CEO Stops The Time

CEO Stops The Time
BAB 196. Kesadaran Kembali


__ADS_3

Hari pun berlalu, Arabella yang telah dipindahkan ke Rumah Sakit besar di Kota pun mendapatkan perawatan yang lebih baik.


Arabella yang telah terbaring di tempat tidur dan tidak sadarkan diri selama lebih dari tiga akhirnya sadar sehingga membuat Dimas menjadi senang.


“Arghh! Kepalaku?” gumam Arabella dengan suara yang rendah dengan ekspresi wajah yang kesakitan sambil memegang kepalanya yang terasa sangat pusing.


“Bel! Apakah kau baik-baik saja? Apakah ada yang sakit?” tanya Dimas dengan ekspresi wajah yang penasaran dengan nada suara dan tatapan mata yang menunjukkan kecemasan dan kekhawatiran.


“Hah! Bodoh! Apa yang telah aku lakukan?” gumam Dimas dengan ekspresi wajah yang kesal sambil memukul pelan kepadanya.


“Agh! Tidak! Tunggu! Aku akan panggilkan dokter sekarang!” ucap Dimas setelah melihat Arabella segera sadar.


Dokter yang mendapatkan panggilan dari Dimas pun langsung memeriksa Arabella dengan seksama dan setelah hasil diagnosa keluar Dimas dan Arabella pun ditinggal berdua di ruangan itu.


Arabella yang telah sadarkan diri mencoba menyesuaikan diri dan mengendalikan dirinya yang masih dalam keadaan tidak nyaman setelah semua yang terjadi.


Dimas yang terus menemani Arabella selama pemulihan pun akhirnya memberanikan dirinya mencari tau yang terjadi setelah melihat kondisi Arabella telah menjadi lebih baik.

__ADS_1


“Maaf! Maafkan aku yang tidak bisa menjagamu dan selalu tidak bisa berada di sisimu untuk melindungimu!” ucap Dimas dengan ekspresi wajah yang menyesal dan tatapan mata yang sedih dan kecewa pada dirinya sendiri.


“Ini bukan salahmu. Ini salah Heru. Dia yang telah merencanakan ini semua.” ucap Arabella sambil tersenyum lembut sambil memegang pipi Dimas dengan perlahan.


“Aku juga telah melakukan kesalahan karena telah berpikir ceroboh. Maaf! Maaf telah membuatmu khawatir, Dim!” ucap Arabella sambil menundukkan kepala dan menggenggam tangan Arabella.


“Tidak! Kau benar! Ini bukanlah salahmu ataupun salahku! Ini semua salah Heru dan Keluarganya yang telah membuat rencana yang sangat jahat. Aku pasti akan membalas mereka berkali-kali lipat!” Ucap Dimas dengan ekspresi wajah yang serius.


Arabella yang mendengarnya pun tersenyum bahagia. Arabella yang tidak bisa menyimpan semua yang terjadi padanya sendirian pun menceritakan semuanya kepada Dimas.


Dimas yang mendengarnya pun menjadi sangat marah dan berniat membalas perbuatan orang-orang yang membuat Arabella dalam kondisi yang sulit.


“Hmm, wajah! Agh, aku ingat yang satu bertubuh besar dan yang satu bertubuh kurus. Keduanya memiliki wajah yang buruk dan pria yang bertubuh besar memiliki tahi lalat di dagunya sedangkan pria yang kurus berrambut panjang dan memiliki hidung yang mancung!” ucap Arabella dengan ekspresi wajah yang serius mencoba mengingat kembali ingatannya.


“Agh! Ada satu hal lagi, aku melihat ada sebuah tato di lengan kanan mereka berdua. Tato bergambar nag dengan pedang dan juga perisai di kiri dan kanannya!” ucap Arabella dengan ekspresi wajah dan nada suara yang santai.


Namun hal itu berbanding terbalik dengan Dimas yang langsung mengubah ekspresi wajahnya menjadi putih pucat.

__ADS_1


Arabella yang melihatnya pun menjadi sangat cemas dan khawatir lalu memanggil Dokter untuk masuk ke dalam.


“Dimas! Apakah kau baik-baik saja? Apakah kau sakit? Dimana letak sakitnya?” tanya Arabella dengan nada suara yang terdengar sangat panik.


“Aku baik-baik saja!” ucap Dimas dengan ekspresi wajah yang masih pucat tapi mencoba memberikan pengertian agar tidak khawatir.


“Bagaimana bisa baik-baik saja? Wajahmu terlihat sangat pucat!” ucap Arabella dengan nada suara yang tinggi.


“Dokter! Dimana Dokter?” panggil Arabella dengan suara yang keras tapi langsung dihentikan oleh Dimas dengan kode tangan.


“Aku baik-baik saja. Aku hanya mengingat sebuah kejadian yang telah lama aku lupakan!” ucao Dimas dengan ekspresi wajah yang sedih.


“Tapi itu bukan masalah. Apakah kau bilang kedua Bodyguard itu memakai Tato Naga di lengan kanannya?” tanya Dimas yang mencoba untuk meyakinkan dirinya bahwa yang dikatakan Arabella adalah kebenaran.


“Benar sekali tapi ada apa? Apakah telah terjadi hal yang buruk?” tanya Arabella dengan ekspresi wajah yang penasaran dan cemas di saat bersamaan.


“Tato itu mengingatkanku akan satu kejadian yang sangat ingin aku lupakan!” ucap Dimas dengan nada suara yang terdengar ambigu.

__ADS_1


#Bersambung#


Apa yang telah terjadi pada Dimas? Kejadian apa yang ingin dilupakannya? Jangan lupa tebak di kolom komentar ya...


__ADS_2