CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 29. Permintaan


__ADS_3

Dimas yang memang ingin sekali menjadikan Arabella sebagai istrinya tentu saja akan menerimanya dengan senang hati tapi permintaan Arabella yang begitu mendadak bahkan dalam keadaan seperti ini membuat Dimas menjadi curiga.


"Apa alasannya?" tanya Dimas.


Dimas yang tiba-tiba menghentikan mobilnya sehingga membuat dua mobil lainnya yang mengikuti mereka terpaksa harus mengerem mendadak agar tidak terjadi kecelakaan.


"Apakah kau tidak ingin aku menjadi istrimu? Bukankah kau bilang jika kau mencintaiku? Bukankah kau juga bilang bahwa baik di kehidupan yang lalu dan yang sekarang, kau dan aku sudah berjodoh?" tanya Arabella bingung.


"Benar! Semua yang kau katakan itu semuanya benar dan tidak ada yang salah tapi..." ucap Dimas terputus.


"Tapi? Tapi apa?" tanya Arabella mendesak.


"Permintaanmu ini terlalu mendadak dan lagipula bukankah kau sendiri yang bilang tidak ingin menikah dengan orang yang tidak kau cintai?" tanya Dimas.


"Aku tidak pernah berkata seperti itu." sangkal Arabella.


Arabella yang bingung harus mengatakan apa lagi pun menundukkan kepalanya lalu menggigit bibir bawahnya sementara Dimas yang melihat apa yang dilakukan Arabella pun mencoba menebak alasannya.


"Apakah karena masalah ini sehingga membuatmu berfikir menjadi istriku adalah jalan keluarnya?" tanya Dimas.


Arabella yang tidak menyangka jika tujuannya telah tertebak pun menjadi terkejut. Arabella tidak tau harus mengatakan apa karena perasaan malu yang menyeliputinya saat ini hingga membuat Arabella membuang wajahnya ke arah jendela.


Sementara Dimas yang telah mengkonfirmasi semuanya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk memiliki Arabella seutuhnya. Dimas tau jika dirinya menolak maka tak akan ada kesempatan yang sama untuk kedua kalinya.


"Apa kau benar-benar yakin ingin menjadi istriku? Tidak pernah ada perceraian dalam Keluarga Arthama Jaya jadi selamanya kau akan menjadi Nyonya Arthama Jaya. Apa kau siap dengan konsekuensi itu? Hidup selamanya dengan orang yang belum kau cintai?" tanya Dimas meyakinkan Arabella.


"Belum aku cintai?" ulang Arabella bingung.


"Tentu saja. Jika kau benar ingin menikah denganku dan menjadi istriku, kau harus bersiap membuka hatimu dan belajar mencintaiku karena yang aku inginkan adalah pernikahan yang diwarnai dengan perasaan saling mencintai." ucap Dimas tegas.


Arabella yang mendengar perkataan Dimas pun terdiam. Arabella kemudian memantapkan diri dan hatinya untuk mencoba mencintai Dimas lagipula ini adalah jalan satu-satunya untuk dapat membalas Bu Selena dan Heru.


"Baiklah. Aku bersedia. Aku akan belajar untuk mencintaimu setelah kita menikah nanti." ucap Arabella.


"Itu bagus tapi aku ingin pernikahan yang sesungguhnya meskipun ada perjanjian di dalam pernikahan ini." ucap Dimas.

__ADS_1


"Sesungguhnya? Maksudnya?" tanya Arabella bingung.


Arabella yang bingung pun memasang wajah yang sangat lucu sehingga membuat Dimas sangat ingin mengganggu Arabella.


Dimas kemudian membuka safety beltnya lalu mendekatkan tubuhnya ke arah Arabella. Arabella yang takut mencoba untuk menghindar dan kabur tapi Dimas telah lebih dulu menggenggam tangan Arabella sehingga Arabella tidak bisa pergi kemanapun.


Lalu, Dimas pun mendekatkan bibirnya ke telinga kanan Arabella dan membisikkan sesuatu yang membuat Arabella terkejut dan sangat malu.


"Tentu saja, kau harus melakukan tugasmu sebagai seorang istri. Tugas seorang istri semuanya termasuk hubungan percintaan." bisik Dimas.


Arabella pun kemudian memandang wajah Dimas dengan ekspresi tidak percaya sementara Dimas yang telah kembali ke tempatnya yang semula memasang wajah tersenyum penuh arti.


"Kenapa kau memandangku seperti itu, sayang? Apakah wajahku setampan itu sehingga kau tidak bisa memalingkan wajahmu?" ucap Dimas.


"Apa?" ucap Arabella terkejut.


"Sebentar lagi aku akan menjadi milikmu dan saat itu kau bisa melihat wajahku kapanpun dan selama yang kau mau. Saat ini sebaiknya kita pulang karena malam telah sangat larut." ucap Dimas.


