
“You want to fight me?” Tanya Andres cukup pelan pada Andi.
Andi sedikit mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan Andres. Kenapa dipertemuan pertama mereka seperti ini, sepupu dari Brian ini tiba-tiba mengajaknya bertarung? Ataukah ini adalah watak dari Andres.
Andi tidak langsung menjawab pertanyaan Andres. Dirinya mengarahkan pandangannya kepada Brian. Berharap temannya itu memberikan penjelasan kepadanya. Namun, sebelum Brian memberikan jawaban, sebuah pemberitahuan dari sistem terdengar di telinga Andi.
[Ding]
[Sistem menantang Host untuk bertarung]
[Ding]
[Misi telah dibuat]
[Misi : Host kalahkan Andres yang sudah menantang Host bertarung]
[Hadiah : Lima kemampuan bahasa asing]
[Ding]
[Selesaikan misi dengan sepenuh hati Host. Kedepannya akan ada misi lainnya dengan hadiah yang sangat menarik]
‘Eh, misi baru lagi? Aku baru dua hari di Spayol dan sekarang aku sudah dua kali mendapatkan misi.’ Gumam Andi dalam hati.
Andi membaca kembali misi dari sistem. Matanya sedikit berbinar ketika mengetahui hadiah jika ia berhasil menyelesaikan misi ini. Kemampuan bahasa asing. Jelas ini adalah hal yang sangat Andi butuhkan.
Bukankah Andi ingin mendirikan sebuah kerajaan bisnis yang menguasai dunia? Jika begitu, kemampuan utama yang perlu ia miliki bukan hanya kemampuan berbisnis tetapi juga berbahasa. Jika Andi tidak bisa memahami bahasa dari lawan bicaranya, maka itu akan mempersulit dirinya dalam menjalin kerjasama bisnis bukan?
Mungkin saja And bisa mengandalkan penerjemah dalam hal itu. Tetapi, memahami semuanya sendiri lebih baik bukan daripada mengandalkan penafsiran dari orang lain? Oleh karena itu, Andi akan menerima tantangan ini.
“Tentu. Ayo kita bertarung.” Ucap Andi dengan penuh semangat.
“Baiklah, kita akan pindah ke gym saja. Lebih nyaman melakukan pertarungan di sana daripada di sini. Aku takut ketika aku membantingmu, maka Kau tidak bisa menahannya. Setidaknya di gym ada matras yang bisa melindungi dari benturan.” Jelas Andres.
__ADS_1
Meski Andi tidak memahami seratus persen ucapan Andres, ia tetap saja mengikuti langkah kaki Andres yang berjalan ke halaman belakang dari mansion. Setidaknya Andi tadi mendengar kata nyaman dari mulut Andres. Mungkin yang dimaksud sepupu dari Brian ini adalah tempat nyaman untuk mereka bertarung.
Benar dugaan Andi. Andres membawa mereka ke sebuah bangunan yang tidak jauh dari mansion. Di sana Andi bisa melihat beberapa orang tengah berlatih dengan samsak. Andi juga bisa melihat sebuah arena layaknya arena tinju di tengah-tengah ruangan.
Ketika mereka masuk, Andi bisa melihat beberapa orang yang ada di sana menghentikan apa yang mereka lakukan. Orang-orang tersebut kemudian memandang rombongan kecil mereka, terutama Andi yang cukup berbeda itu.
Ketika sampai di arena, Andi bisa melihat Andres melepaskan kaos yang ia pakai. Sekarang ini yang tersisa di tubuh Andres hanya sebuah celana pendek selutut. Sepertinya Andres melakukan hal itu untuk memperlihatkan tubuhnya yang berotot.
Melihat hal itu Andi tidak mau kalah. Ia juga membuka semua pakaian yang ia kenakan dan menyisahkan celana pendeknya. Meski tubuh Andi tidak sebegitu berotot seperti tubuh Andres, tetapi ia yakin kekuatannya tidak akan kalah dari Andres.
Melihat Andi dan Andres berada di arena, orang-orang yang ada di ruangan tersebut langsung bergerak mendekat. Mereka ingin mengetahui siapa orang asing yang akan bertarung dengan anak bos mereka. Tidak hanya itu, mereka ingin tahu siapa yang kuat di antara mereka berdua.
Tanpa menunggu adanya seseorang yang mengajukan diri sebagai wasit yang akan memimpin pertarungan tersebut, Andres mulai menyerang ke arah Andi. Ia berlari dan kemudian meloncat ke arah Andi.
Andi sudah pernah mengetahui trik sperti ini dilakukan oleh Damar. Jadi dirinya bisa dengan mudah menghindar. Ia melompat kesamping menghindari serangan Andres. Kali ini Andi akan menggunakan seperempat tenaganya untuk bertarung dengan Andres.
Bagaimana pun juga, pertarungan mereka ini bukan pertarungan yang serius. Jadi, Andi tidak ingin memakai seluruh kekuatannya dan pada akhirnya tidak sengaja melukai Andres. Meski Andi tidak tahu sebesar apa kekuatannya sekarang, jelas ia lebih kuat dari sebelumnya setelah menerima peningkatan kekuatan dari sistem.
Setelah menghindari serangan Andres, kini giliran Andi yang menyerang. Ia melakukan sebuah tendangan memutar kepada Andres. Serangannya cukup cepat kali ini. Mungkin ini terjadi karena peningkatan kecepatannya.
