
Saat ini Andi berada di bandara. Ia ditemani dengan Kim dan Chayan. Di antara pengawalnya yang lain, Andi memilih dua orang ini untuk ikut Andi pergi ke luar negeri. Negara pertama yang Andi tuju untuk memulai bisnisnya adalah China.
Memang akan sulit bagi Andi memulai semuanya dari nol. Oleh karena itu, Andi berniat mengakuisisi perusahaan yang sudah ada. Dengan begitu, Andi tidak perlu pusing mencari pekerja yang bisa ia andalkan.
Meski Andi memiliki negara tujuan, ia belum memiliki target perusahaan apa yang ingin ia akuisisi. Andi berniat mencari tahu ketika dirinya sampai di sana. Mungkin ia bisa menyewa seseorang untuk membantunya dalam melakukan hal ini. Semua bisa dilakukan asalkan ada uang.
[Ding]
[Modul sistem mendeksi bahwa Host akan pergi ke luar negeri untuk mendapatkan perusahaan baru]
[Ding]
[Misi telah dibuat]
[Misi : Miliki lima perusahaan baru dalam waktu satu bulan]
[Hadiah : - Kartu Kemampuan Karyawan ]
[Ding]
[Selesaikan misi dengan sepenuh hati Host. Kedepannya akan ada misi lainnya dengan hadiah yang sangat menarik]
“Eh, aku mendapatkan misi baru lagi. Lima perusahaan baru dalam waktu satu bulan? Itu akan cukup sulit untukku di bulan ini. Dengan misi ini, aku akan lebih banyak mengehabiskan uangku. Jadi, akan sulit bagiku untuk mencapai target bulananku jika itu adalah mengenai target saldo.”
“Panel status.”
[Ding]
[Modul Menjadi Kaya]
[Level 17 (126.238.929.428.750/140.000.000.000.000)]
[Saldo Host : Rp 12.715.638.585.165,-]
[Tingkat Konversi : 1 kali nafas \= 92 USD (1 USD \= Rp 14.000,-)]
[Misi : - Buatlah sebuah game. Hitung mundur 44 hari 6 jam
Miliki lima perusahaan yang berbasis di luar negeri. Hitung mundur 29 hari 23 jam (0/5)]
[Misi Harian : - ]
[Target Mingguan : - ]
[Target Bulanan : - Capai saldo Rp 50.000.000.000.000,-
__ADS_1
Hadiah : 1 tiket lucky draw
Hukuman : Tidak mendapatkan konversi nafas selama 5 tahun]
[Tiket Lucy Draw : 0 Tiket 89 Pecahan]
[Penyimpanan : - Kartu kemampuan Karyawan (34)]
[Selamat berjuang menghabiskan uang Host]
“Hem… Sekarang sudah awal bulan dan target bulananku sekarang harus mencapai saldo lima puluh triliyun rupiah. Jika aku mengejar target itu dalam waktu satu minggu, dengan uangku yang sekarang aku yakin aku bisa mencapainya.”
“Sayangnya aku akan memakai uang itu untuk memulai bisnis. Ini sangat berat. Mampukah aku melakukan ini? Lima puluh triliyun dan lima perusahaan baru dalam waktu satu bulan?”
Ini cukup berat menurut Andi. Angka yang diminta oleh sistem cukup besar. Tidak hanya itu, hukuman yang ia terima jika gagal dalam target bulanan juga semakin besar. Tidak bisa mendapatkan konversi nafas selama lima tahun. Bagi Andi itu berat.
“Hah.” Andi mengela nafas panjang. “Untuk sekarang aku hanya bisa berusaha semampuku. Tidak ada gunanya mengkhawatirkan apa yang belum tentu terjadi. Lebih baik aku gunakan waktuku sebaik mungkin untuk menyiapkan semua itu.”
“Sistem, beli semua pengalaman peningkatan pengalaman yang aku miliki di toko sistem.” pinta Andi.
Di awal bulan seperti ini peningkatan dari pengalaman sebelumnya telah tersedia. Tanpa melihat lagi pun Andi sudah tahu bahwa itu adalah pengalaman seorang desainer game dan pengalaman seorang programmer.
[Baik Host Sistem akan melaksanakan hal tersebut]
[Ding]
Bertepatan dengan pemberitahuan dari sistem, sebuah mengenai penerbangannya sudah terdengar. Menunggu lama di bandara membuat Andi tiba-tiba berpikir untuk membeli jet pribadi.
