Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS

Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS
Bab 64 Wawancara Kerja


__ADS_3

Hari ini jadwal Andi cukup padat. Di pagi hari dia perlu menyeleksi para pelamar kerja. Setelah itu, ia perlu mengirimkan pesan undangan wawancara kerja kepada mereka yang sudah lolos selesi berkas. Andi perlu mengecek terlebih dahulu berapa banyak orang yang melamar pekerjaan di perusahaannya.


Bagaimana pun juga, perusahaan milik Andi ini adalah perusahaan baru. Sudah pasti akan ada keraguan bagi mereka yang ingin melamar pekerjaan. Keraguan mereka biasanya mengenai prospek kedepannya dari perusahaan Andi.


Tidak mungkin ada orang yang mau bekerja di perusahaan, yang tidak memiliki prospek bagus, yang bisa saja sewaktu-waktu gulung tikar bukan? Jika itu terjadi, berarti mereka perlu memikirkan mencari pekerjaan lainnya karena terancam dipecat.


Semua orang berharap bisa bekerja lebih lama di suatu perusahaan. Meski itu perusahaan kecil sekalipun, mereka berharap bisa menyerap berbagai pengalaman kerja, sebelum pada akhirnya memilih pindah ke perusahaan yang lebih besar. Itu adalah harapan dari para pekerja.


Andi yakin di mata pencari kerja, perusahaannya belum bisa memberikan hal itu. Tetapi, Andi berharap masih ada yang mau mencoba tumbuh bersama dengan perusahaan baru seperti perusahaannya.


Andi kemudian mengecek email perusahaannya. Ia ingin mengecek berapa banyak lamaran kerja yang sudah dikirimkan ke sana. Setelah membaca semua email dan mengelompokkannya sesuai dengan jabatan yang akan dilamar, Andi mengetahui bahwa ada tiga puluhan orang yang melamar pekerjaan ke perusahaannya. Itu adalah angka yang cukup besar bagi perusahaan baru seperti perusahaan milik Andi.


Segera saja Andi mengirim pesan ke nomor para calon pekerja itu. Ia membuat beberapa kloter untuk melakukan wawancara. Dengan begitu, tidak akan ada kerumunan di kantornya nanti. Andi bisa melakukan wawancara dengan tenang tanpa ada rasa terburu-buru karena ada orang lain yang menunggunya.


Setelah semua pesan telah terkirim, Andi bergerak menuju kantornya. Satu setengah jam lagi kloter pertama wawancara akan dimulai. Ia perlu mempersiapkan semuanya. Setidaknya ia harus berada di sana ketika mereka datang bukan.


*****


Sinta memandang gedung perkantoran di depannya. Hari ini dirinya mendapatkan penggilan wawancara kerja setelah mengirimkan lamaran kerjanya, pada beberapa perusahaan penyalur pekerja. Sebelumnya Sinta menjadi seorang sekertaris seorang manajer di perusahaan periklanan. Namun perusahaan itu gulung tikar setelah mengalami banyak kerugian.


Sinta sudah lima bulan menganggur. Jika bukan karena tabungannya, maka dirinya akan kelaparan karena belum juga mendapatkan pekerjaan. Meski tabungannya bisa ia pakai untuk bertahan hidup lima bulan kedepan, tetap saja Sinta memerlukan pekerjaan sesegera mungkin.

__ADS_1


Meskipun nama perusahaannya cukup asing bagi Sinta, itu tidak membuat perempuan 28 tahun itu tidak mendatangi panggilan wawancara kerja ini. Sinta sudah mengecek bahwa, PT. Dana Mimpi Anak Bangsa merupakan perusahaan baru dirikan. Ia berharap bisa bekerja lama di sini.


Sinta langsung saja menuju lokasi wawancara, yaitu kantor tempat PT. DMAB berada. Ketika sampai di sana, Sinta tidak menemukan banyak orang. Termasuk dirinya, hanya ada empat orang di sana, tiga perempuan dan seorang lainnya laki-laki. Jika melihat waktu pada undangan wawancara, Sinta masih memiliki waktu sepuluh menit sebelum wawancara dimulai.


Tepat sepuluh menit kemudian, seorang pemuda berpakaian rapi keluar dari salah satu ruangan yang ada di kantor itu. Ia menyapukan pandangannya ke arah empat orang yang kini duduk di sofa yang ada di sana.


“Sepertinya hanya ada empat orang yang datang untuk kloter pertama ini. Baiklah itu tidak akan menjadi masalah. Setelah ini wawancara akan segera dimulai. Aku akan memanggil kalian masuk sesuai dengan jabatan yang ingin kalian isi.” Jelas pemuda itu.


Sinta cukup kaget setelah mendengar perkataan pemuda itu. Apakah pemuda ini yang akan melakukan wawancara? Apakah dia tidak terlalu muda untuk melakukan hal itu? Maksud Sinta, tidak adakah pekerja lain di perusahaan ini yang lebih kompeten untuk melakukan wawancara ini? Meski Sinta memiliki pemikiran seperti itu, tetapi perempuan itu tidak langsung menanyakan hal itu kepada pemuda tersebut.


