
Setelah seharian kemarin beristirahat, hari ini Andi menemani kedua adiknya untuk mengunjungi beberapa tempat wisata di Bali. Tentu saja pengawal mereka tetap mengikuti.
Tetapi mereka menjaga jarak sepuluh meter dengan Andi dan adik-adiknya. Dengan begitu Andi bisa liburan dengan tenang tanpa merasa terganggu.
Tujuan pertama yang dipilih oleh Andi dan kedua adik-adiknya adalah Tanjung Benoa. Di sini mereka ingin melakukan semua olahraga air yang tersedia. Arfan bahkan sudah membuat daftar olahraga air yang mana yang akan mereka lakukan terlebih dahulu.
Yang pertama kali mereka lakukan adalah mengunjungi pulau penyu. Di sini Andi dan kedua adiknya mengambil beberapa foto bersama dengan satwa yang ada di sana. Mulai dari iguana, beberapa aneka burung hingga kelelawar.
Dalam perjalanan kembali, Arfan tiba-tiba mendekat ke arah Andi. Ia kemudian berbisik kepada Andi. “Kak, boleh nggak aku pelihara iguana di rumah?” Setelah berfoto dengan iguana, Arfan tiba-tiba memiliki keinginan untuk merawat beberapa di rumah mereka.
“Kamu salah kalau tanya ke aku Arfan. Seharusnya Kamu tanya ke Ayah dan Ibu. Kalau aku sih dukung-dukung aja Kamu punya peliharaan. Asalkan Kamu tanggung jawab dengan peliharaan Kamu itu. Kalau nanti Ayah dan Ibu udah ngijinin, dan Kamu mau bikin kandang, bilang aja ke aku nanti aku kasih uangnya.” Jelas Andi.
“Kalau bikin aviary gimana Kak? Nggak di rumah kita tapi di tempat lain. Sekalian bikin yang gede. Gimana?” Tanya Amira.
“Eh kamu juga ikut-ikutan pengen punya peliharaan ternyata. Kalau begitu, nanti akan aku carikan tanah yang cukup luas yang sedang dijual di sekitar rumah kita. Aku bangunkan aviary dan juga kandang iguana di sana.”
“Yes. Kakak emang yang terbaik. Makasih.”
Selesai dari pulau penyu, Andi dan kedua adiknya mencoba olahraga air yang bisa mereka lalukan. Sea walker, banana boat, donut boat, parasailing, jetsky, fly fish dan terakhir fly board. Semua itu mereka coba satu persatu.
Sore harinya Andi dengan sedikit dipaksa oleh Amira, Andi akhirnya menyerahkan ponsel miliknya kepada adiknya. Amira lalu mengunggah foto kegiatan mereka hari ini di sosial media milik Andi. Tidak lama setelah Amira mengunggah foto tersebut, sosial media Andi dipenuhi banyak komentar.
Kebanyakan dari komentar tersebut berasal dari sepupu Andi. Hal ini karena Amira menandai mereka dalam foto kegiatan mereka. Unggahan Amira itu memiliki caption “Bos besar sedang liburan. Mau ikut?”. Dengan caption seperti itu, jelas saja sepupu mereka meninggalkan komentar di sana.
[DimDimMas : Eh kalian liburan nggak ajak-ajak. Udah lupa ya kalo punya sepupu?]
[Bima007 : Kalau mau ngajak ya bilang dari kemaren-kemaren dong. Masak udah berangkat baru ngajak]
[Bima007 : @DimDimMas Bos Besar terlalu banyak sepupu. Jadi dia bingung ajak yang mana]
[WiraWiri : @AmiraRahma Mir masih di Bali? Gue nyusul bisa nggak?]
[Nandodo_51 : @WiraWiri cus kita kesana kuy Mas.]
[Wiwidya : Selamat bersenang-senang Andi]
Andi pun membaca satu persatu komentar dari sepupunya. Ia lalu membalasnya satu persatu.
[ARP_001 : @DimDimMas datang aja Mas ke sini.]
