Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS

Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS
Bab 110 Modal yang Terkumpul


__ADS_3

“Ternyata saldo milikku sudah mecapai tiga puluh tiga milyar. Dan aku membutuhkan lima koma milyar lagi untuk mencapai level sepuluh. Jika aku tetap memberi donasi sebesar tiga ratus lima puluh juta pada setiap panti yang dikunjungi para sepupuku, berarti aku hanya perlu mengeluarkan uang dua milyar untuk menaikkan level.”


Andi ingin segera menaikkan level sistem miliknya. Bukan saja karena Andi ingin mendapatkan keuntungan yang lebih besar dari sistem dengan level besar, tetapi Andi juga ingin mengetahui rahasia di balik dirinya mendapatkan sistem.


Bagaimana pun juga, dirinya baru bisa mengetahui asal usul sistem jika dirinya sudah mencapai level sepuluh. Tidak hanya itu, sepertinya antara sistem dan keluarga Prayudi seperti memiliki keterkaitan. Andi merasakan hal tersebut dari kode yang Kakek Buyut Adipramana ucapkan pada pertemuan keluarga mereka.


Tidak hanya itu, permintaan Kakek Buyut Adipramana yang ingin bertemu dengannya membuat Andi semakin bertanya-tanya. Apa hubungan antara sistem dan keluarga Prayudi? Apa yang dilakukan leluhurnya hingga dirinya mendapatkan sistem ini?


Andi bisa mendapatkan semua jawaban itu dengan bertanya kepada Kakek Buyut Adipramana. Tetapi sebelum itu, ia ingin terlebih dahulu mengetahui informasi dari pihak sistem terlebih dahulu. Setelahnya, baru dirinya akan mencocokkan cerita dari kedua sisi lalu kemudian menarik sebuah kesimpulan.


“Ah sepertinya besok aku akan memulai rencanaku. Membeli saham dari keluarga Jony. Aku akan mencicil membeli saham mereka. Jika sudah terkumpul banyak, aku akan menurunkan harga saham perusahaan keluarga Jony.”


“Aku yakin dengan begitu keluarganya akan menerima kerugian yang cukup besar. Para investornya pasti akan menarik semua dana mereka. Setelah itu, aku akan membeli semua saham mereka. Aku yakin jika melakukan hal itu, aku pasti bisa menghancurkan keluarga Jony.”


Setelah membuat jadwal rencana untuk besok, Andi kemudian merebahkan dirinya di tempat tidur.


*****


Setelah sarapan, Andi mengemudikan mobilnya menuju panti asuhan yang dulu pernah ia datangi bersama dengan Amira. Ia ingin mengecek perkembangan pembangunan gedung baru untuk panti asuhan. Tidak hanya itu, Andi juga ingin menambah lagi donasinya untuk mereka.


Bursa Efek belum buka saat ini. Jadi, Andi ingin berkunjung terlebih dahulu ke sana. Setelah pulang dari panti, barulah Andi berencana membeli beberapa saham di bursa.


Dua puluh menit kemudian, Andi sampai di Panti Asuhan Kasih Bunda. Di depan panti, Andi melihat kesibukan beberapa anak panti yang bersiap untuk ke sekolah. Sekolah mereka terletak tidak jauh dari panti asuhan berada. Jadi, anak-anak panti itu pergi ke sekolah dengan berjalan kaki.


Sementara itu, mereka yang duduk di bangku sekolah menengah, mereka menggunakan angkutan umum untuk pergi ke sekolah mereka. Ketika turun dari mobilnya, Andi disambut oleh beberapa anak panti tersebut.


“Eh ini kakak yang ngasih kue dulu ya? Apakah kakak bawa kue lagi?” Tanya salah satu anak panti.


“Iya Kakak, apakah Kakak membawa kue lagi. Kue buatan Kakak enak sekali. Kami ingin mencobanya lagi.” Imbuh yang lainnya.


“Ah maaf, aku tidak membawa kue kali ini. Lain kali aku akan membawakan kue lagi untuk kalian.” Jawab Andi.


“Ah sayang sekali.”


