
Sembari menunggu proses akuisisi selesai, yang bisa Andi lakukan hanyalah mengumpulkan dana untuk akuisisi perusahaan lainnya. Ia masih harus memiliki tiga perusahaan baru lagi.
Jika dua perusahaan saja membuatnya mengeluarkan uang sebesar dua puluh tiga triliyun rupiah, maka setidaknya Andi harus mengumpulkan uang sebesar tiga puluh triliyun rupiah. Belum lagi dengan target bulanan yang ia capai.
Saldo Andi yang tersisa saat ini adalah empat koma delapan triliyun rupiah. Itu akan ia jadikan modal untuk membeli beberapa saham lagi. Sepertinya Andi akan melanggar prinsipnya untuk tidak bekerja terlalu keras. Tuntutannya yang sekarang mengharuskan Andi untuk kerja lembur.
Ia akan membeli saham di negara manapun yang pasar efeknya buka. Jika begitu, setidaknya Andi bisa memiliki waktu tujuh belas jam untuk melakukan transaksi efek. Ia berharap bisa mencapai semua target dan misi dari sistem. Juga, tubuhnya kuat menjalani lembur seperti itu.
*****
Ketika Andi sibuk dengan memulai bisnisnya di China, di Indonesia ada juga orang yang tidak kalah sibuknya dengan pemuda itu. Dia adalah Burhan. Laki-laki itu sekarang ini sibuk mencari penyusup yang bergabung ke dalam Gang Macan Putih yang ia pimpin.
Burhan langsung menyelidiki hal ini sendirian. Ia tidak menyuruh orang kepercayaannya untuk melakukannya. Bahkan sekarang saja tidak ada seorang pun di gangnya yang bisa ia percaya. Sebelum hasil penyelidikannya keluar, Burhan mencurigai semua anggota dari Gang Macan Putih.
Mardi yang sudah bergabung dengannya sejak ia mendirikan gang pun tidak luput dari orang yang Burhan curigai. Bagimanapun, seseorang tidak selamanya setia. Bisa saja Mardi berhianat ditengah-tengah. Kemungkinan itu ada. Jadi Burhan memasukkan Mardi ke dalam daftar orang yang ia curigai.
Saat ini, Burhan berada di ruang bawah tanah yang ada di rumahnya. Ruang bawah tanah rumahnya ini memiliki tingkat keamanan paling tinggi di antara semua properti miliknya. Untuk masuk ke sini saja memerlukan memindaian iris mata dan sidik jari.
Jadi, Burhan tidak akan mendapatkan gangguan selama melakukan penyelidikan. Tidak akan ada yang tiba-tiba masuk ke ruanganya. Hanya Burhan saja yang memiliki akses ke ruang bawah tanah ini.
Burhan sekarang tengah mengakses informasi pribadi dari orang-orang kepercayaannya. Meskipun laki-laki itu memiliki tim IT sendiri, bukan berarti Burhan tidak memiliki kemapuan peretasan. Ia memilikinya, malahan kemampuannya sepuluh besar terbaik di dunia.
Sayangnya hanya dirinya saja yang tahu tentang hal ini. Tidak banyak orang yang tahu jika seorang Burhan merupakan peretas kelas kakap yang sering menyelesaikan pekerjaan peretasan dari klien di luar negeri.
Jika tanpa kemampuan ini, bagaimana mungkin Burhan bisa mempertahankan gang miliknya sampai sekarang? Kemampuan inilah yang Burhan andalkan untuk membiayai gang miliknya semanjak sistem meninggalkannya.
Gaji dari melakukan peretasan cukup besar. Jadi, cukup mudah bagi Burhan mendapatkan uang dalam jumlah besar dengan waktu singkat. Semakin tahun kemapuannya ini semakin kuat. Hal ini membuat rekening pribadinya terisi banyak tanpa ia harus mengandalkan uang daris bisnis yang dikelola gang miliknya.
