
Jony menendang dengan keras ban mobilnya. Kemarahan nampak jelas terpancar di wajahnya. Pemuda itu baru saja mendatangi pemilik rumah dan pertokoan yang ada di gang belakang sekolahnya. Namun ia gagal mendapatkan rekaman video CCTV dari perkelahian yang terjadi di sini pagi tadi.
Para pemilik CCTV itu mengatakan pagi tadi ada seorang pemuda yang membeli rekaman CCTV selama dua hari belakangan. Ia memberikan uang lima ratus ribu untuk setiap CCTV. Dan di sepanjang jalan ini setidaknya ada sepuluh rumah dan pertokoan yang memiliki CCTV.
Dari ciri-ciri yang mereka berikan, Jony tahu pemuda yang membeli rekaman CCTV tersebut adalah Andi. Ia yakin anak itu meminta sahabatnya, Brian, untuk mengirimkannya uang agar bisa membeli rekaman CCTV dari semua pemilik CCTV di gang ini.
“Sial. Aku kalah cepat darinya. Pasti ini ide Brian untuk membeli rekaman CCTV itu, dan aku yakin cecunguk itu meminta uang kepada Brian untuk bisa membeli semua rekaman CCTV. Kalau tidak, dari mana dia mendapatkan uang sebanyak itu.”
“Anak miskin seperti dia hanya bisa menjadi lintah bagi temannya yang kaya. Si Brian itu juga sama saja. Kenapa juga dia mau berteman dengan anak miskin seperti dia. Yang ada dia akan terus dimanfaatkan seperti ini.”
Jony mengacak-acak rambutnya sembari berteriak dengan penuh kemarahan. “Arrggghh. Jika begini rencanaku untuk menjebaknya gagal. Karena kamu sudah melakukan hal ini, kamu memaksaku untuk bertindak jauh lebih keji dari pada ini.”
Jony kemudian meraih ponselnya yang ada di sakunya. Ia mencari nama Rendi di antara nama-nama yang ada di kontak ponselnya. Setelah menemukannya, ia kemudian menelfon temannya itu. Ada hal yang perlu ia lakukan untuk memberi pelajaran kepada Andi, dan Rendi dapat membantunya untuk melakukannya.
“Hallo Jony temanku. Ada apa kau menelfonku?” Sapa Rendi ketika telfon Jony tersambung.
“Hallo Rendi. Aku tidak akan berbasa basi denganmu. Sekarang aku butuh bantuanmu. Kau bilang kau memiliki kenalan seorang preman bukan? Aku mau kau menghubungi mereka. Aku akan memberikan tugas kepada mereka untuk menghajar seseorang.”
“Jika mereka berhasil, aku akan membayar sepuluh juta kepada mereka. Tenang saja kau juga akan aku beri uang dua juta jika preman yang kau suruh ini benar-benar berhasil melaksanakan tugas yang aku berikan.” Jelas Jony.
“Wow, wow, wow. Tunggu dulu, kenapa kau tiba-tiba meminta preman untuk menghajar seseorang? Bukannya kau tidak mau berurusan dengan mereka karena kau tidak mau merusak citra ayahmu. Lalu kenapa sekarang kau tiba-tiba ingin menyewa jasa seorang preman?”
Rendi tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Seorang Jony yang selama ini tidak mau berurusan dengan preman tiba-tiba saja mengatakan akan memakai jasa mereka untuk menghajar seseorang. Siapa dia yang berhasil memantik kemarahan Jony hingga membuatnya menggunakan jasa preman?
Rendi tebak orang ini cukup hebat dalam bertarung. Jika tidak, kenapa Jony memilih memakai jasa preman. Bukannya dia memiliki sembilan anak buah. Rendi rasa mereka saja sudah cukup untuk memberi pelajaran seseorang. Hal ini membuat Rendi pensaran dengan identitas target Jony.
“Aku akui anak ini terlalu kuat. Anak buahku tidak sanggup menghadapinya. Mereka lari ketakutan ketika berhadapan dengannya. Jadi aku harus memakai jasa preman untuk memberi pelajaran kepada anak ini. Jika tidak namaku bukan lagi Jony.”
“Fiuh.” Rendi bersiul pelan. “Jadi siapa dia yang memiliki kehormatan untuk bisa membuat Tuan Muda Jony menyewa jasa preman untuk menghajarnya. Sangat spesial sekali dia. Apa kau bisa memberitahuku siapa dia?” tanya Rendi penasaran.
“Andi. Kau ingat cecunguk itu jago silat. Anak buahku tidak akan bisa menghajarnya. Yang ada mereka dipermaikan oleh cecunguk itu. Jadi, aku ingin memberi pelajaran anak itu dengan memakai jasa preman. Ingat satu hal, jika preman yang kau hubungi itu membawa lebih dari sepuluh orang.”
