
Senyum senang tidak juga terlepas dari bibir Andi. Itu menandakan betapa bahagianya Andi setelah menyandang gelar pacar Dinda.
“Hallo Sayang, Kamu sudah bangun?” Sapa Dinda di ujung telepon.
“Tentu saja sudah. Aku sudah bangun sejak jam empat subuh tadi. Aku bahkan sudah selesai berolahraga di gym yang tersedia di apartemen.” Jawab Andi.
“Aku kira Kamu bakal bangun siang. Ternyata sudah bangun. Kalau begitu, selamat memulai hari. Tetap semangat. Jangan lupa kalo sekarang sudah punya pacar jadi, jaga jarak dengan cewek lain.” Ucap Dinda memperingatkan.
“Tentu saja aku nggak akan lupain itu. Masak aku lupa kalo udah punya pacar. Tenang Kamu nggak aku lupain begitu aja.”
Pagi itu Andi mengobrol sedikit lebih lama dengan Dinda. Bahkan dalam perjalanan ke kantor pun Andi belum menghentikan panggilan telepon miliknya. Barulah setelah Andi sampai di kantornya Dinda memutus panggilan di antara mereka.
….
“Panel status.”
[Ding]
[Modul Menjadi Kaya]
[Level 19 (463.184.276.465.018/1.400.000.000.000.000)]
[Saldo Host : Rp 31.030.154.042.060,-]
[Tingkat Konversi : 1 kali nafas \= 127 USD (1 USD \= Rp 14.000,-)]
[Misi : - ]
[Misi Harian : - Habiskan uang Rp 10.000.000,-.
Hadiah : 2 pecahan tiket lucky draw
Hukuman : Pengurangan saldo Rp 100.000.000,-]
[Target Mingguan : - ]
[Target Bulanan : - Capai saldo Rp 50.000.000.000.000,- (31.030.154.042.060)
Hadiah : 1 tiket lucky draw
__ADS_1
Hukuman : Tidak mendapatkan konversi nafas selama 5 tahun]
[Tiket Lucy Draw : 0 Tiket 201 Pecahan]
[Penyimpanan : - Kartu kemampuan Karyawan (24)]
[Selamat berjuang menghabiskan uang Host]
“Teryata aku masih kurang sembilan belas triliyun lagi untuk menyelesaikan misiku. Sekarang ini sudah tanggal dua puluh delapan, cukup mepet dengan batas waktu dari sistem. Jadi aku harus berusaha keras hari ini supaya bisa menyelesaikan misi dalam dua hari ini. Jika bisa hari ini juga sudah selesai.”
Akhir bulan ini keluarganya akan membuat sebuah rencana yang cukup besar untuk menjebak musuh mereka. Itu adalah tiga hari lagi. Hari rencananya besok anggota keluarganya mulai diungsikan satu persatu ke tempat yang aman.
Beberapa dari mereka akan dikirim ke luar negeri, beberapa juga akan tetap berada di Indonesia. Itu karena mereka ingin menyebar anggota keluarga mereka. Itu untuk berjaga-jaga untuk kemungkinan terburuk.
Jika sampai mereka kalah nanti, pasti masih ada anggota keluarga Prayudi yang selamat dan tidak benar-benar punah. Masih ada yang akan meneruskan garis keturunan keluarga Prayudi nantinya.
Rencanya, setelah target sistem pada bulan ini sudah tercapai, ia akan membagikan uang tersebut untuk mereka yang tengah mengungsi itu.
Sedikit banyak persiapan telah Andi lakukan untuk hal ini. Semuanya tinggal menunggu pelaksanaan rencana mereka tiga hari lagi.
“Hem… Aku masih memiliki dua ratus pecahan tiket lucky draw. Selama ini aku lupa memakainya. Sepertinya sekarang aku akan memakainya. Semoga saja aku mendapatkan properti di tempat yang aman yang bisa dipakai oleh keluargaku bersembunyi.” Gumam Andi.
“Sistem, tukar pecahan tiket milikku menjadi tiket utuh lalu putarkan lucky draw untukku.” Pinta Andi kepada sistem.
[Tentu Host]
Tidak lama kemudian, di depan Andi terdapat sebuah panel yang menampilkan kembilan kotak hadiah berwarna emas. Kotak-kotak hadiah yang ada berada di panel menyala secara acak. Tidak lama kemudian hanya tinggal kotak yang berada paling bawah sebelah kanan menyala. Setelahnya Andi dapat mendengar pemberitahuan dari sistem.
Sekali lagi kotak panel lucky draw muncul di depan Andi. Kali ini yang terpilih adalah kotak yang berada paling tengah dari sembilan kotak tersebut.