Arabella yang kehabisan kata-kata hanya diam tidak percaya dengan apa yang didengarnya namun di dalam hati Arabella mempertanyakan tentang keputusannya yang meminta Dimas untuk menikahinya adalah keputusan yang benar.


Pak Antoni yang tau tuannya telah datang segera pergi menyambutnya. Pak Antoni yang tau jika akan ada seorang gadis muda yang akan menginap pun memberi tau jika kamarnya telah siap.


Dimas yang tau jika Arabella pasti sangat lelah dan mungkin ingin membersihkan dirinya memerintahkan seorang pelayan wanita yang umurnya lebih muda dari Arabella untuk membantunya membersihkan diri.


Sementara itu, Dimas kembali ke ruang kerjanya yangmana telah di tunggu oleh Edo. Dimas pun memberikan tugas baru kepada Edo yaitu untuk menyelidiki masalah penculikan yang di alami oleh Arabella.


Dimas kemudian turun dan menunggu Arabella selesai mengganti pakaiannya untuk makan malam bersama karena Dimas tau jika Arabella beluk makan apapun sejak pagi. Dimas yang khawatir tidak ingin Arabella jatuh sakit.


Arabella yang telah selesai mengganti pakaiannya mendengar bunyi pintu diketuk pun berencana membukanya tapi pelayan yang melayaninya bergerak lebih dulu dan membuka pintu itu.


Pak Antoni yang datang menemui Arabella menyampaikan pesan Dimas bahwa makan malam telah siap dan Arabella ditunggu di ruang makan. Arabella yang sebenarnya tidak nafsu makan merasa tidak enak hati untuk menolaknya sehingga memutuskan untuk turun makan malam meskipun harus makan dengan porsi yang sedikit.


Arabella kemudian turun dengan di antar oleh seorang pelayan. Arabella yang sudah terbiasa melakukan semuanya sendiri merasa tidak nyaman saat harus dibantu oleh orang lain sehingga memutuskan untuk meminta Dimas untuk tidak memberikannya pelayan.


Setelah beberapa menit akhirnya Arabella pun sampai. Arabella yang baru datang ditinggalkan oleh pelayan yang melayaninya. Arabella kemudian berjalan sendiri menyusuri tempat itu dan melihat ada seseorang yang sedang duduk dengan kaki memanjang di atas sofa dibawah jendela dengan sinar bulan.

__ADS_1


Arabella yang penasaran pun berjalan mendekatinya. Arabella pun menyadari jika orang itu adalah Dimas. Dimas yang menunggu Arabella selesai membersihkan diri akhirnya tertidur di atas sofanya.


"Tampan sekali!" ucap Arabella.


Setelah mengucapkan kata-kata itu, Arabella pun menutup mulutnya dan berharap jika Dimas masih tertidur dan tidak mendengar apa yang dikatakannya.


'Tuhan kenapa sangat tidak adil? Kenapa ada pria yang terlahir dengan wajah yang sangat tampan dan tubuh yang sangat bagus?' ucap Arabella dalam hati.


'Kalau aku menyentuh dadanya apa dia akan bangun, ya?' fikir Arabella.


'Stop! Berhenti Bella! Apa kau ini telah berubah menjadi wanita mesum sekarang?' ucap Arabella dalam hati sambil menepuk jidatnya.


'Aduh! Wajah yang tampan! Tubuh yang indah! Aku sungguh ingin menyentuh dadanya. Apakah itu asli?' fikir Arabella kembali.


Arabella yang dilema dengan ketampanan Dimas akhinya tidak tahan dan perlahan menjulurkan tangannya kemudian berusaha menyentuh dada Dimas.


Ketika telapak tangan Arabella menyentuh dada Dimas. Wajah Arabella pun memerah.


'Ini asli! Benar-benar asli?' fikir Arabella.


'Oh Tuhan! Tolong maafkan otakku yang telah mencoba berfikir yang tidak benar!' ucap Arabella dalam hati yang kemudian menarik tangannya dari dada Dimas.


Namun ketika Arabella mencoba menarik tangannya, Dimas pun terbangun dan menggenggam tangan Arabella.


"Ka-kau tidak tdur?" ucap Arabella.


Arabella yang terkejut pun mundur satu langkah tapi Dimas yang tidak ingin melepaskan Arabella pun menarik Arabella ke arahnya. Arabella pun terjatuh di atas tubuh Dimas.


"Sayangku, apakah kau sudah tidak tahan lagi untuk bersamaku?" tanya Dimas sambil menyentuh dagu Arabella.


#**Bersambung#


Jangan Lupa Tekan LIKE, KOMEN, VOTE..


🥰😍😘😚

__ADS_1


Terima kasih**


__ADS_2