Beberapa anak terlihat kecewa mendengar perkataan Andi. Mereka sangat menyukai brownies yang Andi bawa waktu itu. Jadi, beberapa orang anak panti asuhan mengingat-ingat wajah Andi. Mereka ingin ketika Andi datang lagi ke panti, mereka bisa dengan mudah mengenali Andi.


Tentu saja mereka melakukan itu karena mereka ingin meminta kue kepada Andi. Sayangnya ketika Andi kembali lagi ke panti asuhan ini, dia tidak lagi membawa kue yang mereka inginkan.


“Anak-anak kenapa berhenti di situ? Ayo cepat berangkat ke sekolah. Nanti kalian bisa terlambat sekolah.” Ucap Sarah, Kepala Panti Asuhan Kasih Bunda.


“Kalian berangkat dulu aja ya adek-adek. Besok aku akan mengirimkan kue ke panti asuhan. Jadi, kalian bseok bisa memakan kembali kue-kue lezat seperti beberapa waktu lalu.” Ucap Andi.


Setelah Andi memberikan janji tersebut, anak-anak panti yang kebanyak memakai seragam putih merah itu mau berangkat ke sekolah. Andi memperhatikan anak-anak panti tersebut hingga mereka semua menghilang di balik belokan.


Setelah itu, Andi menghampiri Sarah yang masih berdiri di depan gerbang panti asuhan. “Selamat pagi Bunda Sarah.” Sapa Andi.


“Selamat pagi Andi. Kok datangnya pagi-pagi banget? Apakah kamu sudah sarapan?”


“Terima kasih Bunda, tetapi aku sudah sarapan sebelum datang kemari.”


“Kalau begitu kita ke kantor saja.” Ajak Sarah.

__ADS_1


Andi pun mengikuti Sarah menuju kantor panti asuhan. Ia kemudian menyuguhkan teh hangat untuk Andi. Setelah itu, Andi mengutarakan maksud kedatangannya kemari.


“Kedatangan saya kemari ingin mengecek proses pembangunan gedung panti. Jadi, bagaimana prosesnya saat ini Bunda?” tanya Andi.


“Setelah Nak Andi berdonasi waktu itu, Bunda langsung mencari kontraktor untuk melaksanakan pembangunan. Untung langsung dapat. Sekarang masih dalam proses pembangunan pondasinya. Kalo Nak Andi mau lihat, bisa langsung ke halaman belakang.”


“Itu nanti saja Bunda. Sebelum pulang nanti aku akan melihatnya langsung. Jadi, apakah ada kendala lainnya Bunda?”


“Untuk sekarang tidak ada. Kata para kontraktor, untuk membangun gedung dua lantai seperti yang kamu bilang, kita mmebutuhkan dana dua ratus lima puluh hingga tiga ratus juta.” Lapor Sarah.


“Itu lah alasan aku kemari Bunda, aku akan memberikan tambahan dananya untuk menyelesaikan pembangunan gedung.”


Langsung saja Andi mengirimkan uang sebesar lima ratus juta ke rekening panti asuhan. Tidak lama kemudian, Andi mendengar sebuah pemberitahuan dari sistem.


[Ding]


[Selamat Host telah menjalankan salah satu misi tersebunyi dari sistem]


[Hadiah telah dikirim ke penyimpanan milik Host]


“Bunda Sarah, aku sudah mengirim uang lima ratus juta ke rekening panti asuhan.” Lapor Andi.


“Itu, bukankah itu terlalu banyak? Apakah tidak masalah memberikan uang sebanyak itu? Untuk menyelesaikan pembangunan gedung baru tidak memerlukan dana sebanyak ini.”


Sarah cukup takut menerima bantuan sebanyak itu secara langsung. Baru kali ini ada yang langsung melakukan donasi sebanyak itu. Memang beberapa kali Sarah menerima donasi beberapa ratus juta dari beberapa orang. Tetapi tidak ada yang memberikan donasi sebanyak ini dalam satu waktu. Sarah jadi sedikit was-was menerima uang sebanyak ini.