__ADS_1
Sekarang ini di depan Burhan sudah ada perangkat komputer yang ia rakit sendiri. Kemampuan komputer tersebut sangat cocok untuk membantu Burhan melakukan penyelidikannya. Orang pertama yang Burhan selidiki adalah Mardi. Burhan cukup mencurigai laki-laki yang sangat dipercayanya itu.
Ketika menyelidiki Mardi, Burhan menemukan sesuatu yang mencurigakan. Ada aliran uang masuk ke rekening Mardi dalam jumlah besar. Itu terjadi selama setahun belakangan. Jika Burhan total, dalam satu tahun ini ada lima milyar uang masuk ke rekening Mardi.
Hal itu membuat Burhan mengerutkan keningnya. Pasalnya pengirim uang tersebut adalah orang asing yang tidak Burhan kenali. Itu bukan dari rekening gang mereka yang biasa mengirim bagi hasil ke Mardi tiap bulannya.
“Apakah Mardi benar-benar berhianat?” Tanya Burhan pada dirinya sendiri.
Burhan tidak mempercayai bahwa Mardi berhianat. Tetapi, beberapa bukti menunjukkan hal itu. Selama satu tahun ini, banyak orang yang tidak terlalu jelas latar belakangnya, dengan mudah bergabung dengan Gang Macan Putih.
Tidak hanya itu, data menngenai orang-orang baru tadi tidak lengkap dan sangat mencurigakan. Yang bisanya bertugas mengawasi data dari mereka yang baru bergabung adalah Mardi. Jadi, mana mungkin dalam setahun ini Mardi tidak mengetahui hal ini?
Juga uang yang masuk tadi. Dengan semua bukti itu, sudah jelas bahwa Mardi telah berhianat padanya. Tetapi kenapa laki-laki itu melakukan hal ini padanya? Bukakah selama ini Burhan cukup baik padanya? Burhan bahkan sudah menganggap Mardi sebagai saudaranya.
Jika Mardi membutuhkan bantuan, apa pun itu yang menyulitkannya, pasti Burhan akan membantunya. Bahkan jika Mardi kesulitan dan butuh uang, Burhan akan senang hati memberinya uang. Tidak perlu meminjamkan langsung Burhan berikan tanpa perlu mengembalikan.
Semua hal ini membuat Burhan pusing. Ia pun menyalakan cerutu yang ada di mejanya. Mengisap cerutu sedikit banyak bisa menenangkan pikiran Burhan untuk saat ini.
Di saat mengisap cerutunya, Burhan terpikirkan sesuatu. Adakah penghianat lain di gang miliknya? Mungkin ada orang lain yang sebenarnya berhianat dan melakukan hal ini untuk menjebak Mardi. Orang itu ingin mengadu dombanya dengan Mardi.
Karena sekeras apapun Burhan berpikir, ia tidak bisa menemukan alasan yang kuat agar Mardi memiliki keinginan berhianat padanya. Seketika pemikiran itu muncul, langsung saja Burhan mematikan cerutunya. Ia kemudian melanjutkan penyelidikannya.
Jika dirinya tidak menyelidiki semuanya secara menyeluruh dan mengkonfrontasi Mardi sekarang, maka bisa jadi ia akan kehilangan penghianat yang lain. Burhan tidak mau itu terjadi.
Seminggu lebih Burhan melakukan penyelidikan secara menyeluruh terhadap gang miliknya. Ia menyelidiki data dari semua anggotanya selama lima tahun belakangan. Semua rekening milik anggotanya ia selidiki.
Jika sebelumnya Burhan tidak membuat sebuah program yang membantunya dalam hal ini, maka butuh waktu berminggu minggu untuk Burhan menyelesaikan semua itu. Hasil penyelidikannya cukup membuat Burhan kaget.
__ADS_1
Dari penyelidikannya mengenai data milik gangnya selama lima tahun terakhir, Burhan menemukan dua ratus orang dengan data mencurigakan. Cara mereka masuk juga mencurigakan.
