
Andi membuka aplikasi penyedia video dengan berwarna merah di dalam ponselnya. Ia ingin melihat beberapa informasi mengenai cara menghabiskan uang dua ratus juta rupiah. Jujur ia tidak pandai melakukan bisnis. Bisnis dessert box miliknya berjalan cukup baik karena ia membuat makanan tersebut dengan rasa yang lezat. Sudah jelas banyak meminatinya.
Jadi, Andi tidak berani semudah itu membuat bisnis jika dia sendiri saja belum memahami apa yang harus dilakukan. Dirinya tidak memiliki seseorang yang bisa mengajarkannya berbisnis. Ia bukan anak dari orang kaya yang memiliki bisnis besar, yang sedikit banyak telah diajarkan berbisnis.
Seperti halnya Brian. Sejak kecil anak itu sudah diperkenalkan dengan dunia bisnis. Jadi jika ia diberi modal oleh orang tuanya, ia bisa dengan mudahnya memikirkan bisnis apa yang akan ia lakukan. Tidak seperti Andi yang masih meraba seperti sekarang ini.
Andi lalu terpikirkan sesuatu. Bagaimana jika dia mulai membuat sebuah perusahaan. Perusahaan miliknya ini bukan melakukan bisnis seperti perusahaan pada umumnya. Bagaimana jika dirinya membuat perusahaan yang memodali pengusaha kecil untuk memulai usahanya. Lebih ke arah perusahaan yang berfokus pada investasi.
Bukankah dengan begitu dirinya tidak perlu memikirkan apa yang perlu ia lakukan. Ia hanya perlu menanamkan modal, memiliki saham di usaha tersebut, dan kemudian tinggal menunggu pembagian laba. Seperti halnya yang dilakukan oleh Brian kepada bisnisnya.
Brian hanya memberikan modal kepada Andi dan kemudian Andi yang menjalankan bisnis itu. Bisa dibilang Brian bisa tinggal diam tidak melakukan apa pun dan akan mendapatkan keuntungan. Jika saja Andi tidak memiliki orang seperti Brian, yang mau membantu memodali usahanya, maka bisnis dessert box milik Andi tidak akan berjalan.
“Hemm…. Itu bisa dilakukan. Sekarang aku perlu mendirikan perusahaan terlebih dahulu. Mungkin aku akan meminta bantuan Sebastian untuk mengurus pendaftaran semua itu.”
Setelah memustuskan hal tersebut, Andi menelfon kepada Sebastian. Semoga saja laki-laki itu mau membantunya dalam menangani hal ini. Pada deringan ketiga panggilan Andi terhubung dengan Sebastian. Andi langsung disambut dengan suara berat khas milik Sebastian.
“Ya, Hallo. Andi ya. Ada apa? Mau tanya soal kasusmu ya? Semuanya sudah ditangani. Polisi sudah menerima laporan kita. Sebentar lagi mereka akan melakukan penyelidikan tentang laporan kita. Tidak lama lagi ini akan berubah ke proses penyidikkan. Kau tungu saja.”
“Hallo, Pak Bastian. Aku nggak mau nanyain hal itu. Aku sudah mempercayakan semua itu kepada Pak Bastian. Aku yakin Pak Bastian bisa membantuku mengambil keputusan yang terbaik untuk aku dalam kasus ini.”
“Lalu ada apa kamu menelfoku?”
“Jadi begini Pak Bastian, apakah Bapak bisa membantuku mendaftarkan pendirian perusahaan baru? Aku berencana untuk mendirikan perusahaan baru tetapi aku tidak paham birokrasi yang ada. Jadi bisakah Bapak membantu mengurus hal ini?”
__ADS_1
“Kamu ingin mendirikan perusahaan baru?”
“Ya. Tapi tolong rahasiakan ini dari Brian ya Pak. Untuk saat ini, aku tidak ingin dia mengetahui hal ini.” Pinta Andi.
“Itu tidak masalah. Aku bisa menjaga rahasia ini. Jika kamu benar-benar ingin mendirikan perusahaan baru, akan aku hubungkan kamu dengan juniorku yang ada di firma hukum tempatku bekerja. Aku lebih fokus pada kasus pidana sedangkan dia lebih fokus pada kasus perdata. Jadi menurutku dia yang lebih cocok membantumu. Kau juga bisa konsultasi dengannya. Aku akan mengirimkan kontaknya kepadamu.”
“Baiklah Pak Bastian. Terimakasih atas waktunya.”
Andi kira semua masalah yang seperti itu Sebastian bisa membantunya. Teryata mereka memiliki bagian masing-masing. Tidak lama kemudian, Andi mendapatkan kontak dari junior yang dimaksud oleh Sebastian. Andi langsung mengirim pesan kepada nomor tersebut.