Seolah bisa membaca kekhawatiran Sarah, Andi pun mencoba memberikan penjelasan yang bisa menenangkan wanita tersebut.


Perabotan baru tidaklah murah. Sebuah ranjang susun rata-rata dijual di harga dua hingga tiga juta. Belum lagi almari dan meja belajar untuk anak panti. Oleh karena itu Andi memberikan uang lebih untuk Sarah.


“Selain itu, aku juga ingin Bunda Sarah memasang panel surya untuk gedung baru itu. Memasang panel berikut baterainya masih membutuhkan uang lebih dari lima puluh juta. Jadi, jika dibagi-bagi, uang tersebut tidak terlalu banyak sebenarnya.”


Ada alasan mengapa Andi meminta Sarah memasang panel surya. Hal ini untuk menghemat pengeleuaran bulanan panti asuhan. Memasang panel surya sebenarnya hampir sama saja dengan biaya yang perlu dikeluarkan setiap bulannya.


Meski sedikit lebih murah, tetapi memasang panel surya perlu biaya yang tidak sedikit di awal pemasangan. Jadi, Andi ingin panti asuhan memasang panel dengan uang donasinya. Dengan begini, biaya listrik dari panti asuhan kedepannya tidak akan terlalu banyak.


“Baiklah, akan Bunda terima donasi dari kamu ini. Semoga rejeki kamu makin lancar dan bisa lebih sering-sering berdonasi.”


“Amin. Terima kasih atas doanya Bunda.”


Ketika di dalam mobilnya, Andi mengecek hadiah dari sistem. Ia tidak tahu apakah ada kotak misteri di atas tingkatan emas. Jika memang ada, Andi yakin hadiahnya kali ini lebih besar daripada yang sebelum-sebelumnya.


Pada kotak misteri tingkat emas, Andi bisa mendapatkan hadiah dengan nilai satu hingga lima milyar. Jika ada tingkatan di atas kotak misteri tingkat emas, berarti Andi bisa mendapatkan lebih dari lima milyar dari satu kotak misteri.


[Ding]


[Selamat Host telah membuka kotak misteri tingkat permata]


[Ding]


[Selamat Host telah mendapatkan uang tunai sembilan milyar sembilan ratus lima puluh juta rupiah]

__ADS_1


[Host kumpulkan semua kotak misteri dan ungkap misteri dibaliknya]


“Sembilan koma sembilan lima milyar? Selain properti, ini adalah hadiah uang tunai yang paling besar yang sistem berikan untukku.”


“Panel status.”


[Ding]


[Modul Menjadi Kaya]


[Level 9 (5.066.135.200/10.000.000.000)]


[Saldo Host : Rp 43.182.053.158,-]


[Tingkat Konversi : 1 kali nafas \= 37 rupiah]


[Misi : - Buatlah sebuah game. Hitung mundur 87 hari 7 jam]


[Target Bulanan : -]


[Penyimpanan : - Kartu kemampuan karyawan (3/10)]


[Kemampuan : - Lidah Manis : Selamanya



Pengalaman Pembalap : Tingkat 1


Pengalaman Juru Masak : Tingkat 1


Pengalaman Direktur Utama : Tingkat 1


Pengalaman Pialang Saham : Tingkat 1



Pengalaman Desainer Game


Pengalaman Programer]




[Selamat berjuang menghabiskan uang Host]


“Modal untuk menghancurkan bisnis keluarga Jony sudah terkumpul. Sekarang, saatnya membalas dendam. Jony, kamu sendiri yang meminta ini. Jadi, jangan salahkan aku jika aku berbuat kejam.”


Langsung saja Andi membawa mobilnya pulang ke rumahnya. Andi akan menghabiskan harinya di bursa sampai bursa tutup untuk istirahat makan siang. Ia akan membeli semua saham perusahaan keluarga Jony.


Dengan uang empat puluh tiga milyar ini, dalam akhir pekan ini ia yakin bisa memberikan pukulan besar untuk keluarga Jony. Tidak perlu lagi menunggu satu bulan kedepan. Ternyata dalam seminggu pun Andi sudah bisa melakukannya.

__ADS_1


__ADS_2