[Selamat Host mendapatkan satu unit rumah fully furnished di Kota London dengan nilai sebesar Rp 13.000.000.000.000,-]
“Dua properti dengan nilai total dua puluh tiga milyar? Kedua rumah ini berada di Eropa, dan salah satunya berada di Paris. Jika begitu, aku akan mengirim kedua adik dan ibuku ke sana. Aku bisa meminta Brian tinggal di sana dan melindungi mereka selama urusanku di sini belum selesai.”
“Selain itu, aku juga bisa menyewa beberapa orang pengawal dari Mr. Roy Smith untuk beberapa minggu ke depan. Aku yakin dia tidak akan masalah jika aku menyewa mereka dan tidak memindah tangankan mereka.”
Langsung saja Andi bergerak aktif melakukan apa yang sedang ia pikirkan sekarang. Ia meminta anak buahnya mengurus paspor dari keluarganya. Andi juga meminta mereka menyewa sebuah pesawat pribadi untuk penerbangan keuarganya ke Eropa.
Andi tidak lupa juga untuk menghubungi Brian dan mengatakan permintaannya kepada temannya itu. Tentu saja Brian menyanggupi permintaan Andi itu. Ia hanya akan berperan sebagai pemandu wisata bagi keluarga Andi.
Memang Andi hanya mengatakan bahwa beberapa anggota keluarganya akan datang ke Paris untuk berwisata, dan Andi meminta tolong Brian menemani mereka.
Setelah itu, Andi menghubungi Lucas. Sejak kunjungan terakhirnya ke Spanyol, Andi meminta kontak orang kepercayaan Roy. Ternyata apa yang Andi lakukan cukup berguna sekarang.
Meski Andi sibuk menghubungi beberapa orang untuk mengurusi rencananya itu, pandangannya tetap tidak teralihkan dari layar laptop miliknya. Di sana terpampang jelas pergerakan nilai saham yang dibeli Andi.
Semua rencannya itu memerlukan biaya yang cukup besar. Jadi, Andi masih perlu mencari uang dengan cara seperti ini. Ketika jam menunjukkan pukul lima kurang, tiba-tiba saja Andi mendengar sebuah pemberitahuan dari sistem.
[Ding]
[Target saldo bulanan terlah tercapai]
__ADS_1
[Hadiah : Kotak Misteri]
[Host tunggu pergantian bulan untuk mendapatkan target baru]
[Ding]
[Host selesaikan semua target yang diberikan agar tidak mendapatkan hukuman]
“Eh, aku sudah menyelesaikan misi ini? Aku tidak menyangka bisa selesai sekarang.”
Akhrinya Andi bisa bernafas lega. Setidaknya misi yang ia anggap cukup berat ini selesai juga. Jika Andi ingat-ingat, ini adalah satu-satunya misi bulanan yang ia selesaikan sangat dekat dengat batas waktu pemberian sistem. Untung saja Andi tidak gagal dalam mencapai target ini.
“Sistem, putar lucky drawnya untukku.” Pinta Andi kepada sistem. Tidak lama kemudian sebuah pembaritahuan dari sistem terdengar di telinga Andi.
[Selamat Host mendapatkan satu unit rumah fully furnished di Kota Melbourne dengan nilai sebesar Rp 16.800.000.000.000,-]
“Tiga rumah sekaligus dalam satu hari. Aku yakin rumah-rumah ini adalah rumah sekelas mansion.”
“Sistem, buka panel status untukku.” Pinta Andi.
[Ding]
[Modul Menjadi Kaya]
[Level 19 (941.617.880.377.149/1.400.000.000.000.000)]
[Saldo Host : Rp 51.918.425.830.108,-]
[Tingkat Konversi : 1 kali nafas \= 127 USD (1 USD \= Rp 14.000,-)]
[Misi : - ]
[Misi Harian : - ]
[Target Mingguan : - ]
[Target Bulanan : - ]
[Tiket Lucy Draw : 0 Tiket 3 Pecahan]
[Penyimpanan : - Kartu kemampuan Karyawan (24)]
[Selamat berjuang menghabiskan uang Host]
“Sekarang aku bisa membagikan uang-uang ini kepada yang lain.”
Langsung saja Andi mengirimkan setengah dari uang itu ke rekening ibunya. Andi sudah membuatkan rekening Bank Swiss untuk ibunya dengan bantuan sistem.
Dengan uang sebanyak itu, jika ada apa-apa pada Andi nantinya, Ibu dan kedua adiknya bisa tetap bertahan hidup tanpa perlu bekerja keras. Tidak hanya itu saja, sebagian besar properti miliknya ia alihkan menjadi nama kedua adiknya.
Lalu, Andi mengirim sepertiga dari sisanya ke rekening perusahaannya. Sekarang yang tersisa di rekening Andi hanyalah uang sebesar tujuh belas triliyun lebih.
__ADS_1
“Sekarang, aku bisa tenang dalam menghadapi pertempuran besar keluargaku di akhir bulan ini.”