
Dimas yang akhirnya terbangun dan tidak mengalami rasa sakit apapun lagi di kepalanya pun terdiam di atas rajang Rumah Sakit.
Edo yang melihat hal itu pun menjadi sangat bingung dan khawatir sehingga memutuskan untuk mendekat lalu bertanya.
“Tuan Muda, apakah kau baik-baik saja?” tanya Edo dengan ekspresi wajah yang bingung dan nada suara yang penasaran.
“Aku tidak tau. Di satu sisi aku bahagia dan di sisi lain aku sedih!” ucap Dimas dengan kalimat yang ambigu yang membuat kebingungan Edo semakin meningkat.
Edo yang tidak tau apapun pun hanya bisa menatap Dimas dengan ekspresi wajah yang meminta penjelasan tapi Dimas yang masih belum bisa mengatakan apapun hanya diam memandang langit-langi Rumah Sakit.
Setelah beberapa jam berlalu akhirnya Dimas yang hanya diam pun mengatakan sesuatu yang membuat Edo langsung melaksanakannya setelah melihat tatapan mata Dimas yang telah berubah drastis.
“Panggil Pak Antoni kemari! Aku ingin bertemu dengannya sekarang!” ucap Dimas dengan ekspresi wajah yang serius dan nada suara yang tegas dengan aura di sekira Dimas yang telah berubah menjadi sangat mencekam.
“Akan segera saya laksanakan, Tuan Muda!” ucap Edo dengan ekspresi wajah yang patuh sambil menundukkan kepalanya sebentar lalu mengangkatnya kembali.
Sementara ittu, Arabella yang terus menunggu informasi tentang keadaan Dimas akhirnya menjadi sangat senang setelah melihat Ria telah kembali.
__ADS_1
“Bagaimana? Bagaimana keadaan Dimas? Apakah dia baik-baik saja?” tanya Arabella dengan ekspresi wajah yang penasaran dan nada suara yang tidak sabaran.
“Nona, anda harus tenang. Anda baru saja selesai menjalani Operasi. Anda tidak boleh stres agar Nona bisa segera sembuh.” Ucap Ria dengan ekspresi wajah yang serius dan tatapan mata yang tajam.
“Tuan Muda Dimas baik-baik saja dan sekarang sudah sadarkan diri tapi sepertinya Tuan Muda butuh waktu istirahat.” Ucap Ria dengan nada suara yang hati-hati khawatir akan membuat kondisi Arabella menjadi buruk.
“Aku mengerti. Pergilah. Aku juga ingin istirahat.” Ucap Arabella yang menarik selimutnya menutupi tubuhnya lalu berbalik arah membelakangi Ria.
Ria yang tidak ingin mengganggu Arabella pun pergi dengan pelan-pelan lalu menutup pintu dan tepat saat pintu berbunyi Arabella pun berbalik dan menatap kepergian Ria.
Di sisi lain, Pak Antoni yang telah sampai di Rumah Sakit pun segera menemui Dimas di Ruangan dan saat masuk Pak Antoni langsung ditanya oleh Dimas mengenai semua ingatannya yang telah kembali.
“Tuan Muda, apakah anda memanggil saya?” tanya Pak Antoni dengan ekspresi wajah dan nada suara yang datar dengan sikap yang sopan.
“Benar! Aku memanggilmu karena ada yang ingin aku tanyakan padamu!” ucap Dimas dengan ekspresi wajah yang serius.
“Silahkan tanyakan saja yang ingin Tuan Muda tanyakan.” Ucap Pak Antoni dengan ekspresi wajah yang penuh keyakinan dan nada suara yang tegas.
__ADS_1
“Apakah kedua orangtuaku benar-benar meninggal karena kecelakaan atau karena hal lain?” tanya Dimas dengan ekspresi wajah yang curiga dengan nada suara yang tegas.
Pak Antoni yang mendengarnya pun menjadi sangat bingung dan berada dalam dilema untuk mengatakan yang sebenarnya ataukah harus berbohong demi kebaikan Dimas.
Dimas yang tau jika Pak Antoni adalah orang yang sangat setia setelah reinkarnasi pertamanya tidak ingin menyalahkan Pak Antoni karena Dimas yakin bahwa Pak Antoni pasti punya alasannya.
“Aku sudah mengingat semuanya, Pak Antoni. Tujuanku memanggilmu dan bertanya adalah untuk memastikan semuanya.” Ucap Dimas dengan tatapan mata yang tajam.
Pak Antoni yang mendengar perkataan Dimas pun menarik nafas panjang lalu menatap lurus ke depan ke arah Dimas dengan tatapan mata yang tajam.
“Aku mengerti Tuan Muda. Aku akan menjelaskan semuanya.” Ucap Pak Antoni dengan ekspresi wajah yang pasrah.
Pak Antoni yang menjelaskan semuanya kepada Dimas pun membuat Dimas mengerti semua yang telah terjadi padanya.
“Terima kasih, Pak Antoni. Aku mengerti semuanya sekarang.” Ucap Dimas dengan tawa yang sangat keras membuat Pak Antoni bingung.
#Bersambung#
__ADS_1