Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS

Cara Menjadi Kaya : BERNAFAS
Bab 208 Persiapan


__ADS_3

Sore harinya Andi keluar dari rumah sakit. Langsung saja Andi diperintahkan untuk beristirahat oleh kedua orang tuanya. Ia tidak boleh berkatifitas terlalu berat sekarang.


Tetapi itu tetap saja Andi masih bisa mencuri waktu untuk membuka laptopnya dan bekerja. Ia masih memiliki target yang perlu dicapai. Lagipula tangannya tidak patah jadi, Andi masih bisa beraktifitas seperti biasanya.


Setelah beristirahat sehari di rumah, kedua orang tuanya mengajak Andi pergi ke rumah induk, rumah dari Almarhum Kakek Buyut Adipramana. Mereka akan melakukan rapat keluarga. Andi juga sudah membagikan temuan Burhan kepada Aripto.


Jadi rapat kali ini adalah rapat yang membahas tentang keamanan keluarga Prayudi ke depannya. Musuh mereka berada dalam kegelapan tanpa mereka ketahui. Sedangkan keluarga Prayudi? Mereka berada di sisi terang yang cukup mudah ditemukan. Jadi mereka perlu mempersiapkan semuanya.


Ketika sampai di sana, Andi mendapat sambutan dari beberapa Om dan Tantenya yang menanyakan kabar dari Andi. Setelah berbincang-bincang cukup lama, mereka langsung membahas permasalahan yang ada.


“Jadi, keluarga kita sekarang berada dalam ancaman ya.” Ucap Harmuji memulai rapat mereka.


“Ya Paman. Aku dan anakku mencurigai bahwa keluarga yang dulu menghianti Kakek Arganta masih ada yang selamat dan sekarang berniat membalaskan dendam.” Jawab Aripto.


“Apakah Paman tahu siapa saja yang dulu berhianat? Mungkin dengan kita mengetahui dari keluarga apa mereka, kita bisa memperkecil target kita bukan?” Imbuh Aripto


“Kalau begitu, kita perlu membuka buku catatan sejarah yang ditinggalkan oleh leluhur kita. Bagus tolong ambilkan semua buku-buku itu di kamar Kakekmu. Berhati-hatilah karena beberapa buku sudah cukup tua.” Jelas Harmuji.


“Baik Ayah.” Jawab Bagus.


Beberapa orang terlihat mengikuti Bagus untuk membantu laki-laki itu mengambil buku-buku yang dimaksud oleh Harmuji.


Buku itu adalah catatan sejarah yang ditulis oleh keluarga mereka. Setiap ada kejadian cukup besar dalam keluarga mereka, mereka akan mencatatnya dengan runtut. Kelahiran, kematian, pernikahan anggota keluarga mereka, itu juga di catat di sana.


Mungkin ini adalah kebiasaan yang masih turun temurun mereka warisi sebagai keturunan keluarga kerajaan. Semua kejadian perlu dicatat agar anak cucu mereka bisa mengetahui apa yang leluhur mereka lakukan selama ini.


Tidak lama kemudian, Bagus datang membawa beberapa buku yang sudah cukup tua. Sampulnya terbuat dari kulit hewan, kertasnya juga mulai menguning.


Bagus dengan penuh kehati-hatian menaruh buku-buku tersebut di meja. Bahkan, saking hati-hatinya dan tidak mau merusak buku-buku tersebut, Bagus sengaja memakai sarung tangan hanya untuk membuka buku-buku tersebut.


Ketika salah satu buku dibuka, Andi bisa melihat bahwa semua yang tertulis di sana adalah hasil dari tulisan tangan yang cukup rapi. Andi tidak percaya bahwa ada leluhurnya yang bisa menulis seindah itu.

__ADS_1


Lamunan Andi terbuyarkan ketika mendengar Bagus yang mulai membacakan catatan sejarah yang ada di sana. Ia perlu mendengar dengan baik apa yang sudah pernah dialami oleh leluhurnya. Mungkin ada bagian dari pengalaman leluhurnya yang bisa Andi pelajari.


Tidak hanya Andi, anggota keluarga yang lain pun ikut mendengarkan dengan seksama apa yang Bagus bacakan.


Kadang mereka memperlihatkan rasa bangga mereka ketika mendengar leluhur mereka berhasil mencapai sesuatu, ikut merasa senang ketika ada leluhur mereka bahagia. Semua ikut hanyut dalam sejarah leluhur mereka.


Tidak hanya Bagus saja yang membacakan sejarah itu. Ia bergantian dengan yang lain agar tidak kehabisan suara nantinya. Ketika tiba di masa Kakek Buyut Arganta, semua orang di sana berubah menjadi serius.


Di sini krisis besar keluarga mereka mulai terjadi. Krisis yang memperkecil jumlah anggota keluarga Prayudi. Pembantaian yang mereka alami.


Sejauh ini, Andi bisa mendengar beberapa nama keluarga yang disebutkan oleh leluhurnya. Ia juga mendengar nama keluarga Wijoyokusumo dan keluarga Jayantaka. Berarti dugaannya memang benar bahwa mereka adalah anak buah dari Sang Penerus sebelumnya.


Selain kedua keluarga itu, Andi juga menemukan dua nama lainnya, keluarga Wiratama dan keluarga Gardapati. Dari sini Andi bisa menebak bahwa kedua keluarga ini adalah yang berhianat.


Itu karena nama keluarga mereka muncul beberapa kali dalam sejarah keluarga mereka. Tetapi, saat ini Andi tidak melihat kedua keluarga itu bersanding dengan keluarga Wijoyokusumo dan keluarga Jayantaka.


