
Edo yang telah berusaha untuk dapat menyelesaikan tugas yang diberikan padanya dengan cepat mendapatkan seseorang yang hebat dalam menggambar dan juga melukis wajah hanya berdasarkan deskripsi orang. Pelukis ini juga ternyata juga bekerja pada Kepolisian sehingga sangat dapat dipercaya.
Edo pun membawa Pelukis itu ke kantor Perusahaan Arthama Jaya Group untuk bertemu dengan Dimas tapi sebelum Edo sampai di ruangan Dimas. Icha yang merupakan Sekretaris Dimas yang bekerja di Perusahaan memberi tau bahwa saat ini di dalam kantor Dimas sedang ada Clara.
Edo yang mendengar nama Clara semakin penasaran untuk masuk dan mengintip. Edo yang sudah tidak menyukai Clara dari awal sangat ingin jika Dimas berpisah dengan Clara lalu tidak jadi menjadikannya sebagai Nona Muda Masa Depan.
Edo pun memerintahkan Icha untuk mengantar Pelukis itu untuk menunggu di ruang tunggu dan tidak lupa disediakan semua keperluannya. Edo yang berencana mengganggu pun langsung mengetuk pintu Ruangan Dimas.
Sementara itu, Clara yang terbangun dari tidurnya tidak menemukan keberadaan Heru disampingnya. Clara pun bangun dan melihat ke sekeliling. Clara yang ingat jika dirinya telah membuat hancur berantakan kamarnya pun tampak terkejut mendapati kamarnya telah bersih kembali.
'Dimana semua pecahan kaca dan sampah yang ada di kamar ini? Apakah Heru yang telah membersihkan semuanya?' fikir Clara.
Clara pun beranjak dari ranjangnya dan mengambil kimononya lalu berjalan ke untuk melihat kondisi ruamhnya.
'Sepertinya benar, Heru telah membersihkan semuanya. Heru memang pria yang baik dan bertanggung jawab. Hmmm, tidak seperti Dimas yang pasti akan memanggil Cleaning Service untuk membersihkannya. Sebaiknya aku menghubunginya sekarang.' ucap Clara dalam hati.
Clara yang merasa sangat senang karena berfikir jika Heru telah melakukan banyak hal untuknya pun mencoba menghubungi Heru tapi tidak ada jawaban. Clara pun akhirnya menyerah setelah lima kali menghubungi tapi tidak mendapatkan jawaban apapun.
'Sepertinya saat ini Heru masih tertidur atau dirinya sudah pergi ke Perusahaan. Sebaiknya aku bersiap-siap dan pergi ke Perusahaan Arthama Jaya Group. Aku akan melakukan seperti yang dikatakan oleh Heru padaku.' fikir Clara.
Dalam waktu singkat, Clara pun telah selesai bersiap-siap dan mempercantik dirinya. Clara yang ingin pergi ke Perusahaan Arthama Jaya Group menemui Dimas lalu Heru pun memakai pakaian yang sexy dan juga menggoda.
Clara tau meskipun dirinya menggunakan pakaian sexy apapun, Dimas tidak akan pernah menyentuhnya dan menidurinya. Dimas hanya akan memperlakukannya lebih lembut. Sehingga membuat Clara sengaja memakai pakaian sexy untuk diperlihatkan kepada Heru dan menghabiskan waktu beberapa menit bersamanya.
Clara yang telah mencoba menghubungi Dimas berkali-kali tetap tidak mendapatkan jawaban pun segera pergi ke Perusahaan Arthama Jaya Group. Semua orang yang melihat Clara datang akan langsung memberi salam hangat atau memuji kecantikannya. Itu semua dilakukan orang-orang karena mengetahui bahwa Clara adalah wanita CEO mereka yang dikemudian hari akan menjadi istri CEO.
Clara yang sudah terbiasa dengan Perusahaan Arthama Jaya Group pun pergi ke kantor tempat Dimas berada dengan menaiki lift pribadi dan tidak ada yang berani menghentikannya karena takut akan dipecat oleh Dimas.