__ADS_1
[ARP_001 : @Bima007 @WiraWiri @Nandodo_51 kalian langsung ke sini aja. Akan aku kirim alamatnya di group]
Ketika Andi ingin membalas komentar Widya, dirinya menemukan komentar yang sedikit mengejutkan baginya.
[DindaAyu_001 : Eh Kamu udah balik dari luar negeri Andi? Hang out bareng yuk]
“Kok Dinda tahu ya aku habis dari luar negeri? Apakah waktu dia menelfonku dulu aku memberitahunya tentang keberadaanku ya? Mungkin begitu.”
Andi tidak lagi mempermasalahkan mengenai hal itu. Mungkin memang dirinya yang memberi tahu mengenai hal tersebut kepada Dinda. Ia kemudian melanjutkan membalas beberapa komentar di akun sosial media miliknya.
Andi juga tidak lupa mengirimkan alamat villa miliknya kepada group chat yang beranggotakan ia dan para sepupunya. Ternyata apa yang mereka katakan di komentar fotonya itu hanya sebatas basa basi saja. Mereka cukup sibuk untuk melakukan liburan bersama dengan Andi.
Tetapi, mereka membuat rencana untuk melakukan liburan bersama setelah bisnis yang mereka dirikan berjalan lancar.
Andi menemani adiknya untuk liburan selama tiga hari. Itu tidak termasuk hari kedatangannya di Bali. Jadi, Andi sudah menghabiskan empat hari waktunya untuk bersantai di Bali.
Sekarang pemuda itu tidak dapat bersantai lagi. Target bulanannya belum terselesaikan. Jadi, sekarang Andi ingin fokus mengurusi bisnisnya.
Yang pertama kali Andi lakukan setibanya di Surabaya adalah menghubungi Lukman dan meminta laki-laki itu menemuinya. Tidak hanya Lukman, Andi juga memanggil Seno untuk menemuinya.
Sekarang ini Andi ingin melaksanakan rencananya, yaitu membuat perusahaan induk untuk perusahaannya. Ia membutuhkan Lukman untuk membangun gedung perkantoran yang di dalamnya hanya berisi perusahaan miliknya.
“Selamat pagi Mr. A.” Sapa Lukman dan Seno secara bersamaan.
“Selamat pagi silahkan duduk.”
“Ada perlu apa Mr. A memanggil Kami?”
“Aku memiliki tugas baru untuk kalian.” Andi kemudian memandang ke arah Seno. “Seno, daftarkan sebuah perusahaan induk. Lalu masukkan semua perusahaan milikku menjadi satu dalam perusahaan itu. Itu juga termasuk perusahaan milikku yang ada di luar negeri.”
“Tentu saja Mr. A. Lalu, apa nama dari perusahaan induk kita?” Tanya Seno.
“Naranga Group, dan untuk perusahaanku yang di luar, itu masukkan ke perusahaan induk dengan nama Naranga Internasional.” Jelas Andi.
Andi ingin menghidupkan kembali nama dari kerajaan milik leluhurnya menjadi nama dari perusahaan induk miliknya. Dengan begini, bisa dibilang Andi sudah mendirikan kembali kerajaan milik leluhurnya.
Tetapi sekarang bukan lagi kerajaan yang memerintah rakyat dan memiliki wilayah. Kerajaan yang dimiliki oleh Andi ini adalah kerajaan bisnis.
Andi tahu dengan memakai nama Naranga pada perusahaan induknya, ini akan memplokamirkan identitasnya sebagai Sang Penerus. Anak buah dari Kakek Buyut Arganta jelas mengetahui bahwa Sang Penerus memiliki hubungan dengan Kerajaan Narangakarta.
__ADS_1
Andi cukup siap sekarang. Pengawal yang ia ambil dari Spayol, sudah ia bekali dengan kartu kemampuan karyawan. Sekarang ini, kemampuan bela diri mereka mengalami peningkatan yang cukup besar. Andi yakin mereka bisa memberikan perlindungan kepada anggota keluarga Prayudi yang lain.
