Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS

Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS
Bab 153 Rekaman Suara


__ADS_3

Saat ini Andi sedang berada di rumahnya yang ada di Surabaya. Ia sedang duduk di ruang kerjanya mendengarkan laporan dari Chayan,pengawal yang Andi suruh untuk membuntuti Rosalinda. Rupanya Chayan sudah memiliki sebuah informasi yang bisa dilaporkan kepada Andi.


“Jadi, apa yang ingin kamu laporkan padaku?” Tanya Andi kepada Chayan.


“Bos, aku sudah mengikuti perempuan itu selama dua hari ini. Aku memiliki beberapa informasi mengenai perempuan itu. Selama dua hari ini, perempuan itu tinggal bersama dengan laki-laki dan perempuan lainnya yang dulu kita lihat bersama.” Jelas Chayan.


Andi mengerutkan keningnya mendengar hal itu. Mereka bertiga tinggal bersama? Kenapa Rosalinda mau tinggal bersama dengan mereka? Andi semakin curiga dengan hal ini. Ia kemudian meminta Chayans melanjutkan laporannya.


“Aku tidak terlalu memahami apa yang mereka bicarakan. Tetapi, aku sudah menyadap pembicaraan mereka dan merekamnya. Ini rekamannya Bos.”


Andi menerima sebuah flashdisk dari tangan Chayan. Ketika Andi mempersiapkan memutar rekaman suara yang berhasil Chayan sadap, laki-laki yang berkebangsaan Thailand itu kembali memberikan laporan lanjutan kepada Andi.


“Aku rasa, perempuan itu diancam oleh laki-laki itu Bos. Dia diminta untuk melayani laki-laki itu tiap malamnya.”


Meski Chayan tidak mengetahui bahasa Indonesia, tetapi dia paham bahasa tubuh dari seseorang. Perempuan yang Bosnya suruh awasi itu terlihat tidak nyaman berada di dekat laki-laki itu. Tetapi, di malam hari Chayan bisa mendengar ******* yang dilakukan oleh perempuan itu.


Langsung saja Andi memutar salah satu rekaman suara yang berhasil Chayan sadap.


“Rosalinda, kamu perlu melayaniku lagi setelah ini.” Suara seorang laki-laki yang Andi yakini adalah suara milik Hermawan terdengar dari rekaman suara tersebut.


“Aku lelah Hermawan. Biarkan aku beristirahat. Selama empat hari ini aku sudah tidur denganmu. Biarkan aku beristirahat untuk hari ini saja.” Jawab Rosalinda.


Andi cukup kaget mendengar hal ini. Jadi, Rosalinda sudah tidur dengan Hermawan? Apakah itu atas kemauan perempuan itu, atau karena sebuah paksaan? Dari pengamatan yang Chayan lakukan, pengawalnya itu mengatakan kemungkinan besar Hermawan mengancam Rosalinda untuk melayaninya tiap malam. Benarkah itu demikian?


Andi tidak bisa langsung menarik kesimpulan. Ia perlu mendengar rekaman suara lanjutannya untuk menarik kesimpulan mengenai apa yang sebenarnya terjadi.


“Apa kamu lupa bahwa aku memiliki video permainan kita malam itu. Jika kamu tidak mau melayaniku malam ini, maka video tersebut akan aku sebarkan di beberapa forum. Bahkan mungkin aku akan menyebarkannya juga di group laman milik fakultas kita. Apa Kamu mau itu terjadi?” Ancam Hermawan.


Sebuah video? Jadi Hermawan merekam video permainan mereka dan menggunakannya untuk mengancam Rosalinda. Sepertinya benar perkataan Chayan. Rodalinda diancam oleh Hermawan untuk melayaninya tiap malam. Bukankah Rosalinda sudah bilang bahwa empat hari ini Hermawan ‘bermain’ dengannya.


“Br*ngsek, b*jing*an kamu Hermawan. Kamu memakai video itu untuk kembali mengancamku. Kamu bilang akan menyerahkan video itu padaku setelah aku melayanimu kemarin bukan?” Teriak Rosalinda.

