
Saat ini Andi sedang bersama dengan Brian duduk di kursi first class dari penerbangan yang akan membawanya ke Spanyol. Semua hal yang belum di urus sudah Andi serahkan kepada bawahannya untuk segera diselesaikan. Jadi, Andi bisa dengan tenang pergi ke Spanyol bersama dengan Brian.
“Jadi, apakah kamu sudah menghubungi pamanmu Bro?” Tanya Andi setengah jam setelah pesawat yang mereka naiki mengudara.
“Ya, aku sudah menghubungi Uncle Roy. Katanya nanti akan ada anak buahnya yang menjemput kita di bandara. Tetapi, anak buah Uncle Roy bukan menjeput kita di bandara Madrid, tapi di bandara Sevilla. Jadi, setelah kita sampai Madrid, kita masih perlu mengambil penerbangan ke Sevilla.”
“Jadi kita tidak jemput di Madrid, tetapi kita perlu melakukan penerbangan lagi ke Sevilla? Tetapi, aku belums menyiapkan tiket ke Sevilla. Jadi bagaimana?” Tanya Andi.
“Tenang saja, Bro. Uncle Roy sudah memesankan tiket untuk kita. Jadi, setelah kita sampai di Madrid, kita tinggal menunggu pesawat yang akan membawa kita ke Sevilla.” Jawab Brian.
Mendengar hal itu, Andi merasa lega. Dalam perjalanan, Andi menghabiskan waktunya dengan tidur atau menonton film yang sudah di sediakan. Meski dirinya berada pada kursi first class, Andi merasa lelah karena hanya menghabiskan waktu cukup lama di kursinya.
Maka dari itu, ketika pesawat mereka transit delapan jam di Turki, Andi memilih berjalan-jalan di area bandara daripada hanya duduk dan beristirahat. Ia masih perlu melakukan perjalan empat jam lagi untuk sampai di Madrid.
Pesawat yang Andi naiki tiba di Madrid pada pukul satu siang. Setelahnya ia beristirahat sebentar sebelum kembali menaiki pesawat menuju ke Sevilla. Pesawat yang naiki Andi sampai di Sevilla pada pukul lima sore.
“Jadi ke mana kita sekarang?” Tanya Andi kepada Brian.
Mereka sudah berdiri cukup lama di terminal kedatangan. Namun, belum ada seorang pun yang mendatangi mereka. Bahkan mereka juga tidak melihat seseorang yang membawa papan nama yang bertuliskan nama Brian.
“Aku juga tidak tahu. Uncle Roy bilang nantinya akan ada anak buahnya yang menjemput kita.”
“Ini sudah setengah jam sejak kita datang. Tetapi, kita sama sekali belum melihat seseorang pun yang mendekati kita. Bagaimana jika kita pergi ke tempat pamanmu langsung. Daripada kita menunggu di sini nggak jelas?”
Mendengar ucapan Andi, Brian merasa sedikit tidak enak dengan temannya itu. Bagaimana pun juga, dirinya sudah mengatakan bahwa akan ada seseorang yang menjemput mereka. Tetapi, nyatanya setelah mereka menunggu setengah jam lebih tidak ada orang yang mendatangi mereka.
“Kita tunggu sepuluh menit lagi. Jika tidak ada yang datang, kita pergi ke Hotel terdekat. Baru besok pagi kita pergi ke tempat Uncle Roy.” Ucap Brian pada akhirnya.
Sebenarnya Brian sudah mengetahui di mana rumah pamannya yang ada di Sevilla. Tetapi, ia takut jika dirinya pergi, orang suruhan pamannya datang ke tempat mereka berada. Apalagi ketika Brian mencoba menghubungi pamannya, telfonnya tidak tersambung. Jadi, Brian mengajak Andi menunggu sedikit lebih lama lagi.
“Baiklah. Kita tunggu sebentar lagi.”
Tetapi, setelah lima belas menit menunggu, tidak terlihat satu orang pun yang mendekati mereka. Oleh karena itu, Brian mengajak Andi menaiki sebuah taksi menuju ke hotel terdekat dari bandara. Setelah check in dan menyimpan semua barang mereka, Brian ingin mentraktir Andi makan sebagai permintaan maafnya karena sudah membuat Andi menunggu terlalu lama.
__ADS_1
“Kita akan makan di mana?” Tanya Andi.
“Ada restoran yang cukup enak di dekat sini. Kita hanya perlu berjalan beberapa menit saja untuk pergi ke sana.”
“Tidak masalah untukku.”
Ketika Andi dan Brian berjalan menuju restoran seseorang yang terlihat seorang laki-laki berlari ke arah Andi dan Brian. Di belakang laki-laki tersebut, ada seorang perempuan yang terlihat mengejarnya. Laki-laki tersebut hampir menabrak Andi dan Brian.
Sementara perempuan itu berlari, ia juga meneriakkan beberapa kata yang tidak Andi mengerti. Jika saja perempuan itu berbicara dengan Bahasa Inggris, mungkin dirinya akan mengerti ucapan perempuan tersebut.
Tetapi meski Andi tidak sepenuhnya mengerti, ia bisa menebak apa yang sebenarnya terjadi. Jika tidak salah lihat, di tangan laki-laki tersebut, terdapat sebuah tas. Tetapi, tas tersebut tidak terlihat seperti tas yang dimiliki oleh laki-laki. Itu lebih terlihat seperti tas milik perempuan.
Ini berarti, laki-laki tadi adalah seorang pencuri yang mengambil tas perempuan itu.
“Thief, thief. Help me catch that thief.” Teriak perempuan itu dalam Bahasa Inggris. Sekarang Andi semakin yakin bahwa laki-laki tadi adaah seorang pencuri. Setelah Andi mendengar teriakan perempuan itu, ia mendengar sebuah pemberitahuan dari sistem.