Jadi, jika nanti ada perlawanan, Andi sudah cukup siap dalam melindungi dirinya dan keluarganya. Andi sendiri tidak tahu apakah ada yang akan melawannya atau tidak. Tetapi, melakukan persiapan dengan matang lebih bagus bukan daripada nanti tidak bisa melindungi diri jika memang ada serangan?
“Tentu Mr. A. Aku akan segera melakukan pendaftaran dua perusahaan induk itu.”
“Jika Kamu mengalami kesulitan, hubungi Pak Ghani. Aku yakin dia bisa membantumu dalam hal ini.” Jelas Andi.
“Lalu Pak Lukman, carilah arsitek terbaik di dunia ini. Aku ingin membangun kantor pusat perusahaan kita. Aku mau kantor itu cukup megah. Tidak perlu memiliki gedung pencakar langit, yang terpenting kantor pusat kita itu megah.”
“Jika perlu, buat kantor pusat kita itu layaknya sebuah istana. Jadi, orang-orang yang masuk ke kantor kita akan berpikir bahwa yang mereka masuki bukanlah sebuah kantor tetapi sebuah istana. Aku juga mau di depan kantor kita memiliki halaman yang luas.”
“Lalu, tidak jauh dari kantor kita, akan dibangun sebuah komplek apartemen yang akan menjadi tempat tinggal dari karyawan kita. Itu adalah persayaratan dariku mengenai kantor pusat kita. Bisakah Pak Lukman mencari seseorang yang bisa membuatkan desain seperti itu?” Tanya Andi.
“Istana seperti apa yang Anda inginkan Mr. A? Apakah itu berkiblat ke Eropa, Timur Tengah, atau Asia?” Tanya Lukman.
“Jika bisa padukan saja kastil yang ada Eropa dengan ukiran-ukiran khas kerajaan Jawa.”
“Untuk biayanya, berapa uang yang akan Anda sediakan untuk hal ini Mr. A?”
“Pembangunan itu tidak kurang dari lima ratus triliyun rupiah, jika lebih dariitu tidak masalah untukku. Aku yakin itu pembangunan kantor pusat kita selesai dalam dua tahun.”
Meski sekarang Andi tidak memiliki uang sebanyak itu, tetapi dirinya yakin bisa mengumpulkan uang sebanyak itu untuk pembangunan kantor pusatnya dari Naranga group. Andi ingin istana dari kerajaan bisnisnya itu cepat terselesaikan.
“Baiklah Mr. A. Aku akan mencoba menghubungi beberapa arsitek dari luar negeri untuk menawarkan proyek ini kepada mereka.”
Andi kemudian memberikan beberapa instruksi teknis kepada Seno dan Lukman. Setelah itu, keduanya undur diri untuk melaksanakan tugas yang Andi berikan kepada mereka. Sebelum Lukman pergi, Andi menahan laki-laki itu.
“Tunggu dulu Pak Lukman. Aku memiliki tugas lain untukmu.” Ucap Andi.
“Apa itu Mr. A.”
“Tolong bangun beberapa sekolah di daerah pelosok. Sekolah itu akanmenjadi sekolah gratis untuk anak-anak yang ada di sana.”
Bulan ini Andi sama sekali belum melakukan donasi. Sekarang, ia ingin memberikan donasi secara langsung dengan membangunkan beberapa fasilitas untuk mereka yang membutuhkan.
“Membangun sekolah di pelosok? Apakah itu untuk SD saja atau juga yang lainnya?”
“Untuk semuanya. Dari SD hingga SMA. Bangun sekolah itu di satu tempat. Lalu, jika sekolah itu sudah selesai, rekrut juga guru untuk mengajar di sana. Gaji yang mereka terima jika mau mengajar di sana adalah sepuluh juta rupiah. Itu belum termasuk tunjangan lainnya.”
__ADS_1
“Lalu, ketika membangun sekolah-sekolah itu, katakan bahwa Naranga Group yang memberikannya.”