“Baiklah. Sekarang untuk pelamar jabatan sekertaris silahkan masuk.” Ucap pemuda tersebut.


Mendengar hal itu, Sinta bangkit dari duduknya. Ia memandang ke arah sekitarnya. Tidak satupun dari tiga orang lainnya yang bangkit. Ini berarti tidak ada orang lain yang melamar jabatan yang sama dengannya. Sinta sedikit bernafas lega melihat hal itu. Dengan begini, kemungkinan dirinya mendapatkan pekerjaan ini sangatlah besar.


“Saya adalah Andi, pemilik perusahaan ini. Sekarang saya akan mewancara Anda untuk melihat kualifikasi Anda untuk mengisi jabatan ini.” jelas Andi.


Sinta tidak menyangka bahwa pemuda di depannya ini adalah pemilik perusahaan ini. Jika semuda ini dia sudah memiliki perusahaannya sendiri, itu berarti pemuda ini bukan berasal dari keluarga biasa. Mendirikan perusahaan membutuhkan uang yang cukup banyak. Hanya anak-anak dari keluarga kayalah yang bisa dengan mudahnya membuka perusahaan di usia semuda itu.


Untung saja tadi Sinta tidak meremehkan pemuda ini. Jika itu terjadi, sudah pasti dirinya akan memiliki kesan buruk di depan calon bosnya. Bisa dibilang, Sinta perlu mengucapkan selamat tinggal kepada calon pekerjaan barunya, jika sampai itu benar-benar terjadi.


“Coba sekarang ceritakan secara singkat tentang diri Anda dan pengalaman kerja Anda.” Pinta Andi.

__ADS_1


Sinta mulai menjelaskan kepada Andi mengenai siapa dirinya, di mana ia menyelesaikan studinya. Pekerjaan apa saja yang sudah pernah ia jalani, sampai terakhir, ia menjelaskan mengenai pengalamannya sebagai seorang sekertaris selama tiga tahun lebih.


Andi kemudian membaca berkas milik Sinta. Perempuan di depannya itu adalah lulusan S1 dari jurusan ilmu komunikasi. Dia juga sudah memiliki tiga tahun lebih pengalaman kerja. Dari sini Andi bisa melihat bahwa Sinta ini memiliki nilai plus. Tentu saja dia akan menerimanya. Apalagi selain Sinta, pelamar yang lain tidak hadir. Tentu pilihannya hanya pada Sinta. Andi


Meski begitu, Andi tidak akan langsung mengatakannya sekarang. Pemuda itu baru akan memberikan pengumuman paling cepat sore hari nanti dan paling lambat pada malam hari.


“Jadi, berapa gaji yang Anda inginkan?” tanya Andi setelah menanyakan beberapa pertanyaan kepada Sinta.


Sebelumnya Sinta memiliki gaji delapan juta tiap bulannya. Ia tahu bahwa di perusahaan barunya ini, Sinta tidak bisa meminta gaji sebesar itu. Maka dari itu dia akan meminta gaji yang tidak terlalu tinggi saat ini. Setidaknya dengan bekerja di sini dirinya bisa bertahan hidup. Jika sampai enam bulan ke depan tidak ada kenaikan gaji, sudah pasti Sinta akan memikirkan untuk pindah dari sini.


“Saya ingin memiliki gaji pokok enam juta rupiah. Dengan pengalaman saya yang seperti itu, saya rasa itu tidak masalah bukan?” tanya Sinta ingin memastikan.


“Baiklah. Saya akan mencatat permintaan gaji Anda. Untuk keputusan apakah Anda diterima atau tidak, ada akan menerima pemberitahuannya sore ini.” jelas Andi.


*****


Seharian itu Andi melakukan wawancara kepada mereka yang datang. Dari tiga puluh orang yang mendaftar, hanya dua puluh tiga orang yang datang. Setelah melakukan seleksi, Andi hanya akan mengambil delapan belas orang dari mereka.


Seorang yang akan menjadi direktur perusahaan barunya, sekertaris, dua orang resepsionis, dua orang bagian hukum serta manajer pemasaran, manajer IT, manajer keuangan, dan HRD yang masing-masing memiliki anak buah.


Dari ke delapan belas orang tersebut saja, Andi perlu mengeluarkan uang hampir seratus dua puluh juta, untuk membayar gaji mereka. Gaji yang Andi berikan kepada para pekerjanya itu sedikit lebih banyak dari yang mereka minta. Andi berharap dengan demikian mereka akan bekerja dengan sebaik mungkin.

__ADS_1


Sekarang yang perlu Andi lakukan adalah mengirimkan pemberitahuan kepada mereka yang lolos dalam wawancara hari ini. Andi meminta kepada para karyawannya itu untuk masuk kerja mulai esok hari. Besok saja sudah tanggal enam di bulan ini. Andi ingin setidaknya akhir bulan ini mereka sudah membiayai satu pengusaha. Untuk mencapai target itu, banyak yang perlu dipersiapkan.


__ADS_2