Meskipun hanya dua ratus, tetapi mereka cukup menyebar di semua bidangs yang ada di gang miliknya. Apalagi beberapa dari mereka sekarang sudah menjadi orang yang memiliki jabatan di bidang masing-masing.
Jika semua orang yang memiliki data mencurigakan itu adalah penyusup yang berasal dari bos yang sama, maka siapa pun itu yang menjadi bos mereka, bisa mengambil alih Gang Macan Putih dari tangan Burhan dengan cukup mudah.
Memikirkan kemungkinan itu saja membuat bulu kuduk Burhan berdiri. Siapa pun dia dalangnya, ia sudah lama mempersiapkan rencana ini. Sepertinya orang itu sekarang tengah bersiap melaksanakan rencananya.
Burhan kembali lagi berpikir ke arah Mardi. Jika seperti ini, ada kemungkinan bahwa Mardi memang berniat menghiantinya. Mungkin saja laki-laki itu ingin menjadi pimpinan dari Gang Macan Putih. Itu bisa saja terjadi.
Tetapi, jika memang Mardi adalah dalang dibalik semua ini, maka tidak akan ada bukti transaksi uang masuk ke rekening Mardi. Itu adalah tindakan ceroboh. Jika hanya sekali itu pasti karena kesalahan. Tetapi ini rutin tiap bulannya.
“Hem… apakah aku harus menyelidiki lebih dalam lagi? Lima tahun data yang ada sepertinya kurang untuk mengetahui semuanya. Apakah aku harus menyelidiki semua data dari awal aku mendirikan Gang Macan Putih?”
“Sepertinya aku hanya bisa melakukan hal itu. Itu berarti data sejak delapan belas tahun yang lalu. Aku ingin tahu sejak kapan para tikus itu masuk ke wilayah kekuasaanku. Jika kalian sudah masuk, jangan harap aku akan membiarkan kalian keluar dengan selamat.”
“Tikus yang masuk kandang harimau sudah jelas mencari mati. Siapa pun dalangnya, akan aku buat dia hancur sehancur hancurnya. Aku, Burhan Prayudi, tidak memiliki kata ampun dalam kamusku.” Gumam Burhan.
Langsung saja Burhan menggerakkan jemarinya di keyboard komputer miliknya. Ia menyelidiki semua data yang ada di bank data Gang Macan Putih. Burhan memberikan perhatian lebih kepada mereka yang menduduki jabatan di Gang Macan Putih. Kemungkinan besar identitas mereka juga bermasalah.
Burhan tidak mau melewatkan itu semua. Ketika semua sudah selesai, Burhan tidak percaya dengan hasil penyelidikannya. Gang Macan Putih terlihat kokoh di luar ternyata bobrok di dalam. Banyak sekali penyusup di dalamnya. Mereka seperti sel kanker yang sudah menjalar ke segala organ.
Kemungkinan besar, akan sulit bagi Burhan menyelamatkan Gang Macan Putih dari pengambil alihan. Delapan puluh persen dari mereka yang memiliki jabatan di Gang Macan Putih adalah penyusup. Sudah jelas Burhan tidak bisa memenangkan pertarungan ini.
Jika bukan karena ada yang membakar kafe milik Andi, maka Burhan tidak akan pernah mengetahui hal ini. Itu semua karena Burhan sangat mempercayai anak buahnya sehingga laki-laki itu tidak pernah melakukan penyelidikan mengenai anggotanya.
Gang Macan Putih yang ia anggap baik-baik saja ternyata dimasuki oleh banyak penyusup. Jika begini, bagaimana bisa ia membawa gang miliknya ini masuk ke dalam dunia bawah tingkat internasional? Masalah di dalam gangnya saja sudah banyak seperti sekarang.
__ADS_1
Jika dipikir lagi, cita-citanya untuk membawa Gang Macan Putih menjadi raja dunia bawah terdengar seperti lelucon sekarang. Sepertinya ini juga yang menjadi alasan sistem meninggalkannya. Tujuannya tidak akan pernah tercapai.