Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS

Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS
Bab 196 Tawaran Menjadi Pembalap


__ADS_3

“Kau sudah kalah Andres. Jadi, penuhi janjimu itu. Hubungi Ayahmu itu atau berikan nomor ponselnya kepadaku.” Ucap Andi.


“Kau menerima tantangan itu karena Kau tahu akan menang dariku bukan?” Tanya Andres.


“Tentu saja. Bagaimana mungkin aku menerimanya jika aku tidak yakin bisa menang? Aku tidak mau kehilangan lima juta dollarku begitu saja. Hanya orang bodoh yang menerima sebuah tantangan meskipun mereka tahu akan kalah.”


“Kau mengataiku bodoh?”


“Aku tidak mengatakannya. Jika Kau memang merasa begitu, ya sudah. Aku hanya ingin mengingatkanmu, jangan terus menerus mengandalkan sesuatu yang tidak pasti seperti itu.”


“Kau….” Ucap Andres sembari menunjuk ke arah Andi.


“Sudahlah waktuku cukup berharga. Aku tahu sebenarnya ada orang yang bisa mengurusi keperluanku untuk mengambil beberapa pengawal dari Ayahmu. Tidak mungkin Ayahmu keluar negeri tanpa meninggalkan satu orang pun yang bisa dipercaya.”


“Kau yang tidak bisa menerima kekalahanmu waktu itu, mempersulitku dalam hal ini. Sekarang Kau sudah kalah. Kau tidak memiliki alasan untuk menghindar lagi bukan?”


Andres mengepalkan tangannya erat. Rupanya sedari tadi Andi sadar bahwa dia sedang dipermainkan oleh Andres.


“Baiklah akan aku hubungkan Kau dengan anak buah ayahku.” Ucap Andres pada akhirnya.


Ketika Andi kembali ke mobil yang tadi ia pakai untuk balapan, seorang laki-laki yang memakai kemeja kotak-kotak menghampirinya. Ia menampakkan senyum terbaiknya saat ini. Di tangan laki-laki itu, Andi melihat sebuah kartu yang ia yakini sebagai kartu nama.


“Selamat Sore. Kenalkan namaku Fernandes.” Ucap laki-laki itu sembari menyerahkan kartu namanya kepada Andi. Mau tidak mau Andi harus menerima kartu tersebut.


“Aku tadi sudah melihat balapan yang Kau lakukan. Peformamu dalam balapan tadi sangat bagus, aku menyukainya. Aku berencana mengundangmu sebagai pengendara dalam tim balapku. Apa kau mau bergabung denganku?”


“Maaf aku tidak berminat menjadi pembalap.” Tolak Andi secara halus.


“Eh, kenapa tidak mau? Bakatmu itu akan menjadi sia-sia jika tidak Kau gunakan dalam ajang balapan resmi. Hadiah setiap memenangkan lomba cukuplah besar. Itu akan membantumu menjadi kaya jika berhasil memenangkan banyak perlombaan.” Ucap Fernandes.


“Aku tidak mau. Aku sudah memiliki pekerjaan lain yang bisa membuatku menjadi kaya. Jadi, aku tidak perlu bertaruh nyawa menjadi seorang pembalap hanya untuk menjadi kaya.”


Yang benar saja. Andi sekarang ini per harinya memiliki pendapatan empat puluh milyar rupiah hanya dengan bernafas. Andi tidak perlu melakukan apa pun, dirinya akan menjadi kaya dengan sendirinya. Jadi untuk apa mempertaruhkan nyawa demi balapan?


Ketika Andi akan menutup pintu mobilnya, Fernandes menahannya. Hal ini membuat Andi mengerutkan keningnya.


“Tolong menyingkirlah. Aku tidak mau menjadi seorang pembalap. Selagi aku masih bisa sabar menghadapimu, menyingkirlah dan lepaskan pintu mobilku.” Ucap Andi dengan penuh penekanan.


Apa yang dilakukan Fernandes sekarang cukup menyebalkan menurut Andi. Ia sudah dua kali menolak tawaran yang diajukan oleh laki-laki itu. Tetapi dia kekeuh ingin menjadikan Andi pembalap di timnya.


“Dengarkan dulu penjelasanku. Jika Kau menjadi pengemudi di tim balapku, maka dalam setahun setidaknya Kau mendapatkan dua puluh juta dollar. Itu angka yang besar bukan?”


“Dua puluh juta dollar?”


“Ya.” Jawab Fernandes penuh percaya diri. Ia yakin Andi akan tertarik dengan tawarannya ini.

__ADS_1


“Apakah Kau tahu berapa yang aku pertaruhkan dalam balapan tadi?” Tanya Andi.


Fernandes tidak menjawab pertanyaan Andi itu. Mana ia tahu berapa taruhan yang Andi pasang dalam balapan tadi. Tetapi melihat Andi yang diam dan tidak meneruskan ucapannya, Fernandes tahu bahwa pemuda itu menunggu jawabannya.


“Dua puluh ribu dollar mungkin?” Tebak Fernandes asal.


“Heh.” Andi mendengus pelan. “Lima juta dollar. Uang segitu saja aku keluarkan dengan mudahnya. Jadi, bagaimana Kau bisa berpikir aku akan tertarik dengan dua puluh juta dollar milikmu itu.”


Memanfaatkan Fernandes yang kini tertegun mendengar jawabannya, Andi langsung menutup pintu mobilnya dan meninggalkan arena balap. Ada urusan yang lebih penting yang perlu Andi urus sekarang.


Ketika sampai di Mansion keluarga Andres, Andi disambut oleh Lucas, anak buah Roy yang dulu menjemput Andi dan Brian ketika mereka berkunjung ke sini.