Ke depannya Andi akan sering bepergian ke luar negeri. Dengan memiliki jet pribadi, Andi itu angkat mempersingkat waktu perjalanannya. Ia tidak perlu menunggu lama di bandara seperti sekarang ini.
“Mungkin setelah aku mencapai target bulanan, aku akan mencari tahu harga dari jet pribadi dan membeli satu untukku. Selain itu, sebuah helicopter juga perlu. Dengan begitu, jika aku ingin pulang aku tidak perlu melewati jalanan yang macet.”
….
Setelah tujuh belas jam perjalanan, akhirnya Andi sampai juga di Beijing. Beruntung Andi memiliki sebuah apartemen yang sudah memiliki perabot lengkap di sini. Jadi, Andi tidak perlu memesan kamar di hotel sekarang.
Andi hanya perlu menaiki taksi menuju ke apartemen miliknya. Apartemen itu terletak di dekat pusat kota. Pantas saja harganya mahal. Selain itu, apartemen tersebut memiliki lima buah kamar. Jadi baik Chayan maupun Kim menempati kamar sendiri-sendiri.
Andi mengistirahatkan tubuhnya selama selama empat hari. Ia tidak keluar dari apartemennya kecuali membeli makanan. Meski begitu, Andi tidak hanya diam. Ia membaca informasi dari media lokal. Andi memanfaatkan empat harinya ini untuk memahami kondisi perekonomian di sini.
Kedatangan Andi ke China tanpa ada yang membimbing sama sekali. Jadi, Andi tentunya perlu memahami lingkungan barunya ini sendirian.
Pada hari Senin, barulah Andi keluar dari apartemennya untuk memulai perjalanan bisnisnya. Sebelumnya ia sudah menyuruh Chayan membeli sebuah mobil di dealer lokar. Hal ini untuk mempermudah mobilitas mereka.
Dengan begitu, jika nanti Andi kembali ke China ia tidak perlu lagi pusing memikirkan kendaraan. Apalagi Andi memiliki apartemen di sini. Jadi mobilnya nanti bisa ia parkirkan di parkiran apartemennya.
Saat ini Chayan mengikuti arahan dari peta digital untuk menuju ke sebuah perusahaan keuangan. Perusahaan itu kerja dengan membantu mengatur keuangan seseorang. Untuk sekarang karena Andi masih seorang diri dan belum memiliki banyak bawahan dari China, maka perusahaan seperti ini adalah pilihannya.
Andi tinggal memberikan beberapa uang kepada perusahaan ini. Nantinya mereka akan mengelola uang Andi dan menginvestasikannya kepada perusahaan yang bisa memberikan keuntungan. Tetapi itu bukan tujuan Andi. Andi ingin perusahaan ini membantunya melakukan akuisisi.
__ADS_1
Dari riset yang Andi lakukan, Shenhua adalah perusahaan keuangan yang paling bagus yang ada di Beijing, dan itu adalah tujuan dari Andi saat ini. Mereka membutuhkan waktu satu jam baru bisa sampai di Shenhua. Perusahaan itu cukup besar dan memiliki satu gedung perkantoran sendiri.
Ketika sampai di lobby, seorang resepsionis menanyakan keperluan dari Andi.
“Selamat Pagi Tuan. Ada yang bisa saya bantu?” Tanya resepsionis tersebut.
“Ya aku ingin memakai jasa kalian untuk mengelola uangku. Aku dengar kalian bisa membantuku dengan hal itu.” Ucap Andi dengan bahasa China-nya yang fasih.
“Apakah Anda sudah membuat janji sebelumnya?”
Andi menggelengkan kepalanya. “Belum. Aku belum membuat janji dengan siapapun. Tidak bisakah Kamu membantuku dalam hal ini?” Tanya Andi.
Memang sebelumnya Andi belum membuat janji dengan siapapun. Meski begitu, Andi yakin akan ada seseorang yang menemuinya dan membantunya dalam hal ini. pasti
“Tolong tunggu sebentar Tuan, aku akan mencoba menghubungi atasanku mengenai hal ini.” Jelas resepsionis tersebut.
Mau tidak mau Andi hanya bisa menuruti perkataan resepsionis tersebut. Tidak ada yang ia kenal di perusahaan ini, jadi Andi hanya bisa menunggu sampai ada seseorang yang menemuinya. Andi memanfaatkan waktu menunggunya ini membeli beberapa saham yang bisa memberinya keuntungan.
