
“Andi, suruh beberapa anak buahmu untuk mengawasi gedung apartemen itu. Pantau siapa saja yang keluar masuk dari sana. Terutama, mereka yang datang di hari yang sama dengan kedatangan lima orang tadi.” Pinta Burhan.
Anak buah Andi adalah orang asing. Beberapa merupkana orang dengan ras kaukasian beberapa merupakan orang dengan ras asia. Jadi, mereka bisa berpura-pura sebagai pengunjung pada apartemen itu.
Sembari membaur dengan yang lainnya, anak buah Andi bisa dengan mudah melakukan pengawasan terhadap siapa saja yang datang ke apartemen itu.
Memang bisa saja anggota keluarga Prayudi yang lainnya melakukan pengawasan itu. Tetapi, kemungkinan besar wajah mereka sudah di kenali oleh musuh. Jadi, cukup beresiko bagi mereka mengawasi tempat musuh.
“Tidak masalah untukku. Aku akan mengirim beberapa anak buahku untuk melakukan hal ini.” Jelas Andi.
“Kalau begitu, setelah kita mengetahui dalangnya, kita langsung bergerak menyerang dia. Kita perlu menemukan orang itu sebelum pesta perpisahan yang disiapkan Burhan dimulai. Jika tidak, itu berarti kita akan melakukannya penyerangan di pesta itu.” Jelas Harmuji.
….
Setelah rapat keluarga itu, Andi dan para sepupunya kembali ke Surabaya. Mereka akan menjalani pelatihan khusus yang sudah dipersiapkan oleh Andi.
Menurut Andi, kemampuan ini sangat mereka butuhkan sekarang. Terutama untuk menyelesaikan misi mereka ini. Ini juga bisa meningkatkan presentase keselamatan mereka dalam misi kali ini.
Di depan Andi dan para sepupunya sudah ada seorang beauty blogger. Andi membayar perempuan itu untuk mengajarinya menggunakan riasan silikon.
Kemarin dirinya menghubungi perempuan itu. Untung saja dia memiliki waktu untuk mengajari Andi dan para sepupunya. Memang benar jika ada uang, semua bisa dilakukan.
Saat ini, yang menjadi kelinci percobaan adalah Bima. Wajah Bima yang sebelumnya sedikit cubby, sekarang terlihat cukup tirus. Tidak hanya itu, dengan tambahan silikon, hidung Bima juga berubah. Dengan sentuhan bedak, sudah tidak lagi terlihat bahwa Bima memakai silikon di wajahnya.
Sebuah pemanis lensa kontak dan rambut palsu membantu Bima menjadi orang baru yang berbeda dengan sebelumnya. Jika saja mereka tidak melihat sendiri proses Bima dirias, maka mereka tidak akan mengenali laki-laki di depan mereka ini sebagai Bima.
“Wow, luar biasa sekali. Mas Bima sekarang sudah berubah. Gue beneran dibuat pangling sama Mas Bima sekarang.” Ucap Dimas yang melihat perubahan yang terjadi pada Bima.
“Farah hasil riasanmu cukup bagus. Aku tidak menyangka hal seperti ini bisa merubah wajah orang secara derastis seperti ini tanpa operasi plastik.” Puji Putra kepada beauty blogger yang merias Bima.
Farah hanya tersenyum mendengar pujian itu. “Sekarang, giliran kalian yang mencoba merias wajah kalian sendiri. Biar aku melihat bagaimana kemampuan kalian setelah aku beri penjelasan tadi.”
Farah tidak lupa akan tugasnya, mengajari para laki-laki di depannya untuk merias diri dan merubah wajah mereka. Bayaran yang ia terima untuk mengajari mereka kemampuan ini cukup besar.
__ADS_1
Dua puluh lima juta untuk satu tiga jam kedepan, itu pun belum keuntungan yang Farah terima setelah membantu membelikan berbagai peralatan rias, lensa kontak dan juga rambut palsu. Jadi Farah sangat bersungguh-sungguh dalam mengajari mereka.
Farah mengawasi bagaimana tujuh orang laki-laki di depannya ini belajar merias diri. Ia memberikan beberapa instruksi khusus ketika mereka terlihat kesulitan. Farah tidak sendirian dalam melakukan hal itu, ada dua orang temannya, yang juga perempuan, membantu Farah memberikan instruksi.
Farah melihat sendiri bagaimana ketujuh orang itu sangat antusias dan bersungguh-sungguh mempelajari hal ini. Hasilnya, setelah satu jam mereka berkutat dengan riasan, tujuh laki-laki dengan wajah berbeda sudah berada di depan Farah.
Meski itu belum sempurna, tetapi harus Farah akui bahwa untuk seorang pemula, apa yang mereka lakukan bisa dibilang sangat baik. Mereka berhasil merubah wajah mereka menjadi sangat berbeda dari sebelumnya.
“Aku tidak menyangka kemampuan merias seperti ini cukup hebat. Lihat saja kita sekarang jauh berbeda dari sebelumnya.” Ucap Ganang setelah mereka selesai merias wajah.
“Ini semua karena Farah adalah instruktur yang kompeten. Dia sudah mengajari kita dengan cukup telaten seperti ini. Andi, jangan lupa memberi bonus kepada Farah atas kinerjanya yang bagus ini.” Jelas Dimas.
“Tentu saja. Aku tidak akan lupa memberi dia bonus.” Jawab Andi.
Mendengar hal itu, Farah dan kedua temannya tersenyum lebar. Jika melihat bagaimana puasnya mereka dengan pembelajaran yang ia berikan, maka bonus yang ia terima jelas tidak sedikit.
“Kalian bisa membicarakan hal itu nanti.” Potong Farah.