__ADS_1
“Jangan lupa untuk membawa senjata tumpul. Aku hanya ingin preman-preman itu menghajarnya dan mematahkan beberapa tulang cecunguk itu. Tidak perlu menghajarnya setengah mati. Aku masih waras. Aku tidak ingin urusan ini panjang ke polisi. Ini bisa merusak citra ayahku. Jika tidak, aku akan dihajar oleh ayahku.”
“Baiklah, baiklah. Aku akan menghubungi preman kenalanku dan mengatakan sebuah permintaanmu. Tetapi kamu perlu mentrasfer uang mukanya terlebih dahulu. Kamu tahu sendiri bukan mereka tidak akan mengambil tindakan jika tidak ada uang.” Jelas Rendi.
“Tidak masalah. Akan aku transfer uang lima juta kepadamu. Kamu bisa menggunakan uang tersebut untuk uang muka. Sisanya akan aku bayar ketika mereka selesai melaksanakan tugasnya.” Jelas Jony.
“Siap Bos Jony.” Setelah berkata demikian, Rendi menutup sambungan telfonnya dengan Jony.
Sebuah seringai terlihat menghiasi bibir Jony. Ia seolah bisa membayangkan penderitaan yang akan diterima oleh Jony setelah ini. Pemuda itu tidak sabar melihat hal itu terjadi.
“Lihat saja Andi. Setelah ini aku yakin kamu tidak akan berkutik. Para preman itu bukanlah anak SMA yang masih amatiran dalam bertarung. Aku yakin setelah ini kamu hanya bisa terbaring lemah di ranjang setelah preman-preman itu menghajarmu.”
*****
Sementara itu, Andi yang tengah menunggu sepedanya selesai diperbaiki tidak mengetahui rencana jahat yang dibuat Jony untuknya. Pemuda itu kini sibuk melihat panel status miliknya.
[Ding]
[Modul Menjadi Kaya]
[Level 5 (13355000/100000000)]
[Tingkat Konversi : 1 kali nafas \= 11 rupiah]
[Misi : --- ]
[Penyimpanan : - Voucer Cashback 200% (3/3)]
[Kemampuan : - Lidah Manis : Selamanya]
[Selamat berjuang menghabiskan uang Host]
__ADS_1
Ia sudah menyisihkan uang lima juta rupiah ke dalam rekening bisnisnya kemarin. Dengan begitu Andi tidak perlu lagi kebingungan membedakan uang miliknya dan uang dari hasil bisnisnya. Saldo pribadi Andi akan bertambah jika ia mentrasfer laba yang ia terima dari rekening bisnisnya ke rekening pribadinya.
Tadi Andi juga sudah mengeluarkan uang lima juta rupiah untuk membeli rekaman vido CCTV. Meski ia mengelurkan uang cukup banyak untuk mendapatkan semua rekaman itu, Andi rasa itu tidak masalah. Sekarang ia memiliki uang yang cukup banyak, jadi tidak masalah untuknya mengeluarkan uang sebanyak itu.
Apalagi semua ini untuk membalaskan sakit hatinya kepada Jony dengan cara yang elegan. Baginya tidak masalah. Andi yakin sekarang ini Jony sangat marah padanya ketika mengetahui semua rekaman CCTV sudah ia beli semua. Pemuda itu pikir ekspresi marah Jony akan sangat lucu untuk dilihat.
“Ini semuanya sudah selesai.” Ucap pemilik bengkel di mana Andi membetulkan sepedanya.
Hal tersebut membuat Andi menghentikan lamunannya. Pemuda itu kemudian berdiri dan menghampiri pemilik bengkel.
“Berapa Mas semuanya?”
“Semuanya empat ratus ribu rupiah.”
Andi mengeluarkan uang empat ratus ribu dari saku celananya. Ini adalah uang yang ia terima dari antek-antek Jony. Untung dia tadi mengambil uang ini dari antek-antek Jony. Dengan begini ia tidak perlu mengeluarkan uang dari kantong pribadinya untuk memperbaiki sepeda miliknya.
Setelah membayar semuanya, Andi membawa pergi sepedanya.
[Ding]
[Modul Menjadi Kaya]
[Level 5 (13355000/100000000)]
[Saldo Host : Rp 24.745.000,-]
[Tingkat Konversi : 1 kali nafas \= 11 rupiah]
[Misi : --- ]
[Penyimpanan : - Voucer Cashback 200% (3/3)]
__ADS_1
[Kemampuan : - Lidah Manis : Selamanya]
[Selamat berjuang menghabiskan uang Host]