__ADS_1


“Heh.” Hermawan mendengus. “Siapa bilang aku berjanji. Aku hanya mengatakan jika permainanmu bagus, aku akan mempertimbangkan mengembalikan video itu padamu. Aku sama sekali tidak berjanji akan mengembalikan video itu padamu. Jangan terlalu banyak beraharap.”


“Kalau kamu tidak mau menyerahkannya, aku akan melaporkanmu kepada polisi atas tuduhan pemerkosaan dan pengancaman.” Ucap Rosalinda.


Mendengar hal itu Hermawan tertawa keras. “Hahaha. Lucu sekali kamu Rosalinda. Itu akan percuma. Meski kamu melaporkanku, maka aku bisa mengatakan bahwa kita suka sama suka ketika melakukan semua itu.”


“Apa kamu tidak tahu bahwa permainanmu sangat liar ketika di video itu. Bahkan beberapa kali kamu meminta lebih kepadaku. Jika video itu dijadikan barang bukti, maka tidak akan ada yang percaya dengan ucapanmu. Di sana kita terlihat seperti pasangan kekasih yang tengah memadu kasih.”


“Meski kamu melaporkannya sekali pun, aku bisa memakai koneksi keluargaku untuk mengatasi hal itu. Jadi, jangan buang-buang waktumu dengan melaporkanku ke polisi. Itu percuma saja. Tidak akan berhasil.”


“Itu karena saat itu aku diberikan obat per*ngsang oleh Karina. Jika bukan karena obat itu, maka aku tidak akan bereaksi seperti itu.”


“Hahaha. Mana buktinya? Setelah kejadian itu kamu sama sekali tidak memeriksakan diri bukan? Jadi, tidak ada bukti bahwa ketika kita melakukannya, kamu dalam pengaruh obat-obatan. Jadi, jangan terlalu banyak melawan. Turuti saja semua permintaanku.”


Tidak lama kemudian, Andi bisa mendengar Hermawan yang memaksa Rosalinda melayaninya. Setelahnya rekaman itu berisi ******* dua insane manusia. Andi tidak mau mendengarkan lebih lama lagi rekaman tersebut.


Setelah mendengar semua itu, sedikit banyak Andi memahami sebuah permasalahan yang terjadi. Orang terdekatnya yang mengalami masalah beberapa waktu lalu adalah Rosalinda. Perempuan itu sepertinya dijebak oleh Karina untuk bisa tidur bersama dengan Hermawan.


“Kamu memang laki-laki br*ngsek Hermawan.” Ucap Andi geram.


Andi sedikit merasa bersalah dengan kejadian ini. Sedikit banyak Andi juga menjadi alasan Rosalinda mengalami nasib seperti ini. Hermawan yang tidak terima adanya kedekatan di antara mereka tidak akan sampai melakukan hal ini jika Andi menjauhi perempuan tersebut.


Tidak hanya itu, Andi yang berada di luar negeri juga tidak bisa menyelamatkan Rosalinda. Sistem sudah memberikannya misi penyelamatan. Tetapi dirinya gagal dalam melakukannya. Andi merasa bersalah dengan kejadian ini.


“Apakah kamu memiliki rekaman suara dari perempuan satunya?” Tanya Andi kepada Chayan.


Percakapan tadi adalah percakapan antara Hermawan dan Rosalinda. Ia ingin mendengar percakapan yang terjadi antara Rosalinda dan Karina, atau mungkin Karina dan Hermawan.


Menurut Andi, jika dirinya bisa menghapus dan menghilangkan semua salinan dari video keji itu, maka mereka tidak akan lagi bisa mengancam Rosalinda. Lalu, rekaman percakapan ini bisa menjadi salah satu alat bukti atas perbuatan keji Hermawan dan Karina kepada Rosalinda.


“Tentu Bos. Coba buka rekaman nomor tiga. Kalau tidak salah, itu adalah rekaman percakapan antara target pengamatanku dengan perempuan satunya.” Jelas Chayan.

__ADS_1


Tanpa basa basi Andi langsung memutar rekaman suara nomor tiga seperti perkataan Chayan. Benar saja, rekaman suara tersebut berisi percakapan antara Rosalinda dan Karina.


