
Asisten Pribadi Bu Selena yang sudah sangat mengenal sifat Bu Selana sangat tau jika Bu Selena marah maka akan sangat buruk akibatnya sehingga Asisten Pribadi Bu Selena, Natan, langsung menyusun rencana untuk
membuat Heru sebagai korban.
“Aku harus menggiring opini publik agar Tuan Muda Heru menjadi korban dalam masalah ini!” ucap Natan dalam hati sambil melihat ke layar komputer yang ada di depannya.
Natan pun menghubungi orang yang sangat handal dalam urusan hacker dunia maya untuk melaksanakan rencananya.
Natan pun pergi dari Kediaman Bu Selana dan menaiki mobil menuju ke sebuah Perkampungan kumuh dan menjadi lokasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS).
“Srak!”
“Brooommm!”
“Di sini sangat bau dan jorok!” gumam Natan sambil menutup hidungnya dengan tangan sambil menahan diri agar tidak muntah.
Natan pun berjalan melewati rumah-rumah kumuh dan juga Tempat Pembuangan Sampah menuju ke sebuah gubuk yang paling berbeda dari yang lainnya.
“Tap! Tap! Tap!” suara langkah kaki.
“Aku harus menahan semua ini. Ini tidak sebanding dengan akibat yang akan aku rasakan jika aku gagal melakukan tugas ini.” Ucap Natan dalam hati sambil berjalan dengan mata yang terbuka lebar dan ekspresi wajah tidak nyaman yang terlihat jelas di wajahnya.
“Itu pasti rumahnya karena hanya itu rumah yang memiliki cat berwarna merah darah!” ucap Natan dengan ekspresi wajah lega sambil terus berjalan.
Natan yang terus berjalan melihat ada dua orang yang sudah berumur sedang duduk bermain Mahyong dengan ekspresi wajah yang serius. Natan yang tidak mengerti apapun langsung masuk ke dalam gubuk dan mendapatkan sambutan yang tak terduga.
“Ini adalah rumahnya, aku harus segera masuk. Kedua orang ini pasti hanya sedang menumpang bermain!” ucap Natan dalam hati sambil terus berjalan melewati dua orang yang sedang bermain Mahyong.
Namun tidak disangka, lutut Natan mendapatkan serangan mendadak sehingga membuat Natan terduduk dalam posisi bersujud dan saat Natan melihat apa yang mengenai kakinya, Natan langsung melihat ke sumber benda itu berada.
“I-ini biji Mahyong!” ucap Natan dalam hati sambil melihat ke arah dua orang yang sedang bermain Mahyong.
"Kau orang kaya yang sangat sombong! Beraninya masuk ke rumah orang lain tanpa permisi!" sindir salah seorang yang bermain Mahyong dengan tatapan sinis.
"Tu-tuan, maafkan saya. Saya tidak bermaksud tidak sopan." ucap Natan dengan ekspresi wajah menahan sakit sambil tersenyum pasrah.
__ADS_1
"Sa-saya belum memperkenalkan diri. Namaku Natan dan aku adalah Asisten Pribadi Nyona Selena Arthama Jaya. Saya datang ingin menawarkan kerjasama." ucap Natan dengan ekspresi wajah yang penuh percaya diri dengan sorot mata yang tajam.
Kedua orang itu pun saling berhadapan setelah mendengar apa yang dikatakan Natan lalu memberi kode satu sama lain dan membawa Natan masuk mengikutinya.
"Ikuti aku!" jawab orang itu dengan sorot mata yang tajam dan ekspresi wajah yang datar.
Natan pun mengikutinya dari belakang dengan perasaan terkejut saat melihat ada sebuah pintu rahasia dari balik sebuah lemari kayu yang rapuh.
"Krak!"
"Syut!"
"Kenapa diam saja? Ikut aku." ucap pria yang membawa Natan dengan wajah setengah kesal dan nada yang tinggi.
"I-iya!" jawab Natan dengan terburu-buru sambil bergerak berjalan mengikuti dari belakang.
"Tap! Tap! Tap!" suara langkah kaki.
Dalam waktu sepuluh menit, Natan telah berada diruangan yang sangat berbeda dengan tempatnya masuk di awal.
"Itu adalah orang yang kau cari!" ucap seorang Pria yang mengantar Natan yang langsung berbalik meninggalkan Natan berdua dengan seorang Pria yang memakai hoddy berwarna hitam yang juga menutupo kepalanya.
