
Berita Penculikan dan Rencana Pembunuhan yang dilakukan oleh Pak Bambang dan Heru pun diberitakan dimana-mana hingga seluruh Dunia mengetahuinya.
Masyarakat yang mengecam perbuatan Pak Bambang dan Heru yang rela melakukan apapun demi mendapatkan Perusahaan Arthama Jaya menjadi sangat marah.
Orang-orang yang tidak senang dengan perbuatan Heru tiada hentinya mengucapkan dan menuliskan komentar buruk di kolom komentar di setiap berita yang memberitakan kasus Penculikan dan Rencana Pembunuhan Arabella dan Dimas.
“Mereka berdua sepertinya bukanlah manusia! Wujudnya saja manusia tapi hati dan pikirannya jahat sekali seperti Iblis!”
“Tega sekali Ayah dan Anak itu! Aku tidak menyangka Pak Bambang berencana ingin membunuh keponakannya sendiri!”
Lalu, saat Persidangan di Pengadilan yang menghadirkan Heru, Mike dan Alex sebagai Tersangka ternyata menuai banyak sekali pro dan kontra karena saat Persidangan berlangsung Heru tiba-tiba meminta izin ke Hakim untuk bisa keluar agar bisa ke Pemakaman Pak Bambang.
“Yang Mulia Hakim Yang Agung, apakah saya boleh meminta satu hal? Tolong izinkan saya mengunjungi Pemakaman Ayah saya? Saya mohon, Pak Hakim!” ucap Heru dengan suara yang terdengar sangat pilu dengan ekspresi wajah yang sedih dengan tatapan mata yang sayup.
Hakim yang tidak ingin menghentikan penghormatan terakhir Seorang Anak kepada Orangtuanya pun memberikan izin dengan pengawalan dan penjagaan yang ketat.
Heru yang sangat senang pun tidak bisa menahan perasaan bahagianya hingga tanpa sadar meneteskan air matanya yang ternyata tidak membuat masyarakat yang menonton persidangan bersimpati.
Sementara itu, Pak bambang yang tidak bisa dimakamkan di Pemakaman Khusus Keluarga Arthama Jaya pun terpaksa harus dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum karena namanya telah dihapus dari nama Keluarga.
Pak Bambang yang meninggal saat perlawanan terjadi ternyata Pemakamannya hanya dihadiri oleh orang-orang terdekatnya sehingga membuat proses pemakaman berjalan dengan sangat cepat.
Dimas dan Arabella yang menjadi Korban atas perbuatan Pak Bambang dan Heru ternyata menuai banyak simpati dan juga dukungan publik sehingga membuat Reputasi Dimas menjadi semakin membaik.
Sementara itu, Edo yang mengambil alih semua pekerjaan Dimas di Perusahaan Arthama Jaya ternyata harus bolak-balik ke Rumah Sakit untuk memberikan laporan.
“Apakah hanya ini berkas yang harus aku tanda tangani? Hmmm, apakah ada lagi yang ingin kau laporkan?” tanya Dimas dengan ekspresi wajah yang terlihat sangat lelah.
“Benar, Tuan Muda. Hmm, saya ingin memberitau bahwa semua aset yang dimiliki oleh Pak Bambang dan Heru telah diambil!” ucap Edo dengan ekspresi wajah yang serius.
“Bagus! Apakah kau sudah menyiapkan yang aku minta?” tanya Dimas dengan senyum yang lebar dengan nada suara yang antusias.
__ADS_1
“Jangan khawatir, Tuan Muda. Semuanya sudah disiapkan!” ucap Edo dengan ekspresi wajah yang serius dengan nada suara yang penuh percaya diri.
Dimas yang telah diperbolehkan untuk kembali pun pulang ke Kediaman Arthama Jaya bersama Arabella.
“Apakah kalian sudah membawa semuanya?” tanya Arabella dengan suara yang sedikit tinggi dengan ekspresi wajah yang serius.
“Sudah Nona! Semuanya sudah dipindahkan ke dalam mobil!” ucap Ria dengan sikap yang sopan dengan senyum yang lebar.
“Bagus. Aku harap tidak ada barang-barang Dimas yang tertinggal!” ucap Arabella dengan ekspresi wajah yang serius sambil mengedarkan pandangan matanya ke kiri dan kanan memeriksa setiap sudut ruangan mengecek barang Dimas agar tidak ada yang tertinggal.
Dimas yang melihat Arabella yang sudah sangat sibuk saat pertama kali masuk ke dalam ruangan membuat Dimas mengingat masa-masa indah di Kehidupan masa lalunya.
“Santailah. Kau terlalu sibuk. Duduklah dulu dan minumlah ini. Serahkan semuanya pada Pelayan! Aku yakin mereka pasti akan melakukan semuanya dengan baik!” ucap Dimas dengan senyum yang jahil yang dijawab dengan senyum malu-malu.
Arabella yang berpikir jika kedatangannya ke Kediaman Arthama Jaya untuk mengantar Dimas pulang dari Rumah Sakit tidak menyangka jika dirinya akan mendapatkan kejutan yang sangat membahagiakan.