Clara pun masuk kedalam ruangan Dimas tanpa mengetuk pintu dulu dan berjalan dengan anggun ke arah kursi tempat Dimas berada. Dimas yang melihat kedatangan Clara tanpa izin membuatnya emosi dan kesal. Dimas pun mengusir Clara keluar dari kantornya. Clara yang tidak terima diperlakukan seperti itu mencoba bersabar demi tujuannya.
"Apa kau tidak punya sopan santun? Seharusnya kau mengetuk pintu dulu dan setelah diberi izin baru lah kau bisa masuk." ucap Dimas.
"....." Clara diam.
"Apa aku harus mengulanginya lagi?" tanya Dimas.
"Ma-maaf." ucap Clara.
Tokkk....Tokkk... Tokkk...
(Suara pintu)
"Apakah saya boleh masuk?" tanya Clara.
Dimas yang tidak menyangka jika Clara akan menahan emosinya dan tidak mengamuk marah-marah mencoba mengujinya lagi dan berusaha membuat Clara marah.
"Masuk!" ucap Dimas dingin.
"Sayang!" panggil Clara lembut dan manja.
__ADS_1
Dimas yang mendengar suara Clara menjadi jijik. Dimas jadi mengingat semua yang dikatakan oleh Clara dan Heru padanya saat dirinya benar-benar terpuruk.
"Ada perlu apa? Jika tidak ada yang penting sebaiknya kau pulang. Aku masih banyak sekali pekerjaan." ucap Dimas ketus.
Clara yang tidak menyangka jika Dimas akan mengusirnya lagi menjadi kesal hingga akhirnya meluapkan amarahnya di dalam ruangan Dimas. Dimas yang melihat menjadi senang karena memiliki alasan untuk meninggalkan Clara.
"Perlu? Aku ini kekasihmu. Apakah seorang kekasih harus memiliki keperluan yang penting untuk bisa bertemu dengan kekasihnya?" tanya Clara kesal.
'Kekasih? Jangan bercanda! Kekasih telah berselingkuh selama bertahun-tahun dan yang bisanya hanya menjadi toxic. Tidak pantas disebut kekasih tapi musuh!' ucap Dimas dalam hati.
"Ada apa denganmu? Sikapmu berubah sekali, aku jadi tidak mengenalmu lagi!" ucap Clara.
'Tentu saja karena sekarang aku telah mengetahui semua tentang keburukanmu.' ucap Dimas dalam hati.
"Apakah kau telah selesai bicara? Jika sudah maka sekarang adalah giliranku." ucap Dimas.
"....." Clara terdiam.
Dimas yang tidak ingin lebih lama lagi melihat Clara pun bangun dari kursinya dan berjalan ke arah Clara yang tidak terlalu jauh dari pintu tapi sebelum berangkat Dimas memanggil Security dan Sekretarisnya masuk ke ruangannya tanpa mengatakan apapun hanya dengan sebuah kode.
Edo yang juga telah berada di depan pintu ruangan Dimas melihat Sekretaris dan Security yang juga berjalan ke arah ruangan Dimas dan ketiganya pun masuk secara berbarengan.
Clara yang melihat Dimas berjalan ke arahnya dengan penuh karismatik terkejut melihat telah ada Edo, Sekretaris, dan Security dibelakangnya. Clara pun sontak bertanya.
"Ada apa ini Dimas? Kenapa mereka ada disini?" tanya Clara.
"....." Dimas terus berjalan santai.
Ketiganya pun sontak bingung karena mereka bertiga datang sesuai dengan perintah dari Dimas tapi Dimas tidak berkata apapun. Namun tak lama kemudian, Dimas mengatakan sesuatu yang membuat semuanya terkejut.
"Kau tidak punya hak mengusir siapapun disini. Mereka adalah bawahanku dan aku lah yang sengaja memanggil mereka kemari!" ucap Dimas.
"Apa? Bukankah kita sedang bicara? Kenapa harus memanggil mereka kemari?" tanya Clara bingung.
"Tentu saja untuk memberi tau mereka bahwa mulai saat ini kau dilarang kemari!" ucap Dimas.
"Apa?" teriak Clara.
"Kita putus! Aku tidak menginginkan wanita yang berselingkuh menjadi wanitaku!" ucap Dimas kasar.