Tentu saja begitu. Meski sekarang ini mereka berhasil mengubah wajah mereka, tetapi itu semua karena bimbingan yang diberikan oleh Farah dan kedua temannya kepada mereka. Jika mereka ingin lebih menguasai kemampuan ini, mereka perlu banyak belajar.
Ketika menjalankan misi nanti, tidak akan ada Farah yang muncul dan membimbing mereka. Jadi, jika mereka tidak juga lihai dalam merias, maka penyamaran mereka bisa dengan mudahnya terbongkar.
Oleh karena itu, mereka buru-buru membersihkan wajah mereka sebelum kembali meriasnya seperti yang mereka lakukan sebelumnya. Kali ini, mereka cukup kesulitan dalam melakukan riasan ini. Tidak ada bimbingan langsung yang dilakukan oleh Farah atau kedua temannya.
Meski begitu, mereka mengikuti istruksi tertulis yang sebelumnya memang sudah di persiapkan. Dengan begini, meski tidak ada bimbingan langsung dari Farah dan kedua temannya, mereka masih tahu urutan riasan yang perlu mereka lakukan.
Sebelumnya mereka membutuhkan waktu satu jam untuk menyelesaikan riasan mereka dibawah bimbingan Farah dan kedua temannya, sekarang setelah satu jam setengah barulah mereka selesai melakukan riasan itu.
“Tidak cukup buruk. Apa yang kalian lakukan sudah cukup bagus meskipun kalian masih membutuhkan waktu lama untuk melakukannya.” Jelas Farah setelah melihat satu persatu hasil riasan ketujuh laki-laki di depannya.
Mendapat pengakuan dari Farah, Andi dan para sepupunya terlihat senang. Setidaknya mereka berhasil menguasai kemampuan ini. Soal waktu yang cukup lama untuk melakukan riasan, itu tidak akan menjadi masalah bagi Andi dan para sepupunya.
Jika mereka memang membutuhkan waktu lama untuk berias, maka itu hanya akan menambah waktu persiapan mereka sebelum misi dimulai. Itu tidak menjadi masalah yang cukup besar. Yang terpenting ini bisa membantu meningkatkan presentase terselesaikannya misi mereka.
__ADS_1
“Kami semua puas dengan pembelajaranmu ini Farah. Aku akan mentrasfer bonus yang sudah aku janjikan. Jangan lupa mengirimkan barang pesananku secepatnya. Jika besok sore Kamu berhasil mengumpulkan itu semua, maka aku akan menambah bonusmu.”
Sebelum ini Farah memang sudah membawa beberapa peralatan rias, bedak, silikon, lensa kontak dan rambut palsu. Tetapi menurut Andi itu masih kurang. Mereka membutuhkan semua itu dalam jenis yang beragam dan jumlah banyak.
Memang Andi bisa saja membeli hal ini secara langsung. Tetapi, lebih baik meminta mereka yang ahli dalam bidang ini untuk melakukannya.
“Tidak masalah. Aku sudah menghubungi beberapa toko yang menjual make up dan peralatannya. Mereka bisa mengirimkan pesananmu itu besok. Jadi jangan khawatir, pesananmu bisa segera terselesaikan.”
Setelah itu, Farah membereskan beberapa peralatan rias yang menjadi miliknya. Untuk yang lainnya, Farah meninggalkannya. Itu karena peralatan itu sudah menjadi milik Andi sekarang.
Tidak lama setelah itu, Farah meninggalkan hotel di mana mereka melakukan pembelajaran ini. Kini Andi memandang ke arah sepupunya yang masih memakai riasan mereka.
“Kalian perlu mempelajari lagi kemampuan ini. Jika bisa, selama kita tidak mendapatkan tugas, kalian mengasah kemampuan ini dengan merias diri.” Ucap Andi.
“Tentu saja. Aku akan memperlajari kemampuan ini dengan baik. Ini sangat membantu misi kita.” Jelas Bima.
“Tidak hanya pembelajaran ini saja yang aku persiapkan untuk kalian.”
“Eh masih ada lagi?” Tanya Ganang.
Ganang rasa pembelajaran mengenai merias diri seperti ini sudah sangat membantu mereka. Tetapi, Andi masih memberikan mereka pelatihan lainnya?
“Memangnya, kemampuan apa lagi yang perlu kita pelajari sebelum menjalankan misi? Bukankah ini saja sudah cukup?” Tanya Wira penasaran.
“Memang ini sudah cukup untuk membantu kita dalam menjalankan misi. Tetapi, masih ada kemampuan lain yang bisa menyempurnakan kemampuan kita.” Jawab Andi.
“Besok pagi, kita akan kembali ke sini untuk belajar mengubah suara kita. Aku sudah meminta seorang pengisi suara untuk membantu kita dalam mempelajari kemampuan ini. Lalu, lusa kita akan belajar akting. Itu akan membatu kita masuk ke dalam penyamaran yang akan kita lakukan.”
“Meskipun kita hanya belajar satu hari saja untuk setiap kemampuan, tetapi aku yakin ini akan membantu banyak untuk kita menyelesaikan misi ini. Dengan begini, meskipun musuh sudah mengenali kita sebelumnya, mereka akan kesulitan mengenali kita yang menyamar.” Jelas Andi.
Penjelasan Andi ini diterima cukup baik oleh sepupunya. Mereka juga setuju dengan jadwal yang Andi berikan kepada mereka untuk dua hari kedepan.
Pembelajaran yang Andi sarankan itu memang sangat bagus. Dengan mempelajari semua itu, mereka benar-benar bisa menjadi orang yang baru. Wajah, suara dan perilaku yang berbeda. Jelas musuh akan sulit mengenali mereka jika mereka melakukan semua itu.
__ADS_1