“A-apa ini?” tanya Arabella dengan ekspresi wajah yang terkejut dengan mata dan mulut yang terbuka lebar lalu memalingkan wajahnya ke arah Dimas yang berada di sampingnya.
Dimas yang melihat Arabella menatapnya pun mengubah posisinya dan berlutut di hadapan Arabella lalu mengeluarkan sebuah cincin berlian bermata biru.
Arabella yang tidak menyangka mendapatkan lamaran lagi dari Dimas pun merasa sangat senang karena saat ini dirinya dapat mengingat semua tentang Dimas.
“Aku mau. Tentu, aku mau hidup bersama.” Ucap Arabella dengan suara yang ceria sambil menganggukkan kepalanya berulang kali yang tanpa sadar meneteskan air mata bahagia.
Dimas yang melihat Arabella menangis pun menghapus air matanya lalu menarik Arabella ke dalam pelukannya yang dibalas dengan pelukan yang sangat erat.
Semua orang yang melihat dan menyaksikan momen indah itu pun tersenyum bahagia sambil bertepuk tangan dengan antusias yang tinggi.
Waktu pun berlalu, Persidangan Pengadilan Heru dan kelompoknya yang telah memasuki babak akhir. Hakim yang telah mengantongi banyak sekali bukti kejahatan dan puluhan saksi atas perbuaan Heru dan Kelompoknya membuat Hakim dengan mudah membuat keputusan.
Heru yang menjadi otak dalam Penculikan dan Rencana Pembunuhan Arabella dan Dimas dihukum mati sementara Alex dan Mike yang menjadi pengikutnya harus menerima Hukuman Penjara selama 20 Tahun dan orang-orang yang menjadi bawahan Heru pun tak luput dari Hukuman. Semuanya mendapatkan Hukuman Penjara selama 15 Tahun.
__ADS_1
Dimas dan Arabella yang mendengar keputusan Hakim pun merasa sangat senang dan lega begitupula dengan masyarakat yang sejak awal mengikuti Kasus Heru.
“Dim, akhirnya semuanya berakhir? Ahirnya Happy Ending! Aku senang sekali!” ucap Arabella dengan senyum yang lebar sambil berjalan di Taman bersama Dimas.
“Belum. Ini belum berakhir!” ucap Dimas yang menghentikan langkahnya dengan ekpsresi wajah yang serius.
Arabella yang tidak mengerti ucapan Dimas pun mengkerutkan alisnya yang dibalas dengan senyum jahil di bibir Dimas.
“Kita masih harus mempersiapkan pernikahan kita dan barulah itu disebut Happy Ending!” ucap Dimas yang menarik tubuh Arabella ke dalam pelukannya lalu tersenyum dengan lembut.
Dimas yang tidak ingin dipisahkan ataupun mendapatkan halangan untuk bersama Arabella lagi pun mempersingkat persiapan Pernikahannya hingga akhirnya Pernikahan itu telah ada di depan mata.
Arabella yang telah mamakai Gaun Putih panjang dengan kerudung Putih yang menutupi wajahnya serta riasan yang tipis membuat Arabella terlihat sangat cantik dan anggun.
Arabella yang berjalan sendirian ke arah Dimas yang memakai Jas Hitam dengan senyum yang lebar yang terlihat sangat tampan dan penuh karismatik.
Dimas yang melihat Arabella pun mengulurkan tangannya dan membawa Arabella berdiri di sampingnya dan menghadap ke Pendeta dan mengucapkan Janji Pernikahan.
“Apakah Mempelai Wanita bersedia hidup dalam suka maupun duka dan selalu bersama hingga ajal memisahkan?” tanya Pendeta dengan suara yang keras.
“Saya bersedia!” ucap Arabella dengan singkat sambil menoleh ke samping menatap Dimas yang juga menatap matanya.
“Lalu apakah Mempelai Pria bersedia hidup dalam suka maupun duka dan selalu bersama hingga ajal memisahkan?” tanya Pendeta lagi yang kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Dimas.
“Saya bersedia!” ucap Dimas dengan suara yang lantang dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata yang tajam.
Pendeta yang menjadi saksi atas Pernikahan Dimas dan Arabella pun mengumumkan bahwa keduanya telah resmi menikah.
“Mempelai Pria dipersilahkan untuk mencium Mempelai Wanita dan saya nyatakan Kedua Mempelai telah resmi menikah!” ucap Pendeta dengan suara yang sangat keras.
Dimas yang menatap Arabella dengan tatapan mata yang penuh cinta pun menarik pinggang Arabella lalu mencium bibir Arabella dengan lembut dan kemudian menjadi panas di hadapan semua tamu yang datang.
__ADS_1
Edo dan Pak Antoni yang sangat antusias atas pernikahan Dimas dan Arabella pun menembakkan sebuah petasan yang ternyata berisi kelopak bunga yang sangat banyak yang membuat Pernikahan itu sangat romantis.
TAMAT