[Ding]
[Sistem mendeteksi seseorang membutuhkan bantuan Host]
[Ding]
[Misi : Host tangkap pencuri itu dan kembalikan tas milik wanita tersebut]
[Hadiah : Kekuatan +5, Kecepatan +5]
[Ding]
[Selesaikan misi dengan sepenuh hati Host. Kedepannya akan ada misi lainnya dengan hadiah yang sangat menarik]
Sebelum sistem menyelesaikan pemberitahuannya pun, Andi sudah berlari mengejar pencuri tersebut. Ada atau tidak ada misi dari sistem, Andi merasa dirinya mampu menolong perempuan tersebut. Jadi, Andi mengejar laki-laki tadi yang belum cukup jauh darinya.
Dengan gesit Andi berlari mengejar pencuri tersebut. Merasa sekarang ini ada yang mengejarnya, pencuri tadi semakin mempercepat langkah kakinya. Sekarang ia memasuki gang kecil yang ada di sana. Andi yang melihat hal itu tidak mau kehilangan jejak pencuri tersebut. Oleh karena itu Andi mempercepat langkah kakinya.
__ADS_1
Jarak antara Andi dan pencuri tersebut semakin menipis. Melihat hal itu, pencuri tersebut terlihat sedikit panik. Ia kemudian kembali lagi masuk ke gang yang lebih kecil. Gang tersebut merupakan sebuah gang buntu.
Ketika sampai di tembok pembatas, pencuri tersebut berusaha menaiki tembok tersebut. Melihat hal itu, Andi tidak bisa tinggal diam. Jika ia membiarkan pencuri tersebut melewati tembok itu, maka ia akan kehilangan jejak pencuri tersebut.
Lansung saja Andi mempercepat langkahnya. Ia tidak berlari menuju ke arah mencuri tersebut. Tetapi, yang Andi lakukan adalah berlari dengan sekuat tenaga menuju tembok terdekat. Setelah itu, ia mengangkat sebelah kakinya untuk bertumpu pada tembok tersebut.
Andi ingin memanfaatkan tembok tersebut sebagai pijakannya agar bisa melompat menuju ke arah pencuri tadi. Andi tidak yakin rencana dadakannya ini berjalan lancar. Ia hanya memiliki satu kesempatan untuk melakukan hal ini.
Jika dirinya gagal, maka Andi tidak akan bisa menyusul pencuri tadi. Andi tidak ada pilihan lain selain melakukan hal ini.
Lompatan yang Andi lakukan setelah berpijak pada tembok tersebut cukup tinggi. Pada akhirnya rencananya berhasil. Ia berhasil mendarat di tubuh pencuri tersebut yang kini tengah memanjat pipa untuk melewati pembok pembatas. Andi mengeratkan tangannya pada pinggang pencuri tersebut.
Andi yang menempel pada tubuh pencuri tersebut, membuat beban yang harus ditahan oleh pecuri tersebut bertambah. Apalagi ia tidak siap dengan hantaman tubuh Andi pada tubuhnya. Hal itu membuat tangan pencuri tersebut tidak dapat menahan beban. Ia melepaskan tangannya yang menggenggam pipa yangia panjat.
Andi memperkirakan jarak dirinya sekarang dengan tanah. Saat ini dirinya dan pencuri tersebut berada pada ketinggian dua meter. Meski itu tidak terlalu tinggi, tetapi jika mereka jatuh dan tubuhnya berada di bawah dengan di tindih pencuri yang ia peluk, maka punggungnya akan terasa sakit.
Bisa jadi akan ada tulang yang retak jika dirinya tidak hati-hati. Oleh karena itu, ketika mereka akan terjatuh, dengan sigap Andi memposisikan tubuh mereka agar jatuh dengan posisi yang aman. Pada akhirnya, Andi berhasil mendarat dengan posisi aman.
Andi memposisikan pencuri tersebut di bawah tubuhnya. Masa bodoh dengan pencuri tersebut yang mungkin saja akan mengalami cedera. Yang penting dirinya baik-baik saja.
Setelah itu, Andi mengunci tubuh pencuri tersebut agar tidak bisa lagi berlari. Meski begitu, Andi memastikan kuncian yang ia lakukan tidak menimbulkan masalah untuk pencuri tersebut. Bagaimana pun juga, jika ia terlalu jauh dalam melakukan kuncian, bisa jadi nyawa pencuri di bawahnya akan melayang.
Dan Andi tidak mau menjadi seorang pembunuh. Apalagi saat ini dirinya ada di negeri orang. Sudah pasti dirinya tidak bisa berbuat seenaknya sendiri.
Andi mendengar pencuri di bawahnya menggumamkan sesuatu yang tidak jelas. Mungkin ia meminta Andi melepaskannya. Tentu saja Andi tidak akan melakukan hal itu. Ia tidak lagi menghiraukan gumaman dari pencuri tersebut.
Yang Andi lakukan setelah memastikan pencuri itu tidak dapat bergerak lagi adalah menghubungi Brian. Andi yakin temannya itu tadi ikut mengejar. Jika ia memberitahu lokasinya kepada Brian, maka temannya itu bisa mengajak perempuan yang tadi kehilangan tasnya, menuju ke arahnya.
Tetapi, sebelum Andi menghubungi Brian, beberapa langkah kaki yang sepertinya sedang terburu-buru terdengar di telinga Andi. Tidak lama kemudian, Andi melihat Brian bersama dengan perempuan tadi.
[Ding]
[Misi menangkap pencuri telah selesai]
__ADS_1
[Hadiah telah disimpan di penyimpanan sistem]
[Host hanya perlu menginformasikan sistem ketika sudah siap untuk menerima hadiah]