Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS

Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS
Bab 163 Kebakaran (2)


__ADS_3

Ketika Andi sampai di salah satu kafenya yang terbakar, api yang membakar kafenya belum sepenuhnya padam. Andi memang meminta pengawalnya untuk sedikit mengebut agar bisa segera sampai di kafe miliknya.


Biasanya Andi membutuhkan waktu satu jam setengah untuk bisa sampai di Surabaya. Tetapi sekarang karena dia melaju dengan kecepatan tinggi dan juga hari yang sudah larut, membuat Andi menghabiskan waktu satu jam sepuluh menit untuk sampai di Surabaya.


Andi datang ke Surabaya bersama dengan kedua orang tuanya. Ayah dan Ibunya sekarang pergi ke kafe yang lain. Mereka tidak bisa berada di tempat yang sama sekarang. Ketiga kafenya terbakar secara bersamaan. Jadi, salah satu dari mereka sebagai pemilik kafe, harus ada di lokasi.


Andi langsung turun dari mobilnya dan berjalan mendekat. Api dari kebakaran tersebut tidak menyebar ke ruko di samping kafe milik Andi. Melihat ini Andi semakin yakin bahwa kebakaran ini memanglah di sengaja.


Andi memasang wajah yang cukup serius. Bibirnya tertutup rapat hingga membentuk satu garis lurus. Ini adalah serangan pertama yang Andi terima, menyangkut bisnis miliknya. Jika dirinya tidak bisa mengatasi masalah ini, kedepannya jika bisninsnya tersangkut masalah, maka akan cukup sulit bagi Andi menyelesaikannya.


Andi kemudian mengedarkan pandangnya ke area sekitar kafe. Ia ingin mencari tahu keberadaan kamera pengawas di sekitar kafe miliknya. Andi menemukan beberapa kamera pengawas yang dimiliki oleh beberapa ruko yang ada di sana.


Melihat hal itu, langsung saja Andi memberikan perintah kepada anak buahnya. “Chayan, minta Kim meretas semua kamera pengawas yang ada di sini. Aku mau dia membuat salinan dari rekaman kamera pengawas dari daerah dekat semua kafeku yang terbakar.”


“Aku mau Kim mencari tahu orang yang memiliki gelagat mencurigakan selama tiga hari belakangan. Aku mau besok sore, Kim sudah memberikan laporan mengenai hal itu kepadaku.” Perintah Andi.


Ada alasan Andi meminta Kim mencari tahu gelagat orang mencurigakan selama tiga hari terakhir. Andi yakin siapa pun itu yang membakar ketiga kafenya, orang tersebut pasti sudah melakukan pengamatan kepada kafenya.


Andi yakin, tiga hari ke belakang, pelaku pembakaran tersebut berkeliaran di sekitar kafenya. Jika Andi bisa menemukan pelaku pembakaran, maka nantinya akan lebih mudah bagi Andi untuk mencari tahu siapa dalang di balik pembakaran ini.


“Baiklah Bos.” Jawab Chayan.


Tidak lama kemudian, seorang perempuan yang terlihat berusia dua puluh tahunan, datang mendekat ke arah Andi. Perempuan tersebut memakai sebuah piyama bergambar Doraemon dan sebuah sandal jepit. Rambutnya terlihat sedikit acak-acakan.


Dengan penampilannya yang seperti itu, perempuan itu terlihat seperti orang yang baru bangun dari tidurnya. Dan Andi percaya bahwa perempuan itu benar-benar baru bangun dari tempat tidurnya. Perempuan tersebut adalah Dilla, salah satu manajer dari kafenya.


“Mas Andi.” Sapa Dilla kepada Andi.

__ADS_1


Andi mengangguk pelan kepada Dilla. “Sebenarnya apa yang terjadi Dilla? Kenapa kafenya bisa terbakar seperti sekarang ini?”


Dilla menggelengkan kepalanya. “Aku tidak tahu Bos. Sebelum aku pulang aku sudah mengecek semuanya. Tidak ada yang salah. Lalu aku dan yang lainnya pulang. Tadi ketika aku baru tidur, tiba-tiba aku mendapatkan telepon dari seseorang yang mengabarkan bahwa kafe kita mengalami kebakaran.”


“Lalu aku menelfon Bu Nisa. Setelahnya aku datang ke mari. Saat aku sampai, apinya sudah membesar. Apinya bahkan hampir menyebar ke ruko sebelah. Untung pemadam kebakaran datang tepat waktu. Jadi api tidak sampai menyebar ke toko sebelah.” Jelas Dilla.


Andi mengangguk mendengar hal itu. “Apakah selama beberapa hari terakhir kamu melihat ada seseorang yang mencurigakan di sekitar sini? Maksudku orang yang sering mengamati ke arah kafe kita?”


Meski pun Kafe miliknya baru buka sehari, tetapi para pekerja kafenya sudah berada di sini selama satu minggu. Mereka melakukan pelatihan sebelum kafe benar-benar dibuka. Jadi, Adni ingin menanyakan hal ini kepada Dilla.


Mungkin saja perempuan itu mengetahui orang yang terlihat mencurigakan di sekitar sini beberapa hari terakhir. Jika Dilla bisa memberikan ciri-ciri dari orang itu, maka akan lebih mudah bagi Andi menyelidiki kejadian ini.


Mendengar pertanyaan Andi, Dilla terdiam sesaat. Perempuan itu tidak menyangka Bosnya akan menanyakan hal ini padanya. Apakah Bosnya ini curiga bahwa kebakaran ini adalah disengaja? Ada seseorang yang melakukannya.


