
Arabella yang teringat akan situasi gawat yang diakibatkan oleh Clara tidak ingin membuat hatinya mempengaruhi tujuannya sehingg Arabella pun langsung mengatakan apa yang ingin dikatakannya di awal secara langsung.
"Aku baik-baik saja sekarang tapi jika lebih lama lagi mungkin aku tidak akan baik-baik saja." ucap Arabella yang memasang wajah serius sambil melihat ke bola mata Dimas.
"Apa maksudmu?" tanya Dimas yang bingung dengan kepala miring ke samping dengan dua tangan diletakkan bersilang di dada.
"Clara menyebarkan berita buruk tentang hubungan kita lagi dan saat ini beritanya telah menyebar kemana-man hingga membuat semua akun gosip mulai mengangkat berita ini lagi." ucap Arabella dengan suara rendah dengan tatapan wajah yang sedih.
"Jika hal ini dibiarkan saja, besok pagi semua orang membicarakan hal ini." ucap Arabella sambil memijat dahinya seolah sedang merasakan pusing dengan wajah frustasi.
"Aku mengerti. Aku akan mengurusnya sekarang." ucap Dimas yang langsung berdiri dari tempat duduknya menuju ke meja kerjanya dan berniat menghubungi Edo tapi Arabella yang masih ada hal lain yang ingin dikatakan membuat Dimas menghentikan tindakannya untuk mendengarkan apa yang ingin dikatakan Arabella.
"A-aku juga ingin... Aku ingin segera pindah ke rumah kedua orang tuaku." ucap Arabella dengan terburu-buru karena takut tak bisa mengatakannya jika perlahan sambil memejamkan mata.
"Ki-kita belum menikah dan aku tidak bisa terus berada di sini. Aku tidak ingin ada orang yang mengatakan hal yang buruk tentang kita." ucap Arabella dengan ekspresi wajah yang bingung dan cemas disaat bersamaan dengan keringat yang mengalir ke dahinya karena merasa sangat gugup.
"Siapa yang berani berbicara buruk tentangmu? Akan aku pastikan jika keluarganya akan hancur!" ucap Dimas dengan ekpresi wajah yang marah dan sorot mata yang tajam seperti elang.
"Berani-beraninya mereka membuat Bella keluar dari rumahku! Aku tidak akan membiarkanmu lolos begitu saja." ucap Dimas dalam hati dengan ekspresi wajah yang marah dan kesal.
"Kau tidak bisa menyalahkan orang lain untuk apa yang ingin mereka katakan karena kau tidak akan bisa menutup mulut orang satu per satu apalagi dengan menggunakan kekuatan yang kau punya karena kau akan dinilai orang lain sebagai orang jahat padahal kau bukanlah orang jahat yang sebenarnya." ucap Arabella sambil menghela nafas dan mencoba menenangkan Dimas sebelum Dimas membuat Negara ini menjadi kacau karena kekuatan yang dimilikinya.
"Hal pertama yang harus dilakukan adalah menghentikan penyebaran berita ini dan membuat serangan balasan" ucap Arabella dengan senyum licik dan sorot mata yang tajam.
"Aku mengerti dan aku akan pastikan bahwa besok Clara akan mendapatkan balasannya tapi kau tidak perlu pindah. Bagaimana jika hal buruk seperti kemarin terjadi lagi?" tanya Dimas dengan wajah yang cemas dan khawatir dengan sorot mata yang senduh dan sedih.
"Aku harus keluar dari sini. Kita belum menikah dan ini tidak baik. Aku tinggal disini hanya sementara karena Heru terus mencariku dan mencoba melakukan sesuatu padaku tapi sekarang aku rasa semuanya sudah baik-baik saja." ucap Arabella dengan pelan mencoba menenangkan Dimas agar mengizinkannya untuk pergi.
"Hah, sepertinya kau sudah membuat keputusan dan aku tidak akan bisa mengubah keputusanmu itu jadi aku akan membiarkanmu pergi jika kau membawa dua orang Bodyguard dan dua orang pelayan bersamamu." ucap Dimas dengan sorot mata yang tajam dan ekspresi wajah yang serius.
"A-aku rasa hal itu terlalu berlebihan. Aku bisa ..." ucap Arabella yang terputus dengan keringat yang mengalir ke pipinya karena Dimas langsung memberikan tatapan tajam yang membuat Arabella tak bisa membantah.
"Hah,baiklah!" jawab Arabella sambil menghela nafas dengan ekspresi wajah pasrah.
"Bagus! Aku akan mengantarmu ke kamar sekarang. Sekarang sudah sangat larut dan kau harus istirahat dan serahkan semuanya padaku." ucap Dimas dengan senyum lembut sambil mengulurkan tangan meminya Arabella untuk mengikutinya.
Dimas pun pergi mengantar Arabella kembali ke kamarnya sambil menenangkan Arabella bahwa semua akan baik-baik saja.
__ADS_1
“Tak! Tak! Tak!”
“Srak!”