Junior Sebastian tersebut bernama Ghani. Dari pembicaraan mereka di telfon, laki-laki tersebut meminta bertemu secara langsung agar lebih mudah membicarakan keinginan Andi. Mereka setuju akan bertemu besok siang di salah satu kafe di Surabaya. Sepertinya pemuda itu perlu kembali mengunjungi Surabaya. Ia tidak menyangka akan kembali ke kota itu sesegera ini.
Masalah pendaftaran perusahaan Andi anggap sudah beres. Meski belum melakukan pendaftaran sama sekali, Andi telah menganggapnya selesai. Ada seseorang yang akan membantunya mengurusi hal itu. Sekarang ia perlu merekrut pekerja. Ia bisa dengan mudah mendirikan perusahaan, tetapi perusahaan itu tidak akan bisa berjalan tanpa adanya karyawan.
Andi tidak bisa mencari orang-orang yang memiliki keahlian pada bidang tersebut tanpa adanya koneksi. Dan orang seperti Andi sudah jelas tidak akan bisa berkenalan dengan orang seperti mereka. Ia bisa saja meminta bantuan Brian untuk mencarikannya orang yang memiliki kemampuan yang dibutuhkannya. Tetapi Andi tidak mau melakukannya.
Ia tidak mau ada orang lain yang tahu mengenai hal ini. Jika orang yang paham dengan kondisi perekonomian keluarganya mengetahui hal ini, sudah pasti mereka akan menertawakan Andi. Mereka akan bilang bahwa Andi bermimpi dengan mengatakan seperti itu.
Sebenarnya ejekan seperti itu tidak masalah bagi Andi. Tetapi, jika orang-orang tersebut mengetahui bahwa dirinya benar-benar bisa mendirikan perusahaan, pastinya mereka akan mempertanyakan asal usul dana yang dimilikinya.
Jika terpaksa mungkin Andi akan kembali berbohong. Mengatakan bahwa uang yang ia dapatkan adalah uang dari hasil judi togel yang ia ikuti secara online. Sudah jelas orang tuanya, terutama ayahnya, akan menghajarnya jika mengatakan hal tersebut.
[Ding]
__ADS_1
[Modul sistem mendeksi bahwa host akan mendirikan sebuah perusahaan]
[Ding]
[Misi telah dibuat]
[Misi : Selesaikan pendaftaran perusahaan milik host]
[Hadiah : - Kartu Kemampuan Karyawan ]
[Ding]
[Selesaikan misi dengan sepenuh hati Host. Kedepannya akan ada misi lainnya dengan hadiah yang sangat menarik]
“Misi baru? Hadiah apaan itu? Kartu kemampuan karyawan? Memangnya apa yang bisa aku lakukan dengan kartu tersebut? Memberikan kemampuan kepada karyawanku?”
Jika benar seperti itu, maka itu adalah sebuah kabar gembira untuk Andi. Pemuda itu tidak mengetahui jumlah kartu yang akan ia dapat. Tetapi jika kartu tersebut bisa memberikan efek seperti dugaannya, maka Andi dapat merekrut siapa pun untuk menjadi karyawannya, bahkan jika orang itu tidak memiliki kemampuan apapun, dengan kartu itu Andi bisa memiliki karyawan yang handal.
Sistem miliknya ini selalu memberikan misi sesuai dengan apa yang dia lakukan atau berkaitan dengan apa yang ada di sekitarnya. Sejauh ini, misi-misis yangs diberikan oleh sistem kebanyakan adalah sebuah misis yang bisa Andi selesaikan. Bisa dibilang misi yang diberikan oleh sistem hanyalah sebuah alasan bagi sistem untuk memberikan hadiah kepada Andi.
Hal ini membuat Andi menyukai sistem yang dimilikinya ini. Tetapi Andi berharap, dirinya tidak akan terus bergantung kepada sistem kedepannya. Pemuda itu tidak mengetahui apakah sistem ini akan selamanya bersamanya atau hanya dalam waktu tertentu.
Jika ini hanya sementara dan dirinya sudah sangat bergantung dengan sistem, Andis tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya. Maka dari itu, meski sistem memberinya banyak uang dan banyak kemudahan, Andi berharap dirinya tidak bergantung pada sistem.
__ADS_1
Ia akan memanfaatkan waktunya yang untuk memanfaatkan sistem dengan semaksimal mungkin. Memperkaya dirinya, mempelajari hal-hal baru, menambah banyak pengalaman. Andi ingin melakukan semua itu. Karena dengan semua itu, suatu hari nanti jika sistem meninggalkannya, Andi masih bisa berdiri di kakinya sendiri.