“Linda, hari Minggu besok kamu harus ikut denganku. Ada seseorang yang perlu kamu layani.” Ucap Karina.


“Apa-apaan kamu Karina. Aku bukan seorang pel*cur. Kamu sudah menjebakku untuk tidur dengan Hermawan. Sekarang kamu memintaku melayani orang lain?”


“Ingat Rosalinda. Aku punya rekaman itu. Kalau kamu menolak, maka aku akan mengirim rekaman itu kepada orang tuamu. Aku yakin ayahmu yang sakit jantung itu akan masuk rumah sakit setelah melihat video milikmu.”


“Kamu tidak mau hal itu terjadi kepada ayahmu bukan? Jadi, kamu ikuti saja semua arahanku. Tenang saja, ini nanti akan ada bayarannya. Kamu akan aku kasih dua puluh lima persen dari bayarannya. Jadi kamu nggak akan rugi banyak.”


Mendengar hal itu, Andi langsung menghentikan rekaman suara tersebut. Ia tidak sanggup lagi mendengar lanjutannya. Andi tidak menyangka bahwa ada orang sekejam mereka di dunia ini.


Bahkan Karina yang juga perempuan, bukannya bersimpati kepada Rosalinda, ia malah ingin lebih mengahancurkan temannya itu.


Andi tidak membiarkan ini terjadi. Ia akan memberi pelajaran kepada kedua orang biad*p itu. Bagaimana pun juga, Andi memiliki adik perempuan. Dirinya tidak bisa membayangkan adiknya berada di posisi Rosalinda.


Bisa dibilang, Amira hampir saja mengalami nasib yang sama seperti yang Rosalinda alami. Jika Andi tidak memberikan adiknya pengawal, maka rencana Jony yang ingin menghancurkan Amira pasti akan berhasil.


Sebagai seorang teman dari Rosalinda, sebagai anak laki-laki dari seorang perempuan dan sebagai seorang laki-laki yang memiliki adik perempuan, Andi perlu membalaskan perbuatan kedua orang tersebut.


Tetapi untuk saat ini yang terpenting adalah menghapus video tersebut. Dengan begini, kedua orang itu tidak akan lagi memiliki bahan ancaman untuk Rosalinda. Setelahnya, barulah Andi akan memikirkan menyelamatkan Rosalinda dari jeratan mereka dan membalas perbuatan mereka.


Waktu Andi tidak banyak. Searang adalah Jumat malam. Dari pembicaraan Karina dan Rosalinda tadi, Karina ingin menawarkan Rosalinda kepada pria hidung belang pada hari Minggu besok. Ini berarti Andi memiliki waktu lebih kurang tiga puluh jam untuk menghapus semua salinan video tersebut.


“Chayan, apakah di antara pengawal yang aku bawa ada yang mampu melakukan peretasan?” Tanya Andi kepada Chayan.


“Ada Bos. Kim cukup jago dalam melakukan peretasan. Kau bisa memerintahkan Kim melakukan sebuah peretasan. Jika Kim tidak sanggup, maka Kau perlu menyewa seseorang dari dark web untuk melakukan peretasan.”


Mendengar hal itu, Andi sedikit bernafas lega. “Baguslah jika seperti itu. Sekarang, panggil Kim kemari. Aku akan memeberikannya tugas padanya. Lalu, panggil beberapa orang yang bisa melakukan penyusupan untuk mengambil beberapa barang bukti.”


Meski Andi memiliki seorang peretas, tetapi itu tidak cukup. Peretasan hanya bisa menghapus data dari perangkat yang terhubung dengan internet. Namun, peretasan tidak bisa menghapus bukti fisik.

__ADS_1


Bisa saja Karina atau Hermawan menyimpan video keji tersebut di dalam CD atau flash disk. Oleh karena itu, Andi masih perlu melakukan penyusupan. Setidaknya dengan begini mereka bisa meminimalisir adanya salinan video yang belum terhapus dan masih berada di tangan Karina atau Hermawan.


__ADS_2