“Istirahatlah dan serahkan masalah ini padaku. Aku janji
besok pagi semua akan baik-baik saja.” Ucap Dimas yang sedang berdiri berhadapan dengan Arabella di depan pintu kamar Arabella sambil mengelus rambut Arabella dengan lembut.
“Aku mengerti!” ucap Arabella yang langsung mengangguk sebagai tanda dirinya setuju sambil membalas Dimas dengan senyuman yang terindah yang dimilikinya.
“Klik!” suara pintu.
Setelah Arabella masuk ke dalam kamarnya, Dimas pun berjalan kembali Ruang Kerjanya sambil menghubungi Edo selama perjalanan.
“Tap! Tap! Tap!”
“Srak!”
“Sruk!”
“Kring! Kring! Kringgg!” suara handphone berbunyi.
“Segera ke Kediaman Arthama Jaya sekarang juga! Aku tugas penting untukmu!” ucap Dimas dengan nada tegas dan ekspresi wajah yang serius sambil berjalan ke depan.
“Tuan Muda, ini masih tengah malam, apa tidak bisa ditunda sampai besok?” tanya Edo yang mencoba menawar pada Dimas karena merasa sangat mengantuk dan capek.
“Jika kau tidak berangkat sekarang juga jangan bermimpi dapat liburan menggunakan kapal persiar bersama beberapa wanitamu itu!” ancam Dimas yang langsung menghentikan langkahnya lalu berbicara dengan nada yang dingin.
“Agh! Tuan Muda!!” keluh Edo yang langsung terduduk dan membuka matanya dengan ekspresi wajah yang sedih dan terintimidasi.
Namun sebelum Edo mulai mengatakan apa yang menjadi protesnya, Dimas telah menutup teleponnya yang membuat Edo semakin cemas sehingga Edo pun tidak memikirkan apapun dan langsung bergerak menuju Kediaman Arthama Jaya.
Edo yang akan segera keluar dari rumahnya tiba-tiba berhenti di depan pintu dan menyadari jika dirinya belum mengganti pakaian dan melepaskan penutup mata kelincinya bahkan dirinya tidak memakai sandal.
“Srak!”
“Ah! Aku harus berganti terlebih dahulu!” gumam Edo sambil menepuk jidatnya dengan tangan kanannya dengan ekspresi wajah yang sedikit menyesal.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama, Edo yang telah berganti pakaian untuk segera sampai di Kediaman Arthama Jaya karena jalanan sedang sangat sepi dan tak banyak orang yang sedang lalu-lalang.
Sementara itu, Heru yang sedang marah karena melihat adegan mesra Dimas dan Arabella langsung pergi dari tempat Acara dan tidak menghiraukan Mike yang terus memanggilnya. Mike yang menyadari jika ada yang
terjadi pada Heru setelah melihat darah yang keluar dari tangan Heru segera mengikuti Heru dari belakang karena takut terjadi hal buruk lagi padanya.
“Tuan Muda! Tuan Muda!” panggil Mike berulang kali yang tidak mendapatkan tanggapan dari Heru yang langsung pergi membawa mobilnya sendiri dengan kecepatan tinggi.
“Aku harus mengikutinya! Sepertinya telah terjadi hal buruk disana!” ucap Mike dalam hati dengan ekspresi wajah yang sedih.
Heru yang sedang kehilangan kewarasannya ternyata tidak kembali ke kerumahnya tapi pergi ke Apartemen Pribadi miliknya. Setelah sampai Heru langsung menutup pintu dan menghancurkan semua yang ada untuk menghilangkan perasaan amarahnya.
“Srak!”
“Srak!”
“Tak!”
“Brak!”
“Prang!”
“Bruk!”
Mike yang ternyata kehilangan jejak Heru karena kecepatan mobil Heru yang tidak bisa dikejarnya segera berhenti sejenak di jalan dan memikirkan kemungkinan perginya Heru.
“Sial! Aku kehilangan Tuan Muda!” teriak Mike yang kesal dan marah sambil memukul stir mobilnya dengan keras sambil berkeringat di dahinya.
“Aku harus tenang! Aku harus berfikir kemana Tuan Muda pergi seharusnya dalam keadaan seperti ini!” ucap Mike yang mencoba mengendalikan kemarahannya sambil mengangkat kepalanya ke atas dan meletakkan kedua tangannya ke dahinya dengan mata tertutup seolah sedang berfikir.
“Tuan Muda saat ini sedang sangat marah jadi tidak mungkin dirinya pulang ke Rumahnya, dan Tuan Muda juga tidak mungkin ke rumah Clara karena hubungan gelap mereka telah berakhir!” ucap Mike dalam hati dengan ekspresi wajah yang bingung dengan tangan diletakkan di dagunya sambil memejamkan mata seolah sedang berfikir keras.
“Jangan-jangan Tuan Muda pergi ke Rumah Tuan Muda Dimas dan menculik Nona Arabella!” teriak Mike tiba-tiba dengan ekspresi terkejut.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..
__ADS_1
😊😍😘
Terima kasih