Edo, Sekretaris dan Security pun terkejut dan hanya terdiam. Edo dan juga lainnya tidak menyangka jika Dimas yang merupakan CEO dan pewaris dari Perusahaan terbesar ternyat diselingkuhi dan dikhianati oleh kekasihnya.
"Bawa dia keluar! Jangan biarkan dia menginjakkan kaki di Perusahaan ini lagi! Satu hal lagi, Icha hentikan semua kerjasama dan sponsor yang berhubungan dengan Nona Clara!" perintah Dimas.
"Baik, Pak." ucap Icha.
Clara pun ditarik paksa oleh security untuk keluar dari Ruangan Dimas tapi Clara yang tidak terima diperlakukan seperti itu pun berteriak menolak semuanya sehingga membuat gaduh dan menarik perhatian banyak karyawan lain.
"Tidak! Aku tidak terima. Dimas aku tidak selingkuh. Sungguh percayalah padaku." ucap Clara.
__ADS_1
"....." Dimas diam.
"Augh! Sakit! Lepaskan aku!" teriak Clara pada Security.
"Maafkan saya Nona tapi anda harus keluar dari sini!" ucap Security.
"Tidak! Aku tidak mau! Lepaskan aku!" teriak Clara.
Dimas yang tidak tahan melihat kekacauan yang ada di depan matanya pun memerintahkan Security untuk melepas Clara lalu memberikan peringatan kepada semua karyawannya yang telah menguping.
"Lepaskan dia!" perintah Dimas.
"Baik, Pak." ucap Security.
Dimas pun berjalan kembali mendekati Clara. Dimas pun menundukkan kepalanya dan berbisik di telingan Clara yang membuat Clara terkejut dan memilih pergi dengan sendirinya.
"Aku masih berbaik hati padamu! Sebaiknya sekarang kau keluar dari sini dengan baik-baik atau aku sebarkan semua bukti perselingkuhanmu dengan sepupuku, Heru! Lalu, karirmu benar-benar hancur!" ancam Dimas.
"Untuk yang telah menguping dan merekam sebaiknya tutup mulut kalian dan hapus yang ada telah kalian rekam jika tidak ingin dipecat dan masuk ke dalam blacklist dari setiap Perusahaan yang ada di negara ini!" ancam Dimas.
Semua karyawan yang telah menguping dan mengintip pun menjadi takut dan bergidik ngeri setelah mendengar ucapan Dimas yang terdengar seperti petir di siang hari.
"Icha!" panggil Dimas.
"Ya, Pak!" jawabnya.
"Cek semua nama karyawan yang telah menguping dan mengintip dari CCTV lalu kirimkan surat perjanjian bermaterai dan juga sita Handphone mereka yang digunakan untuk merekam! Jika menolak segera pecat dan tuntut mereka secara hukum negara!" perintah Dimas.
"Baik, Pak." ucap Icha.
'Aku harus menghentikan mereka melakukan hal bodoh sebelum kejadian itu terulang!' ucap Dimas.
Icha pun segera pergi dari ruangan itu bersamaan dengan Security. Sementara Edo hanya diam melihat tindakan Dimas. Edo tidak menyangka jika Dimas berubah menjadi Pria yang sangat dingin dan tegas tapi Edo tidak menyalahkannya ataupun kecewa. Edo merasa sangat senang dengan perubahan itu tapi merasa penasaran dengan alasan perubahan itu.
"Tuan Muda, apakah ini tidak keterlaluan." ucap Edo.
"Itu adalah hal yang memang harus aku lakukan untuk menghadapi karyawan yang suka ingin tau kehidupan orang lain!" ucap Dimas.
"Tapi mereka tidak melakukan apapun. Bukankah itu sangat berlebihan?" tanya Edo.
"....." Dimas diam.
'Kau tidak tau apa yang terjadi lima menit setelah merek bubar! Aku yang telah memutar waktu tentu saja mengetahui semuanya!' ucap Dimas dalam hati.
#**Bersambung#
Jangan Lupa Tekan LIKE, KOMEN, VOTE..
🥰😍😘😚
__ADS_1
Terima kasih**