“Hai Lucas.” Sapa Andi.


“Hai Mr. Andy. Aku sudah tahu maksud kedatanganmu ke sini. Tuan Muda Andres sudah memberitahuku.”


Rupanya anak itu sudah memberitahu tentang maksud kedatangannya kepada Lucas. Dengan begini, Andi tidak perlu lagi menjelaskan apa maunya kepada Lucas.


“Ya, apakah aku bisa mengambil beberapa orang lagi dari Mr. Smith?”


“Memangnya berapa banyak yang Kau inginkan Mr. Andy?”


“Seratus orang paling minimal. Jika kalian bisa memberikanku lebih, tidak masalah untukku. Aku minta seratus orang itu semuanya adalah mereka yang berada pada tim Alpha.” Pinta Andi.


“Lalu, berapa yang mampu Kau berikan?” Tanya Andi.


“Delapan puluh orang dari Tim Alpha. Sisanya Kau bisa memintanya berasal dari Tim Beta. Untuk Tim Beta, kami memiliki dua ribu orang di Tim Beta. Jika kau mau, Kau bisa mengambil maksimal lima ratus orang di tim Beta.” Jelas Lucas.


“Hanya delapan puluh ya. Hem… baiklah tidak masalah jika begitu. Aku juga akan mengambil tiga ratus lima puluh orang lainnya di Tim Beta.”


Karena jumlah dari Tim Alpha yang sedikit, Andi akan sedikit mengubah rencannya. Awalnya Andi akan memberikan dua orang pengawal dari tim Alpha untuk setiap anggota keluarganya yang lain. Tetapi sekarang akan ia ubah menjadi satu orang dari Tim Alpha dengan dibantu dengan tiga orang dari Tim Beta.


Kekuatannya tidak akan terlalu banyak berkurang. Malahan, dengan banyak orang seperti itu, akan mempermudah dalam proses pengawalan anggota keluarganya. Jika nantinya ada sisa, Andi berencana menyebar mereka untuk menjadi kepala keamanan di setiap perusahaannya.


“Kalau begitu, kita mulai saja prosesnya Mr. Andy.” Jawab Lucas.


“Tentu.”


Andi berada di Spayol dalam dua hari untuk menyelesaian proses penyerahan para pengawal itu. sebenarnya itu masih belum sepenuhnya selesai. Tetapi, Kakak dari Mia menghubungi Andi karena ada beberapa hal yang membutuhkan tanda tangan Andi.


Oleh karena itu Andi pergi dari Spayol. Andi meninggalkan Chayan di Spanyol untuk membantunya menyelesaikan proses kepengurusan berkas-berkas yang lainnya.


Selama tiga hari Andi disibukkan dengan berpindah-pindah ke beberapa negara di Eropa untuk melakukan akuisisi perusahaan. Kakak dari Mia itu tidak hanya mencarikan Andi perusahaan besar saja tetapi beberapa perusahaan menengah yang memiliki prospek bagus.


Jadi, selama tiga hari itu Andi tidak memiliki kesempatan untuk melakukan transaksi saham. Selama tiga hari ini yang melelahkan ini, pendapatan yang Andi terima hanya berasal dari konversi nafas miliknya.

__ADS_1


“Panel status.”


[Ding]


[Modul Menjadi Kaya]


[Level 19 (35.600.625.988.860/1.400.000.000.000.000)]


[Saldo Host : Rp 6.537.090.513.971,-]


[Tingkat Konversi : 1 kali nafas \= 127 USD (1 USD \= Rp 14.000,-)]


[Misi : - Miliki lima perusahaan yang berbasis di luar negeri. Hitung mundur 15 hari 10 jam (4/5)]


[Misi Harian : - ]


[Target Mingguan : - ]


[Target Bulanan : - Capai saldo Rp 50.000.000.000.000,- (6.537.090.513.971/50.000.000.000.000)


Hadiah : 1 tiket lucky draw


Hukuman : Tidak mendapatkan konversi nafas selama 5 tahun]


[Tiket Lucy Draw : 0 Tiket 147 Pecahan]


[Penyimpanan : - Kartu kemampuan Karyawan (34)



Coding game moba (1)]



[Selamat berjuang menghabiskan uang Host]


“Hah.” Andi menghembuskan nafas panjang. “Akhirnya aku memiliki waktu untuk beristirahat. Besok misi kepemilikan perusahaan baru diluar negeri milikku akan selesai.” Ucap Andi sembari merebahkan tubuhnya di ranjang.


Itu semua karena Kakak dari Mia cukup cepat dalam melakukan akuisisi. Dalam beberapa hari saja beberapa perusahaan bisa Andi akuisisi. Besok perusahaan miliknya yang berbasis di luar negeri akan bertambah tiga perusahaan.


Hal ini karena beberapa perusahaan yang Andi pilih adalah perusahaan tingkat menengah di Eropa. Jadi, dua milyar dollar yang Andi keluarkan, bisa membuat Andi memiliki perusahaan baru melebihi targetnya.


“Jika besok semua sudah selesai, maka aku akan pulang ke Indonesia. Chayan juga sudah melaporkan padaku bahwa kepengurusan berkas-berkas untuk para pengawal baru itu sudah selesai. Jika begini, aku akan memesan tiket untuk pulang lusa.” Gumam Andi.


Ketika tiba di Indonesia nanti, Andi berencana memfokuskan dirinya dengan mengumpulkan uang. Ia masih memiliki target bulanan yang harus diselesaikan. Sekarang ini sudah tengah bulan. Jadi jika Andi tidak segera fokus mencari uang untuk menyelesaikan misi itu, maka dirinya akan mendapatkan hukuman dari sistem.

__ADS_1


__ADS_2