Andi juga cukup kaget karena mendengar kemunculan nama keluarga Sasongko dan keluarg Sanjoyo yang menjadi anak buah baru dari Kakek Buyut Arganta. Sepertinya, empat keluarga besar memanglah keluarga dari anak buah leluhurnya.


“Jadi, sekarang kita perlu mencaritahu mereka yang memiliki nama Wiratama dan Gardapati sebagai nama keluarga mereka. Kita perlu mencari tahu apakah mereka adalah keluarga yang sama yang terlibat dalam pembantaian waktu itu.” Jelas Harmuji setelah sejarah keluarga mereka selesai dibacakan.


“Sekarang kita sudah mengetahui siapa saja yang kemungkinan menjadi musuh kita, aku minta kalian menjaga diri dengan baik. Orang terdekat sekali pun bisa berubah menjadi musuh. Jadi, kalian harus perlu berhati-hati sekarang.” Imbuh Haryanto.


Tidak lama setelah Haryanto berucap demikian, terdengar langkah kaki seseorang yang mendekat ke arah mereka berada. Andi rasa, semua anggota keluarga Prayudi sudah berada di sini. Jadi, siapa itu yang datang kemari?


“Burhan. Untuk apa Kau datang ke sini?” Tanya Bagus melihat kedatangan adiknya itu.


“Heh.” Burhan mendengus pelan. “Kalian melakukan rapat keluarga tanpa mengundangku rupanya.”


“Kau sudah tidak lagi diterima di sini.”


“Bagaimanapun juga, dalam darahku masih mengalir darah seorang Prayudi. Jadi meskipun kalian sudah tidak menganggap diriku sebagai anggota keluarga Prayudi, aku tetap akan datang kemari.” Jawab Burhan.

__ADS_1


“Keselamatan seluruh keluarga Prayudi sedang terancam sekarang. Jadi, ide milikku ini bisa saja membantu masalah ini. Aku yakin informasi yang kalian punya belum sebanyak informasi yang aku dapatkan bukan?” Imbuh Burhan.


Beberapa minggu ini Burhan memang sengaja menghilang untuk fokus dalam menyelidiki perkara di Gang Macan Putih miliknya. Setelah ia selidiki lebih jauh, ternyata itu ada hubungannya dengan keluarga Prayudi. Jadi informasinya lebih banyak daripada yang dimiliki oleh keluarga Prayudi.


“Bagus biarkan dia bicara. Aku ingin tahu ide apa yang dia miliki.” Ucap Harmuji.


Mendengar ijin dari Ayahnya, langsung saja Burhan mengatakan temuannya kepada keluarganya.


“Target mereka sebenarnya adalah aku, yang mereka tahu Sang Penerus pada generasi ini adalah aku. Aku sendiri tidak tahu apa yang menjadi alasan mereka menyerang Andi sekarang. Karena dari penyelidikanku, mereka ingin menghancurkanku yang mereka tahu sebagai Sang Penerus terlebih dahulu sebelum menghancurkan keluarga Prayudi.”


“Sekarang, rencana mereka tidak sama seperti dulu. Jika dulu, mereka membantai keluarga Prayudi terlebih dahulu baru membereskan Sang Penerus. Karena itu, aku beniat menjadikan diriku sebagai umpan untuk memancing mereka keluar.”


“Saat ini, mereka sudah berhasil mengambil alih gang milikku, jadi aku tidak bisa memberikan perlindungan kepada yang lainnya. Kalian perlu menyiapkan rencana pengamanan untuk yang lainnya.” Jelas Burhan.


Andi cukup kaget ketika mengetahui bahwa gang milik Burhan sudah diambil alih oleh musuh. Ini berarti, kekuatan musuh lebih besar daripada mereka.


Meski Andi sudah memiliki cukup banyak pengawal dan memperkuat mereka dengan kartu kemampuan karyawan, tetapi Andi rasa itu masih kurang. Andi sendiri tidak tahu berapa jumlah pasti musuhnya ini.


“Om Burhan mau jadi umpan?” Tanya Andi.


“Ya ini adalah rencanaku. Ini juga sebagai bentuk permintaan maafku pada keluarga ini. Jadi, kita perlu membuat sesuatu yang cukup besar untuk menarik perhatian mereka. Dengan begitu, mereka akan keluar dan kita bisa menyelesaikan semua ini pada satu waktu.” Jelas Burhan.


“Kalau begitu, Om buat saja pesta pengunduran diri Om dari bisnis yang dikelola oleh gang milik Om Burhan. Beberapa orang dari keluarga Prayudi yang memiliki kemampuan bela diri tinggi bisa datang ke sana.”


“Lalu, yang lainnya bisa bersembunyi terlebih dahulu di satu tempat yang memiliki pengamanan tinggi. Jika Om Burhan saja yang menjadi umpan, aku rasa itu tidak akan membuat mereka keluar semuanya.” Jelas Andi.


“Ide dari Andi ada benarnya. Kita perlu menyelesaikan semua ini dalam waktu cepat dan sekaligus. Aku tidak mau keluarga kita terus hidup dalam ketakutan.” Jelas Haryanto.


Mereka pun mulai mendiskusikan rencana ini dengan penuh seksama. Mereka juga memilih siapa saja yang bisa datang ke acara itu. Burhan juga akan menghubungi anak buahnya untuk menyiapkan semua itu.


“Baiklah seperti itu rencanya. Akhir bulan ini, kita akan selesaikan semuanya.” Jelas Harmuji menutup rapat mereka.

__ADS_1


__ADS_2