Natan yang tau jika dirinya tidak punya banyak waktu langsung mengatakan maksud dan tujuan kedatangannya.
"Tuan Hacker, aku kemari ingin meminta bantuan anda sekaligus mengajak anda bekerjasama." ucap Natan dengan terus terang dengan nada memelas.
"Aku akan melakukannya tapi kau tau jika bayaranku itu sangat mahal." ucap Hacker dengan nada keras sambil duduk di kursi bosnya dengan sorot mata yang tajam.
"Anda tidak perlu khawatir karena uang bukanlah masalah. Bagaimana?" tanya Natan dengan ekspresi wajah yang penuh rasa percaya diri dan senyum bangga di wajahnya.
"Baiklah. Katakan apa yang harus aku lakukan?" tanya Hacker itu dengan wajah serius yang langsung berbalik menghadap perangkat komputernya yang terdiri dari tiga layar komputer.
"Aku ingin kau pulihkan reputasi Tuan Muda Heru dan kau boleh melakukan apapun." ucap Natan dengan wajah serius dan sorot mata yang tajam.
"Aku mengerti!" ucap Hacker yang jari-jarinya langsung bergerak dengan sangat indah di atas keyboard komputer dengan senyum bahagia seolah menikmati yang sedang dilakukannya.
__ADS_1
Hacker itu pun mencoba memblur semua foto dan video tentang Heru yang beredar di seluruh dunia maya tapi tidak disangka jika hal itu sangat sulit.
"Kenapa begini? Sepertinya aku telah bertemu Master Hacker yang sangat hebat!" ucap Hacker itu dengan tawa jahatnya sambil terus melihat ke layar komputer.
Natan yang melihat perubahan wajah pada Hacker tersebut menjadi mulai panik dan was-was.
"Ada apa? Kenapa wajah Tuan Hacker menjadi sulit ditebak bahkan keringatnya mengalir dengan sangat deras. Apa jangan-jangan Tuan Hacker tidak bisa menghapusnya." ucap Natan dalam hati dengan ekspresi wajah yang bingung dengan keringat yang mengalir di pipinya yang langsung dilapnya dengan sapu tangan.
"Aku tidak bisa membuat foto atau video yang ada Tuan Muda Herunya menghilang tapi aku dapat menggiring opini masyarakat dan membuat Tuan Muda Heru menjadi korban dan hal ini tidak akan menghancurkan reputasi Tuan Muda Heru." jawab Hacker dengan percaya diri sambil berbalik tubuh melihat ke arah Natan yang sedang berdiri.
"Kenapa begitu?" tanya Natan yang bingung dengan nada bertanya sambil melihat ke mata Hacker itu.
"Karena ada seorang Master Hacker yang telah memasang kode-kode yang sangat sulit dan rumit untuk dipecahkan setiap kali dia memasukkan foto dan video yang ada Tuan Muda Heru di dalamnya." jawab Hacker itu dengan wajah serius sambil menunjukkan kode-kode angka dan huruf yang bergabung di layar Komputer kepada Natan.
Natan yang melihatnya menyadari betapa rumitnya kode itu dan tau jika orang yang ada dibalik ini semua.
"Ini bukanlah pekerjaan orang biasa. Tuan Muda Dimas dan Asisten Pribadinya, Edo, lah yang menjadi dalang dari semua ini. Aku akan melaporkannya kepada Nyonya setelah pulang nanti." ucap Natan dalam hati sambil menganggukkan kepalanya beberapa kali dengan mata yang terbuka lebar.
"Kau lakukanlah yang terbaik. Aku ingin jika hal ini tidak akan menganggu Tuan Muda Heru ke depannya." ancam Natan dengan ekspresi wajah yang sangat serius dan nada yang tajam dan keras.
"Aku tau." jawab Hacker itu seolah tidak perduli dengan apa yang dikatakan natan dengan ekspresi wajah yang datar tanpa ekspresi.
Hacker itu pun membuka penutup kepala hoddynya sehingga rambut dan wajahnya dapat terlihat sangat jelas. Natan yang melihat jika orang yang dianggapnya sudah berumur 30.an ternyata hanyalah seorang remaja berumur belasan.
"Syut!"
"Apa? Dia masih remaja rupanya!" gumam Natan yang langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan dan bertingkah seolah tidak mengatakan apapun.
#Bersambung#
Jangan Lupa Like, Komen dan Vote ya..
😊😍😘
Terima kasih
__ADS_1