Setelah kali bertransaksi, Andi mengecek jam di tangannya. Sudah satu jam lebih Andi menunggu, tetapi tidak ada satupun yang menemuinya. Ia belum juga mendapatkan kepastian kapan seseorang dari Shenhua bisa menemuinya.
Hal itu membuat Andi mengerutkan keningnya. Mau tidak mau Andi kembali menanyakan hal ini kepada resepsionis yang tadi memintanya menunggu.
“Nona, kapan aku bisa menemui seseorang dari perusahaanmu? Sudah lebih dari satu jam aku menunggu. Tetapi tidak ada yang menemuiku. Bagaimana kejelasannya mengenai hal ini?” Tanya Andi.
Andi hanya butuh kepastian. Jika memang tidak ada yang bisa menemuinya, maka ia akan pergi dari sini dan tidak membuang-buang waktunya dengan menunggu seperti ini. Setiap waktu yang terbuang sia-sia dengan menunggu, itu sama saja dengan Andi kehilangan banyak uang.
Meskipun ia membeli beberapa saham sembari menunggu, tetapi ia tidak terlalu fokus dalam melakukannya. Ia sekarang berada di tempat umum, jadi Andi kurang nyaman dalam melakukan transaksi.
Shenhua bukanlah pilihan utama Andi. Masih banyak perusahaan lain yang bisa membantunya dalam hal ini. Jadi, jika mereka tidak mau memberi kejelasan kepada Andi, yang rugi mereka bukan Andi. Jika saja Shenhua tidak mendapatkan predikat terbaik, maka Andi tidak akan datang kemari.
“Tunggulah sebentar Tuan. Semua orang di perusahaanku masih sibuk. Belum ada yang bisa menemuimu sekarang. Kalau Anda mau tunggulah sebentar lagi. Jika Anda memiliki kesibukan lainnya, datanglah kembali besok.” Jawab resepsionis tersebut.
Itu adalah pengusiran halus yang dilakukan oleh resepsionis ini. Dari pembicaraannya, Andi tahu Shenhua sama sekali tidak memiliki niatan menemuinya. Andi juga yakin dia tadi melihat pandangan mencemooh dari resepsionis ini.
Waktu pertama bertemu tadi, resepsionis ini menyambut Andi dengan penuh senyuman dan kesopanan. Tetapi sekarang Andi bisa melihat tatapan mencemooh dari resepsionis itu. Andi sendiri bingung kenapa dia melakukannya? Apa membuatnya tidak diterima di sini?
Jika ia tidak diterima di sini, lebih baik ia pergi. Andi tidak akan lagi melakukan kerja sama dengan perusahaan ini. Masih ada yang lain yang bisa membantunya.
“Tidak perlu. Aku akan pergi dari sini dan tidak akan kembali. Ke depannya, jangan menyesal karena sudah menggantungku tidak jelas seperti ini. Aku juga tidak akan pernah menjalin kerja sama dengan Shenhua.”
Tanpa menunggu respon dari resepsionis tersebut, Andi pergi dari sana. Lebih baik ia bergegas ke perusahaan yang lain sebelum terlalu siang. Ada perusahaan lainnya yang tidak kalah bagusnya dengan Shenhua.
“Heh.” Resepsionis tersebut mendengus setelah kepergian Andi. “Kami akan menyesal? Itu tidak akan mungkin. Orang miskin seperti dia mana mungkin bisa membuat kami menyesal. Jas yang dipakainya saja jas biasa bukan jas yang bermerek ternama. Jadi, sudah jelas kalau dia adalah penipu.”
“Untung saja aku berhasil mengusirnya dengan baik. Jika tidak manajer Xu akan memarahiku karena meloloskan orang seperti dia.” Ucap resepsionis tersebut.
Memang jas yang dipakai Andi adalah jas yang dulu ia beli di toko milik Gayatri. Meski itu mahal, itu bukanlah dari merek ternama di dunia. Jadi, resepsionis itu mengangap Andi hanyalah orang yang tidak punya.
Meskipun bahasa China Andi lancar, Andi tetaplah bukan orang lokal. Jadi resepsionis itu langsung menganggap Andi sebagai penipu. Yang tidak diketahui resepsionis ini, karena keputusannya ini ia akan kehilangan pekerjaannya yang sekarang.
__ADS_1