Setelah menahan serangan Andi, Andres sedikit terdorong mundur. Ia menatap tidak percaya kepada Andi. Tidak hanya Andres, beberapa orang yang melihat kejadian itu juga menatap tidak percaya kepada Andi. Mereka kira Andi dan Andres memiliki kekuatan yang tidak jauh berbeda.
Sepertinya pemikiran mereka salah. Dari segi kekuatan Andi lebih ungul daripada Andres. Meski begitu, itu bukan berarti Andres sudah kalah dari Andi. Meskipun Andi memiliki kekuatan yanglebih besar, Andres masih memiliki kesempatan untuk menang.
Andres bisa memanfaatkan teknik bertarungnya dan pengalaman yang ia miliki untuk mengalahkan Andi. Tetapi, sepertinya itu sulit terjadi. Segala serangan yang ia lakukan, selalu saja berhasil dihindari atau ditepis oleh Andi. Sampai sekarang, serangannya belum ada satupun yang berhasil.
Yang membuat Andres frustasi adalah, Andi terlihat tidak terlalu menuangkan seluruh kekuatannya pada pertarungan kali ini. Serangan yang Andi berikan selalu saja berhasil mendarat di tubuh Andres, tetapi Andres tidak merasakan sakit sama sekali.
Hal ini berarti bahwa Andi mengurangi kekuatannya setelah serangannya yang pertama. Sepertinya pemuda itu takut membuat Andi cedera dalam pertarungan kali ini.
Sudah sepuluh menit mereka berdua saling bertukar pukulan. Nafas Andres semakin memendek, staminanya semakin menurun. Andres tahu bahwa tidak lama lagi dirinya tidak bisa lagi melanjutkan pertarungan yang melelahkan ini.
Sementara itu, Andres bisa melihat bahwa Andi baik-baik saja. Pemuda itu terlihat tidak lelah sama sekali. Kekuatan pukulannya juga masih konstan sama seperti sebelum-sebelumnya. Sekarang Andres baru sadar bahwa dirinya sudah benar-benar kalah dari teman sepupunya itu.
__ADS_1
“Aku kalah.” Ucap Andres dengan nafasnya yang tidak beraturan.
Setelah mendengar pernyataan dari Andres, Andi tersenyum. Sebuah pemberitahuan dari sistem ia dengar.
[Ding]
[Misi mengalahkan Andres telah selesai]
[Hadiah telah disimpan di penyimpanan sistem]
[Host hanya perlu menginformasikan sistem ketika sudah siap untuk menerima hadiah]
“Hahaha.” Tawa senang dari Brian terdengar nyaring di ruangan gym tersebut. Ia kemudian naik ke arena bertarung dan mendekat ke arah Andi. “Bagaimana, temanku ini hebat bukan?” Ucap Brian bangga.
“Ck.” Andres berdecak lidah mendengar pernyataan Brian. “Brian jangan senang begitu. Yang menang melawanku bukanlah Kau, tetapi temanmu itu. Jadi, jangan merasa senang seperti itu.” Andres tidak suka dengan tawa Brian barusan. Sepertinya sepupunya ini sengaja mengadunya dengan temannya itu.
“Tidak masalah untukku. Yang penting temanku ini sudah membalaskan semua kekesalanku padamu. Setidaknya sekarang Kau bisa merasakan apa yang aku rasakan selama ini. Hahaha.” Brian kembali tertawa.
Brian cukup puas dengan hasil pertarungan kali ini. Andi berhasil menang telak dari Andres. Brian sendiri tidak menyangka sekarang ini kemampuan bertarung Andi lebih baik daripada sebelumnya.
Mendengar pernyataan Brian, Andres merasa kesal. Ia sudah menduga ini adalah alasan Brian mengadunya dengan temannya itu. “Aku sudah menduga bahwa Kau akan mengatakan hal itu Brian.” Ucap Andres dengan sedikit kesal.
Andi hanya bisa mendengarkan percakapan kedua sepupu itu. Tidak banyak yang ia pahami dari pembicaraan mereka. Andi sedikit merasa kesal karena tidak memahami mereka. Jika ia pandai dalam berbahasa inggris, maka ia tidak akan kebingungan seperti sekarang ini.
Oleh karean itu, langsung saja Andi memakai semua kemampuan lima bahasa dari sistem. Karena Andi ingin segera bisa memahami percakapan orang-orang di sekitarnya, Andi melupakan efek samping yang ia terima jika menerima sebuah kemampuan baru.
Memiliki kemampuan lima bahasa baru sekaligus membuat kepala Andi terasa mau pecah. Karena kejadian itu sedikit mendadak, Andi tidak siap menerima hal itu terjadi. Alhasil pandangan Andi menggelap dan tubuhnya tersungkur di arena bertarung.
Melihat Andi yang tersungkur, Brian sangat kaget. Temannya tadi terlihat baik-baik saja. Bahkan ia tersenyum lebar setelah Andres menyatakan dirinya kalah. Tetapi sekarang dia tiba-tiba pingsan seperti ini.
Tidak hanya Brian. Mereka yang melihat kejadian itu juga cukup bingung. Pemenang yang sebelumnya baik-baik saja tiba-tiba tumbang seperti ini. Jika seperti ini, apakah Andres benar-benar kalah atau dia sebenarnya adalah pemenangnya?
“Andi.” Teriak Brian. “Seseorang, tolong bantu temanku ini.” Ucap Brian sedikit khawatir.
__ADS_1
Brian takut sesuatu yang buruk menimpa Andi. Ia tidak tahu apakah temannya ini memiliki penyakit serius atau tidak. Yang jelas, ia perlu memastikan bahwa Andi baik-baik saja.