Menurut Dilla itu kemungkinan terjadi. Bagaimana mungkin pemadam kebakaran tiba dengan cepat. Semua seperti di perhitungkan. Pemadam kebakaran datang ketika api akan merambat ke ruko sebelah.


Perempuan itu mencoba mengingat apakah ada orang yang mencurigakan di sekitar kafe akhir-akhir ini. Kemudian Dilla teringat dengan kejadian dua hari yang lalu.


“Mas Andi, dua hari yang lalu ada seorang laki-laki yang tiba-tiba datang ke kafe kita. Pekerja kafe kita sudah bilang padanya kalau kita belum buka. Tetapi, laki-laki itu tetap ingin masuk. Dia bilang dia ingin menumpang ke kamar mandi.”


“Laki-laki itu bilang, karena kita belum sepenuhnya buka, tidak masalah bagi dia menumpang ke kamar mandi. Dia tidak akan mengganggu pengujung kafe lainnya. Jadi kami mengijinkannya masuk. Ketika di dalam, laki-laki itu terlihat memperhatikan sekeliling kafe.” Jelas Dilla.


Mendengar hal itu, Andi menaruh kecuriaan kepada laki-laki tersebut. Kenapa dia memilih kafe miliknya yang jelas-jelas belum buka untuk menumpang ke kamar mandi. Di area sekitar sini ada beberapa kafe lain dan juga sebuah mini market.


Laki-laki itu bisa saja pergi ke tempat lain bukan? Lalu, ucapan Dilla yang mengatakan bahwa laki-laki itu terlihat mengamati bagian dalam kafe. Andi semakin curiga dengan laki-laki itu.


“Bagaimana ciri-ciri orang tersebut?” Tanya Andi.

__ADS_1


“Dia tinggi Mas. Kalo nggak salah ingat, dia setinggi pelipis Mas Andi. Rambutnya pendek, kek potongan aparat gitu. Terus, kulitnya itu sawo matang. Seingat aku itu ciri-cirinya Mas. Besok pagi aku akan menanyakan ini kepada anak-anak yang lain. Mungkin saja aku salah memberikan informasi atau ada yang kurang.”


“Baiklah terima kasih.”


Meski tidak sepenuhnya akurat, tetapi ciri-ciri yang diberikan oleh Dilla mengenai laki-laki itu cukup membantu. Nantinya, Andi bisa meminta Kim untuk mencari tahu apakah beberapa hari terakhir ada laki-laki yang memiliki ciri-ciri tersebut di sekitar sini.


Jika memang ada, maka Andi akan memikirkan cara untuk menangkap orang itu. Andi tidak perlu menangkap semua pelaku dari pembakaran ketiga kafenya. Saat ini satu saja cukup. Nanti, orang tersebutlah yang akan memberitahukan informasi mengenai yang lainnya.


Langsung saja Andi memberitahukan ciri-ciri orang yang mencurigakan itu kepada Chayan, untuk nanti di sampaikan kepada Kim. Sekarang Andi hanya tinggal mengawasi pemadam kebakaran memadamkan api di kafe miliknya.


Dua puluh menit kemudian, seorang polisi mendekat ke arah Andi dan Dilla. Polisi tersebut menanyakan beberapa hal kepada Andi dan juga Dilla mengenai kebakaran yang terjadi di kafe milik Andi ini.


“Baiklah terima kasih atas informasi yang kalian berikan. Kami akan menyelidiki terlebih dahulu kasus kebakaran ini. Untuk sekarang, belum bisa dipastikan alasan utama yang menjadi penyebab kebakaran.” Ucap polisi tersebut.


“Baiklah Pak terima kasih atas informasinya. Saya akan menunggu kabar mengenai penyelidikannya.” Ucap Andi.


Setelah polisi tersebut pergi, Andi kemudian memandang ke arah Dilla. “Lebih baik kamu pulang sekarang. Aku akan mengurusnya masalah ini sekarang.”


“Nggak bisa seperti itu Mas Andi. Bagaimana pun juga, aku ini penanggung jawab kafe ini. Jadi, aku nggak bisa pulang begitu aja sebelum apinya padam.”


“Kalau begitu kamu tidur aja di mobilku. Nanti, kalo apinya udah padam aku akan bangunin kamu.”


Andi kemudian meminta Chayan membawa Dilla ke mobilnya. Perempuan itu perlu tidur sekarang. Dia terlihat sangat lelah sekarang. Sebelumnya perempuan itu sudah bekerja cukup keras di kafenya. Jadi, sudah seharusnya dia beristirahat sekarang.


Setengah jam setelah Dilla istirahat, api baru benar-benar dipadamkan. Andi menunggu dua puluh menitan untuk suhu di dalam kafe menurun. Setelah itu, Andi masuk ke dalam kafe miliknya. Tidak ada yang tersisa dari kafe miliknya ini. Semua terbakar tidak bersisa.


Jika semua kafe sama seperti kafe yang ini, maka Andi memperhitungkan bahwa dirinya mengalami kerugian enam ratus hingga delapan ratus juta tiap kafenya. Jika dijumlah dengan kebakaran ketiga kafenya, Andi mengalami kerugian satu koma delapan milyar rupiah hingga dua koma empat milyar rupiah.

__ADS_1


Ini adalah kerugian pertama yang Andi alami. Dan itu bukan karena kesalahan yang dilakukan Andi. Tetapi, karena seseorang sengaja membakar kafe miliknya. Siapa pun dia dalang di balik pembakaran kafe miliknya ini, Andi akan membalasnya.


__ADS_2